NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Perceraian

Cinta Dibalik Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Menjadi istri pengganti tidaklah mudah, apalagi ketika kamu hanyalah wanita yang menggantikan posisi kakakmu sendiri.

Alih-alih mendapatkan kasih sayang dan cinta dari suaminya, Kinanti justru harus menerima perlakuan kasar yang terus-menerus menyakitinya.

Kinanti tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menggantikan posisi sang kakak yang kabur bersama kekasihnya sehari sebelum akad nikah dengan pria bernama Yudha.

Demi keselamatan ayahnya dan masa depan kedua adik kembarnya, Kinanti terpaksa mengikhlaskan dan merelakan impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pernikahan yang telah berlangsung selama delapan tahun tidak pernah memberinya kebahagiaan. Namun, Kinanti memilih untuk tetap bertahan, bersabar, dan ikhlas menjalani kehidupan rumah tangganya.

Hingga sebuah kecelakaan tak terduga menimpa suaminya, Yudha Manggala.

Sejak saat itu, kehidupan pernikahan mereka berubah seratus delapan puluh derajat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Gosip Merajela

Pagi itu, Kinanti mengantar kedua anaknya ke sekolah. Kedatangan mereka langsung menarik perhatian beberapa orang tua siswa yang berada di sekitar gerbang.

Sekolah dasar swasta tempat Naura dan Naufal menuntut ilmu memang dikenal sebagai salah satu sekolah bergengsi. Mayoritas siswanya berasal dari keluarga berada. Karena itu, kedatangan Kinanti dengan mobil mewah yang jarang mereka lihat sontak membuat beberapa pasang mata tertuju kepadanya.

Selama ini, mereka lebih sering melihat Kinanti menggunakan mobil milik Yudha. Mobil tersebut memang nyaman dan tergolong mahal, tetapi masih terbilang wajar dibandingkan kendaraan yang biasa digunakan sebagian besar orang tua siswa di sekolah itu.

Namun, pagi ini berbeda.

Begitu pintu mobil terbuka, Naura dan Naufal turun lebih dahulu. Setelah itu, Kinanti menyusul keluar dari balik kemudi.

Penampilannya pun tampak jauh berbeda dari biasanya.

Kinanti mengenakan pakaian yang sederhana tetapi terlihat sangat elegan. Hijab yang dikenakannya tertata rapi, dipadukan dengan busana berkelas yang membuat aura seorang perempuan profesional sekaligus CEO semakin terpancar dari dirinya.

Beberapa orang tua siswa bahkan tidak langsung mengenalinya.

“Itu Kinanti, mamanya Naufal, kan?” tanya seorang ibu sambil memperhatikan dari kejauhan.

“Sepertinya memang dia. Tapi kok sekarang gayanya semakin modis dan elegan, ya?” jawab seorang wanita di sampingnya. “Kecantikannya juga kelihatan semakin terpancar dengan hijabnya.”

“Benar. Kelihatannya sekarang berbeda sekali.”

Pujian-pujian itu terdengar samar oleh Kinanti. Namun, dia tidak terlalu memperdulikannya. Ia hanya memberikan senyum tipis ketika tanpa sengaja pandangan mereka bertemu.

Sayangnya, tidak semua orang memberikan komentar positif.

Seorang wanita yang sejak tadi memperhatikan Kinanti justru menatapnya dengan tatapan kurang suka. Ada sedikit rasa iri yang sulit disembunyikan dari wajahnya.

“Mungkin suaminya sekarang sudah membiayai kehidupannya lebih banyak,” cibirnya. “Dikasih uang lebih, jadi bisa sering keluar masuk salon untuk perawatan.”

Beberapa orang yang mendengar ucapan itu langsung menoleh.

“Ya, memang sudah sewajarnya seorang suami membiayai istrinya,” sahut seorang wanita lainnya. “Itu tanggung jawab dan kewajiban seorang suami. Apalagi Pak Yudha seorang pengusaha. Jadi wajar kalau gaya hidup Bu Kinanti semakin mewah.”

Kinanti sebenarnya mendengar percakapan tersebut. Namun, dia sama sekali tidak berniat menanggapinya.

Baginya, menjelaskan kehidupan pribadi kepada orang lain yang bahkan tidak mengetahui apa pun tentang dirinya hanya akan membuang waktu.

Waktu Kinanti terlalu berharga untuk dihabiskan dengan meladeni komentar orang lain.

Setelah memastikan kedua anaknya sudah membawa semua perlengkapan sekolah, Kinanti berjongkok sebentar di hadapan mereka.

Naura dan Naufal kemudian bergantian mengecup punggung tangan mamanya. Kinanti membalasnya dengan mengecup kening kedua anaknya.

“Kalau pulang nanti, langsung telepon Mama, ya,” pesan Kinanti lembut. “Sesibuk apa pun Mama, Mama pasti sempat meluangkan waktu untuk menjemput kalian.”

Naura dan Naufal mengangguk patuh.

“Iya, Ma.”

“Sekarang masuk. Jangan sampai terlambat.”

Kedua anak itu pun berjalan menuju gerbang sekolah. Sesekali mereka menoleh dan melambaikan tangan kepada Kinanti sebelum akhirnya menghilang di antara kerumunan siswa.

Kinanti membalas lambaian tangan mereka dengan senyum hangat.

Setelah itu, dia masuk kembali ke dalam mobil dan segera meninggalkan area sekolah.

Tanpa disadari Kinanti, sejak tadi ada seseorang yang memperhatikannya dari dalam sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari gerbang sekolah.

Yudha.

Pria itu menyaksikan interaksi antara Kinanti dan kedua anaknya tanpa berkedip. Namun, yang paling menarik perhatiannya justru mobil mewah yang dikendarai istrinya.

Kening Yudha sedikit berkerut.

Selama ini, dia tidak pernah melihat Kinanti menggunakan mobil tersebut.

Tatapannya mengikuti mobil itu sampai akhirnya menghilang dari pandangan.

Ada perasaan aneh yang tiba-tiba muncul di dalam dadanya.

“Kinanti, kamu semakin cantik, Sayang,” gumamnya pelan. “Tapi kamu beli mobil itu pakai uang siapa?”

Yudha terdiam sejenak.

Untuk pertama kalinya, dia kembali menyadari betapa banyak hal yang selama ini tidak diketahuinya tentang istrinya sendiri.

“Maafkan suamimu ini,” lanjutnya lirih. “Selama delapan tahun kita menikah, Mas bahkan enggak pernah memberikan kamu uang khusus untuk keperluanmu sendiri. Semua ini kesalahan Mas.”

Yudha menghela napas panjang.

Kemudian, dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada kedua anaknya.

Tak lama kemudian, balasan dari Naufal masuk.

“Papa, nanti siang pura-pura kangen sama kami, ya. Mama yang akan jemput. Jadi Papa sama Mama bisa ketemuan.”

Yudha spontan tersenyum membaca pesan itu.

Belum sempat membalas, pesan dari Naura kembali masuk.

“Papa, Mama Kinan sekarang semakin cantik, loh. Mama juga sudah bekerja di perusahaan.”

Senyum di wajah Yudha perlahan menghilang.

Alisnya kembali berkerut.

“Bekerja di perusahaan?” gumamnya.

Yudha menatap layar ponselnya dengan saksama.

“Ngomong-ngomong, di perusahaan mana Kinanti bekerja?”

Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.

Yudha masih duduk di dalam mobilnya di depan gerbang sekolah ketika seorang guru datang menghampiri kedua anaknya. Setelah beberapa saat, ponsel milik Naufal pun disimpan oleh wali kelas mereka sebelum kegiatan belajar dimulai.

Yudha akhirnya kembali menyandarkan tubuhnya ke kursi.

Rasa penasaran terhadap kehidupan Kinanti yang baru perlahan tumbuh semakin besar.

Di tempat lain, Kanaya tiba di perusahaan tempatnya bekerja lebih awal dari biasanya.

Begitu mobil yang dikendarainya memasuki area parkir, beberapa pasang mata langsung tertuju kepadanya.

Kanaya turun dari mobil sambil membawa tas kerjanya. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa kedatangannya telah menjadi bahan perhatian beberapa rekan kerja.

Baru ketika berjalan menuju pintu masuk gedung, Andin yang merupakan teman dekatnya datang menghampiri dengan wajah penuh keterkejutan.

“Wah, Kanaya! Kamu pakai mobil?” seru Andin sambil mengucek kedua matanya. “Apa aku enggak salah lihat?”

Kanaya langsung tertawa.

“Hahaha! Kamu ini, deh. Aku cuma pakai mobil, reaksimu berlebihan banget.”

Andin tidak menghiraukan ucapan sahabatnya. Pandangannya justru beralih pada mobil yang baru saja ditinggalkan Kanaya.

Dia memperhatikannya dari depan hingga belakang, seolah sedang memastikan sesuatu.

“Bukannya ini mobil yang bulan lalu sempat kamu bilang ingin beli kalau punya uang lebih?” tanyanya heboh.

Kanaya tersenyum.

“Alhamdulillah, tabunganku sebenarnya belum cukup.”

“Terus?”

“Kakakku yang membelikannya untukku.”

Mata Andin langsung membulat.

“Serius?”

Kanaya mengangguk santai.

“Iya. Alhamdulillah, aku juga enggak mungkin menolak, kan? Rezeki itu enggak baik ditolak.”

Andin kembali menatap mobil tersebut dengan ekspresi tidak percaya. Bahkan, dia sempat membuka pintunya dan melihat bagian dalam mobil.

“Ya ampun, ini mobil mewah banget. Apalagi keluaran terbatas begini.”

Kanaya hanya terkekeh melihat tingkah sahabatnya.

“Kalau aku,” kata Andin sambil menghela napas, “nabung sampai dua puluh tahun pun belum tentu bisa kebeli.”

“Enggak ada yang enggak mungkin, Sister,” jawab Kanaya sambil menggandeng lengan sahabatnya. “Kalau memang sudah rezekimu, suatu hari nanti pasti bisa kamu beli.”

Andin tertawa kecil. "Aamiin. Semoga saja.”

“Bukan semoga saja. Harus yakin.”

Keduanya kemudian berjalan masuk ke dalam gedung perusahaan sambil bercanda.

Namun, tanpa mereka sadari, kedatangan Kanaya dengan mobil mewah pagi itu kembali menjadi bahan pembicaraan beberapa rekan kerja lainnya.

1
Eva Karmita
Kinanti aku tau sakitmu sudah terlalu dalam ..tapi tidak seperti itu juga Kinanti lihatlah kedua anakmu yg begitu ingin melihat kedua orang tua nya bersatu kembali.... teruntuk Yudha tetap semangat benar kata anakmu jgn mudah menyerah tunjukkan bahwa kamu bisa berubah jgn buat anak"mu kecewa , perlahan namun pasti rebut kembali hari Kinanti selalu berusaha dan tidak lupa dengan doa" di sepertiga malam mu rayulah tuhanmu untuk membuka kan pintu hati Kinanti
Eva Karmita: betul sih pemikiran orang beda beda ..ada yg ingin bertahan karena anak"nya dan ada juga yg memilih pergi demi ketenangan dan mencari kebahagiaan ...
total 2 replies
araaself
lanjutt kakk
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: insha Allah besok lagi kak
total 1 replies
Eva Karmita
semoga masih bisa rujuk lagi ...
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: kayaknya hehehe
total 1 replies
Eva Karmita
semangat Yudha semoga Mak otor merestuimu
Eva Karmita
Kinan kasih kesempatan untuk Yudha untuk membuktikan Yudha sudah berubah dan ingin memulai dgn lembaran baru
Eva Karmita
ayo jujur Yudha katakan kalau kamu sudah ingat semuanya dan kamu ingin berubah
Eva Karmita
si pelakor sudah datang....
Eva Karmita
semoga masih bisa di perbaiki.... semangat Yudha perjuangkan rumah tangga mu
Eva Karmita
membaca kisah mereka membuat perasaan mengharu biru sedih dan bahagia nano" 🔥😭💔❤️
Eva Karmita
semoga saja Kinan masih bisa mempercayai mu
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: semoga yah karena kayaknya....😄🤭
total 1 replies
Eva Karmita
❤️❤️❤️
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak 😍
total 1 replies
Eva Karmita
peluk Kinan 🤗😭
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak sudah mampir kakak 😍🙏
total 1 replies
Inha Khaerunnisa
wajarlah
Inha Khaerunnisa
terlambat pak wkwk
Inha Khaerunnisa
apa Yudha hilang ingatan??
Inha Khaerunnisa
knp anaknya jadi ditukar dengan hutang??
Inha Khaerunnisa
tega mulutnya ember
Naila
knp harus minta cerai klo masih cinta
Naila
kayaknya
F3 Tehnik
apa yang terjadi???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!