NovelToon NovelToon
The CEO'S Speed Limit

The CEO'S Speed Limit

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: seasoulune

Raelyn Elamora, mahasiswi cerdas yang keras kepala dan doyan balapan liar, mendadak lemas saat sang papa menjodohkannya demi melunasi utang. Calon suaminya adalah Alvarez Arran Danadiaksa CEO muda super dingin dan cekatan yang menguasai bisnis sekota. Raelyn bersumpah tidak akan tunduk pada si "balok es," sementara Alvarez punya seribu cara pintar untuk menjinakkan istri liarnya. Apakah si kepala batu bisa meluluhkan hati si raja es?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

Di sudut kamar, suara ketukan jemari pada kibor laptop mendadak berhenti. Alvarez meletakkan benda pipih itu ke atas meja kaca di samping sofa. Pandangannya lurus tertuju pada gundukan selimut di atas ranjang yang tampak bergerak-gerak gelisah.

Sebagai pria yang jeli, dia tahu betul sahabat istrinya tadi pasti telah mengatakan sesuatu yang sukses mengacaukan isi kepala Raelyn. Alvarez berdiri. Langkah kakinya yang tenang mendekati ranjang, lalu dia ikut naik dan mendudukkan diri di sisi kasur yang kosong.

"Kenapa?" tanya Alvarez, suaranya berat dan tenang.

Raelyn perlahan menurunkan ujung selimutnya hingga sebatas hidung, menyisakan sepasang mata bulatnya yang menatap Alvarez dengan pandangan canggung.

"Gpp," jawabnya singkat, terdengar sangat tidak meyakinkan.

Alvarez melirik draf kertas di samping bantal Raelyn yang belum tersentuh lagi sejak satu jam lalu.

"Kamu gak ngelanjutin skripsi kamu?" tanyanya lagi.

Raelyn seketika memasang wajah melas yang dibuat-buat, mencoba mencari simpati agar terbebas dari jerat kodingan hari ini.

"Besok lagi aja deh... kepala aku pusing banget rasanya," keluh Raelyn, beralih menggunakan kata 'aku' secara spontan karena energinya sudah habis untuk menahan malu.

Alvarez menatap dahi Raelyn sejenak.

"Mau aku pijit?" tawar pria itu lembut, sebuah tawaran langka yang mustahil didapatkan oleh rekan bisnisnya di luar sana.

Mata Raelyn sedikit berbinar. "Boleh deh," jawabnya pasrah.

Raelyn kemudian memosisikan tubuhnya berhadapan langsung dengan Alvarez yang kini ikut meluruskan kakinya di atas ranjang. Jari-jari panjang dan kokoh milik Alvarez perlahan bergerak menyentuh pelipis dan dahi Raelyn. Dengan ritme yang sangat teratur dan lembut, dia mulai memijat kepala istrinya.

Raelyn memejamkan matanya rapat-rapat, mengembuskan napas lega karena sentuhan tangan Alvarez benar-benar terasa sangat nyaman dan perlahan meredakan ketegangan di kepalanya.

Di sisi lain, Alvarez justru memanfaatkan momen ini untuk memandangi wajah istrinya sepuas hati. Dalam jarak sedekat ini, dia bisa melihat betapa halusnya kulit wajah Raelyn dan betapa cantiknya gadis itu saat sedang tidak memasang wajah garang menantang.

Merasakan pijatan di kepalanya sempat berhenti beberapa detik, Raelyn tiba-tiba membuka kedua matanya. Detik itu juga, dia mendapati Alvarez sedang menatapnya dengan pandangan mata yang teramat dalam dan tidak berkedip sama sekali.

Suasana di dalam kamar mendadak berubah menjadi sangat canggung dan sarat akan ketegangan yang mendebarkan. Demi mencairkan atmosfer yang terlalu intens itu, jiwa asal dan frontal Raelyn langsung keluar tanpa saringan.

"Lo kenapa, Al? Cantik ya gue?" ucap Raelyn asal, berniat menjahili suaminya.

Namun, di luar dugaan Raelyn, Alvarez tidak mengelak atau membalasnya dengan kalimat kaku seperti biasa. Pria itu justru mengangguk kecil, tatapan matanya sama sekali tidak beralih dari manik mata Raelyn.

"Hmm, cantik," ucap Alvarez jujur, suaranya terdengar sangat tulus dan rendah.

Deg.

Jantung Raelyn seketika terasa berhenti berdetak detik itu juga. Paru-parunya seolah kehabisan pasokan oksigen. Ucapan spontan dan jujur dari Alvarez benar-benar telak menghancurkan seluruh dinding pertahanan egonya. Raelyn mendadak membeku, tidak tahu harus merespons apa karena rasa malunya kini sudah melesat menembus atap tawang.

Mereka berdua saling bertatapan dalam keheningan yang begitu pekat. Alvarez perlahan mencondongkan tubuhnya, memajukan wajahnya dengan sangat pelan ke arah Raelyn. Sementara itu, Raelyn hanya bisa diam membeku di tempatnya, matanya bergerak liar namun tubuhnya seolah terkunci tidak bisa bergerak sedikit pun.

Jarak di antara mereka terkikis habis. Dan tiba-tiba...

Cup.

Alvarez mendaratkan sebuah ciuman lembut di bibir Raelyn. Sentuhan itu terasa begitu hangat dan mendebarkan, membuat seluruh sisa logika di otak cerdas Raelyn menguap begitu saja ke udara.

Namun, momen intim dan penuh debaran itu tidak bertahan lama. Suara pintu kamar yang terbuka secara tiba-tiba langsung menghancurkan segalanya.

Cklek!

bersambung.....

1
Muchammad Shobris
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!