Meca Aprillian menyukai tetangganya yang bernama Alvero miller dari dulu semenjak mereka masih kecil sampai ia dewasa,
Yang lebih konyol nya Meca sudah menganggap Vero sebagai tunangannya sejak dari kecil, itu berawal dari permainan pernikahan pernikahan yang mereka mainkan di waktu dulu
Meca tau jika Vero tidak menyukainya dan menbencinya tapi Meca yakin suatu saat Vero akan membalas cintanya
Namun,ada saat Meca berhenti dan menyerah untuk memperjuangkan Vero bahkan Meca rela pergi jauh dari tempat yang dia tinggali sedari kecil hanya untuk mengubur rasa yang di milikinya untuk tunangannya.
Ketika Meca pergi dalam beberapa tahun dan tak kembali, Kenapa Vero justru merasa kehilangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sina Tu Narti Ajj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
Sinar Mentari yang terang benderang kini mulai redup menyinari Alam dan akan di gantikan gelap Malam yang di hiasi Terang bulan dan bintang bintang di langit nan jauh di atas,Dua gadis kini telah sibuk membantu Tetangganya yang akan merayakan ulang tahun pernikahan.
"Bunda, ayah" teriakan mereka membuka pintu utama sambil berjalan ke arah dapur."Bunda" panggilnya lagi yang sudah berada di ruang tamu
"iya sayang, jangan teriak teriak gitu bunda nggak budek kok" jawab Airin bundanya Vero dengan suara Lembut menasehati Meca dan Fina.
"Maaf bun! caca nggak maksud gitu. jawabnya menyesal, Happy anniversary bun,yah! dan Ini buat bunda, lanjut meca memuluk dan memberikan hadiah.
Begitu juga dangan Fina,memberikan ucapan selamat dan memberikan Hadiah
"Terima kasih sayang, Kalian memang yang terbaik" ucap Airin sambil mencubit pipi meca lembut. dan di anggukin oleh Angga ayahnya Vero.
Disini lah meca dan Fina di rumah Vero,Dia sangat semangat membantu orang tua Vero,Mulai dari mengantarkan makanan dan minum ke para tamu dan teman teman Vero,Mereka melakukan itu dengan ikhlas dan senang hati tanpa ada maksud.
"Woy, Celingak celinguk kaya mau maling jemuran Lo" Ledek Fina yang melihat Meca mengedarkan penglihatannya di segala tempat.
Meca hanya mendelik sebel sebel ke fina. "Fin! Kok Vero nggak kelihatan ya? Tanya Meca dengan Muka yang kurang semangat.
Fina hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu,Lo tanya ke bunda deh Ca,pasti tau!
Dengan Langkah pelan, Meca ingin nyamperin Airin untuk bertanya,Tapi langkah nya seketika berhenti dengan apa yang di dengar dan di lihatnya sendiri.
Tante,Om! Happy Anniversary Ucap seorang gadis yang berdiri di samping Vero dan bergelayut Manja di lengan kekar Vero.
Orang tua Vero hanya membalas senyum ke gadis tersebut.
"Ver! Ini siapa?" Tanya Airin penasaran.
"kenalin Bun, Ini Tasya, Kekasih Vero." jawab Vero dengan Senyum manisnya.
"Hah?" Kaget Airin dan Angga bersamaan."Tapi Me_. Ucapan Airin terpotong ketika Meca datang dan berkata "Bun,yah! Caca pamit duluan ya, Caca sibuk mau Mengerjakan tugas kampus."Pamit Meca berbohong. Tanpa nunggu jawaban dari pemilik pesta,Meca melangkahkan kaki nya keluar rumah dengan sangat terburuh buruh.
Fina yang melihat dan mendengar semua itu pun pergi tanpa pamit untuk menyusul sahabatnya.
Airin menarik tangan Vero dengan lembut ke tempat yang agak sepi dan berkata, "Vero! Apa Kamu yakin dengan Tasya Nak?"
"iya bun!" jawabnya singkat tapi hatinya sedikit ragu dengan jawabannya sendiri.
Tasya Emang Cantik, Tapi Meca juga Cantik kok, Dan bunda lebih suka dengan Meca dari pada yang lain, Mudah mudahan keputusan kamu nggak salah Nak. dan tidak akan menyesal di kemudian hari.Kata Airin yang kurang suka dengan keputusan Vero, sambil menepuk bahu Vero lembut dan pergi meninggalkan anak nya.
VERO POV
Vero hanya terdiam terpaku di tempat, mencerna perkataan sang Bunda. "Menyesal." Maksud Bunda apa?.Sudah dua orang yang mengatakan Kata itu ke gue. Tapi gue sama sekali nggak ngerti. Gue bingung dengan perasaan gue sendiri, Tapi gue nggak tau apa itu! Melihat raut muka Meca, gue yakin dia sangat Kecewa, dan ada rasa bersalah di hati gue. Tapi inilah kenyataannya Gue dan Tasya sudah bersama, Tapi setelah bersama dengan Tasya,Gue ngerasa biasa aja,nggak ada yang istimewa,Apa gue nggak Cinta? Apa dari dulu rasa ini hanya sekedar Kagum Dan bukan Cinta?.Aaah,Entahlah lah! gue pusing sendiri dengan hati ini. Gumam Vero sambil mengusap wajahnya kasar
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya