"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. ANCAMAN DI ATAS KUDA BESI
Lupakan imajinasi tentang CEO mewah yang akan memasukkan wanita ke dalam mobil limousine ber-AC dingin. Begitu keluar dari lobby gedung Socialite Media, mata Aleeza membelalak tak percaya melihat apa yang sudah menunggu di depan pintu utama.
Sebuah motor sport merah mentereng bernilai fantastis terparkir gagah di sana.
"Apa lagi ini, Tuhan?!" gumam Aleeza frustrasi. Dunia Aleeza terasa makin gila sejak berurusan dengan Austin Vanderbilt. Setelah dipanggul laksana karung beras di koridor kantor, kini pria itu menyodorkan selembar jaket kulit dan helm padanya!
"Aku tidak mau," bentak Aleeza seraya berbalik cepat. Mending ia masuk kembali ke kantor daripada menuruti ide gila sang billionaire.
" Melangkah satu senti lagi, dan aku akan mengikatmu lalu mengangkutmu seperti barang bawaan, Aleeza," ancam Austin dingin dari balik punggungnya.
Aleeza menoleh, mendapati tatapan jahil Austin yang mengesalkan.
"Satu... dua... ti—"
"Aku tidak pernah naik motor sport, Austin! Dan menaiki kendaraan gila ini bersamamu adalah ide paling buruk di dunia!" pekik Aleeza gugup.
"Tenang saja, Mi Amor," kekeh Austin manis. Pria itu melangkah mendekat, lalu tanpa permisi memasangkan helm ke kepala Aleeza dan mengunci tali pengamannya. "Ini juga pertama kalinya aku membawa penumpang. Jadi, kau hanya perlu berdoa."
"KAU GILA AUSTIN?!" jerit Aleeza histeris.
"Ssst Kau membuat kita jadi tontonan, Sayang," bisik Austin santai, mengabaikan tatapan heboh para karyawan dan pejalan kaki di sekitar mereka.
"Aku membencimu!" desis Aleeza tajam.
Austin melompat ke atas motor sport-nya, lalu memutar gas hingga raungan mesin menggema kencang. "Aku tahu. Sekarang cepat naik!"
"Austin mohon," rengek Aleeza memasang wajah memelas.
Austin menoleh, menyunggingkan senyum mengejek. "Jika Angeline yang merengek seperti itu, aku pasti akan luluh. Tapi kau bukan Angeline. Rengekanmu sama sekali tidak berharga untukku. Naik!"
Aleeza mengepalkan tangan rapat-rapat, mengutuk pria arogan itu di dalam hati. Dengan terpaksa, ia akhirnya mengangkut tubuhnya naik ke jok belakang motor sport Austin.
Motor melaju kencang membelah jalanan Madrid, hingga akhirnya berhenti di depan sebuah gerbang besi raksasa yang membatasi mansion megah milik keluarga besar Vanderbilt.
Austin melepas helmnya, merapikan rambut cokelat mewahnya seraya menatap Aleeza.
"Di dalam sana, seluruh keluarga besarku termasuk Angeline sedang berkumpul," ujar Austin santai. "Tugasmu sederhana: buat mereka semua percaya bahwa kau adalah tunangan yang sangat kucintai."
Aleeza melongo tak percaya. "Maksudmu kau membawaku ke sini hanya untuk berpura-pura membantumu di depan mantananmu?"
"Persis," balas Austin angkuh. "Melihatmu naik di motor kesayanganku saja sudah cukup membuat Angeline ragu akan keputusannya meninggalkanku."
Aleeza menyunggingkan senyum miring penuh ejekan. "Kau pikir aku mau membantumu, El Oso? Kau lupa aku adalah musuhmu? Aku justru akan membongkar seluruh skandal palsu ini di depan Angeline dan keluargamu!"
Austin tidak panik. Pria itu justru bersandar santai di motornya, menatap Aleeza dengan binar binar ancaman yang mematikan.
"Oh, begitu?" kekeh Austin licik. "Kalau begitu, mari kita lihat apa yang akan terjadi jika aku membocorkan rahasia ini pada Julian."
DEG!
Wajah Aleeza seketika pucat pasi, tenggorokannya mendadak kering kerontang.
"Dari mana dari mana kau tahu nama Julian?!" bisik Aleeza gemetar.
"Kira-kira apa yang akan dilakukan pria bernama Julian itu jika tahu kekasih rahasianya sedang menginap di penthouse pria lain dan memakai cincin tunangan berukuran lima karat ini?" senyum sinis Austin semakin lebar saat melihat kepanikan di mata Aleeza.
"Ini trik kotor, Austin!" desis Aleeza dengan napas memburu. Julian adalah batas sucinya kekasih masa lalunya yang tidak boleh terseret ke dalam perang gila ini!
"Dalam pertarungan, kenali musuhmu dan kau akan menang," Austin mengulurkan tangannya yang terbalut sarung tangan kulit dengan tatapan penuh kemenangan. "Pilihannya ada di tanganmu, Aleeza. Mau membantuku memainkan peran ini atau membiarkan hidup Julian hancur dalam semalam?"
Aleeza mengepalkan jemarinya hingga memutih, menatap tangan Austin yang terulur dengan kebencian murni.
Ia telah kalah telak lagi. Dengan napas terengah, Aleeza akhirnya menyambut uluran tangan sang miliarder.
"Kau benar-benar iblis terkejam yang pernah ada, Austin Vanderbilt,"
Austin tertawa puas, menarik tubuh Aleeza mendekat seraya berbisik tepat di telinganya:
"Selamat datang di permainan sesungguhnya, Mi Amor."
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!