Perceraian orang tua membuat Nayla menjadi sosok yang dingin,kasar dan sedikit liar.
Nayla tergabung dalam sebuah geng motor yang mayoritasnya adalah pria.
Mereka sering melakukan balapan liar hingga saat Polisi berpatroli di kawasan mereka dan membuat seluruh anggota kabur berhamburan,tak terkecuali dengan Nayla.
Sialnya saat Nayla melarikan diri dari kejaran Polisi,dia menabrak sebuah mobil milik seorang CEO terkenal.
"Kalau aku tidak bisa mendapatkanmu dengan cara yang baik , maka aku akan mendapatkanmu dengan caraku yang sedikit licik" gumam Rafa dalam hati dengan smirk di wajahnya
Dan apa yang terjadi selanjutnya...???
Pantau terus kelanjutan cerita yang buat jantung deg-degan ini...
Follow My Ig please_puterirezky69
Merupakan Karya Pertama dari saya,,,
Jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan saya minta maaf,karena pada dasarnya saya masih baru belajar😅😅😅
Harap di maklumi ya semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Rezeki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3. Bertemu
Di tempat lain...
Dion dan gengnya yang selamat dari kejaran polisi berkumpul di rumah Dion.Mereka menunggu Nayla.Mereka sudah menunggu sangat lama sampai-sampai beberapa anggota sudah ada yang tertidur ,namun tidak dengan Dion.Dion memutuskan untuk menelvon Nayla.
"Halo Nay, lo dimana?" tanya Dion yang panik
"Gue ada sedikit urusan,ntar gue kabari lo lagi",singkatnya dengan wajah datar.
Nayla yang menutup panggilan Dion membuat Dion semakin khawatir dan berniat menyusul Nayla dengan melacak GPS HP Nayla. Dengan cepat Dion mengambil jaket dan kunci motornya yang berada di atas meja.
"Lo mau kemana Ion" tanya salah satu anggota geng.
"Gue mau nyusulin Nayla" jawab Dion yang tengah memakai jaket.
"Emang lo tau Nayla dimana" ujar Jaka
"Hmm kalau nanti Nayla dateng pas gue pergi elo harus hubungi gue Jo" pintanya pada salah satu anggota kepercayaannya.
"Jadi, bagaimana Nona?" tanya Rafa yang menatap Nayla tanpa berkedip.
"Saya...saya hanya sedang..." ucap Nayla terjeda karena sambil memikirkan alasan yang tepat untuk membela diri.
"Maaf, sebenarnya saya hanya sedang menumpang untuk bersembunyi. Tapi tenang saja saya tidak mencuri kok" sambungnya dengan cepat.
"Baiklah, lalu bagaimana dengan mobil saya yang anda tabrak" tanya Rafa dengan sinis.
"Saya akan menggantinya"
"Bagaimana cara anda menggantinya Nona?"
"Berika no.Rekening anda tuan ,saya akan transfer uangnya.Sebelumnya kirimkan tagihannya ke alamat ini" Nayla memberikan sebuah kartu nama milik ayahnya.
Ditengah-tengah percakapan antara Nayla dan Rafa tiba-tiba Dion datang dan menarik tangan Nayla.
"Lo ngapain disini Nay?" tanya Dion yang menutupi wajah paniknya.
"Lo gak apa-apa kan Nay?" sambungnya sambil memeriksan tangan dan kaki Nayla.
"Apaan sih lo" Nayla mendorong Dion dengan lembut.
"Kok lo tau gue disini?" tanya Nayla penuh selidik.
"R-A-H-A-S-I-A" jawab Dion dengan menekankan katanya.
"Yaudah yok pulang Nay,lo berhutang penjelasan sama gue".
Rafa yang melihat interaksi antara Nayla dan Dion hanga diam menatap tidak suka. Jake sang asisten pun memahami ekspresi Tuannya.
Nayla dan Dion pergi dengan membawa motor mereka masing-masing dan meninggalkan Rafa dengan asistennya.
"Ini semakin menarik" gumam Rafa dalam hati.
"Jake,periksa latar belakang wanita itu" perintah Rafa pada sang asisten yang serba bisa.
"Baik Tuan" jawab Jake.
Di rumah Dion...
"Ceritain sama gue sekarang Nay ,kenapa elo bisa berada disana?" tanya Dion menyelidik
"Gak ada apa-apa. Gue nabrak mobil tu orang di jalan kearah Mansionnya pas gue lagi di kejar-kejar sama polisi gila itu, ya gue ngumpet lah di sana terus pas gue mau balik gue ga sengaja nabrak mobil tu orang dengan motor gue" Nayla yang benjelaskan dengan santainya.
"Trus lo gak apa-apa kan Nay? Dia mukul lo?" panik Dion
"Gak. Dia cuman minta ganti rugi aja sama gue, yaudah gue suruh aja dia buat dia nganter tagihannya kerumah.
Dirumah Nayla...
Pagi hari...
"Nayla kemari,Mama mau ngomong sama kamu" Lestari memanggil Nayla yang yang berjalan ke dapur.
Nayla yang dipanggil pun berjalan kearah sumber suara.
Prrraaakkk....
Mama Nayla melemparkan sebuah map ke atas meja.
"Kamu baca itu" perintah Lestari kepada Nayla dengan menahan amarah.
Nayla mengambil dan mambaca isi kertas itu yang ternyata biaya tagihan yang harus Nayla bayar karna menabrak mobil seseorang yang tidak ingin Nayla temui lagi.
"Ckk, yaudahlah Ma bayarin aja. Mama kan banyak duit kerja dari pagi sampek malem" santai Nayla dengan sedilkit menyindir.
"Enteng banget kamu ngomong ya, kamu tau gak kalau mama kerja keras gini untuk masa depan kamu. Lagian ya Nay, dengan uang segini Mama bisa sumbangin ke Panti Asuhan atau Panti Jumpo yang jelas lebih membutuhkan" jelas Mamanya Nayla.
Kemudian Lestari menarik nafas panjang untuk mengontrol emosinya.Bukan hanya salah Nayla ,ini juga salahnya karena kurang memperhatikan Nayla pikirnya.
"Ini untuk yang terakhir tapi dengan satu syarat" ucap Lestari yang tampak berfikir.
"Apa?" tanya Nayla yang penasaran.
"Kamu pilih,kamu kerja di Perusahaan Mama selama tiga bulan atau tinggal di rumah Papa kamu selama tiga bulan juga"
"Mama kok gitu sih jahat banget"
"Pikirin baik-baik paling lama sampek nanti malam baru kamu putuskan".
Tok...tok...tok...
Nayla mengetuk pintu kamar Mamanya.
"Masuk" jawab Lestari yang sedang menghapus Make up.
"Ma" Nayla masuk dan duduk di pinggir ranjang Mamanya.
"Gimana, uda kamu putuskan?"
"Ehm , aku kerja di kantor Mama aja deh"
Mendengar ucapan Nayla yang menolak untuk tinggal dengan mantan suaminya yang merupakan Papanya Nayla tidak membuat Lestari kaget. Karena Nayla selalu menolak jika dirinya atau Papanya Nayla meminta Nayla untuk menginap ke rumah Papanya.Mereka juga tidak ingin memaksa Nayla untuk itu.
"Bagus,besok pagi mulailah bersiap-siap" Lestari berjalan dan duduk di pinggir ranjang disamping Nayla.
Kemudian Nayla mengubah posisinya dengan merebahkan kepalanya di pangkuan Mamanya.Lestari menyambut dengan sanagat baik. Ia terus membelai lembut kepala Nayla yang sudah sangat lama tidak pernah ia perlakukan dengan lembut.
"Nay,menurut kamu kalau Mama menikah lagi bagaimana?" tanya secara tiba-tiba dan membuat Nayla sedikit terkejut namun tidak merubah posisinya.
"Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?" tanya balik Nayla.
"Kan kamu tau,Papa kamu telah memiliki keluarga baru sejak berpisah dari kita. Intinya Mama butuh seseorang untuk terus berada di samping Mama,yang menemani Mama.Kamu kan sudah cukup dewasa dan mungkin sebentar lagi kamu akan memiliki pacar dan menikah.Jadi pasti setelah kamu menikah,kamu akan pergi dan tinggal bersama suamimu.Lalu bagaimana dengan Mama? "ujar Lestari yang masih setia membelai lembut kepala Nayla dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"Enggak Ma enggak,aku akan tetap di samping Mama,aku gak akan ninggalin Mama seperti Pria tua itu (Papanya Nayla).Nayla gak mau nikah" ucap Nayla yang langsung duduk dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sayang..." lirih Lestari membujuk
"Mama stop ! " tegas Nayla yang beranjak dan pergi dari kamar Mamanya.
Sebenarnya Lestari tau alasan mengapa Nayla tidak ingin menikah padahal Lestari selalu berusaha mengenalkan Nayla pada anak temannya. Tentu saja karena kegagalan rumah tangganya yang membuat Nayla trauma dan itu membuat Lestari merasa gagal dan bersalah.
Hay guys👋👋👋
Makasih uda mau mampir di karya aku yang receh ini...
Jangan lupa dukung author selalu dengan cara Like,Coment dan Vote ya😁😁😁
Maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan karena sesungguhnya author masih baru belajar🤭🤭🤭
btw bu Dita sm Nayra baik dh keknya
gk spt cerita2 ibu tiri & sdr tiri yg jht & licik
ish.. tp Rafa udah kepala 3 weh