NovelToon NovelToon
Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Idola sekolah
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: IRISVEL

SINOPSIS Gara-gara kesetrum kabel charger HP yang ngelupas pas lagi marathon baca novel roman picisan jam 3 pagi, Aira (18 tahun)—cewek slakan, blak-blakan, dan hobi tawuran—terlempar masuk ke dalam dunia novel "Cinta Di Balik Seragam". Aira nggak bertransmigrasi jadi tokoh utama cewek yang polos dan teraniaya, melainkan jadi Aira Shena, tokoh figuran yang nasibnya tragis: mati dikeroyok geng motor di bab 20 karena dijebak sama antagonis utama. Ogah pasrah sama takdir, Aira bertekad acak-acak alur cerita asli. Dia yang tadinya pemalas dan tukang resek, mendadak berubah jadi cewek paling red flag, jago berantem, tapi cerdasnya ngga ngotak. Namun, aksinya malah bikin Langit, male lead dingin dan physco-lite yang harusnya benci setengah mati sama Aira, malah ketagihan ngejar-ngejar dia. Konflik makin rumit saat rahasia kelam keluarga besar mereka, perebutan tahta bisnis raksasa, tuduhan pembunuhan palsu, hingga pengkhianatan sahabat terdekat menghancurkan kehidupan sekolah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IRISVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Perang terbuka dan?

BAB 20: "PERANG TERBUKA DAN PERJANJIAN DARAH"

Ancaman terselubung dari Bramantara Adhitama menggantung di udara seperti awan mendung yang siap meletuskan badai. Di dalam penthouse lantai teratas itu, tak ada sedikit pun raut ketakutan di wajah Aira. Yang ada hanyalah kilatan adrenalin dan semangat bertarung yang kian menyala.

"Nzo, kumpulin seluruh petinggi divisi Averus malam ini," perintah Langit dingin, memecah keheningan. "Perketat barikade di sekitar tempat tinggal Shena, markas utama, dan jalur sekolah. Bramantara bukan tipe orang yang suka gertak sambal."

"Siap, Langit. Gue langsung kordinasi sama anak-anak," sahut Kenzo tegas sebelum menyambar laptopnya dan melangkah cepat keluar dari penthouse. Bimo yang masih gemetaran ikut mengekor di belakang Kenzo sambil memegangi kantong plastiknya rapat-rapat.

Kini tinggal Aira dan Langit yang tersisa di ruang

tengah. Suasana kembali hening, hanya terisi oleh suara hembusan AC dan deru angin yang menerpa kaca jendela raksasa.

Aira melangkah mendekati meja bar, menyambar botol air mineral lalu meminumnya seteguk.

"Bapak lu tipe diktator gila yang merasa bisa beli seluruh dunia pake uang, ya?"

Langit berjalan mendekat dari belakang, menyandarkan kedua tangannya di pinggiran meja bar, mengurung Aira di tengah-tengah posisinya. Pandangan matanya yang sehitam jelaga menatap lurus ke dalam iris mata Aira.

"Bramantara gak pernah menganggap orang lain sebagai manusia," bisik Langit, suaranya berat dan sarat akan luka masa lalu. "Buat dia, semua orang cuma aset atau ancaman. Dulu gue kabur dari rumah karena dia berusaha membunuh ibu gue demi melancarkan merger bisnisnya dengan konglomerat luar negeri."

Aira tertegun. Di balik topeng dingin dan kekejamannya sebagai Ketua OSIS sekaligus pimpinan geng motor paling ditakuti, ternyata Langit menyimpan trauma mendalam yang amat pekat. Aira mengangkat tangan kirinya, mengusap rahang tegas Langit secara lembut—sebuah gestur langka yang sangat jarang dia tunjukkan.

"Sekarang lu gak sendirian lagi, Kanebo Kering," kata Aira, nadanya mendadak melunak namun begitu mantap. "Gue yang bakal jadi benteng lu. Kalau bapak lu mau meratakan kota ini cuma buat ngambil lu, dia harus melangkahi mayat gue dulu."

Langit menatap Aira tanpa berkedip. Senyuman paling tulus dan hangat terukir di bibirnya. Dia meraih jemari tangan Aira yang berada di rahangnya, lalu mengecup telapak tangan cewek itu dengan kelembutan yang dalam.

"Gue gak bakal membiarkan lu terluka lagi, Ratu," bisik Langit tepat di depan bibir Aira. "Ini perang gue... tapi gue butuh lu di samping gue."

"Gue gak bakal ke mana-mana," balas Aira berani.

Pukul 22.00 WIB.

Markas utama geng Averus yang terletak di sebuah bengkel tua kawasan industri Jakarta Utara dipadati oleh ratusan anggota. Puluhan motor sport berderet rapi di halaman luar. Aura tegang terpancar jelas dari raut wajah para pemuda bermotor itu.

Di dalam ruangan rapat beratap seng, Langit berdiri di depan peta wilayah kota yang sudah ditandai beberapa titik merah. Di sampingnya, Aira berdiri dengan gaya santainya, mengenakan jaket kulit hitam milik Langit yang sengaja dipadukan dengan celana kargo.

"Bramantara Adhitama sudah mengerahkan pasukan tentara bayaran swasta dari Vanguard Holdings," tegas Kenzo sambil menunjuk beberapa lokasi di layar proyektor. "Mereka bukan lagi geng motor jalanan biasa seperti Krava atau Black Cobra. Mereka terlatih secara militer dan memakai senjata api rakitan."

Para petinggi Averus saling berbisik cemas. Menghadapi geng motor musuh adalah hal biasa buat mereka, tetapi berhadapan dengan tentara bayaran bernilai miliaran rupiah adalah level ancaman yang berbeda total.

Tiba-tiba, Aira melangkah maju ke depan meja rapat, mengikis rasa cemas di ruangan tersebut dengan tawa kecilnya yang angkuh.

"Kenapa pada kuncup gitu mukanya?" ledek Aira lantang, menatap ratusan pasang mata anggota Averus. "Kalian takut sama sekumpulan bapak-bapak sewaan berpakaian serba hitam?"

"Ra, ini beda!" potong salah satu pimpinan divisi.

"Mereka punya akses senjata dan uang gak terbatas!"

"Uang gak terbatas gak bakal ada gunanya kalau otaknya dangkal!" tembak Aira cepat, matanya berkilat penuh dominasi savage. "Mereka terlatih buat perang teratur di medan terbuka. Tapi ini jalanan kita! Ini kota kita! Kita tahu setiap gang sempit, setiap lorong gelap, dan setiap celah di kota ini melebihi mereka!"

Aira memukul meja kayu rapat hingga berbunyi keras—BAM!

"Kita pancing mereka masuk ke wilayah jebakan kita di kawasan galangan kapal lama esok malam," sambung Aira dengan rencana gila yang tebersit di otaknya. "Kita bikin mereka terkepung di area tanpa sinyal dan tanpa jalur melarikan diri. Biar Pak Tua gila itu tahu rasanya dihancurkan sama anak-anak jalanan yang dia remehkan!"

Seluruh anggota Averus tertegun menatap Aira. Keberanian dan aura kepemimpinan cewek itu begitu kuat, menyulut kembali kobaran semangat dan adrenalin di dalam darah mereka!

Langit menatap Aira dari samping dengan tatapan penuh rasa bangga dan kebanggaan yang amat pekat. Dia melangkah maju, berdiri sejajar di samping Aira, lalu mengangkat tangan kirinya ke udara.

"Kalian dengar apa yang dibilang Ratu kita?!" seru Langit dengan suara menggelegar yang membakar semangat seluruh isi ruangan.

"DENGAR, BOS!" raung ratusan anggota Averus serentak!

"Esok malam... kita hancurkan Vanguard Holdings sampai ke akar-akarnya!" tegas Langit tanpa ragu.

Di saat yang bersamaan, di dalam sebuah ruang kerja megah berdinding kaca di lantai 50 gedung pencakar langit pusat kota.

Bramantara Adhitama berdiri membelakangi ruangan, menyesap wiski mahalnya sambil menatap pemandangan lampu-lampu kota dari ketinggian. Di belakangnya, puluhan pria berseragam taktis hitam berdiri berbaris rapi dalam posisi siap.

Seorang asisten pribadi melangkah mendekat, membungkuk hormat. "Tuan Bramantara, tim intelijen melaporkan bahwa Langit dan Aira Shena sedang mengumpulkan seluruh pasukan Averus di kawasan galangan kapal lama untuk esok malam."

Bramantara menyunggingkan senyum dingin yang dipenuhi kekejaman tanpa batas. Dia memutar gelas wiskinya perlahan.

"Anak bodoh itu masih berpikir bisa menang menggunakan emosi dan kelompok jalanannya," gumam Bramantara dengan nada meremehkan.

"Kirim dua tim penembak jitu dan pasukan tempur utama esok malam. Ratakan galangan kapal itu. Dan khusus untuk cewek transmigran bernama Aira Shena..."

Bramantara berbalik, matanya yang tajam memancarkan aura membunuh yang dingin.

"...bawa dia hidup-hidup ke hadapanku. Aku ingin melihat sejauh mana kesetiaannya saat melihat Langit hancur di depan matanya sendiri."

"Siap, Tuan!"

Badai pertempuran terbesar akan segera meletus di galangan kapal tua esok malam. Ini bukan lagi sekadar konflik remaja sekolah atau geng motor biasa—ini adalah perang penentuan takdir antara kekuasaan tanpa batas melawan cinta dan keberanian yang tak tergoyahkan!

see you next bab 21

jangan lupa like dan komen jika suka cerita ini

1
PengGeng EN SifHa
kenapa si shamena shena nanana di juluki CEWEK TRANSMIGRAN thoor ?

dr deoaj baca agak bingung..
bukannya yang tau dia trans hanya si lajgit..kenzo & 1 nya lupan tadi namanya ?
PengGeng EN SifHa
alur cerita yg sulit dijabarkan,akan tetapi sangat seru dimana jiwa muda yg penuh tantangan...dimana dunia nyata saja sudah seru & ini dunia fana + seru lagi dengan logika yg begitu badas.
PengGeng EN SifHa
gedebak gedebig dar der dor kembang api to raa ??🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!