Menceritakan tentang kesedihan seorang istri yang tidak pernah anggap ada. Dan selalu saja di salahkan
_Akankah, Safira mampu bertahan dengan pernikahan yang tanpa cinta ini....???
_Atau mampu kah, Arjuna mempertahankan Safira atau justru melepaskan nya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
"Saat ini Safira sedang berada di kamar memengang sebuah kartu, berpikir apa yang akan di ucapkan nya jika mengembalikan kartu atm milik Juna." Toh kartu ini juga belum pernah sekali pun Safira guna kan...
"Safira berjalan keluar dari kamar, hendak ke dapur membuat makanan untuk dirinya." Saat berada di dapur Safira mendengar ada beberapa suara tawa dari arah taman belakang rumah.".. Safira berjalan menghamiri taman, dan melihat ternyata Juna sedang bercengkrama dengan para teman nya..
Bi,. Apa teman mas Juna dari tadi datang yah'...??? "Tanya Safira saat hendak membuat masakan"..
"Ouh teman tuan, baru saja datang non".. Ouh yah kata tuan kita harus masak non, karna teman tuan mau makan siang di sini".. Ucap bibi..
Kalau begitu Safira bantu masak yah bi..
.
.
.
.
"Satu jam lebih berlalu, kini masakan yang Safira masak dan bibi telah tersedia di meja dan tersusun rapi..".. Bi, tolong panggil tuan dan teman nya sekarang, keburu makanan nya jadi dingin.."Ucap Safira"..
"Baik non.."
"Selang beberap menit kemudian, Juna dan juga beberapa teman nya menghampiri meja makan".. Mereka sibuk asyik makan sambil bercerita tentang pekerjaan..
"Tiba tiba Safira mengahmpiri, membawa sebuah makanan penutup".. Dan semua mata tertuju pada Safira, tak terkecuali Juna, yang menatap Safira dengan tatapan yang sulit di artikan...
Dia siapa lo Jun....?????"Tanya teman Juna, yang bernama Ardi..".
Ouh dia pengasung Alira.."Jawab Juna santai"
Dek....
Safira yang mendengar ucapa Juna, langsung terdiam,.. "Ya Allah apa Juna malu mengakui ku sebagai istrinya, di depan teman temannya", Barin Safira...
Cantik yah...!!!! "Ucap Bagas, teman Juna yang lainnya"..
Ia cantik.."Timpal Ardi"., Tapi sayang udah punya suami, lihat aja tuh perutnya udah berisi...
Ah, sudah ngak usah bahas dia,, ngak penting.. Mending lanjut makan lagi.."Elak Juna".
.
.
.
.
.
Mas, ada yang ini saya sampaikan....!!!! "Ucap Safira, yang memberanikan diri berbicara di hadapan Juna"..
Ada apa...??? Kau menerima tawaranku.. Untuk memulainya kembali..."Ucap Juna dengan PD nya"...
"Maaf mas, saya hanya ingin mengembalikan ini..."Safira menyerahkan kartu Atm milik Juna".. Mas bisa mengecek sendiri saldonya, sekali pun tidak pernah ku guna...'
"Apa maksud mu mengembali kan ini...???" Ucap Juna..
"Karna saya hanya sebatas pengasuh, dan tidak layak mendapatkan yang lebih dari itu mas.."Ucap Safira,"... Saat mendengar ucapan Juna tadi yang mengatakan dirinya sebagai pengasuh,.maka Safira menggunakan kesempatan itu untuk mengembalikan kartu Juna..."
Jadi kau menganggap diri mu pembantu...???"Ucap Juna kembali"
"Ya, karna memang saya pembantu, dan mas sendiri yang berucap, jika saya hanya sekedar pengasuh untuk Alira"
Baiklah,. "Ucap Juna lalu meninggal kan Alira"
**Di Rs**
"Hari ini safira memutuskan untuk memeriksa kandungan nya di rumah sakit,. Safira memilih rumah sakit yang tidak di tempati oleh Juna bekerja.." Saat telah berada di Rs, Safira mendudukkan diri nya di kursi tunggu, dan selang beberapa saat nama Safira pun di panggil oleh suster,.."
Dok, bagaimana dengan kandungan saya dok...??? "Ucap Safira, saat dokter memeriksa kandungannya"..
"Bayi anda sehat,.. Dan sangat aktif..", Usia kehamilan ibupun sudah masuk 8bulan..
Alhamdulillah,. "Ucap Safira".. Dok kalau boleh tau jenis kelamin bayi saya dok...????
Perempuan.."Ucap dokter singkat"
..
..
..
..
"Masya Allah nak, kamu kuat yah' di dalam perut ibu..."Ucap Safira sambil membelai perutnya".. Sebentar lagi kita bakalan bertemu nak,' Ibu jadi penasaran ingin melihat muka putri ibu ini.."
"Kau tau sayang, kau lah sumber kekuatan untuk ibu nak..Hanya kau yang ibu punya.. Ibu berjanji akan bekerja keras, dan memberikan mu yang terbaik kelak sayang,.. "..
..
..
..
..
"Hari yang di tunggu Safira pun datang, hari ini Safira merasa sakit yang teramat sakit di bagian perutnya hingga ke pinggang bagian belakan.."
Bi, bisa tolong Safira ke rumah sakit.."Ucap Safira"..
"Ia ada apa non...??? Non safira sakit...???"
Bi, sepertinya saya ingin melahirkan bi..."Ucap Safira sambil memengang perutnya dan dengan raut wajah yang menahan sakit"..
Baik non,...
"Sebelum Safira berangkat ke rumah sakit,. Safira sempat memberi kabar ke mami nya Brian agar memberi izin untuk tidak masuk bekerja dengan alasan sudah mau melahirkan"...
Di rumah sakit, Safira kini di tangani oleh suster dan dokter... "Dok saya bisakan melahirkan normal...???" tanya Safira,.. Karna Safira takut kalau sampai ia melahirkan dengan cara operasi, ia berpikir dari mana mendapatkan uang untuk membayarnya"..
"Ia bu.. Insa Allah akan ibu akan melahirkan norma, karna sekarang ibu sudah memasukki pembukaan 8.."
Non.. Bibi telpon tuan Juna yah' non.. Biar tuan tau kalau non mau melahirkan..."Ucap Bibi"
Tidak usah bi..Lebih baik bibi pulang saja urus Alira,.. Insa allah Safira baik baik saja di sini bi.."Ucap Safira"
Tapi non,. Bagaimana kalau non..."Ucapan bibi terhenti kala Safira kembali berucap"
"Pulang lah bi.. Jika bibi tetap di sini, siapa yang akan menjaga Alira, bisa bisa mas Juna marah dan memecat bibi.." Safira menyakinkan bibi agar secepatnya pulang"..
"Baiklah non.. Non yang kuat yah'.. Kalau begitu bibi
pamit dulu non..."
"Sayang, kamu yang kuat yah'.. Kita berjuang bersama sama" Ucap Safira,sambil mengelus perutnya, dan tanpa terasa air matanya menetes".. Di saat seperti ini, pasti semua orang butuh sosok suami untuk mendampinginya, tapi tidak dengan Safira.., Karna Safira sadar betul bahwa Juna tidak mengakui anak yang Safira kandung, dan pastinya Juna tidak akan menemaninya di saat seperti ini"..
"Wanita tidak bisa mengubah pria hanya karena ia mencintai pria tersebut, .. Pria akan berubah dengan sendirinya jika ia benar benar mencintai wanita"..
**Maaf baru sempat Up..
Next bakalan autor buat nyesal tuh Juna, karna telah berani melukai hati wanita,.. Autor wanita, autor sakit hati dengan sifat Juna,.. Apalagi Juna sering membuat Safira menangis..
Jangan lupa komen, like dan vota yah 🙏🙏**