NovelToon NovelToon
KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Kembalinya Sang Murid ke Lembah Pedang Patah

Ketua Sekte Gu Tianheng dan Tetua Pertama Han mengira Lin Xuan baru akan tiba di wilayah Sekte Pedang Awan Biru beberapa hari lagi, dan mereka mengira pemuda itu akan mencoba menerobos melalui salah satu dari tiga gerbang gunung utama.

Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa hanya enam jam setelah Liu Ruyan kembali ke sekte, pada saat kabut tengah malam menyelimuti pegunungan utara, sesosok bayangan hitam telah berdiri tenang di tepi tebing curam di belakang Lembah Pedang Patah!

Sosok itu adalah Lin Xuan.

Sebagai murid yang telah tinggal selama tiga tahun bersama Tetua Mo Chen di Lembah Pedang Patah—lembah paling terpencil dan tandus di sudut barat daya Sekte Pedang Awan Biru—Lin Xuan hafal setiap celah tebing dan aliran mata air di belakang lembah tersebut. Apalagi dengan kekuatan Lentera Abu Senja di lautan kesadarannya yang membungkus seluruh fluktuasi Qi di tubuhnya, Formasi Pelindung Awan Biru yang menyelimuti gunung sama sekali tidak mendeteksi kehadirannya—seolah-olah yang lewat hanyalah sehelai angin malam!

Lin Xuan melompat turun dari dahan pohon pinus tua, mendarat tanpa suara di atas tanah berbatu Lembah Pedang Patah yang dipenuhi ribuan patahan pedang tua peninggalan sejarah sekte.

Namun saat mendekati gubuk bambu sederhana tempat ia dan Tetua Mo Chen biasa tinggal, mata Lin Xuan menyipit dingin.

Pagar bambu di sekeliling gubuk itu telah roboh diinjak-injak. Pintu gubuk telah hancur, dan dari halaman depan gubuk terdengar suara cambukan disertai tawa kasar beberapa orang!

CTAAAR! CTAAAR!

"Bocah yatim tak berguna! Sudah sepuluh hari kami mengobrak-abrik lembah sampah ini tapi belum juga menemukan Kitab Pedang Patah Kuno milik tua bangka buta Mo Chen itu! Cepat katakan, di mana Mo Chen dan pengkhianat Lin Xuan menyembunyikan kitab itu sebelum mereka mampus?!"

Di tengah halaman gubuk yang berantakan, tiga orang murid dalam dari Aula Penegak Dharma (masing-masing berada di Pemurnian Qi Lapisan Ketujuh dan Kedelapan) sedang memukuli seorang remaja laki-laki kurus berusia empat belas tahun yang terikat di tiang jemuran kayu!

Remaja empat belas tahun yang wajahnya babak belur dan punggungnya penuh luka cambuk berdarah itu adalah Xiao Hu—anak yatim piatu bisu-tuli sebagian yang dulu ditolong oleh Tetua Mo Chen dan Lin Xuan untuk membantu menyapu halaman lembah!

Meskipun dipukuli hingga darah menetes dari sudut mulutnya, Xiao Hu tetap memeluk erat sebuah bungkusan kain tua berisi pakaian ganti milik Lin Xuan dan Tetua Mo Chen di dadanya, menggelengkan kepalanya keras-keras sambil menggigit bibirnya tanpa mengeluarkan satu rintihan pun!

"Brengsek, masih berani memeluk baju bekas sampah Lin Xuan itu?!" pemimpin dari ketiga murid Aula Penegak Dharma itu—seorang pemuda berwajah bopeng bernama Ma Biao (Pemurnian Qi Lapisan Kedelapan)—meludah ke tanah dan mencabut pedang bajanya. "Karena kau bisu dan tidak berguna untuk diinterogasi lagi, biar kupotong kedua tanganmu sekarang juga!"

Ma Biao mengayunkan pedangnya dengan kejam ke arah kedua lengan Xiao Hu!

Xiao Hu memejamkan matanya rapat-rapat, bersiap menerima rasa sakit.

Namun rasa sakit itu tidak pernah datang.

Yang terdengar hanyalah suara dengungan udara yang membeku, diikuti oleh bunyi tulang leher yang remuk!

KRAAAK!

Ketika Xiao Hu membuka matanya yang basah oleh air mata, ia melihat sepasang sepatu bot hitam dan jubah malam yang sangat ia kenal telah berdiri di depannya.

Tangan kiri pemuda berjubah hitam itu sedang mencengkeram leher Ma Biao dan mengangkat tubuh murid Lapisan Kedelapan itu ke udara layaknya mengangkat seekor anak ayam, sementara pedang baja milik Ma Biao telah hancur menjadi serpihan besi di tanah!

"Ka... Kakak Senior Lin?!" Xiao Hu terbelalak lebar, air mata kebahagiaan yang tak terbendung langsung mengalir deras di pipinya yang memar.

Dua murid Aula Penegak Dharma lainnya mundur terhuyung-huyung dengan wajah pucat pasi saat melihat wajah di balik tudung jubah hitam itu.

"Lin... Lin Xuan?! Hantu! Dia benar-benar masuk ke dalam sekte!" salah seorang murid Lapisan Ketujuh berbalik hendak menyalakan suar giok tanda bahaya di tangannya!

Namun sebelum jarinya sempat menekan suar giok tersebut, dua berkas cahaya abu-abu tipis melesat dari ujung jari kanan Lin Xuan.

JLEB! JLEB!

Tanpa suara teriakan sedikit pun, dahi kedua murid Aula Penegak Dharma itu langsung berlubang ditembus Jari Peremuk Dewa dan tubuh keduanya ambruk tewas di tempat!

Ma Biao yang lehernya masih dicengkeram oleh tangan kiri Lin Xuan meronta-ronta dengan wajah membiru dan mata melotot penuh teror, berusaha memukul lengan Lin Xuan dengan seluruh Qi Lapisan Kedelapannya—namun memukul lengan seorang kultivator Ranah Pembangunan Fondasi Dewa-Iblis sama saja seperti memukul gunung besi!

"Sepuluh hari kalian menyiksa adik kecilku di lembah ini..." bisik Lin Xuan tepat di telinga Ma Biao dengan suara sedingin neraka, "...maka jiwamu pun tidak layak bereinkarnasi."

ZRRRTTT!

Seberkas Api Abu Senja keluar dari telapak tangan kiri Lin Xuan, langsung membakar tubuh Ma Biao beserta kedua mayat lainnya menjadi abu yang lenyap ditiup angin malam tanpa meninggalkan jejak sedikit pun!

Lin Xuan kemudian berbalik, memutuskan tali yang mengikat Xiao Hu, dan memasukkan sebutir Pil Pemulih Qi murni ke mulut remaja itu. Dalam hitungan detik, luka-luka cambuk di punggung Xiao Hu berhenti berdarah dan mulai mengering.

"Kakak... Kakak Lin! Kau masih hidup! Aku tahu Kakak Lin tidak mungkin mati!" Xiao Hu menangis tersedu-sedu sambil memeluk pinggang Lin Xuan erat-erat dengan suara terbata-bata.

Lin Xuan menepuk bahu Xiao Hu dengan lembut—satu-satunya kehangatan yang tersisa di mata pemuda itu hanyalah untuk orang-orang yang tulus kepadanya. "Kau sudah bertahan dengan sangat gagah berani, Xiao Hu. Sekarang tunjukkan padaku, apakah Guru sempat meninggalkan sesuatu di lembah ini sebelum beliau pergi ke tebing malam itu?"

1
Aman Wijaya
top top markotop Lin Xuan lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪
Panjul
baru naik dikit ranahnya tapi bertindak impulsif, merasa sudah tak terkalahkan... 👎
Panjul
keputusan yg BODOH....
Panjul
bukanya disuruh carikan kok malah dilelang ?
Panjul
cepatlah kuat💪
Panjul
lemah
Panjul
bantai lagi
Panjul
Su Wan'er
Panjul
bantai
Panjul
ini baru lumayan
Panjul
naik ranahnya dikit amat
Panjul
naik 1 tingkat doang ??
Panjul
mantaap
Panjul
ayo diemprut aja 🤣
Panjul
lanjutkaaaan
Panjul
bantaiiiiii
Panjul
ayo gas💪
Ilham Yono
good answer boys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!