NovelToon NovelToon
Presdir Bucin

Presdir Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Contest
Popularitas:876.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ritsmi

Terlempar kembali pada saat ulang tahunnya yang ke 19 tahun, Deena Prameswari Bakara atau yang sering di sapa Deena itu harus menelan kenyataan yang membuat hatinya bagai tertusuk belati berkarat, perlahan tapi menyakitkan.

Penghianatan, hinaan, dan kehilangan orang terkasih membuat dendam dalam hati tertumpuk, gadis itu bersumpah akan membalas lebih menyakitkan pada mereka yang telah menyakitinya.

Bertemu dengan sosok Hanska Regantara Alzavier, seorang presdir sekaligus mafia kejam berdarah dingin yang dengan menatap matanya saja membuat musuh bergetar. Namun satu hal, Hanska itu bucin jika sudah cinta, possesive setengah mati, membuat yang baca pada ilfeel.

hati-hati gregetan,
mengandung beberapa bawang,
ingin jitak kepala pelakor,
bawaannya kesemsem..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ritsmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murkanya Hanska Alzavier

Warning!! ada adegan kekerasan.

Bonus nih, sekali up sampe 3 episode. ♥️

Masih adakah yang setia dengan DeeHans? terimakasih atas dukungannya untuk semua.

Happy Reading All. And hati" typo 😘

________________

"Hey, kau akan membawaku ke mana? ini bukan jalan menuju Alz Group." Bentak Deena hilang sabar.

Terlihat mobil berhenti, di depan rumah kumuh dengan penerangan minim itu. Tampak lima orang pria bertato berdiri seolah menyambut kedatangannya.

"Siapa bilang kau akan kuantar kesana gadis kecil, mari bersenang senang dulu." Jawab pria tersebut sambil menyeringai.

"Siapa kalian?!" Teriak Deena kencang. Kilasan-kilasan saat dirinya di tusuk hingga di lempar kelaut kembali berputar.

Gadis itu membuka pintu.

"Angkat." Ucap si supir yang tak lain adalah preman suruhan Ratih.

Salah satu preman dengan rantai di celananya berjalan mendekati dirinya.

Bughh.

Deena menendang selangk*ngan pria yang ingin mempopongnya tersebut, hingga pria itu tersungkur.

Kesempatan itu tak Deena lewatkan. Dia berlari kearah datangnya mereka tadi.

"Arghh sial*n kau! akan ku perk*sa kau sampai mampus!" Teriak si Pria memegangi bagian bawahnya.

"Kejar bodoh!" Teriak pria dengan luka di wajahnya itu kesal, kepada tiga anak buahnya.

Dalam hati Deena memohon, siapapun untuk menolong dirinya.

Napasnya tersenggal, seluruh tubuhnya semakin melemah.

Drttt drrtt.

Ponselnya bergetar tanda panggilan masuk, tanpa melihat siapa penelfon, Deena menggeser layar hijau.

"Hey bocah! Kau sudah terlambat sepuluh menit, kau harus ku hukum." Ucap kesal dari sebrang sana membuat perasaan Deena sedikit lega.

"To..tolong." Ucapnya susah payah dengan napas tersenggal.

Hanska mengerutkan alisnya.

"Halo, kenapa denganmu!" Teriak tak sabar Hanska dari ponselnya.

Braak.

"Sshh.. to..long. tolong Mas." Ringis gadis itu terjatuh dengan kaki tersandung akar pohon.

"Dimana kau sekarang?!"

"Mau lari kemana gadis manis? sini bermain dengan kami." Ucap mesum keempat preman itu mengelilingi.

"Tidak.. Tidak.." Teriak Deena mundur dengan menggunakan tangannya.

"Aaaaa.." Salah satu dari mereka membopong Deena bak karung beras.

Gadis itu memberontak, dengan posisi terbalik membuat kepalanya semakin berdenyut.

"Lepaskan aku! bajing*n kalian!" Ronta gadis itu, memukul pundak pria dengan sebelah matanya tampak memiliki sayatan.

Sedangkan dari posisi Hanska.

"Halo! Dee.. Ck sial*n!!" Bentak Hanska geram. Rahangnya mengeras.

"Arga!"

"Ada yang bisa saya bantu tuan." Jawab pria itu membungkuk hormat.

"Siapkan mobil." Singkat Hanska berjalan kearah rak bukunya, mengambil senjata tajam rakitannya sendiri.

"Arsen, berikan lokasi terakhir Deena padaku, segera hubungi Tama, malam ini kita akan bersenang senang." Ucap pria itu menjalankan mobilnya.

Tling.

Tak lama kemudian, notifikasi masuk menampilkan titik keberadaan gadis itu. Hanska menyunggingkan senyumnya.

"Let's play the game." Ucapnya menunjukan smirk bak iblis entah ditujukan pada siapa.

Brakk.

Tubuhnya di hempas keatas meja. Dengan tangan dan kakinya di ikat ke sudut-sudut meja dengan tali.

Sraak.

Salah satu dari mereka mengoyak bagian bawah gaun Deena hingga terpampang paha mulus gadis itu.

Membuat keenam pria tersebut berdecak kagum, melihat keindahan paha mulus Deena.

"Pah*nya saja begini mulus, gimana dalamnya." Ucap yang lain dengan pandangan mesum.

"Banyak omong, langsung saja masuki dia." Ucap tak sabar yang lain.

"Bermain-main dulu bod*h, nyonya sudah memerintahkan kita untuk menggilirnya hingga tampak seperti wanita jal*ng."

"Bajingan kalian! Lepaskan aku, jika kalian mau uang akan ku beri." Bentak Deena dengan sisa tenaganya.

Dagunya di apit kasar oleh pria yang tadi Dia tendang. "Ku bilang, aku akan memperk*sa mu sampai mampus, nikmatilah sayang surga dunia ini sebelum kau menjadi jal*ng."

Ucap pria itu mengoyak gaun Deena di beberapa sisi, hingga tak berbentuk.

"Mas.. tolong."

Tubuh gadis itu bergetar, air matanya luruh. Walau posisinya dalam keadaan dipengaruhi obat, namun Deena masih tetap mempertahankan kesadarannya.

Plakk.

Terdengar tamparan menggema dalam ruangan.

Tubuhnya penuh luka, pergelangan tangan dan kakinya mulai membiru.

"Le..lepaskan." Ucap gadis itu dengan parau. Tubuhnya sudah ditindihi oleh salah satu dari mereka.

Brakk.

"Sialan, cari mati, siapa yang berani menganggu kesenanganku!" Bentak Pria itu kesal saat dirinya terpental dari tubuh mungil Deena.

Belum sempat Dia menoleh, wajahnya sudah di sepak dengan sepatu pantofel mengkilap milik Hanska. Mata preman itu di congkel sebelah menggunakan senjata multifungsi buatannya.

Hanska tampak murka. Tatapannya menusuk bagai pedang tajam yang siap membunuh.

"Lumpuhkan." Ucapan dingin Hanska membuat Tama dan Arsen yang menunggu aba-aba dengan cepat bereaksi.

Pria itu berjalan kearah Deena, membuka ikatan gadis itu dengan sekali tebasan. Di rengkuhnya tubuh bergetar Deena.

"Mas.. mas hiks..Dee.. kotor, Dee di sentuh." Ucap gadis itu pilu, Hanska mengusap pucuk kepalanya sayang, menyembunyikan wajah gadis itu dalam dadanya.

Matanya menatap nyalang pada gaun Deena yang sudah tak berbentuk itu, di tambah lagi sekujur tubuhnya di penuhi luka goresan.

Sudut bibir pria itu terangkat, membentuk seringaian tajam.

"Iya sayang ini mas." Gendong pria itu ala bridal style, berjalan melewati kebuasan Arsen Tama dengan posisi enam lawan dua.

Bukan jumlah yang sulit untuk di basmi, bagi mereka.

"Bawa ke markas, buat mereka mengaku. Biarkan para brandal itu tahu, bagaimana rasanya memohon untuk mati." Jelas Hanska bengis. Tawa jahat terdengar dari Tama yang memang menyukai hal-hal seperi ini, Arsen? jangan di tanya lagi.

Jika dia bisa memilih untuk membedah targetnya hidup-hidup, sudah Dia lakukan. Hanya saja, Hanska melarang mereka, sebelum mendapat target yang pas dan tak mudah mati.

Begitulah.

Deena memeluk leher Hanska seolah Dia takut pria itu meninggalkannya.

"Memang bocil, tak bisa sehari saja melepas pengawasan dari mu!" Geram Hanska melihat betapa mengenaskan nya gadis itu saat ini.

Hanska membuka pintu samping kemudi, berniat mendudukkannya. Namun, Deena tak kunjung melepas genggamannya pada Hanska.

Gadis itu menggeleng, pandangannya terangkat menatap Hanska. Terlihat mata sembab, hidung mungil merah, dan bibir Cherry yang tampak menggoda.

Pria itu meneguk salivanya. Pria normal mana coba, yang tak tergoda jika disajikan pemandangan seperti ini?

Arggh godaan apa lagi ini?! Awas saja kau bocil.

Batinnya berteriak.

"Gamau turun!" Bentaknya bak anak kecil.

Hanska membuang napas kasar, mengangkat tubuh mungil itu lagi, berjalan ke sisi kemudi.

Pria itu mendudukkan dirinya dengan posisi memangku Deena.

Tok tok tok.

Terlihat Arsen mengetuk kaca. "Eh.. anak gadis siapa nih yang lo boyong?" Tanyanya mengundang perhatian Tama dan Zibrilio yang sedang berdiskusi sampingnya.

Sebelum mereka sampai di TKP, Zibril melihat mobil Arsen sedang melintas, dengan kesal pria itu mengejar tak terima ketiga sahabatnya bersenang-senang sendiri.

"Pffftt.. imut banget sumpah anj*r." Pekik Tama antusias. Sontak mendapat delikan tajam dari Hanska.

"Woylah, jadi ini yang buat lo macem nak Dakj*l? pen bunuh orang aja bawaannya." Zibril menambahi.

"Sial*n lo pada." Ucapnya parau saat bagian tak tersentuhnya menyentuh paha Deena.

"Bwahahah, ngaceng lo bro?" Ledek Zibril diikuti gelak tawa Arsen dan Tama.

"Wah wah, bentar lagi kita bakal jadi om nih cuy." Celetuk Tama.

"****, gue cabut dulu ngurus nih bocah tengil. Sisain gue ntar gue nyusul." Belum sempat mereka menjawab, Hanska menjalankan mobilnya membelah malam.

To Be Continue >>>>

1
Ayoen Nian
nih cerita udh SE abad Thor ..knp kagak d terusin sii , padahal pengen banget baca ending ny author ku yg baik hati dan tidak sombong.../Grin/
Ayoen Nian
Luar biasa
Ayoen Nian
aduh Thor...kurang setia apa aku sampe ku baca lagi dari awal ceritanya
Ayoen Nian
untuk kesekian kalee ...kangen dehans ampe baca lagi ini cerita Thor
Ayoen Nian
kapan nih next lagi cerita ny ...pliisss Thor , udh berape purnama nih nungguin cerita deena sama hanska ny
Ayoen Nian
author ku sayang...lanjut lagi ya , jgn bosen
Tri Wati
kok gk up thour ....bagus ceritanya .semangat dong
Edo Kurnia
lanjut thor
Tri Wati
udah setahun deh gk up ya kayaknya thur . kenapa ..... aku pembaca baru suka banget ceritanya . sayang banget klw end nya gantung bikin greget. belo ketemu ortunya dee . trs keluarga bakara belom kena balesnya . bikin aku penasaran
Tri Wati
udah setahun deh gk up ya kayaknya thur . kenapa ..... aku pembaca baru suka banget ceritanya . sayang banget klw end nya gantung bikin greget. belo ketemu ortunya dee . trs keluarga bakara belom kena balesnya . bikin aku penasaran
Tri Wati
baca nya suka banget . maaf thuor klaw jarang komen . tapi terus aku tunggu up nya
Sulis Tyowati
bagus lanjut Thor👍👍
Anya Lya
masih lumayan oke belum tau ending ya memuaskan atw biasa aja
amanda
luar biasa
Gustie Cibby
bukanx Dee minum obat penunda hamil y sblom balas dendam trcapai bee belom mau punya debay
lanjut kak ceritanya
Triple baby belum lahir
epifania rendo
lanjut
epifania rendo
rasakan pelakor
epifania rendo
good dena hempaskan pelakkr
epifania rendo
dasar setan jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!