hai,,,readers author datang lagi dengan cerita yang baru sequel dari "Wanita Pilihan Untuk Ayah"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 20.
selamat menikmati.💐💐💐
Hari berganti hari, tibalah waktu yang disepakati antara Saldy dan Shadika. Mereka akan bertemu di restauran jepang disalah satu mall terbesar milik Davis. Malika dan Davis juga ikut akan tetapi mereka datang sendiri-sendiri.
"Maaf membuat anda menunggu ". kata Shadika tak enak hati karena terlambat datang
"Aku baru juga tiba kok, kalo menunggu gadis sepertimu aku rela meskipun bertahun-tahun lamanya ". balas Saldy sambil menatap lembut Shadika sehingga yang tatap pipinya memerah bagaikan kepiting rebus.
"Anda bisa aja merayu ". kata Shadika salah tingkah
"Supaya lebih akrab jangan memanggilku dengan anda, panggil saja namaku ". balas Saldy
Shadika tersenyum mengangguk dan tersenyum membuat Saldy terhanyut akan kelembutan dan kecantikan Shadika.
dengan rambut yang dicepol.asal sebagian rambutnya dibiarkan memperlihatkan lehernya yang putih, anting mutiara menghiasi telinganya dan dress motif bunga dengan potongan V neck membuatnya keliatan seksi di mata Saldy.
Tampilan sederhana namun tetap memperlihatkan sisi keanggunan seorang Shadika.
Tak jauh dari mereka duduk, Malika dan Davis pun sedang menikmati makanan yang mereka pesan.
"Sayang,,,coba kamu perhatikan laki-laki di meja ketiga dari meja Saldy dan Shadika, mereka mencurigakan ". kata Davis dengan suara pelan
"Iya, sejak tadi aku perhatikan mereka sepertinya mereka merupakan suruhan seseorang ". balas Malika
"Apa mungkin suruhan lawan bisnis papamu???" tanya Davis terus memperhatikan gerak gerik mereka.
"Aku gak tau, aku kan baru beberapa bulan ini menetap di Indonesia ". jawab Malika
"Aku kirim pesan dulu pada Saldy supaya jangan lengah ". kata Davis
"Tapi jangan bilang sama kak Shadika, dia orangnya cepat panik dan penakut.". balas Malika
Kemudian Davis mengirim pesan pada Saldy untuk tetap waspada dan melindungi Shadika, dan jangan khawatir karena Malika dan Davis yang akan menangani mereka.
Saldy kemudian mengangguk sangat pelan ke arah Davis sehingga tidak ada yang menyadarinya setelah membaca pesan dari Davis.
"Yuk kita pesan makanan dulu, perutku sudah minta diisi nih,,,". kata Saldy mencoba untuk tetap tenang padahal otaknya mencari celah cara menyelamatkan Shadika
"Samakan aja pesanannya, aku bukan termasuk orang pemilih makanan, kok ". balas Shadika pelan.
"Mbak,,," panggil Saldy pada pelayan yang lewat di sampingnya.
"Ya mas,,,mau pesan apa??" tanya pelayan itu
"Shuki roll tempuranya 2 dan minumnya air mineral 2 ". kata Saldy
"Baik mas,,,pesanannya segera disiapkan, permisi,,," balas pelayan
Tak lama pesanan Saldy dan Shadika diantar dan pergerakan orang yang mereka curigai semakin terlihat membuat Malika, Davis dan Saldy semakin meningkatkan kewaspadaan mereka.
Sementara Shadika dan Saldy menikmati makanan mereka, Malika kemudian mendekati Shadika.
"Kak,,,pulangnya bareng pak Saldy ya??? aku pinjam mobilnya soalnya mobil Davis tiba-tiba bannya bocor ". kata Malika beralasan
"Baiklah, nih kuncinya.". balas Shadika seraya memberi kunci mobilnya pada Malika
"Shadika,,,ada yang ingin aku sampaikan dan kuharap kamu tidak membenciku karenanya ". kata Saldy tak ingin menyia-nyiakan kesempatan
"Katakan saja, aku bukanlah orang yang gampang membenci orang hanya karena perkataannya ". balas Shadika dengan lembut membuat Saldy semakin mencintainya
"Aku ingin menua bersamamu, mengarungi bahtera rumah tangga dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak.". kata Saldy dengan menatap manik mata Shadika.
Shadika lagi-lagi tersenyum membuat jantung Saldy berdebar hebat.
"Aku bersedia hidup dan menua bersamamu ". balas Shadika.
"Terima kasih telah menerimaku, secepatnya aku akan datang bersama keluargaku untuk melamarmu ". kata Saldy menggenggam erat tangan Shadika.
Setelah mereka berbincang cukup lama, kemudian Saldy menggandeng Shadika keluar dari restauran diikuti oleh Malika dan Davis dengan jarak yang agak jauh dari mereka. Dan terlihat ketiga laki-laki yang mereka curigai ikut berdiri dan berjalan lebih dulu ke parkiran.
Davis segera mendekati Saldy dan memberikan kunci mobilnya kepada Saldy
"Kita tukaran mobil, berikan kunci mobilmu " kata Davis terus berjalan menggandeng tangan Malika.
"Kakak ikuti pak Saldy ya, jangan panik dan takut, Malika akan selalu bersama kakak ". kata Malika mengikuti langkah Davis
Tiba di parkiran ternyata mereka bukannya bertiga tetapi mereka berjumlah 10 orang dan segera mengepung Saldyndan Shadika.
Shadika yang tidak mengerti dengan situasi yang dialaminya terlihat syok, sementara para body guardnya segera beraksi untuk menyelamatkan Shadika.
Pengawal Shadika kalah banyak dan nampak kewalahan, Ricky salah satu dari pengawal Shadika menoleh kearah Malika yang ikut menyaksikan perkelahian yang tidak seimbang.
"Nona Malika,,,tolong selamatkan non Shadika, mereka telah lama ingin menculik non Shadika ". teriak Ricky yang mulai kewalahan
Malika dan Davis segera turun tangan membantu pengawal Shadika dan Saldy segera membawa Shadika setelah ada celah untuk meloloskan diri.
"Maafkan aku bos, meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini ". teriak Saldy sebelum melajukan mobil Davis.
Dalam waktu singkat Malika dan Davis membuat mereka babak belur dan tak melepaskan para penjahat itu. Davis terlebih dahulu menginterogasi mereka.
"Siapa yang menyuruhmu mengganggu keluarga tuan Wijaya, haaaaa!!!???!!!! kata Davis dengan tatapan membunuhnya membuat penjahat itu tak berkutik dan membocorkan semuanya
"Maaf tuan, kami disuruh oleh tuan Hendy Prayoga ". kata penjahat bayaran itu yang merupakan pimpinan mereka.
"Hei tunggu dulu, bukannya tuan Hendy punya anak bernama Reyhan???yang akan dijodohkan dengan kakak???" tanya Malika
"Kakak???maksud nona ???apakah nona juga anak tuan Wijaya???" tanya balik pimpinan penjahat itu
"Kamu gak ada urusan dengan itu, sekarang kamu kembali pada orang yang menyuruhmu dan katakan agar menyiapkan dirinya untuk jatuh miskin, siapapun yang mengusik keluarga Wijaya akan mendapatkan balasan ". kata Malika datar dan tatapan membunuh.
Davis yang melihat Malika seperti itu diam-diam bergidik ngeri karena ternyata aura membunuhnya tak jauh berbeda dengannya. Selama ini hanya bundanya yang mampu mengeluarkan aura seperti itu.
Setelah memperoleh informasi yang Malika dan Davis butuhkan kemudian membiarkan pimpinannya pergi dan anak buahnya digiring ke kantor polisi oleh pengawal Shadika dan dijebloskan ke penjara. Malika menelpon papanya menjelaskan semuanya dan tuan Wijaya segera mengirim pengacaranya untuk membuat tuntutan pada mereka.
Tuan Wijaya murka dan membatalkan semua kerjasamanya dengan PT. Global Utama milik Hendy Prayoga.
Malika pun berselancar bebas dengan iPad yang selalu dibawanya setelah mengetahui bahwa perusahaan milik keluarganya memutuskan kontrak kerjasama mereka sehingga apapun yang Malika lakukan dengan perusahaan Hendy Prayoga tidak berdampak apapun pada perusahaan keluarganya.
...💐💐💐💐💐...
selamat menikmati dan jangan lupa dukungannya, ya 🙏🙏🙏
salam hangat dari author