NovelToon NovelToon
Ayah Mertua Mafia Menginginkanku

Ayah Mertua Mafia Menginginkanku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Mafia / Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Dark Romance / Tamat
Popularitas:59
Nilai: 5
Nama Author: Larissa Marcelle

Dijodohkan dengan putra seorang bos mafia? Fiorella Ferraz, delapan belas tahun, sudah bertekad menolak. Dia diseret dari Berlin ke Sydney untuk pesta pertunangan yang tidak pernah dia inginkan, dan di depan semua orang dia berani berkata: aku tidak mau menikah.

Satu orang tidak terima dibantah. Argo Romanov, bos mafia Australia sekaligus calon mertuanya, pria dingin yang tak pernah ditentang siapa pun. Gadis keras kepala itu langsung dia tahan di rumahnya, "sampai tahu aturan".

Namun semakin sering mereka bertengkar, semakin sulit Fiorella menjelaskan kenapa tubuhnya bereaksi setiap kali pria itu mendekat. Dan semakin keras Argo berusaha menjauh, semakin ia kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Di tengah peperangan antar mafia, kontrak pernikahan yang membelenggu dua keluarga, dan rahasia yang menunggu terbongkar, siapa yang sebenarnya sedang menaklukkan siapa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Larissa Marcelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3 - Mereka Harus Menerimaku

...FIORELLA FERRAZ...

Aku hancur, kehilangan arah, remuk. Aku cuma ingin menentukan hidupku sendiri. Kukira mengungkapkan perasaanku akan berhasil, ternyata aku salah. Aku malah memperburuk keadaan. Sekarang aku tawanan keluarga Romanov.

Aku sendirian di Australia, jauh dari rumah. Papa dan Jonah pulang besok dan meninggalkanku di sini sampai hari pernikahanku dengan Jared. Sudah berjam-jam aku mengurung diri di kamar rumah keluarga Romanov ini. Aku bisa saja kembali ke sana dan bicara dengan mereka, tapi bicara tidak akan ada gunanya. Mereka jahat, dan orang jahat memang begitu. Senang melihat orang lain menderita. Mereka pantas merasakan racun mereka sendiri.

Mereka menginginkanku di sini, maka mereka harus menerimaku, terutama Don Argo Romanov. Pria itu membenciku, jadi akan kuberi dia alasan untuk makin membenciku. Mereka akan mengusirku dari sini, dengan cara baik atau dengan cara kasar. Sial betul hidupku!

"Fiorella, Nak, bagaimana keadaanmu?"

"Buruk, Pa." Aku berteriak pada Papa yang berdiri di luar pintu.

"Buka pintunya."

Aku bangkit, membuka pintu, lalu menghempaskan diri ke ranjang.

"Fiorella, ini akan baik buatmu, supaya lebih mengenal mertua dan calon suamimu." Papa duduk di sampingku.

"Papa dan Jonah akan meninggalkanku sendirian di sini."

"Kamu tahu kami tidak bisa tinggal bersamamu, kan? Argo menginginkan yang terbaik untukmu. Bukankah kamu selalu bilang tidak mau menikah dengan orang yang tidak kamu kenal? Sekarang kamu punya waktu untuk mengenalnya."

"Tunggu sebentar." Aku duduk tegak. "Argo yang punya ide meninggalkanku di sini?" Papa mengangguk.

Dia ingin menghancurkanku. Aku tidak tahu apa salahku sampai dia membenciku sebegitu rupa. Tampang pitbull galaknya saja sudah cukup, sekarang ditambah ini.

"Kamu belum berpakaian, Nak. Kakakmu sudah siap."

"Cuma gaun, Pa. Aku cepat kok ganti."

"Bukan cuma gaun. Ada riasan, rambut, Papa mau kamu sempurna di pesta pertunanganmu. Sudah makan?"

"Aku tidak lapar."

"Jangan sampai pingsan di pesta, nanti mereka mengira kamu sakit."

"Aku tidak akan pingsan, Pa."

"Kamu beruntung. Kalau mereka membatalkan kesepakatan itu, Papa bersumpah akan menikahkanmu dengan..."

"Tapi mereka tidak membatalkannya, kan?" Aku memotongnya. "Santai saja, Pa."

"Jangan bicara sembarangan di pesta, kali berikutnya Papa tidak akan memaafkanmu."

Tunggu saja, Papa. Aku sudah bilang aku tidak akan menerima pernikahan ini, pikirku.

"Papa kembali tiga puluh menit lagi, bersiaplah."

Adalberto mengambil sebuah kantong dan meletakkannya di ranjang, lalu langsung keluar kamar. Aku menarik napas dalam-dalam dan mencoba menerima hidup ini. Kubuka bungkusan itu dan ternyata isinya gaun panjang putih. Aku mandi untuk mengenakannya. Itu pakaian tercantik yang pernah kulihat. Gaun itu melekat sempurna di tubuhku, membuat pantatku tampak bulat dan memperlihatkan hampir seluruh sebelah kakiku. Di dalam kantong juga ada sepasang sepatu hak tinggi.

Lama aku mengagumi tubuhku di cermin. Belum pernah aku merasa secantik dan seseksi ini. Belahan dada gaun itu membuatku makin menggoda. Pakaian seperti ini dulu dilarang Papa. Dia takut aku memancing laki-laki. Rambutku kusanggul tinggi, dan ketika hampir selesai merias wajah, ketukan di pintu mengagetkanku.

"Fiorella, ini Loretha. Boleh masuk?"

Loretha tampak berbeda dari Argo. Mungkin aku keliru, tapi sesuatu memberitahuku dia bisa membantuku membuat suaminya berubah pikiran. Aku berjalan ke pintu dan membukanya.

"Hai, Tante Loretha."

Dia memandangiku dari kepala sampai kaki!

"Kamu memukau, Fiorella." Dia menggenggam tanganku dan menyuruhku berputar sekali. "Tubuhmu sempurna." Aku tersenyum tipis dan mengucapkan terima kasih. "Kenapa? Kamu tidak senang, ya?"

"Masuklah." Dia masuk dan menutup pintu sementara aku bercermin.

"Dengar, aku berjanji kamu akan diperlakukan dengan baik di sini."

"Bukan itu, Tante Loretha." Dia memegang daguku dan memalingkan wajahku.

"Lalu apa?" tanyanya, mengambil lipstik dan memulaskannya di bibirku. "Bibirmu cantik sekali, Fiorella, lipstik ini akan membuatnya lebih menonjol."

Aku ingin bilang bahwa aku menolak semua yang mereka lakukan, tapi belum tahu apakah aku bisa memercayai Loretha.

"Hanya saja... aku ingin bisa memilih suamiku sendiri."

"Dengar, pernikahanku dengan Argo juga begitu. Aku dipaksa dan tidak mau menerimanya, sekarang aku perempuan paling bahagia di dunia di sisinya."

Bagaimana seorang perempuan bisa bahagia di samping pria seperti itu? Binatang berwujud manusia. Loretha terus berusaha membuatku mengerti.

"Beri saja waktu, putraku orang baik. Kalian hanya butuh lebih banyak waktu untuk mengobrol dan saling mengenal."

"Terima kasih, Tante Loretha. Tante kelihatannya orang baik, tidak seperti Argo Romanov." Aku langsung menyesal, bicara tanpa berpikir, dan membeku saat melihatnya menatapku.

"Argo memang suka memerintah, aku tahu. Memang begitu sifatnya, kalian akan cocok. Aku berjanji akan melakukan apa saja supaya dia bersabar padamu."

Yang kuinginkan justru menjauh dari pria itu.

...ARGO ROMANOV...

Anak buahku melapor bahwa gadis itu berjam-jam mengurung diri di kamar. Dia pasti hancur, kasihan. Aku bertanya-tanya apakah aku kelewatan menyuruhnya tinggal di sini tanpa ayah dan kakaknya. Tidak! Setelah kupikir lagi, aku benar. Salahnya sendiri, bicara sesuka hati, dan menerima akibat yang tidak dia duga. Setelah hari ini dia akan tahu diri dan belajar menghormati keluarga kami.

"Sayang." Loretha mendekat dan menyusuri dadaku yang telanjang dengan kukunya. "Fiorella sedih."

"Kalau sedih, itu akibat perbuatannya sendiri, Sayang. Kuharap dia belajar menghormati kita. Dia menolak pernikahan itu di depan putra kita."

"Aku tidak bertanya, Sayang, aku menyatakan. Aku baru saja bersamanya."

"Bagaimana dia?"

"Sedih. Kamu harus lebih lunak, gadis itu baru delapan belas tahun, dan dia akan jauh dari ayah dan kakaknya."

"Aku akan mencoba, Loretha. Gadis itu membuatku kesal."

"Kenapa dia membuatmu kesal? Apa yang dia lakukan?"

Aku tidak tahu apa yang dia lakukan, tidak bisa menjelaskan kenapa dia begitu mengesalkanku. Mungkin karena tampang bonekanya dan keberanian yang terpancar dari wajah itu. Dia kurang ajar bukan main.

"Dia membuatku kesal karena bilang di depan kita semua bahwa dia tidak mau menikah." Aku mencoba menutup pembicaraan dengan bertanya soal Jared. "Di mana anak sembrono itu?"

"Sudah berjam-jam aku tidak melihatnya."

Aku keluar sambil mengancingkan kemeja, tapi Loretha memegang lenganku.

"Mau ke mana buru-buru begitu?"

"Mencari putramu, Loretha." Aku mencoba melangkah, tapi dia menarikku lagi.

"Tenang, Argo. Dia tidak sebodoh itu untuk menghilang, apalagi hari ini. Sekarang kemarilah." Loretha memegang leherku untuk sebuah ciuman, lalu menutup pintu di belakangku. "Tidak, Loretha, aku tidak percaya anak itu." Aku keluar kamar dan mencari Jared.

...JARED ROMANOV...

Cewek itu tadi ngapain sih? Bilang nggak mau nikah sama gue, di depan gue? Gue suka kesombongannya. Gue kira dia tipe manis yang lugu, ternyata nekat dan berani banget. Gue belum sempat ngobrol sama dia, tapi malam ini di pesta tunangan kami, dia bakal tahu siapa Jared sebenarnya.

Gue tadinya juga mau ikut campur, mau bilang gue masih terlalu muda buat nikah, tapi tunangan gue keburu maju duluan. Si tua itu marah besar sama dia. Sebenarnya gue nggak pernah lihat bokap segalak dan seserius itu.

"Kontolnya nggak bangun-bangun, Jared?"

"Maaf, cantik, lo harus usaha lebih, giginya kena nih, buka mulutnya lebih lebar, bagus, Sayang. Iya... gitu."

"JARED, BUKA PINTUNYA!" Kaget, gue jambak rambut cewek itu dan menjauhkannya dari kontol gue. "BUKA PINTU SIALAN INI!"

"Sabar, Bos Besar." Gue angkut cewek itu dan sembunyikan di lemari pakaian, pakai celana dalam, lalu lari ke pintu. Argo masuk dengan murka.

"Kamu sedang apa di bawah sini?"

"Nggak ngapa-ngapain, Pa. Lagi istirahat."

Si tua itu mondar-mandir ke seluruh ruangan, melihat kolong ranjang, dan gue buka lemari. Untung lemari yang salah. Kalau dia lihat cewek itu, gue mati muda.

"Kamu bawa pelacur ke sini? Jujur, Jared."

"Pelacur apaan, Pa? Gila ya?"

"Dengar!" Dia menunjuk gue. "Hari ini pertunanganmu, seharusnya kamu bersiap, bukan meniduri jalang." Dia mencengkeram kerah bajuku. "Dengar tidak?"

"Dengar. Tenang aja, gue bakal jaga baik-baik tunangan gue." Begitu gue ngomong, dia mendorong gue ke ranjang. "Apa-apaan sih?" Gue kaget.

"Dengarkan baik-baik. Aku mau kamu menghormati putri Adalberto Ferraz, dia bukan salah satu pelacurmu."

"Maksudnya apa, Pa? Nggak boleh pegang-pegang, nggak boleh cium, nggak boleh apa-apa?"

"Kalau aku sampai tahu kamu mencoba apa pun pada gadis itu sebelum pernikahan, kamu akan menanggung akibatnya, Jared. Seumur hidup aku belum pernah seserius ini."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!