NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:788.1k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Demi melindungi harga diri suaminya yang mandul, Larissa rela menanggung caci maki sebagai wanita mandul. Namun, pengorbanannya dibalas dengan surat cerai dan pengusiran kejam setelah sang suami memalsukan hasil medisnya demi bersanding dengan wanita lain.

Tiga tahun berlalu, dunia terguncang ketika Larissa bangkit sebagai istri dari CEO terkaya dan melahirkan dua anak yang sehat. Saat kebohongan masa lalu mulai terbongkar, giliran Larissa yang memegang kendali untuk membuat mantan suaminya merangkak dalam penyesalan seumur hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 - Transformasi sang asisten

Sebelum berangkat ke kantor, Bayu memberikan satu perintah yang tidak bisa dibantah. Megah Corp dijadwalkan menghadiri Gala Dinner Tahunan Asosiasi Korporasi Utama, sebuah perjamuan bisnis paling elite yang hanya dihadiri oleh jajaran konglomerat papan atas.

Sebagai asisten pribadi utama yang kini memegang kendali atas jadwal harian sang CEO, Larissa diwajibkan ikut hadir.

Tepat pukul lima sore, pintu paviliun Larissa diketuk. Atas perintah langsung dari Bayu, seorang desainer ternama ibu kota bersama tim penata rias terbaiknya datang untuk mempersiapkan wanita itu.

Kotak-kotak beludru besar berisi perhiasan berlian dan gaun-gaun eksklusif langsung digelar di atas ranjangnya.

Larissa membiarkan jemari terampil para profesional itu bekerja di wajah dan rambutnya. Tidak ada rasa cemas di wajah polosnya.

Dua jam berlalu, dan transformasi itu selesai tanpa cela.

Sesuai dengan arahan desainer yang ingin menonjolkan karakter dingin Larissa, sebuah gaun malam dari bahan sutra satin premium berwarna biru tua (midnight blue) membalut tubuhnya dengan pas.

Gaun berpotongan off-shoulder itu mengekspos garis leher dan tulang selangkanya yang jenjang dan putih bersih. Potongannya begitu elegan, tanpa payet berlebihan, tapi memancarkan kemewahan yang tenang dan berkelas.

Rambut panjang hitam milik Larissa disanggul modern dengan menyisakan beberapa helai halus yang membingkai wajahnya.

Penata rias sengaja memilih riasan wajah yang natural tapi tegas. Sapuan lipstik merah burgundi yang gelap di bibirnya berpadu kontras dengan sepasang mata gelapnya yang kini memancarkan aura tegas.

Sebagai sentuhan akhir, sepasang anting berlian minimalis terpasang manis di telinganya.

Larissa berdiri, menatap pantulan dirinya di cermin besar. Kecantikan aslinya yang selama lima tahun ini sengaja ditenggelamkan dan dianggap tidak ada oleh keluarga Baskoro, kini terpancar seutuhnya.

Dia bukan lagi Larissa yang bisa diinjak-injak; dia adalah sosok baru yang siap menghadapi musuhnya.

Di ruang tamu utama rumah utama, Bayu sedang berdiri tegak sambil membetulkan letak kancing manset kemeja hitam di balik setelan tuksedo miliknya. Aura karismatik langsung menguar kuat dari postur tubuhnya yang tinggi besar.

Harris berdiri dua langkah di belakangnya, memegang beberapa berkas penting yang akan dibawa.

Suara ketukan pelan dari arah pintu penghubung paviliun seketika mengalihkan perhatian mereka.

Pintu terbuka perlahan, dan Larissa melangkah masuk. Langkah kakinya yang beralaskan sepatu hak tinggi beludru hitam terdengar di atas lantai marmer.

Detik itu juga, suasana di dalam ruangan besar tersebut seketika sunyi.

Bayu yang sedang merapikan jam tangan mewahnya mendadak menghentikan gerakannya. Sepasang mata elangnya langsung terkunci pada sosok wanita yang berjalan mendekat ke arahnya.

Pria yang terkenal berhati es, yang tidak pernah sekali pun melirik para model papan atas atau putri konglomerat setelah istrinya meninggal, kini sempat kehilangan kata-kata.

Pandangan Bayu menyusuri setiap jengkal perubahan penampilan Larissa, mulai dari bagaimana gaun biru tua itu membentuk siluet tubuhnya dengan begitu anggun, hingga bagaimana riasan di wajah Larissa memancarkan pesona misterius.

Keindahan Larissa malam ini tidak hanya memanjakan mata, tapi juga mengintimidasi siapa saja yang berani menatapnya.

Harris yang berdiri di sudut bahkan sampai menahan napas karena kagum, sebelum buru-buru menundukkan kepalanya demi menjaga kesopanan.

Larissa berhenti tepat dua langkah di hadapan Bayu. Dia sedikit menundukkan kepalanya dengan sopan. "Saya sudah siap, Pak. Apakah penampilan saya sudah cukup rapi?"

Bayu menarik napas dalam-dalam, menstabilkan detak jantungnya yang sempat berdegup di luar kendali selama beberapa detik. Dia mengontrol kembali ekspresi wajahnya, lalu berdeham pendek untuk mengembalikan suara beratnya.

"Lebih dari rapi, Bu Larissa," ujar Bayu, sepasang matanya menatap tajam langsung ke dalam bola mata wanita itu.

Pria itu mengulurkan lengan kanannya yang kokoh ke arah Larissa. "Mari pergi. Acara malam ini sudah menunggu kita."

Larissa tersenyum tipis, sebuah senyuman cantik yang menyimpan kilat bahaya. Dia mengulurkan tangan kirinya, menyelipkan jemarinya dengan sangat anggun di sela tekukan lengan Bayu, membuat mereka terlihat sebagai pasangan mitra yang luar biasa serasi dan berwibawa.

Gala dinner tahunan itu digelar di dalam grand ballroom sebuah hotel bintang lima. Kemewahan malam itu berada di level tertinggi; pilar-pilar ballroom dilapisi kristal yang memantulkan cahaya keemasan dari lampu gantung raksasa di langit-langit, sementara musik simfoni klasik mengalun lembut mengiringi obrolan ratusan pengusaha papan atas, pejabat, dan kaum sosialita kelas atas.

Di sudut aula yang agak jauh dari panggung utama, tampak sosok Bram dan Vera. Berkat sisa-sisa koneksi lama mendiang ayah Bram, mereka berhasil mendapatkan dua lembar undangan kelas dua, posisi meja yang terletak di barisan belakang, jauh dari lingkaran elite utama.

Bram mengenakan setelan jas lamanya yang diusahakan agar terlihat baru, sementara Vera mengenakan gaun payet merah menyala yang terlalu mencolok, berusaha keras menarik perhatian para fotografer yang berlalu-lalang.

Tapi tidak ada satu pun pengusaha besar yang mau mendekati meja mereka; reputasi Baskoro Konstruksi yang dikabarkan sedang goyah membuat mereka dijauhi.

"Mas Bram, lihat itu... di meja VIP depan, itu kan jajaran menteri," bisik Vera sambil meminum sampanye di gelasnya.

Dia berusaha keras mengalihkan ketakutannya dari ancaman tes kesuburan Ibu Maya, yang tadi pagi terpaksa dia tunda dengan alasan mendadak pingsan di kamar mandi.

"Kalau saja perusahaan kita bisa masuk ke lingkaran itu, kita tidak perlu pusing lagi dengan urusan internal di rumah."

Bram tidak menyahut. Pria itu hanya menatap barisan meja depan dengan pandangan penuh rasa iri. Egonya terluka karena malam ini dia hanya dianggap sebagai penonton kelas teri.

“CEO tertinggi Megah Corp, Tuan Bayu Wicaksono, telah tiba di aula utama.”

Suara pengumuman dari protokoler resmi di depan pintu masuk ballroom seketika memotong seluruh jalannya obrolan di dalam ruangan.

Ratusan hadirin langsung terdiam. Seluruh kepala otomatis menoleh ke arah pintu masuk utama yang dijaga ketat oleh belasan pengawal.

Pintu ganda setinggi lima meter itu dibuka lebar dari luar.

Bayu melangkah masuk terlebih dahulu. Postur tubuhnya yang tegap dan wibawanya sebagai salah satu miliarder terkaya langsung mengunci fokus seluruh ruangan.

Tapi yang membuat semua orang di dalam ballroom malam itu seolah menahan napas adalah sosok wanita yang berjalan anggun di sampingnya, sambil menggandeng erat lengan sang CEO.

Larissa melangkah membelah karpet merah ballroom dengan kepala tegak. Gaun sutra nya menyapu lantai dengan anggun. Setiap langkah kakinya memancarkan pesona yang begitu memikat, dingin, dan sangat berwibawa.

Kilatan lampu kamera dari para jurnalis langsung meledak bertubi-tubi, menerangi sosok Larissa yang tampak begitu bercahaya di samping Bayu. Ratusan pasang mata para konglomerat dan sosialita saling berbisik panik, mempertanyakan siapa sosok wanita yang berjalan bersama pria es Megah Corp itu.

Di sudut barisan belakang, Bram dan Vera ikut menoleh karena penasaran.

Namun, begitu sepasang mata mereka menangkap dengan jelas wajah wanita yang sedang menggandeng lengan Bayu di bawah sorotan lampu utama... seluruh tubuh Bram dan Vera seketika kaku.

Gelas kristal di tangan Vera bergetar hebat hingga beberapa tetes sampanye tumpah membasahi gaun merahnya. Sementara itu, rahang Bram seolah merosot jatuh dengan sepasang mata membelalak lebar karena syok dan hancurnya ego yang luar biasa dahsyat.

Wanita yang malam ini tampil begitu memikat dan berdiri di puncak tertinggi kota bersama penguasa Megah Corp adalah Larissa.

Mantan istri yang mereka usir dengan keji ke jalanan di tengah hujan deras sebagai wanita mandul tak berguna. Badai pembalasan kini telah resmi menampakkan wujudnya tepat di depan wajah mereka.

Bersambung

1
Maria Goretti Ponto
Sungguh kejam sekali yg dialami Bram
Sebegitunya smpi diusir dr Jkt kota kelahiran nya
Apa tdk ada maaf baginya
Walaupun dia bersalah ttp cukup sdh penderitaan yg dialami dgn disita seluruh hartanya
Smg Bram dpt bangkit kembali utk. meraih kejayaannya lg
Desi Linda Saputri
betul harusnya dimiskinkan saja udah cukup
lahhh ini mah dosanya bu Maya sama bram diampuni
malah si Bayu sama larisa yang nanggung dosa mereka
walaupun cuma fiktif tapi menurut aku ini terlalu kejam
dini handayani
dri semua novel yg saya baca ini yg paling kejam
Husnita Lala
ada ngga yg tau novel yg menceritakan pernikahan kontrak tapi pemeran cowonya ini blm bisa mufoon sama cinta pertamanya yg hilang di lautan, mereka kaya nikah terpaksa begitu klau ada yg tau bisa spill judul dong🙏
Ken L
larisa jadi manusia jahat ya. Tuhan aja Maha pengampun
Ken L
Bayu sombong amat sih. besok juga bisa miskin jika Tuhan berkehendak
Pujierde
simpan tuh pesan bisa jadi suatu saat bisa dipake itu chat
Evy
Hasil dari merebut hanya bisa dinikmati sebentar saja..
Jeon Kookie
lagi promo novel baru ya thor😁
Jeon Kookie
eeeeeaaaa....😆
Pujierde
berarti mita bukan seorang sahabat donk, klo sahabat yg baik tentu akan menolong temannya yg sedang tidak baik
Jeon Kookie
sabun mandi murah nggk tu 😆
Pujierde
mw ikutan komen ah kak authot soalnya kezel liat larissa seharusnya sebagai seorang wanita ngapain hasil itu ditunjukan ke si kupret itu lebih baik dijadikan senjata buat kepengadilan biar dapet harta gono gini hasil dari pernikahan 5 tahun jadilah wanita yang cerdas jangan mw dibego"in sama tuh kupret kamu didorong ke rs minta visum, foto yg dikirim temen kamu jadi bukti klo si kupret selingkuh
Jeon Kookie
lana siapa si thor 😆
Evy
Mendiang istri telah tiada... harusnya istri yang telah tiada karena kata mendiang itu pasti seseorang yang telah tiada,.tidak perlu mendiang dan tiada itu didalam satu kalimat..tapi mantap Thor.. ceritanya bagus kok...
Zeylina Alzia A.E.
💪
Win Ning
sampai segitunya ya....
Win Ning
kasihan juga... sampai segitunya penderitaan Bram... maafkan dan biarkan saja takdir yg bicara
atulyaas
thorr ini beneran karakter Bayu sama Larissa dibuat sejahat ini??😭 udaaa thor kasian udahh itu bram😭
Win Ning
kasihan juga ya
atulyaas: sebenernya iya tapi salah sendiri udh enak dapet kerja malah berani²nya nemuin larissa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!