Hadi Wijaya
"Gadis kecil, ciuman pertamamu nanti pertemuan ketiga kita." Mengandung
Adegan ***
Riana Renata
"Dasar pria gila."
Riana adalah Kristiani, dia adalah Gadis kecil yang Hadi cinta hingga saat ini, tapi sayangnya Riana hilang ingatan, kristiani tidak mengingat siapa pun selain namanya sendiri. Mereka di pertemukan kembali dalam sebuah ikatan pernikahan, yang mereka tau pernikahan itu hanya sebuah kontrak, tapi ternyata sebuah perjodohan. Hadi dan Riana sama-sama saling mencintai, walaupun mereka belum mengetahui siapa orang yang mereka nikahi. Apa Hadi akan mempertahankan istrinya, atau dia memilih tunangannya, orang yang membatalkan pernikahan hanya untuk karirnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19. Minta cuti
Hadi di kantor terus saja membolak-balik dokumen karena mengingat perkataan orang tuanya membuat ia tidak bisa tidak fokus untuk bekerja, ia terus saja berpikir tentang Gadis itu yang akan ia nikahi
"gadis seperti apa dia, dan apa dia tidak akan mempermalukan aku di semua orang nanti." batin Hadi
Repan yang melihat tuan mudanya prustasi, lalu ia langsung menanyakan karena ia sangat kuatir pada tuan mudanya
"tuan muda, apa perlu cari tau siapa Gadis itu?"
"tidak perlu, membuang-buang waktu saja."
Setelah mendengar jawaban dari tuan mudanya, Repan tidak bertanya lagi, tapi ia tetap saja walaupun tidak perlu mencari tau informasi Gadis itu, ia akan mencari tau, karena Repan di besarkan oleh keluarga Wijaya, jadi ia tidak ingin Kalau keluarga Wijaya nanti memiliki masalah, apa lagi ia takut kalau tuan mudanya nanti memiliki banyak masalah oleh Gadis yang tidak ia kenal. Hadi terus saja membolak-balik dokumen itu sambil sesekali meremas rambutnya sendiri. Repan langsung membuka suara ia tidak ingin kalau tuan mudanya terus saja memikirkan hal yang tidak jelas
"tuan muda, sekarang sudah 56 menit."
"Repan, saya tau, sudah lama membolak-balik dokumen ini."
Repan pun memutuskan untuk bertanya nama Gadis itu agar ia mudah mencari tau tentang istri kontrak dari tuan muda
"tuan muda, saya minta maaf karena mungkin ini lancang, tapi saya penasaran, siapa nama Gadis itu?."
"namanya Riana Renata, dia berasal dari keluarga Renata, kalau tidak salah perusahaan Renata memang mengalami kebangkrutan beberapa bulan yang lalu, saya juga tidak tau kenapa bisa bangkrut perusahaan itu."
"baik tuan muda, terimakasih."
" Sama-sama."
Hadi memang tidak tau Gadis itu seperti apa, tapi dari nama marga Gadis itu ia sudah bisa menebak dan tau tentang perusahaan Renata. Walaupun perusahaan itu tidak bekerja sama dengan keluarga dirinya, tapi perusahaan Renata juga tidak kalah terkenal, tapi dirinya juga tidak tau kenapa perusahaan itu bangkrut secara tiba-tiba. Repan sudah tenang karena sudah memiliki jawaban, setelah itu dirinya akan mencari tau informasi tentang Gadis yang akan di nikahi tuan muda. Hadi pun ingat dengan pertanyaan asistennya, lalu ia langsung memutuskan untuk bertanya. Hadi langsung melihat ke arah asistennya
"Repan, untuk apa kau menanyakan nama Gadis itu?"
"tidak ada tuan muda, saya hanya saja penasaran dengan Gadis yang akan di nikahi tuan muda."
"baiklah, jika kau hanya penasaran, tapi saya harap kau tidak perlu mencari tau tentang informasi Gadis itu, karena kita hanya menikah kontrak hingga 2 tahun, tapi saya hanya berharap Gadis itu sedikit cantik agar tidak mempermalukan keluarga saya."
"iya, tuan muda."
Repan hanya mengiyakan ucapan tuan mudanya, ia tidak ingin berurusan dengan tuan muda lebih panjang, tapi ia tetap akan mencari tau tentang Gadis itu agar lebih tau tentang kepribadian Gadis itu
...****************...
Riana memasuki rumah makan tempat dirinya bekerja dengan wajah yang sangat lesu, walaupun ia ingin membalas budi pada orang tua angkatnya, tapi tetap saja ia merasa sangat tertekan, apa lagi sudah menikah, apa pria itu akan melakukan layaknya suami istri sesungguhnya, lalu bagaimana dengan Aldi. Riana mendekati Bapak itu yang tak lain adalah pemilik rumah makan itu, hingga ia sampai di depan bapak itu yang tak lain bernama pak Rifki. Riana dan pak Rifki saling pandang mata
"permisi pak, apa saya boleh cuti selama 5 hari?"
"ada apa Riana?"
"anu pak, em itu."
Riana menghentikan pembicaraan itu, ia sangat malu untuk mengatakannya. pak Rifki yang tidak sabar dengan ucapan pekerjanya ia langsung bertanya
"anu apa Riana, tidak biasanya bicaramu seperti itu nak?"
Pak Rifki memang orang yang sangat baik ia selalu memperlakukan para pekerjanya dengan baik. Riana diam ia harus bilang apa dengan usianya yang masih 17 tahun 6 bulan, kalau pun dirinya berbohong sangat tidak enak karena pak Rifki adalah orang yang sangat baik menurut Riana, lalu ia pun memutuskan untuk jujur dari pada berbohong
"anu pak, saya mau menikah."
Pak Rifki mengerutkan keningnya karena merasa tidak percaya dengan usia yang masih sangat muda ia mau menikah, tapi membuat ia berpikir kalau Riana hamil di luar nikah. Pak Rifki pun memutuskan untuk bertanya dari pada ia menjadi bertanya-tanya
"Riana, bapak akan bertanya denganmu nak, jawab yang jujur, apa Riana hamil di luar nikah?, karena pernikahan itu sangat mendadak."
"tidak hamil pak, tapi kami karena dasar saling mencintai untuk itu kami memutuskan untuk menikah."
"baiklah, kau boleh cuti nak, sekarang lebih baik pulang, kau pekerja yang paling rajin, tentu bapak akan mengijinkan kau cuti."
"terimakasih pak."
"iya nak."
Riana pun memutuskan untuk pulang ia langsung berjalan keluar dari rumah makan itu dengan perasaan yang sangat malu. Sekitar 10 menit Riana pergi dari rumah makan itu, tidak lama Aldi datang ke rumah makan itu dengan wajah yang sangat ceriah dan senyuman yang tidak pernah pudar karena mengingat orang tuanya merestui hubungan dirinya. Aldi pun menengok ke kanan dan ke kiri, tapi ia tidak melihat Riana di rumah makan itu, ia pun memutuskan untuk bertanya pada pemilik rumah makan itu
"permisi pak, apa Riana tidak bekerja."
"bukan tidak bekerja tuan muda, tapi Riana sudah pulang."
"tumben sekalih pak, apa ada sesuatu?"
"tidak tuan muda, hanya ia akan cuti beberapa hari."
"kenapa pak?"
"maaf tuan muda, ini adalah masalah pribadi, lebih baik tuan muda bertanya langsung saja pada Riana."
"baiklah pak, saya minta maaf karena mengganggu waktu anda, dan saya juga berterimakasih atas informasi yang bapak berikan."
"iya tidak apa-apa tuan muda."
Aldi langsung melangkahkan kakinya keluar dari rumah makan itu dengan wajah yang sangat kecewa, ia sangat merindukan mantan kekasihnya, tapi ternyata mantan kekasihnya itu bahkan sudah pulang, apa lagi sekarang Aldi juga tidak tau di mana Riana tinggal sekarang. Aldi langsung masuk lagi ke dalam mobilnya, lalu ia langsung menyadarkan kepalanya di setir mobil
"Riana, aku sangat merindukanmu, betapa susahnya aku ingin melupakan kau, tapi sekarang kita tidak akan berpisah lagi karena mamah sudah merestui hubungan kita." batin Aldi
Setelah lama berpikir lalu Aldi langsung menjalankan mobil itu untuk pulang. Setelah menempuh perjalanan 30 menit Aldi sampai di rumah ia langsung turun dari mobil dengan langkah kaki yang malas karena sangat kecewa, ia benar-benar sangat rindu dengan Riana, tapi ternyata Riana sudah tidak ada di rumah makan, apa lagi harus cuti yang begitu lama. Aldi langsung menaiki tangga lalu ia masuk ke dalam kamar, setelah di kamar Aldi langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil berpikir tentang Riana
"Riana, apa sekarang sudah memiliki pacar, atau kau masih menungguku?, apa kau masih tetap mencintaiku?, Riana, kau harus tau, kalau aku masih sangat mencintaimu" batin Aldi
Aldi mengambil foto Riana di atas meja, lalu ia langsung memeluk foto Riana hingga Aldi tertidur
jangan lupa mampir ya 😄👍
aku lanjut mampir baca
semangat selalu🔥🔥