NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Hancurnya Sang Penjaga

​BOOOOOOOOOOOOM!!!

​Gelombang kejut dari benturan antara Logam Hitam Tanpa Nama dan tinju raksasa Kera Iblis Berlengan Enam menyapu dasar Ngarai Pemutus Jiwa bagaikan badai kiamat. Tebing-tebing hitam di kedua sisi ngarai retak memanjang, dan lautan kabut beracun di atas mereka terbelah secara paksa, mengekspos langit malam untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun.

​Di pusat ledakan, Lin Tian tergelincir mundur sejauh tiga puluh meter. Sepatu botnya hancur terbakar akibat gesekan dengan tanah berbatu, meninggalkan dua parit dalam yang berasap. Lengan kanannya bergetar hebat, rasa kebas menjalar hingga ke bahu.

​Namun, di seberangnya, Kera Iblis Berlengan Enam itu bernasib lebih buruk.

​ROOOAARRR!

​Monster raksasa itu melolong kesakitan. Salah satu dari enam tangannya—tangan yang berbenturan langsung dengan pedang Lin Tian—kini terkulai hancur. Tulang sekeras baja suci itu remuk dari buku jari hingga ke siku, meneteskan darah panas yang mendidih seperti magma dan membakar tanah yang disentuhnya.

​"Keras juga," Lin Tian mengibas-ngibaskan lengan kanannya untuk mengusir rasa kebas, lalu menyeringai lebar. "Fisik tahap Jiwa Nascent memang pantas dihormati. Tapi di hadapan Kehampaan, tidak ada yang tidak bisa dihancurkan."

​Menyadari bahwa mangsa sekecil semut ini tidak hanya bertahan dari pukulan kekuatan penuhnya, tetapi juga menghancurkan salah satu lengannya, mata merah sang Kera Iblis menyala dipenuhi kegilaan murni. Makhluk purba itu merasa harga dirinya diinjak-injak.

​BUM! BUM! BUM!

​Kera Iblis itu memukul dadanya dengan lima lengannya yang tersisa. Fluktuasi energi elemen tanah yang luar biasa padat meledak dari tubuhnya, membentuk Domain Gravitasi di radius seratus meter.

​Udara seketika terasa seberat cairan timah. Lin Tian merasakan tekanan yang memaksa bahunya turun; gravitasi di area itu mendadak meningkat seratus kali lipat!

​Di saat yang sama, tanah di bawah kaki Lin Tian meledak. Ribuan pilar batu tajam bercahaya kuning melesat dari bawah, mencoba menusuk Lin Tian menjadi sate.

​"Seni Bawaan Jiwa Nascent: Hutan Tombak Bumi!"

​Menghadapi serangan pembantaian skala besar ini, Lin Tian tidak panik. Ia memusatkan Qi Kehampaan di Dantiannya untuk menetralkan tekanan gravitasi.

​ZRAASH!

​Sepasang Sayap Pengoyak Ruang keperakan terbentang di punggung Lin Tian. Dengan satu kepakan kuat yang merobek hukum ruang, tubuh Lin Tian melesat ke udara layaknya kilat abu-abu, lolos sepersekian detik sebelum tombak-tombak batu itu menembus tempatnya berdiri.

​"Kau terlalu lambat, Kera Besar!" ejek Lin Tian dari udara.

​Melihat musuhnya melayang, Kera Iblis itu meraih bongkahan tebing di dekatnya, mencabut batu seukuran bukit kecil dengan tangan kosong, lalu melemparkannya ke arah Lin Tian dengan kecepatan supersonik.

​WUUUSSH!

​Batu raksasa itu membelah udara, cukup besar untuk menghancurkan seluruh sekte pinggiran dalam satu hantaman.

​Lin Tian melayang santai. Ia mengangkat Logam Hitam Tanpa Nama dan mengayunkannya secara vertikal.

​"Telan."

​Garis hitam melesat dari bilah pedang. Batu raksasa itu bahkan tidak terbelah, melainkan terhapus di bagian tengahnya, menyisakan debu kosmis yang tertiup angin melewati sisi kiri dan kanan Lin Tian tanpa menyentuhnya sama sekali.

​ROAARR!

​Kera Iblis itu semakin murka. Ia menekuk kaki raksasanya dan melompat ke udara, mencoba menangkap Lin Tian dengan kelima tangannya. Ukuran tubuhnya yang masif menutupi seluruh pandangan Lin Tian, menciptakan bayangan kematian.

​"Waktunya mengakhiri pemanasan ini," bisik Lin Tian dingin.

​Pusaran Inti Kehampaan di Dantiannya berputar hingga batas maksimal. Aura hitam-ungu meledak, menyelimuti tubuh dan pedang raksasanya hingga Lin Tian tampak seperti bintang hitam yang jatuh dari langit.

​Ia melipat sayap spasialnya. Alih-alih menghindar, Lin Tian terjun bebas menyongsong Kera Iblis yang sedang melompat naik.

​"Tiga Langkah Hantu Kehampaan!"

​Tepat sebelum kelima tangan raksasa itu meremukkan tubuhnya, sosok Lin Tian berkedip dan menghilang, meninggalkan letupan ruang hampa (pop).

​Mata sang Kera Iblis melebar kebingungan. Insting buasnya tiba-tiba menjeritkan bahaya kematian absolut dari belakang lehernya. Namun, di udara, ia tidak memiliki pijakan untuk berbalik.

​Lin Tian muncul tepat di belakang leher raksasa Kera Iblis tersebut. Ia memegang gagang pedang lima puluh ribu kati itu dengan kedua tangannya, mengangkatnya tinggi-tinggi.

​"Seni Pedang Penelan Langit, Tebasan Ketiga: Kehampaan Mutlak!"

​Tidak ada cahaya. Tidak ada ledakan. Hanya kesunyian absolut.

​Lin Tian mengayunkan pedangnya ke arah tengkuk Kera Iblis. Sebuah garis kegelapan sejati tercipta, memotong apa pun yang dilewatinya. Garis itu menembus kulit baja suci, otot raksasa, dan tulang belakang seukuran pilar kuil tanpa sedikit pun perlawanan.

​Sreeeeeek....

​Garis hitam itu membelah leher sang monster dengan sangat rapi. Sedetik kemudian, darah magma menyembur keluar seperti gunung meletus. Kepala raksasa seukuran rumah itu terlepas dari lehernya, jatuh meluncur ke dasar ngarai, diikuti oleh tubuh masifnya yang langsung kehilangan seluruh daya kehidupannya.

​BOOOOOOOOOOM!

​Mayat Kera Iblis itu menghantam dasar ngarai, menciptakan gempa bumi lokal yang menghancurkan sisa-sisa tebing di sekitarnya. Binatang Iblis tahap Jiwa Nascent Awal... dipenggal di udara!

​Lin Tian mendarat dengan anggun di atas dada mayat raksasa tersebut. Napasnya memburu, dadanya naik turun, dan ia memuntahkan seteguk kecil darah.

​Menggunakan Kehampaan Mutlak dipadukan dengan teleportasi spasial berturut-turut ternyata sangat membebani fisik dan Inti Emas Menengah miliknya. Jika Kera Iblis itu tidak mati dalam satu tebasan ini, Lin Tian mungkin harus melarikan diri untuk memulihkan diri.

​"Hah... hah... Sepadan," Lin Tian mengusap darah di bibirnya dengan senyum buas.

​Ia berjalan ke arah bagian dada yang hancur, meninju tulang rusuk monster itu, dan merogoh ke dalam Dantian raksasanya. Saat tangannya ditarik keluar, ia menggenggam sebuah kristal seukuran kepalan tangan yang memancarkan cahaya magma menyilaukan dan aura tahap Jiwa Nascent yang luar biasa murni.

​Ini adalah Inti Binatang Iblis Jiwa Nascent! Benda ini nilainya setara dengan harta pelindung sekte di Lima Sekte Besar!

​"Dengan ini, menembus tahap Jiwa Nascent di masa depan tidak akan menjadi masalah," Lin Tian menyimpannya dengan hati-hati ke dalam Cincin Penyimpanan. Ia juga menyedot belasan liter darah esensi monster itu untuk persediaan penguatan fisiknya nanti.

​Setelah selesai memanen, Lin Tian melompat turun dari mayat itu dan berjalan menuju gerbang batu raksasa berukir wajah iblis tak bermata.

​Pusaran hitam di tengah gerbang itu masih berputar tenang, seolah tidak terpengaruh oleh pertarungan epik yang baru saja menghancurkan tempat ini.

​"Makam Kaisar Darah hanyalah dimensi saku, tapi gerbang ini... terasa seperti pintu menuju dunia yang sepenuhnya berbeda," gumam Lin Tian.

​Ia mengangkat tangan kanannya dan menyentuh permukaan pusaran hitam itu.

​WUNG!

​Begitu jarinya bersentuhan dengan pusaran, Inti Kehampaan di tubuh Lin Tian beresonansi kuat. Pusaran itu tidak menolaknya, melainkan menariknya dengan tarikan yang sangat lembut. Lin Tian tidak melawan. Ia melangkah maju, membiarkan kegelapan menelan tubuhnya secara utuh.

​Benua yang Terlupakan

​Sensasi melintasi gerbang ini sangat berbeda dengan teleportasi biasa. Lin Tian merasa seolah ia ditarik melewati lorong panjang yang terbuat dari miliaran bintang yang mati, melintasi ribuan tahun hanya dalam satu tarikan napas.

​Bruk.

​Kaki Lin Tian menyentuh tanah yang padat.

​Ia membuka matanya, dan pemandangan yang terbentang di hadapannya membuat napasnya tertahan.

​"Dunia apa ini...?"

​Lin Tian tidak berada di dalam sebuah gua, makam, atau istana. Ia berdiri di atas sebuah daratan melayang yang sangat luas. Di langit, tidak ada matahari atau bulan, melainkan langit itu sendiri terlihat seperti cermin raksasa yang telah hancur—retakan-retakan spasial berwarna ungu dan hitam memenuhi angkasa.

​Di sekelilingnya, terdapat puluhan pulau melayang lainnya. Pulau-pulau ini tidak mengambang bebas, melainkan diikat satu sama lain oleh rantai-rantai besi raksasa yang berkarat, masing-masing rantai setebal tubuh naga dewasa.

​Kepadatan energi spiritual (Qi) di tempat ini sangat mengerikan. Qi di sini setidaknya seratus kali lebih padat daripada di Benua Timur, bahkan saking padatnya, Qi tersebut mengkristal menjadi butiran debu bercahaya yang melayang-layang di udara.

​Namun, yang mendominasi pemandangan ini bukanlah keindahan, melainkan aura keputusasaan dan perang kuno.

​Di pulau tempat Lin Tian berdiri, terdapat puing-puing bangunan arsitektur megah dari giok putih yang telah hancur. Di kejauhan, tertancap pedang-pedang berukuran raksasa—ada yang setinggi gunung—menembus daratan. Tengkorak-tengkorak makhluk humanoid raksasa setinggi puluhan meter berserakan di mana-mana, beberapa di antaranya masih memancarkan sisa Niat Membunuh tingkat dewa yang tidak pudar meski telah berlalu ribuan tahun.

​"Ini bukan Alam Rahasia," suara kuno dari Mutiara Kehampaan tiba-tiba bergema di benak Lin Tian. Nada entitas itu, yang biasanya sombong, kini terdengar sangat serius dan bernostalgia. "Ini adalah serpihan dari Alam Atas. Sebuah sekte surgawi purba yang hancur dalam Perang Kiamat dan terpotong, lalu jatuh ke dimensi fana."

​Lin Tian membelalakkan matanya. "Alam Atas? Tempat para dewa dan makhluk abadi?"

​"Ya. Tempat di mana kultivator tahap Jiwa Nascent hanyalah prajurit rendahan," jawab entitas itu. "Hati-hati, Bocah. Tempat ini memiliki hukum alamnya sendiri. Binatang atau roh apa pun yang selamat dan berkembang biak di tempat ini selama ribuan tahun akan memiliki kekuatan yang melanggar logika duniamu."

​Lin Tian mengepalkan tangannya. Alih-alih takut, darahnya mendidih. "Serpihan Alam Atas... berarti warisan dan senjata di tempat ini jauh melampaui apa pun yang ada di Benua Timur."

​Ia melangkah maju menyusuri puing-puing giok putih. Matanya menyapu sebuah monumen batu yang setengah hancur. Berkat ingatan Jantung Pedang Surgawi yang pernah ia telan, ia bisa sedikit membaca aksara dewa kuno yang terukir di monumen tersebut.

​"Sekte Pedang Bintang Abadi..." eja Lin Tian perlahan. "Siapa pun yang berani menginjakkan kaki di tanah para dewa tanpa izin... akan dihukum oleh Guntur Kepunahan."

​ZRAAAAK!

​Tepat saat Lin Tian membaca baris terakhir itu, retakan spasial di langit di atasnya tiba-tiba menyala terang. Sebuah petir raksasa berwarna hitam keemasan melesat dari langit, menargetkan langsung ke arah ubun-ubun Lin Tian tanpa peringatan apa pun!

​Itu bukan petir alam biasa. Itu adalah petir penghukuman dari formasi sekte dewa yang mendeteksi aura penyusup fana! Tekanannya seratus kali lebih mematikan dari serangan Master Sekte Awan Ungu.

1
Sang M
stop cerita. dancokkk
Sang M
tahi dancokkkkk
budiman
satu mawar 🌹
Raju
isi otak si mc... seperti penjahat beneran....🤣🤣🤣
Raju
habislah para pencari budak...
Raju
lin tian... adalah hantu yg sebenar benarnya...
Raju
badai akan segra tiba !!
Raju
kuat kuat kuaaaat....
perjlalnan aang mc tuk menuju kuat
Raju
waduh... bakal jadi bubur ni si mc kena petir dewa...🤣🤣
Raju
koid dah tuan muda arogan ..
Raju
master sekte kultivasinyabaja yg tinggi. tpi serakah. sama kea tetua lu... g tau benar dan salah.
sama sama sinting...!!
Raju
luar biasa...
inti emas awal melawan inti emas ahir....
Raju
dari bumi awal meroket ke inti emas pertama....
mantaaaab
Raju
joooooozzzz
Raju
kurang habis lin tian..
Raju
horeeeee.... naik tingkat lgi....
Raju
dua jenius beradu nasib....
Raju
perampok yg drampok..,
Raju
bente lgi lu cangkong jadi almarhum ..
Raju
bakal jadi murid inti no one ni...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!