Bertemu sebagai dokter dan pasien, dengan first impression yang baik dan meninggalkan kesan berbeda. Edward (31), dokter dengan status duda terlibat dengan urusan pribadi pasiennya, Cahaya Sekar Janitra (24).
Entah karena sumpah atau memang takdir Tuhan. Ketertarikan itu berubah menjadi perasaan mendalam saat Edward menolong Cahaya dari jebakan calon suaminya.
====
"Bilang apa kamu? Om? Aku dokter pribadi kamu."
"Dokter dan pasien, berlaku kalau lagi di ruang praktek. Di luar itu, ya bukan dokter aku. Sesuai dengan penampilan, cocok aku panggil Om. Om dokter, gimana om?"
------
Hai, ketemu lagi di karya aku yang kesekian. Baiknya baca dulu Diam-diam Cinta dan Emergency Love
Ikuti sampai tamat ya dan jangan melompat bab. sampai bertemu di setiap babnya 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Rencana Edward
Bab 26
“Barengan kita,” seru Anji menepuk bahu Edward sambil terkekeh.
Edward malah berdecak, khawatir keberadaan Anji nanti menambah masalah. Anji sengaja mendatangi poli rawat jalan di mana Edward bertugas dan siap memanggil pasiennya, memamerkan pengajuan cuti yang sudah di acc oleh sistem.
“Mau ngelamar Bela juga?”
Anji berdecak. “Lo tahu Bela belum mau nikah, bukan karena masih muda atau pengen kerja. Dia masih ragu sama gue.”
“Terus ngapain ikutan ambil cuti.”
“Mau nemenin elo ke kampung orang. Pengen lihat muka bapaknya si Cahaya. Heran, jodohin anak nggak cari tau gimana calon menantunya. Penjahat kel4min itu mah.”
“Kenapa nggak ajak Bela temui orang tuanya, ambil hatinya buat dia yakin.”
“Halah, biarin aja. Gue mau ulur dulu, tiap hari gue ngereng-ngereng kayak ngemis cinta. Kita lihat, sebulan nggak gue datengin, nggak gue hubungin dia bakal gimana.”
Membiarkan Anji mengoceh, Edward memakai jas putih dan siap dengan stetoskop serta membuka sistem dan mengecek pasien yang harus ditangani hari ini.
“Terus ngapain masih di sini? Bisa-bisanya IGD ditinggal.”
“Gue habis shift malam, tidur dulu di basecamp pas bangun lihat notif kalau cuti gue di acc makanya langsung kemari. Ada rencana ketemu Cahaya?”
“Hm. Nanti sore. Dia minta ditemenin makan bakso muncr4t.” Edward menggeleng dan berdecak, Anji malah tergelak.
“Pasti isi kepala lo mikir yang lain. Me-sum.”
Ponsel Edward di atas meja bergetar. nama Andin tertera di layar.
“Jawab tuh, kakak ipar,” seru Anji.
“Halo,”
“Dok, Aya, Dok. Dia dibawa orang, suruhannya Romo.”
Edward langsung berdiri. “Maksudnya diculik? Nggak ada yang bantu kalian?”
“Dijemput paksa,” sahut Andin di ujung sana. “Ini ada dua orang yang bantuin, tapi kalah jumlah sama orangnya Romo, dok.”
Edward mengusap wajahnya. “Sudah hubungi yang lain? Mas Dani atau ….”
“Sudah. Saya mau hubungi Ibu dan Pakde Argo, percuma hubungi Romo. Nggak akan dijawab.”
“Kabari terus perkembangannya, beres di poli saya langsung ke sana.”
“Cahaya diculik?” tanya Anji ikut berdiri.
“Dijemput paksa, ulah romonya.” Feeling nya benar, untuk melindungi Aya. Kalau bukan karena kalah jumlah, orangnya Iwan pasti memenangkan perkelahian itu. “Beres pasien, mau ke tempatnya Andin.”
“Gue ikut.”
***
Sudah nyambung dengan ibunya, Diah tahu kalau Wira akan menjemput paksa Cahaya, tapi rencana berikutnya ia tidak tahu.
“Pasti jalan darat, tidak mungkin pakai pesawat apalagi Cahaya bisa saja berontak. Ibu justru khawatir, kalau adikmu ….”
“Kenapa bu?”
“Ibu khawatir dengan kondisi Cahaya.” Andin menarik nafas dan mengusap wajahnya, bibi ikut mengusap punggung menenangkannya. Ada beberapa tetangga yang datang menanyakan ada kejadian apa sampai Cahaya diculik.
“Bu, kabari aku ya kalau Cahaya sampai di sana. Tolong cek kondisinya, di sini ia sedang terapi. Sekarang dia pergi, vitamin dan obatnya tidak ada yang dibawa.”
“Iya nduk. Nanti ibu kabari, kamu tenang ya.”
Bagaimana bisa tenang, pikir Andin. Mas Dani datang siang hari setelah mengurus pekerjaannya.
“Bersiaplah, besok pagi kita pulang. Aku sudah pesan tiket.”
“Serius kita pulang, mas?”
“Hm. Kita tunggu Edward, apa rencananya.”
Di tempat berbeda. Adit tertawa bahagia, bahkan tergelak sambil mengangkat gelas berisi alkohol.
“Kau lihat Jarwo, rencanaku berhasil. Wira percaya dengan bukti yang aku siapkan dan sebentar lagi aku dan Cahaya akan menikah. Semua masalah akan selesai. Kerja sama bisnis dengan perusahaan milik Wira akan berjalan sesuai rencana, investor baru akan datang karena rekomendasi dari Wira Janitra. Pernikahan ini sangat menguntungkan. Pria kolot itu belum tahu kalau perahu bisnis yang aku kelola sedang terguncang, kami hampir karam. Semakin cepat semakin baik, sebelum dia tahu keadaan sebenarnya.” Adit kembali tertawa.
“Ini harus dirayakan,” seru Adit lalu meneguk isi gelasnya, mengernyit dan meringis karena rasa alkohol yang kuat melewati tenggorokannya.
“Mau kemana?” tanya Jarwo.
“Senang-senang dulu, sebelum hidupku bakal tersiksa punya istri penyakitan. Lo mau ikut?”
Jarwo menghela nafas lalu menggeleng.
“Hah, cemen. Nanti malam temani aku temui Wira.”
“Masalah apalagi?” tanya Jarwo dan sukses mendapatkan kemarahan dari Adit melemparinya dengan figura di atas meja, beruntung ia menghindar. Kalau terantuk di dahi atau kepala, sudah pasti terluka.
“Gu0blok, udah pasti bahas masalah Cahaya. Tidak usah menunda lagi, yang penting kami menikah. Pesta bisa menyusul.” Adit kembali tergelak dengan bangga.
...Geng Pria Terkutuk...
Anji nggak pake ng : Bro, ngumpul dulu di sini
Rendi Oye : jadi gimana, kapan berangkat si Edward?
Rama P. : Menurut gue, harus punya rencana. jangan asal datang aja. Yang dihadapi ini bukan orang kalangan biasa, dia punya power
Anji nggak pake ng : Sama kayak lo dulu ya. Mertua lo punya power, coba kasih si vampir wejangan
Asoka Harsa : Jalur hukum udah ditempuh?
Rendi Oye : @Dokter vampir, ini kenapa nggak nongol-nongol dah
Dokter vampir : Baru dari rumah Andin. Sepakat sama Rama, saya harus siap bukan datang dengan tangan kosong dan planga plongo. Masalah hukum udah proses, surat laporannya udah saya terima dari bang Darma
Asoka Harsa : Terus?
Dokter Vampir : Tinggal dijemput aja si Sopo Jarwo, sedang dipastikan keluar suratnya
Rama P. : Nah itu, tapi lo pastikan jangan sampai keduluan si Sopo nikah sama Cahaya. Nanti muka lo kayak kena cahaya ilahi
Rendi Oye : 🤣
Anji nggak pake ng : Perlu bawa orangnya juragan Iwan?
Rama P. : Bawalah, malah si Edward udah minta rada banyakan. Seru kayaknya nih, berasa drama mafia. Kabarin fix berangkatnya kapan, kalau memungkinkan gue mau ikut
Asoka Harsa : Ini mau melamar apa mau rebut kekuasaan 🤔🫣
Anji nggak pake ng : kalau gue ikut tim rebut kekuasaan
Rama P. : tim melamar aja, penasaran gue lihat si Edward ketemu camer priyayi
Rendi Oye : Karena si k4mpret Anji udah ajukan cuti jadi gue harus stay sama backup-an dia. Kabarin aja ya, kejadiannya kayak gimana
Rama P. : Live streaming aja gimana? Biar se SM bisa lihat
Dokter vampir : Harus seneng atau bingung sih, sama dukungan kalian 😔
Anji nggak pake Ng : mengetik
Rendi Oye : mengetik
😛😛
ini mana nih rombongan kk Darma...
kapan surat penangkapan nya datang
janji setelah ini kau masuk penjara yg bener itu 🤣🤣🤣