NovelToon NovelToon
Jodohku, Asisten Papa Ku

Jodohku, Asisten Papa Ku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: 01Khaira Lubna

Visensia Fitri Mayang Sari, gadis manja putri dari pengusaha kaya raya yang rela kehilangan dan meninggalkan semuanya hanya karena seorang pria yang di cintainya, pria yang membuat dia buta akan segalanya. Pria yang bernama Ibnu.

Selama menikah dengan Ibnu, Mayang merasa tak di hargai. Hingga pada akhirnya dia menyerah dan kembali pulang kerumah orang tuanya yang mewah. Tidak lama setelah itu, karena sering bersama-sama menghabiskan waktu, tanpa di sadari hati Mayang telah jatuh kepada Asisten pribadi sang Papa, Asisten yang begitu tampan dan cerdas yang bernama Aksa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 01Khaira Lubna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tolak

''assalamualaikum'' ujarku tenang, sambil membuka pintu.

Begitu pintu terbuka anakku Raihan berlari memeluk kaki ku, aku mengangkat tubuh mungilnya. Membawa nya kedalam gendonganku, rupanya dia sudah bangun dari tidurnya.

Tidak ada yang menjawab salam dari ku. Aku melihat Mama dan Mas Ibnu, Mama berdiri sambil berkacak pinggang, sementar Mas Ibnu duduk di sofa dengan mata yang terlihat masih sayu.

Aku mencoba bersikap tenang, tetap menegakkan kepalaku menatap tajam ke arah mereka.

Mama memandangku dengan mata melotot, aku balas memelototi matanya yang terdapat kerutan di sekelilingnya.

Aku berjalan, menghampiri Mama, aku hendak mengambil tangannya, menyalaminya, meskipun aku tahu dia sedang marah, tapi aku tidak boleh lupa akan kewajibanku sebagai seorang menantu.

''ma, sudah lama ...'' sapa ku, belum sempat aku melanjutkan kataku dan menyentuh tangannya, Mama menepis kasar tanganku. Aku tahu ini akan terjadi.

''nggak usah banyak berbasa-basi kamu menantu kurang ajar. Berani-beraninya kamu membalas pesan Mama dengan tidak sopannya! Apa begitu cara orang tua kamu mendidik mu hah?!'' bentak mama dengan wajah memerah. Dia menunjuk wajahku dengan jarinya.

''Dan juga, suami pagi-pagi itu dibangun kan, di bikin sarapan! Ini malah kelayapan, tudung saji masih kosong melompong. Sudah merasa hebat kamu, Fitri?!'' sambung mama dengan suara keras, sambil melihat ke arah ku. Sedangkan mas Ibnu aku lihat dia hanya diam memperhatikan, lama-lama aku muak melihat sikap lembeknya. Di mana perannya sebagai seorang suami.

Raihan memelukku tubuhku erat, aku merasa berdosa. Seharusnya anak sekecil Raihan tidak boleh melihat keributan yang terjadi.

Sebelum membalas perkataan Mama Mertua ku, aku menarik nafas dalam, mengatur emosiku terlebih dahulu agar tidak meledak.

''mama, apa Mama tidak bisa menjaga omongan Mama barang sekejap saja? Apa Mama tidak melihat Raihan cucu Mama ada digendonganku. Dia ketakutan, Ma!'' sahutku pelan.

Mama tidak menjawab, aku melihat dada nya turun naik dengan nafas sedikit terdengar ngos-ngosan.

''aku ke kamar sebentar ya, Ma. Aku mau meletakkan Raihan sebentar. Setelah ini, mari kita bicara dengan kepala dingin, aku permisi ke kamar dulu, Ma'' kataku sopan, kemudian aku berlalu, membawa Raihan dengan pelukannya yang begitu erat, dia memeluk leherku lagi sehingga membuatku sedikit sesak.

''makanya, jadi orang tua itu yang becus. Dasar wanita bodoh!'' kata Mama, dengan umpatannya. Saat aku masuk ke kamar. Air mata hendak menetes, aku mencoba menahannya. Aku sudah berjanji sama diriku sendiri, aku tidak boleh lemah, aku tidak boleh menangis lagi.

******

''Raihan tunggu di kamar sebentar ya, Mama mau menemui Nini sebentar'' bujukku. Meletakan jagoan kecilku di atas sofa tempat tidurnya.

''iya ma, tapi mama hati-hati. Nini galak'' katanya polos.

''iya sayang'' balasku, mengusap kepalanya. Kemudian berlalu keluar.

Hari ini aku akan berbicara apa adanya, tentang semua yang ingin aku katakan.

*****

''sana, cepatan kamu kerumah Sari, cucikan semua pakaian kotor yang ada di rumahnya!'' perintah Mama saat aku sudah berada di ruang tamu bergabung bersama mereka.

Mama sudah duduk di sofa bersama mas Ibnu, dan aku berdiri di hadapan mereka.

''benar Fit, sana kamu bawa Raihan sekalian. Mas bisa makan di Kantor saja. Kamu kenapa bisa lalai hari ini? Tidak ada sarapan dan kenapa kamu tidak membangunkan mas pagi ini?!'' ucap mas Ibnu santai, dia menatap ku tajam, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Mama Mertua ku mengangguk, tersenyum sinis kearahku, aku yang masih berdiri Seperti tersangka menunggu putusan sidang.

''aku tidak mau!'' katusku tegas. Dengan kedua tangan aku lipatkan di dada.

Aku melihat ekspresi Mama dan Suamiku berubah geram, muka keduanya sedikit memerah. Kening mas Ibnu berkerut, aku tahu dia pasti kaget dengan jawabku. Biasanya aku selalu manut, menuruti semua ucapannya.

''Fitri, kamu ...!'' teriak mas Ibnu.

''apa, Mas? Aku capek. Aku mau istirahat. Sari kan punya suami yang kaya, dia banyak duitnya, aku rasa dia tidak akan kehabisan duitnya yang berlimpah itu untuk membayar laundry. Lagian Sari kan juga punya pembantu di rumah nya, kanapa mesti aku?

Setelah tadi malam dia hina aku, dia usir aku! Apa dia tidak malu, mau meminta bantuanku? Tidak sudi aku mas, aku ini istrimu bukan babu mu. Cam kan itu!'' balasku tegas, dengan suara sedikit keras dari biasanya.

Aku kemudian membalikkan tubuhku bersiap hendak masuk ke kamar putra ku Raihan meninggalkan dua manusia yang tak punya nurani dengan parasaan hancur. Aku benar-benar tak pernah di hargai. Suamiku tak mencintaiku.

Aku mendengar suara langkah kaki cepat menuju ke arah ku.

''dasar menantu durhaka. Kurang ajar kamu. Inikan yang kamu inginkan'' kata Mama, mama menarik ujung jilbabku. Membuatku kaget karena mendapatkan serangan mendadak.

1
nanik sriharyuniati
Luar biasa
Alby Raziq
bukannya Mayang berhijab y thor..kok sekarang ga
Happy Kids
najong
Nyai Romlah
mereka tak tau latar belakang keluarga fitri? aneh
...
ini gimana ceritanya sih melototi mertua tapi pengen nyalamin tangan mertua
Leniawati Leni
knp raihan d buat meninggal sh penulis kn dia blm merasakan ksh sayang seorang ayah yg ba dia dpt dr aksa atw gentala
Sazmah Maa
pergi aje,keluar dari keluarga toxic
Siti Sopiah
ibunya gentala dpt kiriman tanpa kurir
Siti Sopiah
ini pasti Gendhis mau cari masalah dan akhirnya gila😍
Siti Sopiah: salah letak emoji pula
total 2 replies
Siti Sopiah
waduh gendhis.betul2 crazy women ,nyampah.betul perangai nya
Siti Sopiah
ohh patutlah si lampir ni jahat betul saat dh jd bangkaipun takda org tau.
Siti Sopiah
alamak Gendhis ni tak sesuai namanya lah.
Siti Sopiah
belum apa2 dah mau membusuk ibnu
Siti Sopiah
Ya Allah Thor sampainya hatimu membuat your readers cry 😭😭😭😭
Siti Sopiah
kasian sama baby yg tkberdosa tu matilah dia
Siti Sopiah
wah ibnu ni mmg mau cari mati lah
piah Hasan
tim aksa
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku malah kepikiran sama meisya, itu sendirian di rumah mana si anggia sm hamka kabur wkwk semoga aja hamka kabur nya bawa meisya, kalo sendirian beneran dah meisya kasian banget sendirian 🥲
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kocak kok bisa anak nya di tinggal sendirian gitu 😩 kalo anak lu kenapa2 gimane, bener2 ya lu sariatun
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah ini otak anggia pinter, harusnya dr sini anggia bisa menilai gimana akhlak keluarga nya ibnu, mereka aja sanggup ngelakuin kriminal ke anak/keponakan/cucu sendiri apalagi ke orang lain, ini udah dapet petunjuk se red flag apa keluarga ini kalo pinter harusnya langsung balik ke ortu jangan jd fitri jilid 2 yg sadar nya nunggu ampe 5 taun 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!