Kegelapan dan Cinta sangat cocok untuk menggambarkan cerita ini. Karakter utamanya adalah seorang pemuda bernama Hayakawa Yugioh.
Ia bertemu dengan tiga gadis cantik di tempat yang berbeda-beda. Kuroyuki Yukino (Stasiun Kereta), Minazuki Reina (Klub Voli), dan Hanamori Airi (Hujan Badai).
Yugioh membantu semuanya untuk menyelesaikan masalah hidup masing-masing. Seiring berjalannya waktu, ketiganya mulai jatuh cinta padanya.
Dimulai dengan mengancamnya menggunakan benda tajam, menguntitnya ke manapun ia pergi, dan paling parah mengajaknya mati bersama.
Diakhir... Mereka mengajukan pertanyaan yang intinya: 'Siapa yang akan ia pilih untuk menjadi istrinya?.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2.4: Judi
Dan... aku tidak ingin terlalu membahasnya lebih lanjut, jadi ini waktunya untuk ke yang selanjutnya.
Sebenarnya yang dari negara China masih banyak, cuman saking banyaknya, aku malas memberitahunya satu persatu.
Jadi, lebih baik ke negara Amerika saja. Seorang wanita bernama Christina Evelyn, 70 tahun.
Nenek-nenek? Ya, dan tentunya perawakannya juga mengikuti usia segitu. Apa keistimewaannya?
Sekitar 10 tahun yang lalu, Christina pernah tidak sengaja menemukan lubang aneh di pantai Marmi Beach.
Lubangnya sangat dalam atau sekitar 500 meter. Bundarannya cukup untuk 3 orang dewasa masuk sekaligus.
Dia waktu itu sendirian dan pada malam hari. Tempat ini sudah dijadikan wisata yang menyebabkan semua orang bisa memasukinya.
Itu kalau berbicaranya saat ini dan 10 tahun yang lalu itu adalah sebelum hal tersebut kejadian.
Berarti... dia yang pertama kali menemukan kah? Ya, tepat sekali. Sendirian juga dengan alasan malam hari?
Itu benar dan lebih tepatnya... hanya dia seorang dan dikelilingi suara ombak pelan serta angin sejuk malam.
Kapan tepatnya muncul? Entah kapan, dan tak pernah ada yang menyadarinya, padahal lokasinya bisa dilihat oleh siapapun.
Itu sungguh aneh dan... intinya, di bagian terdalamnya ada banyak sekali bahan tambang.
Lalu... kenapa menjadi wisata? Anehnya, bahan tambang tersebut palsu, namun... memiliki harga jual yang tinggi daripada bahan tambang sesungguhnya.
Kenapa? Seperti contohnya, ada sesuatu kayak emas dan satu gramnya bisa mencapai 600 usd. Padahal kisaran yang asli 70 usd.
Mungkin inilah kenapa jabatannya walau biasa disebut ‘Mob Character’ karena selalu berbaur dengan banyak orang, bisa menjadi nggak jauh-jauh amat dengan Sato-san.
Sepertinya aku terus berbicara tentang kekayaan ya! Hahaha, mungkin karena suka uang, jadinya begini.
Uang itu segalanya, namun cinta tak bisa dibeli dengan uang. Aku memberinya sedikit modal dan jadilah seperti ini.
Hanya 1 usd, tapi efeknya hingga sebesar ini. Otak dari pria yang ku cintai atau Kobayashi Sato tak bisa diremehkan.
Raja Judi saja kalah olehnya, apalagi lainnya. Dan... Pastinya ini akan terus berlanjut sampai kapanpun.
Pria yang tak pernah kalah sekalipun, akan memecahkan rekor ke 11.736-nya. Berarti sebelumnya 11.375 kah? Ya, benar sekali.
Apakah dalam hal judi saja? Ya. Kalau lainnya bagaimana? Pastinya lebih banyak lagi dan takkan kesebutkan semuanya juga.
Hanya yang sedang difokuskan saja agar tak terlalu lama ceritaku ini. Oh benar! Kayaknya sampai sini saja untuk sekarang.
Sebenarnya, aku masih pengen cerita lebih banyak tentang para karakter figuran yang jabatannya tidak terlalu jauh dengan Sato-san, hanya saja...
Aku agak bosan. Kalau lagi sendirian dan sedang berada di sarang cintaku, pastinya bakal langsung ku katakan apapun itu.
Hehehe... kalau sudah selesai, aku pengen cepat-cepat kembali ke sana dan melakukan apapun sepuasku bersama gambar-gambarnya yang imut.
Begitu selesai bercerita, Beniko tiba-tiba bergelagat aneh dan mulai berjalan ke manapun yang dinginkannya.
Semua yang orang-orang ini katakan, jika diakumulasikan, hanya selama 5 menit saja.
“Baccarat. Tengah malam nanti, lihat aku bermain dengan Matsuda ya, Tenka!”
Ia mengangguk. “Akan ku tonton. Dan untuk sekarang... Mari selesaikan dalam waktu satu jam, kalau sudah sampai di ruangan.”
“Aku mengerti. Mari ikuti aku, Tenka!”
“Ya.”
“Silakan kemari, tuan-tuan sekalian!”
Beniko membungkuk dengan hormat dan jalan duluan di depan serta disusul Sato, juga diakhiri Tenka.
Sepanjang perjalanan ada banyak sekali lukisan-lukisan karya dari satu pelukis terkenal. Dia dikenal dengan seni realistis serta abstraknya.
Tak dikenal, namun sekalinya berulah membuat dunia geger akan keberadaannya. Orang yang ahli memang seharusnya demikian.
Namanya tidak diketahui dan Sato sangat menyukai setiap karyanya, jadi salinannya ia beli dengan harga yang sangat mahal.
Paling murah saja 100 juta usd dan termahalnya 800 juta usd. Dan beralih dari situ, setiap lukisan dilingkari lampu LED (Light Emitting Diode).
“Beniko-chan!”
Hmm... ada apa ini? Kenapa adikku tiba-tiba berseru padanya?
“Ada apa, Sato-san?”
Oke, ini adalah pertanyaan yang tepat dan apalagi sambil membalikkan kepalanya. Dia tak sombong juga keren, hehehe.
“Kau setiap hari makin cantik. Apa aku boleh menyentuh tubuhmu?”
Kayaknya adikku tidak sepolos itu. Yahh... Baginya hal tersebut menyenangkan, jadi... Tidak masalah harusnya. Oh benar! Uno sebenarnya bukan judi, tapi kami selalu bertaruh uang.
Permainan yang seharusnya untung senang-senang, namun karena ada taruhan, jadinya judi. Ahaha, kenapa? Terserah Kobayashi-sama saja.
“Ahaha! Itu candaan yang tidak lucu lho!”
Ku kira dia akan menerimanya, tapi ternyata tidak. Adikku juga langsung membungkukkan badannya.
“Maafkan aku! Takkan ku ulangi lagi!”
Kerja bagus! Itu adalah pilihan yang benar.
“Ta-tak apa-apa. Ja-jangan terlalu dipikirkan oke!”
Ia mengangguk. “Terimakasih Beniko-chan! Maaf ya! Soalnya, kau semakin cantik dan tubuhmu menggoda. Dulu, ajaranmu mengatakan harus melakukan sesuatu kayak menyentuhmu kan! Ja-jadi... Ka-kayaknya... Lu-lupakan saja.”
“Lebih baik lupakan saja, hahaha.”
Aku tak boleh membiarkan ini terjadi! Kalau sudah sampai tempat tinggalku, harus direncanakan lebih baik lagi agar Sato-san tidak menjadi pribadi buruk.
Hehehe... Bukan berarti aku kesal karena ditawari hal tersebut, namun... Diriku sendiri tidaklah semurah itu.
Beberapa saat kemudian, setelah melewati lorong, akhirnya mereka semua sampai juga di tempat permainan berada.
Seluruh lantai bernuansa megah dengan diwarnai emas. Ini seperti tempat para VIP berada.
Ada banyak sekali permainan judi yang ada di ruangan ini. Salah satunya Baccarat. Meja oval besar dengan diputari tiga buah kursi kerajaan sytle abad 20-an.
Tertulis [Player] berwarna biru, [TIE] hijau, dan [BANKER] merah. Chip warna-warni berada di depan ketiga tulisan tersebut.
“Lama tak bertemu, Frank!”
Sato melambaikan tangannya pada seorang pria berjas hitam memakai topi kelinci yang membungkuk padanya di tengah-tengah bagian depan permainan. “Lama tak bertemu juga, Mr. Kobayashi.”
“Bagaimana kabarmu dengan Jasmine?” tanya Tenka.
“Akhir-akhir ini... dia semakin menjauhiku. Saran dari Mr. Tenka tidak terlalu membantu.”
“Ahaha, sudah ku duga.”
Setelah percakapan singkat itu, di sebelah kiri Kobayashi Sato duduk, kanannya Kazehara Tenka. Lalu bagian tengah yang belakangnya lorong, Akiyama Beniko. Terakhir... di depan pandangan semua mata, Frank sang Dealer.
“Mari mulai permainan ini, adikku Kobayashi-sama!”
“Oke.”
Baccarat. Sebuah permainan yang intinya menebak angka sembilan dari kartu yang bakalan dikasih oleh Dealer.
Dealer sendiri berfungsi layaknya seorang wasit. Ini adalah permainan judi yang sangat disukai oleh Tenka dulunya.
Setelah dikalahkan oleh Sato, hal tersebut sudah tak terlalu disukainya lagi. Kekalahan membuatnya merubah sedikit sudut pandangnya dalam hal Baccarat.