NovelToon NovelToon
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Saat Arsenio Malik memilih untuk menikahi kakak kandung Seraphina Allena yang bernama Kalani Gianna, hati Seraphina saat itu benar-benar patah. Dia diberi pengkhianatan ganda dari dua orang yang tak pernah ia sangka akan tega menusuknya dari belakang. Kalani ternyata sudah hamil. Dan, kedua orangtua mereka malah berdiri di sisi Kalani untuk membela kesalahan anak pertama mereka.

Saat Seraphina merasa ditinggal sendirian di dunia ini, datanglah Kaivan Lyonel Marvin yang menjadi obat bagi luka hati Seraphina. Karena kelembutan dan perhatian Kaivan, Seraphina akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari pria itu.

Namun, empat tahun setelah pernikahan mereka, Seraphina baru tahu jika ternyata Kaivan menikahinya hanya supaya Seraphina tidak mengusik pernikahan Kalani dan Arsenio.

Pria yang sudah menjadi suaminya itu ternyata juga mencintai Kalani. Dia bahkan rela berkorban dengan menikahi Seraphina hanya demi memastikan agar Sera tidak balas dendam kepada Kalani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Suasana di ruang tamu tampak begitu tegang. Semua wajah dipenuhi gurat frustasi yang tak bisa disembunyikan begitu saja.

Keteguhan Seraphina membuat setiap orang menjadi pusing. Apa yang dia minta, akan menjadi bencana besar jika tidak dikabulkan.

"Ayah, bagaimana ini? Seraphina benar-benar tidak akan membiarkan aku menikah dengan Kaivan jika lima ratus juta itu tidak diberikan padanya."

Kalani angkat suara. Wajahnya bersimbah air mata. Kilau kalung berlian miliknya kini tak mampu mencerahkan wajahnya seperti semula.

"Ayah sudah tidak punya uang lagi," kata Romi dengan nada lemas. "Tanah yang kemarin Ayah jual adalah aset terakhir yang keluarga kita miliki."

"Lani, sebaiknya kalung itu kamu jual kembali saja," saran sang Ibu.

"Tidak, Ibu," tolak Kalani tegas. "Aku sudah terlanjur bilang pada teman-teman ku jika aku akan memakai kalung ini saat menikah nanti."

"Tapi, kita tak punya pilihan lain, Lani. Ayahmu sudah menghabiskan semua aset keluarga kita demi dirimu. Sekarang, kita tak punya apa-apa lagi. Bahkan, tabungan kami juga sudah dikuras habis demi membiayai pernikahan mu dengan Kaivan."

Selly terlihat sudah putus asa. Demi si sulung yang paling mereka manjakan, dia dan suaminya sudah menghabiskan semua aset keluarga mereka.

Kalani ingin kuliah di kampus bergengsi di luar negeri, mereka jual tanah dan vila. Kalani ingin beli mobil, mereka sekali lagi menjual tanah mereka. Dan, sekarang Kalani ingin menikah dengan Kaivan, mereka juga rela menghabiskan tabungan masa tua mereka.

Bahkan, uang lima ratus juta yang diminta Seraphina juga mereka berikan kepada Kalani.

"Maka dari itu, Bu. Pernikahan ini harus tetap dilaksanakan. Tidak boleh batal." Suara Kalani melengking memenuhi ruangan.

"Kaivan, apa kamu bisa membantu kami?"

Pria yang sedari tadi diam dan sibuk dengan isi pikirannya sendiri itu kini mulai terusik. Dirinya ikut diseret dalam permasalahan yang sebenarnya bermula dari Kalani.

"Membantu apa, Ayah?" tanya Kaivan tak mengerti.

"Soal lima ratus juta itu. Bisakah kamu memberikannya pada Seraphina?"

Kaivan tersenyum kecut. "Maaf, Ayah. Soal itu, aku tidak bisa membantu. Hartaku sudah ku berikan separuh pada Seraphina. Yang tersisa tinggal sedikit. Jumlahnya hanya cukup untuk membayar separuh biaya pernikahan yang sudah kita sepakati."

"Kamu bisa jual rumahmu, Kaivan," usul Kalani.

"Tidak bisa," tolak Kaivan. "Orangtuaku tidak akan pernah setuju."

"Itu rumahmu. Orangtuamu tidak berhak ikut campur dalam masalahmu."

"Mereka berhak ikut campur, Lani," timpal Kaivan. "Karena, separuh dari uang untuk membeli rumah itu adalah hasil pemberian mereka."

Suasana kembali hening. Kalani menjambak rambut sendirinya. Dia benar-benar kesal. Sekali Seraphina memberontak, efeknya malah jadi sebesar ini.

"Besok Ayah dan Ibuku akan datang. Dan, jika Sera menunjukkan video perselingkuhan kita, maka semua akan benar-benar selesai, Lani."

Kaivan semakin menekan Kalani. Wanita itu harus tahu konsekuensi dari perbuatannya.

Jika orangtuanya tahu bahwa dia dan Kalani berselingkuh dibelakang Seraphina, maka restu itu tak mungkin bisa mereka dapatkan.

Kemungkinan besar, Kaivan juga akan dicoret dari daftar pewaris. Dan, hal itu tentu saja akan menjadi kerugian besar bagi dirinya dan Kalani.

"Dasar Seraphina j@lang!!" teriak Kalani. "Semoga kamu mati mengenaskan dengan cara diperkos@ preman menjijikkan di jalanan!!"

Plak.

Wajah Kalani tertoleh ke samping. Tamparan itu datang begitu cepat, keras, dan panas.

Kalani bahkan harus diam untuk beberapa saat. Dia berusaha mencerna segalanya. Berusaha memasukkan kejadian tadi sebagai sesuatu yang benar-benar nyata, bukan sekadar ilusi di kepalanya.

"I-Ibu..." lirih Kalani.

Air matanya semakin deras mengalir.

"Ibu tega menamparku? Apa salahku, Bu?"

"Kamu masih berani bertanya apa salahmu? Kamu sudah mengatakan hal yang tidak-tidak tentang adikmu!"

"Dia hanya sampah yang sedari awal tak pernah diinginkan dalam keluarga ini. Dia tak lebih rendah dari seekor anjing jalanan. Jadi, untuk apa Ibu harus membelanya, hah?"

"Dia juga anak kandungku, adikmu," teriak Selly murka. Air matanya ikut jatuh. Hatinya tercabik.

Untuk pertama kali, dia benar-benar mengerti kenapa Seraphina bisa berubah. Semua karena mereka yang memang tak pernah menunjukkan sikap hangat kepada Seraphina.

"Aku tidak akan pernah sudi menganggap Seraphina sebagai adikku! Tidak akan pernah." Ia menjeda sesaat. Berusaha menghirup oksigen sebanyak mungkin untuk memenuhi rongga dadanya yang terasa sesak.

"Kalian lihat saja! Kalau sampai Seraphina benar-benar membatalkan pernikahanku dengan Kaivan, maka aku akan bunuh diri! Aku akan mati didepan kalian agar kalian semua menyesal."

Kalani berteriak tak kalah kencang. Sepasang matanya memancarkan kebencian yang teramat mendalam.

Kaivan yang melihat semua hal itu hanya bisa mematung. Tak ia sangka, sosok yang ia anggap begitu lembut dan baik hati, ternyata memiliki sisi sekeras dan sekejam ini.

******

Keesokan harinya, tepat pukul sepuluh pagi, Romi memanggil Seraphina untuk turun ke bawah.

Alis Seraphina mengernyit. Belum apa-apa, atmosfer ketegangan sudah menyelimuti ruangan itu.

Wajah sang Ayah terlihat mengeras seperti batu. Ibunya hanya menatap sendu, seolah memohon sesuatu kepada Seraphina. Dan, seorang pria berbadan tambun dengan kalung emas berbentuk rantai yang sangat besar di lehernya menatap dengan senyuman lebar namun terlihat menyimpan ambisi dan kelicikan yang luar biasa besar.

"Ada apa?"

Sebelum bokongnya mendarat sempurna di sofa tunggal, suara Seraphina sudah terdengar.

Romi mendengkus. "Apa kamu benar-benar menginginkan uang lima ratus juta itu?"

"Tentu," angguk Seraphina.

Sang Ayah semakin terlihat kesal. Sekali gerakan cepat ,dia melemparkan sebuah map berisi sertifikat rumahnya diatas meja.

"Lihat baik-baik!" titah Romi. "Sekarang, sertifikat itu akan Ayah gadaikan kepada Tuan Charles. Beliau adalah rentenir yang terkenal paling kejam di kota ini. Dia tak segan-segan mengambil alih rumah kita jika nantinya Ayah terlambat mencicil hutang walau hanya sekali. Tapi, Ayah bisa apa? Kamu sangat menginginkan uang itu sementara harta satu-satunya yang kami punya hanya rumah ini."

Pemerasan moral, rupanya.

Seraphina tersenyum sinis. Dia menatap ke arah pria berbadan tambun itu. Saat tatapan mereka berdua bertemu, pria itu mengangguk, seolah memberi isyarat agar Seraphina tidak berubah pikiran.

"Lalu, maksud Ayah menyampaikan hal ini padaku, apa?" Seraphina bertanya dengan tatapan polosnya.

Romi gelagapan. Dia tak menyangka jika Seraphina tak akan merasa bersalah sedikit pun.

Putrinya yang selalu peduli, kini benar-benar sudah hilang.

"Ayah hanya ingin kamu tahu darimana sumber uang itu berasal."

"Sekarang aku sudah tahu. Jadi, tunggu apa lagi? Segera selesaikan urusan Ayah dengan Tuan Charles agar uang itu bisa segera aku dapatkan."

"Sera, kau..."

Kelopak mata Romi mengerjap cepat. Awalnya,dia hanya iseng berdiri di pinggir jurang. Tapi, Seraphina malah datang dan mendorongnya hingga benar-benar jatuh.

"Cepatlah, Ayah! Tuan Charles tidak punya banyak waktu untuk menunggu. Benar begitu, Tuan Charles?"

Pria berbadan tambun itu tertawa. "Ya, itu benar. Kamu ternyata cukup cerdas dan pengertian, Nak!"

1
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
ucapannya ckckck🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 iya bener iblis dan setan berteman 👏👏👏
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
Bang sat! nya mantep benerrr 👍😄😄😄😄
bibuk Hannan & Afnan
memang tdk ada sejarahnya nama durhaka tersemat ke orang tua tp ke anak, dan orang tua yg macam kau tua Bangka Romi itu namanya dzolim, dzolim itu lebih sadis kejam dr durhaka.
bibuk Hannan & Afnan
berpura-pura menyayangi! ampun dah itu hatinya si tua Bangka Romi ck ck ck lucu amat ya ke anak kandung sendiri malah bilangnya berpura-pura menyayangi,
bibuk Hannan & Afnan
membebaskan Seraphina? kalani Thor bukan Seraphina kan yg dipenjara kalani bukan Seraphina
rahmah
ceritanya bagus memang jodohnya Sera itu Noah sama² mengalami ortu yg tidak memperdulikannya Sera ortunya pilih kasih sampai calon suaminya dan suaminya direbut sama kakanya aja ortunya malah mendukung dan menuruti semua keinginan kakaknya saja tapi sama Sera tidak begitu juga dg Noah ayahnya lebih memperdulikan istri barunya serta anak² tirinya daripada Noah anak kandungnya sendiri dan akhirnya Sera dan Noah bertemu di desa neneknya sera karena perkataan perkataan neneknya lah yg bilang "langit tak selamanya mendung" Sera dg sabar menjalankan kehidupan nya tapi Sera dan kalani itu pekerjaannya apa ya dan Marco kasihan belum dapat jodoh meskipun dia sudah jadi CEO tapi yg penting Sera dan Noah bahagia dengan keluarga kecilnya bersama Leo putranya dan orang² yg jahat semuanya kena karma masing²..🤗
Deals Service
sedih campur seng dan terharu. cerita nya bener" seru dan pokok nya nyes x di hati 🥲
Airin Mukherjee
awas bintitan to mata🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
👍👏👏👏 Sera keren
bibuk Hannan & Afnan
modus 😄😄😄
bibuk Hannan & Afnan
buwahahahaha🤣🤣🤣🤣🤣 ampun kamu Noah pantesan Marco selalu mengataimu suka tantrum
bibuk Hannan & Afnan
wkwkwk pewaris satu satunya konon, yg ada pewaris hutang keluarga Maherza kau kalani,
_@SisaNalar
begitulah cinta
Tha_Fiana
iya kak, maaf, typo... kadang otomatis dari keyboardnya,, dan kalau revisi kadang suka kelewat🙏🙏
bibuk Hannan & Afnan
Bumi lg
bibuk Hannan & Afnan: siap, dan jgn bosen ya thor sama komenku ngasih typo maaf 🙏 ya
total 2 replies
bibuk Hannan & Afnan
kok ada Bumi
maya ros
telapak tangan Kalani mungkin ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!