NovelToon NovelToon
Aku Menjadi Figuran Antagonis

Aku Menjadi Figuran Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:282.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pipit_vie

Arianna Safi mengalami penganiayaan yang membuatnya meninggal. Tidak disangka dia justru masuk ke dalam tubuh figuran antagonis di novel yang dia baca sebelum meninggal.

Figuran antagonis itu bernama Arianna Serafine Wezen yang merupakan kembaran dari antagonis cerita yaitu Catalina Hermione Wezen.

Arianna yang diberi kesempatan untuk hidup pun bertekad untuk merubah takdir agar tidak sesuai dengan alur cerita dimana dia, Catalina dan keluarganya mengalami kehancuran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pipit_vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3: Target Selanjutnya

...-<{ SELAMAT MEMBACA }>-...

Di dalam komik, Arianna Serafine Wezen akan mati terbunuh oleh pembunuh bayaran yang disewa second male lead. Arianna meracuni Isabelle saat pesta pernikahannya dengan Gavriel. Alasannya karena kalung permata blue emerald langka yang diincar olehnya justru dimiliki oleh Isabelle.

Arianna yang mengincar kalung itu sudah lama merasa tidak terima, maka dari itu dia sengaja meracuni Isabelle. Meskipun racun yang diberikan Arianna tidak mematikan, tetapi hal itu menjadi boomerang untuknya.

Lalu dua hari setelah kejadian Isabelle diracuni, pemeran kedua pria yang mengetahui pelakunya adalah Arianna pun memutuskan untuk membunuhnya.

"Dan pemeran kedua itu adalah Pangeran Alucard." gumam Arianna seraya memandang bulan bercincin di langit malam.

Bulan di dunia ini memang agak berbeda dari bulan yang sering dia lihat. Mungkin karena ini dunia lain, jadi terdapat perbedaan yang begitu spesifik.

"Tapi, darimana Arianna asli mendapatkan racun itu? Em ... Kalau tidak salah nama racun itu bernama racun 'remonil'."

Racun yang terbuat dari jamur remonil itu meskipun tidak mematikan, tetapi mampu membuat saraf motorik terhenti dalam seminggu.

"Astaga, aku baru ingat! Orang yang menemukan penawar racun itu kan Alucard, sudah pasti dia tahu karena dia berteman dengan penyihir hitam. Dan bisa dipastikan Arianna juga mendapatkan racun itu dari penyihir hitam."

Itu adalah hipotesa yang memungkinkan menurut Arianna. Karena memang di dalam komik tidak diceritakan darimana Arianna mendapatkan racun itu.

"Sepertinya Arianna dan Catalina memang terhubung dengan penyihir hitam. Maka dari itu, aku dan Catalina sebisa mungkin menghindari tokoh sampingan antagonis itu."

Srak Srak

"Eh?"

Arianna menatap ke arah suara gemerisik dedaunan dari pohon oak yang ada di depan balkonnya. Kebetulan belakang kamar Arianna merupakan taman belakang mansion yang terdapat pohon oak.

"Siapa disana?"

Mata Arianna menyipit untuk melihat apakah ada sesuatu disana? Karena bisa saja ada mata-mata yang tengah bersembunyi seperti di novel-novel atau komik yang sering dia baca.

"Apakah kau tidak punya kerjaan? Jangan memata-matai kamar seorang wanita, tidak sopan tahu! Dasar mesum!" Arianna mencoba memancing sesuatu yang ada di pohon oak.

Arianna yang menunggu adanya reaksi dari sesuatu itu justru dikejutkan karena tepukan tangan di bahunya.

"HUWAHH!!" pekik Arianna kaget.

Ternyata yang menepuk bahunya adalah Ramona, pelayan pribadi Arianna.

"Ramona! Kau membuat jantungku hampir keluar dari tempatnya tahu!" omel Arianna pada Ramona.

"Mohon maaf, Nona, tapi saya sudah ketuk pintu dan Nona tidak dengar. Lalu saat saya masuk, saya malah melihat Nona tengah berbicara entah pada siapa." jelas Ramona dengan wajah polosnya.

Sebelumnya Arianna tidak tahu siapa Ramona sejak kemarin. Ramona yang mengira Arianna melupakannya pun kembali memperkenalkan diri dan menjelaskan alasannya menjadi pelayan pribadi Arianna yang terkenal sebagai wanita gila Wezen.

"Tadi di sana seperti ada sesuatu, aku hanya asal bicara saja tadi. Siapa tahu sesuatu itu benar-benar menunjukkan diri." Arianna kembali melirik pohon oak yang nampak tenang.

"Mungkin itu hanya ulah angin saja, Nona." Ramona pun ikut melirik pohon oak, "Sebentar lagi musim dingin tiba, sebaiknya Nona tidak terlalu lama berada di luar saat malam hari. Saya tidak mau melihat Nona terbaring sakit lagi," jujur Ramona.

"Ey, bukankah seharusnya kau senang karena aku sakit? Kau jadi bebas karena tidak ada di dekatku." Apa salahnya kalau Arianna mengetes kesetiaan Ramona?

Wajah Ramona nampak panik, "Nona salah paham! Saya tidak seperti itu!"

Arianna tertawa karena wajah menghibur dari Ramona. Sepertinya karena inilah Arianna Serafine menjadikan Ramona sebagai pelayan pribadinya.

"Saya benar-benar berhutang budi atas kebaikan Nona, maka dari itu saya juga akan setia dan menjadi orang kepercayaan Nona dalam keadaan apapun!" ucap Ramona sambil memegang tangan Arianna penuh semangat.

"Iya-iya, aku percaya padamu! Jadi, jangan khianati aku ya!" Arianna memberikan senyum manis pada Ramona.

Ramona sungguh senang atas jawaban Arianna. Meskipun dia tahu julukan Arianna di mata masyarakat, mereka semua tidak tahu bahwa Nona yang dia layani ini sungguh murah hati.

"Karena sudah malam, kau juga harus beristirahat, Ramona. Kau boleh kembali ke kamarmu. Aku akan masuk sebentar lagi karena tubuhku masih terasa gerah."

"Benar ya, Nona? Jangan terlalu lama karena saya tidak mau Nona demam! Nona dengar kan kata saya?"

"Iya-iya! Kau cerewet sekali seperti ibuku."

Diam-diam Arianna merasa terharu karena lagi-lagi dia mendapat perhatian dan kekhawatiran dari seseorang yang tidak pernah dia dapatkan sebagai sosok Arianna Safi.

'Semoga hal baik ini bertahan lama.' Pinta Arianna dalam hati.

...🖤🤍🖤...

Seseorang berjubah hitam dengan motif ragam hias flora yang bersulam emas baru saja keluar dari mansion besar milik Duke Wezen.

Lalu angin malam yang bertiup kencang membuat tudung jubah itu terbuka dan memperlihatkan wajah tanpa cela yang membuat setiap orang akan jatuh cinta karena ketampanannya. Surai hitam panjangnya menari-nari karena tiupan angin malam yang menambah kesan tampan di wajahnya.

Tampak sudut bibir kanan pria itu tertarik ke atas, "Wanita yang peka sekali." Pria itu kembali teringat atas kejadian yang baru saja dia alami.

Untuk pertama kalinya ada seseorang yang menyadari saat dia tengah bersembunyi. Dan sialnya orang itu adalah wanita yang disebut sebagai wanita gila Wezen.

"Tuan Eze!"

Seorang pria berjubah hitam yang sama datang dengan terengah-engah, "Kenapa Tuan terang-terangan berkeliaran di sini? Bagaimana jika ada yang tahu siapa Tuan yang sebenarnya?"

Pria yang dipanggil Tuan Eze itu justru tertawa, "Kau terlalu mencemaskanku, Ash."

"Bagaimana saya tidak cemas?! Tuan benar-benar membuat jantung saya hampir lepas! Saya kira Tuan tertangkap setelah membuat keributan di istana Kekaisaran!" ucap Ash menggebu.

"Aku tidak akan tertangkap semudah itu." Pria itu berjalan dengan tangan yang bertumpu di belakang punggungnya, "Lagipula aku masih belum puas membuat keributan di istana Kekaisaran, jadi aku memutuskan untuk berkeliling untuk mencari target selanjutnya."

Ash mengikuti tuannya dari belakang, "Jadi, Tuan sudah mendapatkan target selanjutnya?"

Pria itu berhenti lalu menoleh ke arah Ash, "Wezen."

Ash nampak diam mematung sebentar untuk mencerna jawaban singkat tuannya. Lalu setelah mulai mencerna, Ash membuka mulutnya karena terkejut.

"Bukankah itu kediaman Lady Catalina yang baru saja Tuan berikan surat? Kenapa Tuan memilih kediaman Lady Catalina?" tanya Ash yang sangat penasaran.

"Duke Wezen sedang tidak ada di mansion. Lalu alasan keduanya karena wanita itu yang terlalu lama membuatku menunggu." jawab pria itu setelah membenarkan tudung kepalanya.

"Aku tidak sabar menantikan para anjing-anjingku membuat keributan di mansion mewah itu dan menjadikannya kotor." Pria itu menyeringai, "Dengan begitu Duke Wezen tidak akan lupa siapa aku yang merupakan seorang penyihir hitam."

Pria itu lantas melanjutkan jalannya yang sempat terhenti. Ash pun kembali mengikuti dari belakang.

"Lalu bagaimana dengan tawaran Pangeran timur? Apakah Tuan tertarik dan benar-benar ingin bergabung?"

"Aku tertarik, hanya saja aku tidak ingin bergabung."

Ash mengangguk paham. Tidak mungkin Tuannya yang hebat itu mau-mau saja bergabung lalu rela dimanfaatkan oleh Pangeran timur.

"Saya lega mendengarnya. Saya pikir Tuan akan mau bergabung karena kalian memiliki tujuan yang sama."

"Cih! Aku tidak semurah hati itu untuk mau dimanfaatkan oleh mereka meskipun aku memiliki tujuan yang sama dengan mereka."

Senyuman Ash semakin lebar karena mendengar ucapan Tuannya. Keputusan yang tepat dia memutuskan untuk menjadi tangan kanan penyihir hitam.

"Tuan Eze, saya berhasil menjual racun remonil dengan harga yang memuaskan di pelelangan. Saya tidak habis pikir dengan para bangsawan yang ternyata kelakuannya seperti iblis sungguhan."

Pria itu lagi-lagi menyeringai. Entah kenapa hatinya terasa berbunga-bunga sekarang. Mungkin saja karena hari ini dia cukup bersenang-senang dan suasana hatinya menjadi bagus.

Mungkin juga sebentar lagi keinginannya untuk melihat Kekaisaran ini runtuh pun akan terjadi. Eze, si penyihir hitam tidak sabar menantikan hari itu terjadi. Akan selebar apa dia tersenyum di hari itu.

Bersambung ....

Apa yang akan kalian lakukan bila masuk ke dalam sebuah novel? Kalau aku sih udah pasti akan usaha biar ketemu ayang gepeng xixixi ....

Terima kasih sudah mampir😊🖤

Bantu ramaikan lapak ini dan jangan ragu untuk memberi kritik dan saran. Tentu saja dengan bahasa sopan.

1
REY ASMODEUS
jadi pedagang Thor. lumayan jual racun untungnya wahhh🤣🤣🤣🤣...
Zhang Wuyang (张五阳)
terima terima mayan dapat suami ganteng kalau aku sih gak nolak ya 😍💃
chiara azmi fauziah
penasaran cuy
@Resh@
lamanya ini baru up
Pa Muhsid
penyihir agung yang jauh dari agung
@Resh@
hancurkan gerald dia jahat bangett
Pa Muhsid
kalau gak salah lintas tahun sampai lupa alur ceritanya
pipit_vie: mweheheheheeh🤭🤭🤭
total 1 replies
@Resh@
sampai lupa ceritanya😜
pipit_vie: 🤭🤭🤭 maapkan aku ya ges yaaaa akwowoowkwkwk jadi malu akwowowkkwkw
total 1 replies
Erna Masliana
Ariana ditinggal begitu aja di istana? bukankah sama saja dengan membunuh Ariana,s Isabella kan jahat.. gak ngerti cara berpikir Eze
Erna Masliana
terus kenapa balik lagi ke istana sudah tau tidak diinginkan.. tidak mungkin hanya untuk pernikahan.. tanpa campur tangan Kaisar pernikahan bisa terjadi karena kamu bukan bagian istana lagi..
Erna Masliana
kamu kuat tapi lembek..kamu mengecewakan Eze.. ini benar benar penghinaan
si kecil nikkey
thor wajah arianna sudah umum bnget bnyk model wajah kaya gtu....
Erna Masliana
kenapa tidak lawan kaisar aja..kan kamu lebih kuat ngapain masih mau dimanfaatin
Erna Masliana
suka berprasangka buruk duluan jalani aja
Erna Masliana
itu lebih baik dari cireng 🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
ya ampun cimol..cilor.. jangan jangan nama peliharaannya memang nama nama jajanan.. nanti ada cilok,batagor dan siomay
Erna Masliana
cilor...enak tuh
Erna Masliana
mau terharu malah ngakak gara gara jawaban Eze yang katanya masih perjaka 🤣
Erna Masliana
nah kan.. cuma ngancam
Erna Masliana
ya jangan.. dia cuma ngancam..dia masih butuh kamu karena penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!