"Kamu sudah menganggap anak kita adalah sebuah kutukan, maka suatu hari nanti dia akan benar benar menjadi sebuah kutukan untuk keluarga kamu mas!"
Itu adalah kata kata terkahir Riyanti yang bisa di dengar oleh suaminya Raditya ketika di tepi jurang.
Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa bisa seseorang bisa menjadi terkutuk?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayi Terkutuk
"Cepat buang dia Raditya! kalau kamu terus mempertahankan bayi itu maka yang terjadi padamu hanyalah kesialan saja! dia itu bayi terkutuk!" teriak seorang perempuan memaksa seorang lelaki untuk melenyapkan seorang bayi ke arah jurang.
"Jangan mas! dia itu anak kita bukan sebuah kutukan!" teriak sang istri yang bernama Riyanti.
"Jangan dengarkan istrimu, bayi itu adalah bayi genderuwo, istrimu itu sudah di gauli genderuwo dan anak itu akan jadi kutukan untukmu!" ucap perempuan yang menghasut Raditya dan tak lain adalah ibunya sendiri Hilda.
"Tidak mas, anak itu benar benar anak kita mas, mama berbohong! Kasihan dia mas bahkan kamu belum memberikan dia nama" teriak Riyanti
"Maaf Riyanti tapi aku harus melakukan ini, aku tidak mau hidupku sial seumur hidup!" jawab Raditya langsung melempar bayi yang masih terbungkus kain bedong itu ke arah jurang.
Tapi tak ada yang menyangka kalau Riyanti juga ikut terjun ke dalam jurang dan menangkap anaknya itu ke dalam dekapannya meskipun dia sekarang ikut terjatuh bersama bayinya.
"Kamu akan menyesal mas, bayi yang kamu panggil sebuah kutukan ini kelak akan benar benar menjadi kutukan untuk keluarga kamu!" teriak Riyanti begitu menggema di tempat itu.
"Ya Tuhan tolong lindungi anakku, anakku bukan sebuah kutukan, dia berkah dariMU dan sadarkan lah suamiku" lirih Riyanti memejamkan matanya.
"Riyanti!" teriak Raditya ingin melompat juga tapi di tahan ibunya.
"Lepas ma! Radit mau menolong Riyanti! Radit harus menyelamatkan Riyanti!" teriak Raditya.
Plak.
"Apa kamu bodoh! kamu ingin mati demi perempuan yang sudah berselingkuh dengan mahluk halus!" bentak Hilda
"Tapi Radit tidak peduli ma! Radit mencintai Riyanti!" jawab Raditya
"Lihat jurang itu Raditya! Riyanti tidak mungkin selamat karena itu begitu dalam!"
"Aaakhhhhhh! Riyanti!" teriak Raditya terduduk di tepi jurang itu sambil menangis.
Awal mula rasa benci Raditya muncul pada anaknya adalah setelah istrinya tiba tiba hilang selama dua minggu di dalam hutan. Saat itu mereka pindah ke sebuah kampung bernama kampung Ciremai karena Raditya adalah seorang karyawan pabrik minuman kemasan dan di minta untuk pindah mengurus pabrik itu dengan tugas menjadi pengawas.
Hari hari mereka sangat bahagia setelah pindah karena mereka merasa mereka tidak perlu mengeluarkan banyak biaya di kampung itu, semuanya tersedia dengan harga yang lebih terjangkau berbeda dengan saat mereka di kota. Sang ibu dari Raditya juga ikut bersama mereka tapi dia sama sekali tidak menyukai Riyanti yang dia anggap terlalu pelit kepadanya.
Hingga setelah tinggal di sana selama dua bulan Riyanti di ajak Hilda ke hutan untuk mencari kayu bakar, tapi ketika Riyanti lengah, Hilda malah meninggalkan Riyanti dan mengatakan pada Raditya kalau Riyanti tiba tiba menghilang.
Proses pencarian Riyanti memakan waktu cukup lama dan mengerahkan banyak pihak mulai dari kepolisian dan juga tim SAR, hingga dua minggu kemudian Riyanti di temukan di sebuah gubuk dan dia mengatakan kalau dia di sana bersama Raditya suaminya, membuat semua orang kaget dan Raditya langsung emosi.
Riyanti bahkan di bawa ke pesantren untuk di rukiyah dan Kiai di sana mengiyakan kalau Riyanti sudah di bawa oleh genderuwo yang menyerupai Raditya, tapi Kiai itu sudah memastikan Riyanti sama sekali tidak di tiduri genderuwo itu. Raditya merasa senang dan tenang karena istrinya baik baik saja, tapi satu bulan kemudian Riyanti di nyatakan hamil dan kesempatan itu di gunakan Hilda untuk memfitnah Riyanti dengan mengatakan kalau Riyanti hamil anak genderuwo.
Bahkan setelah Riyanti hamil, pekerjaan Raditya tidak berjalan baik, pabrik mengalami banyak masalah dan dia terus di salahkan oleh bos nya, hingga puncaknya Raditya harus di pecat karena Raditya ketahuan mengambil dana perusahaan yang dia gunakan untuk membiayai Eva, perempuan yang dia nikahi atas paksaan ibunya karena Raditya punya hutang Budi juga pada Eva.
"Ayo kita pulang Raditya"
"Ma, setidaknya kita cari jasad Riyanti ma, Raditya ingin menguburkan Riyanti"
"Masih ada Eva, dia bisa mengurus kamu lebih baik dari Riyanti bahkan dia sudah memberikan kamu modal untuk usaha kamu membuka pabrik roti di tempat ini, perhatikan dia Raditya!"
"Tidak bisa ma, Raditya selalu merasa bersalah pada Riyanti setiap kali Raditya melihat wajah Eva, Raditya merasa bersalah pada Riyanti"
"Mama tidak mau tahu, ayo kita pulang!"
Mereka pergi dari sana benar benar tanpa mencari Riyanti dan bayinya terlebih dahulu, dan tanpa mereka tahu kalau di bawah sana Riyanti benar benar sudah meninggal karena benturan keras di kepalanya, tapi bayinya masih menangis dalam pelukan Riyanti.
"Oek... Oek..."
"Riyanti, aku selalu mendampingi kamu setelah hari itu, aku juga melindungi kamu setiap kali ibu mertua kamu akan memberikan jamu peluruh kandungan supaya bayimu tidak lahir dengan selamat, anak ini adalah anakmu dan Raditya tapi Raditya sudah tertutupi dengan rasa cemburunya, maafkan aku dan sebagai ganti dari nyawamu aku akan menjaga bayimu" ungkap sosok yang sekarang menggendong tubuh Riyanti yang masih memeluk bayinya.
Sosok genderuwo itu tidak berhasil menolong Riyanti yang terjatuh karena dia terhalang oleh sesuatu yang sepertinya membuat genderuwo itu lemah, tapi anehnya setelah Hilda pergi, genderuwo itu kembali bisa menyentuh tubuh Riyanti.
"Oek... Oek...Oek..."
"Tenang nak, kamu di panggil bayi terkutuk dan sekarang aku akan membuat kamu benar benar menjadi kutukan untuk ayahmu dan keluarganya" ucap sosok genderuwo itu dan bayi itu terdiam menatap mata si genderuwo dengan mata jernihnya.
"Namaku Sanca, aku bukan ular tapi kekuatan ku mampu membuat tubuh mahluk manapun remuk" ucap genderuwo yang ternyata bernama Sanca itu membuat si bayi tersenyum.
Sanca membawa Riyanti ke gubuknya, dia memakamkan Riyanti di belakang gubuknya dan dia akan merawat bayi Riyanti meskipun dia harus berpura pura menjadi manusia.
"Aku tidak mungkin terus membuat kamu hidup di hutan seperti ini nak, aku akan mencarikan sebuah keluarga untukmu, dan pastinya keluarga itu akan menerima kamu dengan penuh kasih sayang" ucap Sanca mengusap pipi bayi itu yang langsung merespon dengan cara menggerakkan kepalanya karena merasa lapar.
"Kamu lapar rupanya, ayo kita cari susu untukmu ke kampung lain"
Sanca merubah wujudnya menjadi sosok manusia, dia juga sempat mengambil uang yang ada di pakaian Riyanti karena Riyanti membawa uang di saku roknya. Sanca sudah tahu beberapa kebiasaan manusia karena dia sering mengganggu banyak manusia hingga dia bertemu Riyanti yang tersesat di hutan.
Sanca langsung jatuh cinta pada Riyanti dan merubah wujudnya jadi wujud manusia yang ingin di lihat Riyanti, hingga dia tinggal selama dua minggu bersama Riyanti dengan alasan kalau dia yang saat itu di lihat Riyanti sebagai suaminya juga tersesat di sana.