NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya-senja

Cinta itu ada masa kedaluwarsanya, tapi hanya Tuhan yang tahu kapan cinta itu datang dan pergi.
Satya dibuat kesal karena kalah tender pembangunan mega proyek kilang minyak baru dan surat penalti yang dilayangkan perusahaan owner akibat kecerobohan karyawan baru yang salah dalam membuat project schedule. Alih-alih menerima konsekwensi pemecatan, Aritha malah memaksa Satya tetap mempekerjakan dirinya agar dapat bertanggung jawab atas kecerobohannya.
Tantangan diterima, namun bertemu pandang dengan mata biru elektrik perempuan itu membuat hatinya bergetar.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aritha berhasil menyelesaikan kasusnya atau kecerobohannya semakin membuat bosnya emosional dan bangkrut?

Session 2 :
Tentang bagaimana Ritha berjuang mempertahankan pernikahannya dengan seorang petarung bisnis yang kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan impiannya yang sederhana.
Sanggupkah ia bertahan dengan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya-senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mangrove Di Ujung Jakarta

Tepat jam 7 pagi, mobil Ardi sudah berada di halaman kost Ritha. Sok kenal sok dekat, ternyata Ardi tipe orang yang seperti itu. Tempo hari ngobrol sama Bintang anak ibu kost yang sedang cuci motor di halaman. Pagi ini dia sudah bercengkrama sama ibu kost sambil ngopi cantik di beranda depan rumah.

"Eh, itu dia bidadarinya sudah turun dari kayangan. Saya pamit dulu ya, bu. Pinjam anak kostnya seharian." pamit Ardi sambil nyengir. Ia berdiri dan mengulurkan tangan.

Ih, sopan banget. Pamitnya pakai cium tangan segala. Ibu kost yang biasanya jutek pun tersenyum sambil memukul-mukul bahu Ardi. Mungkin gemas dengan tingkah konyolnya.

"Terimakasih ya. Sering sering kemari bawa cake enak kayak gini. Cocok banget jadi teman kopi pahit ibu."

Owalah ternyata ada unsur suapnya juga kenapa ibu kost yang biasanya jutek jadi ramah banget pada Ardi. Ritha hanya tersenyum simpul melihatnya.

Ritha yang biasanya jarang cium tangan ibu kost, jadi ikutan cium tangan karena tersindir perilaku manis Ardi.

"Ingat ya, jangan pulang malam-malam," ibu kost tetap konsisten soal jam malam dan tak pernah bosan mengingatkan.

"Tenang aja, bu. Saya pasti kembalikan anak kost kesayangan ibu ini sebelum jam 10 malam," jawab Ardi penuh percaya diri.

Ibu kost tersenyum puas. Baru disogok cheese cake, perempuan gemuk yang energik itu sudah takluk dan percaya pada Ardi. Mungkin besok atau lusa, Ritha perlu membelikan kue serupa agar wajah ibu kost selalu semringah seperti saat menerima uang sewa kost.

Entahlah, Ritha mulai terbiasa duduk di mobil Ardi dan menyesap wangi parfum mobil beraroma kopi yang selalu tercium segar.

Ardi menoleh ke bangku belakang sebelum melajukan mobilnya. Dia mengambil kantong belanja merek pakaian ternama dari sana dan menyerahkannya pada Ritha. "Ohya, ini titipan dari bos Satya. Takut kelupaan." katanya singkat

"Kenapa dititipin sama abang? Apa dia tahu kalau abang mengajak aku pergi hari ini?" tanya Ritha heran menyelidik.

"Sebenarnya dititipnya sejak hari sabtu sore kemarin. Tapi aku yang lupa ngasih. Dia tahunya rumah kita searah, jadi minta tolong aku mampir. Nggak etis kalau ngasihnya di kantor kan?"

"Lagian kenapa juga sih bos Satya itu ngasih-ngasih segala," gerutunya mengingat kemungkinan akan dirundung lagi oleh bos dan rekan setimnya seperti kemarin.

"Katanya sebenarnya dia mau kasih bonus karena kamu sudah menyelesaikan kasus gedung PT Zee tapi nggak ada alasan karena margin untungnya jadi lebih tipis karena kalian mengerahkan sumberdaya banyak ke proyek itu,"

"Ini pujian atau sindiran sih?"

Ardi angkat bahu, "Kalau aku sih berpikir positif ya, anggap saja pujian. Sebagai anak baru, kamu berani dan solutif, Rith." katanya sambil mengacungkan jempol.

Senyum Ardi membuatnya lega. Ia ingat kata Satya, harus menyesuaikan pakaiannya dengan posisinya sekarang. Walaupun sebutannya sama-sama asisten tapi sekarang posisi Rusdhi lebih tinggi karena struktur organisasi dirampingkan. Tidak ada lagi yang disebut direktur selain direktur utama dan direktur operasional. Di bawah posisi direktur operasional hanya ada 7 kepala divisi dengan jabatan senior manager, yaitu: keuangan, kesekretariatan dan general affair, HRD, procurement, desain, quantity surveyor, dan proyek.

Ardi sendiri sekarang menjabat kepala divisi desain. Sebuah pilihan yang cukup unik sebenarnya, karena jarang ada pemimpin divisi desain berlatarbelakang MEP karena usaha konstruksi lebih didominasi pekerjaan sipil atau arsitek. Satya memang mengambil pilihan berani untuk posisi Ritha dan Ardi. Entah dengan pertimbangan apa.

"Aku mau daftar S-2, menurut kamu lebih baik aku masuk ambil arsitek dengan banyak kuliah matrikulasi atau ambil sipil aja ya?" tanya Ardi dengan tampang yang mulai serius.

"Kenapa mesti keluar jalur?" setahu Ritha Ardi lulusan teknik elektro sebuah universitas negeri ternama di Indonesia.

"Tuntutan jabatan baru, Cuy. Di perusahaan konstruksi MEP itu hanya pelengkap, harus ada tapi nggak penting-penting amat." jawabnya agak satir.

"Kalau buat aku pribadi pasti milih arsitek lah. Tapi buat kamu kayaknya lebih baik sipil. Buat apa ikut kuliah matrikulasi banyak-banyak. Kalau masalah pengetahuan kan bisa belajar sambil jalan di tempat kerja."

"Daftar kuliah bareng yuk,"

Giliran Ritha yang nyengir kuda. Ia belum kepikiran mau lanjut magister karena alasan biaya pastinya. Ayahnya hanya guru SD dan ibunya ibu rumah tangga tulen. Bisa kuliah sampai sarjana saja sudah berkah. Setelah lulus kuliah dan dapat pekerjaan, prioritas berikutnya adalah menikah agar tidak dicap perawan tua.

"Kita sama-sama ngajuin beasiswa ke perusahaan, Rith,"

"Emang bisa?"

"Ada syarat dan ketentuan berlaku, tapi aku yakin kok kita bisa memenuhi syarat itu,"

Ekspresi wajah Ritha terlihat serius Bola matanya bergerak ke atas, mencoba berpikir keras. Ardi benar, ambil kuliah magister sekarang memang saat yang sangat tepat. Saat dimana ia butuh waktu untuk melupakan masalah pribadinya dan meningkatkan kompetensi buat karirnya agar ia lebih percaya diri. Biar saja orang bilang perawan tua. Mungkin itu lebih baik daripada terpaksa menikah dengan orang yang pemikirannya tidak sejalan tanpa kadar cinta yang cukup dalam. Toh kebahagiaan bukan ditentukan oleh orang lain, tapi dirasakan kita yang menjalani hidup.

"Syaratnya apa?"

"Berkelakuan baik, sudah 3 tahun bekerja dan mengalami peningkatan karir, loyal dan bersedia mengabdi sesuai lamanya masa kuliah. Kalau kita selesai studi selama 2 tahun, berarti kita harus menjalani ikatan dinas 2 tahun,"

"Seriusan?"

"Nanti aku mintakan peraturan lengkapnya ke bagian GA atau HRD ya. Kita barengan minta rekomendasi pak Rusdhi dan pak Satya. Biar nggak malu sendirian kalau ditolak hehehe."

"Oke, deal," seru Ritha penuh semangat.

"Tapi kita harus segera daftar minggu ini, karena jadwal ujian TPA gelombang terakhir semester ini tinggal 10 hari lagi. Kalau tidak, harus nunggu lagi tahun depan."

Ritha mengangguk mengerti dan sepakat dengan tawaran Ardi.

Mobil berhenti di belakang gedung megah sekolah dan yayasan budha Tzu chi di kawasan perumahan elit pantai indah kapuk. Ardi parkir di dekat pintu masuk kawasan ekowisata mangrove yang jadi tujuan utama mereka pagi ini.

"Sholat dhuha dulu yuk," ajak Ardi sambil melipir lalu mencopot sepatunya saat melintasi jalanan kayu menuju masjid yang dibangun di atas air di sela tanaman mangrove atau lebih dikenal dengan nama lokal bakau.

Masjid yang dibangun dengan struktur kayu mengingatkannya pada rumah-rumah pemukiman suku Bajo di sekitar perairan Sulawesi Tenggara, provinsi tempat Ritha dilahirkan dan dibesarkan. Walau ia bukan bagian dari suku Bajo, tapi ia terkesan dengan kearifan dan cara hidup suku dikenal luas sebagai penakluk lautan itu. Bedanya masjid ini, dari sisi arsitekturnya lebih rapi dan eye catching daripada rumah-rumah suku Bajo yang pernah dilihatnya.

Selesai sholat dhuha, mereka duduk-duduk di serambi masjid sambil memandang hutan bakau di sekelilingnya. Di bawah bangunan masjid juga tampak ikan-ikan kecil berenang di air laut yang arusnya tenang seperti danau karena dikelilingi tanaman bakau sebagai penghalau ombak.

"Di sini kawasan wisatanya ditata apik. Padahal Wakatobi jauh lebih eksotis," komentarnya sambil mengayunkan kakinya yang mengantung.

Mereka duduk tepat diujung bangunan kayu yang merupakan serambi masjid. Tubuhnya mepet di pagar pembatas yang terbuat dari kayu, sementara kakinya menggantung ke bawah bangunan yang mirip dengan rumah panggung di atas air. Kalau di pemukiman suku Bajo, pagar pembatas itu tak diperlukan sehingga orang bisa bebas duduk dengan menjatuhkan kakinya ke bawah. Ngobrol sambil mengayunkan kaki pada posisi ini adalah hal yang mengasyikan yang biasa Ritha lakukan ketika sore menanti matahari terbenam di pemukiman apung suku Bajo laut. Di sana ia bisa memandang laut lepas menanti matahari menghilang hingga menyisakan mega merah tanda azan maghrib tiba.

"Jakarta dan Wakatobi itu tak bisa dibandingkan, dari sudut manapun tidak mungkin setara," kata Ardi membalas dengan serius.

Ritha malah tersenyum, "Hehehe, iya juga sih,"

"Kapan-kapan kita nyebrang ke pulau Tidung yuk. Sekedar snorkling atau jalan-jalan aja melintasi pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil yang dihubungkan dengan jembatan kayu yang dinamakan jembatan cinta,"

"Mau, tapi kalau bisa jangan hanya berduaan begini,"

"Kenapa? Takut pacar kamu marah ya?"

"Bukan itu, tapi menjaga saja supaya setan menjauh dari kita," jawab Ritha santai.

"Teman kantor kita yang lain kan rata-rata sudah berkeluarga, jadi suka susah diajak jalan. Ada juga yang masih single tapi lebih suka menghabiskan waktu libur dengan rebahan nonton film korea, youtube atau apapun yang bisa dilakukan sambil rebahan. Si Bob anak procurement juga single tapi maniak game online, jarang mau diajak jalan. Selebihnya memilih quality time sama pasangan atau keluarga."

"Sebelum kenal aku, kamu jalan sama siapa bang?" Ritha malah penasaran mendengar curhat Ardi tentang kesulitan mengajak teman kantor untuk jalan liburan bareng.

"Sama teman SMA, itu pun sudah jarang yang mau. Kebanyakan teman seusiaku sudah menikah," jawab Ardi seraya angkat bahu. Kalimatnya terdengar menyedihkan seolah tinggal dia sendiri yang belum laku.

"Makanya cepat cari calon yang mau diajak nikah dan jalan-jalan bareng. Kan enak jalan bareng keluarga."

"Kamu mau jadi calonnya," tembak Ardi spontan. Dia menaikan alis sambil tersenyum meledek.

Ritha jadi agak gelagapan. "Kenapa saya?"

"Karena yang ada sekarang di samping saya cuma kamu," jawabnya sambil terbahak-bahak.

"Nggak lucu." tepis Ritha sambil mencibir dan mendorong tubuh Ardi agar lebih menjauh lagi.

1
Aprila santi
asik
Aprila santi
suka ..author
Ali Tell
gk bahaya ta???
Titien Muliasari
Luar biasa
Rhyna e Krebo
aku pernah di posisi Satya,di musuhi bahkan di fitnah gara" warisan.bahkan hakku di minta paksa.karena orang luar yg benci padaku dan ikut campur urusan keluarga kami.tapi aku mencoba ikhlas dan legowo dan tak menaruh dendam.
Rhyna e Krebo
😂😂😂😂ngakak sama tingkah Satya
Rhyna e Krebo
padahal aku lama jadi reader di NT,tapi kenapa baru sekarang Nemu novel ini.dan pas moment skrg anak gadisku sekolah di jurusan dpib.bismillah semoga anakku masa depannya kayak aritha😂😂😂ngayal dikit boleh lah ya🤭🤭🤭
Kurnianingsih Sa'ud
ceritanya apik, temanya gak melulu soal percintaan...pembaca malah seperti di giring u memgetàhui seluk beluk bisnis,naik turunnya kemajuan perusahaan...pokoknya mantab lah...👍👍👍
Katherina Ajawaila
Bas mmg ngk jelas dr dulu bikn apes aja, mskin aja Sat k hotel Rodeo biar belajar utk menghargai Saudara. sifat serakah ngk pernah hilang dr otaknya. ngk tau sayang nya saudara bagaimana kalau lg susah hanya Satya yg perduli🙃🙃🙃
Katherina Ajawaila
belah duren aman terkendali tinggal ngebuahin ja, semoga cepat ada Satya yunior. tks Thour
Katherina Ajawaila
bagus bahasa nya, jadi dibacanya senyum2 sendiri. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
udh thour Satya biar sekalian ngelamar
Katherina Ajawaila
lucu juga Satya, bisa ngebanyol
Katherina Ajawaila
thour semoga Satya langsung ngelamar Ritha y
Katherina Ajawaila
Satya lucu juga untung badan gede, tapi hati hello kitty, 😁😁😁
Katherina Ajawaila
bagus banget thour,
Katherina Ajawaila
keren Thour, biar Satya ngk kaki🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
maka nya thour biar Satya nembak Ritha aja skng
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!