Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
"Mau di letak kan di mana semua ini mbok?" Tanya pak Syam.
"letak kan saja semua nya di dalam kamar saya pak Syam!" Jawab Mbok Nah.
"Baik mbok!" Jawab Pak Syam.
Pak Syam tahu mana yang benar dan yang salah, dia tahu seperti apa kelakuan Wina. Pak Syam sudah lama ikut keluarga pak Beni bekerja.
Dulu dia melihat sendiri bagai mana majikan nya yang hampir meregang nyawa karena di tinggal kan oleh wanita itu, dan kini Wina datang lagi untuk menghancurkan rumah tangga nya sang majikan nya dengan istri nya. Jelas pak Syam tidak akan mendukung nya, tapi untuk membantah nya juga dia tidak punya keberanian.
"Sebaik nya aku simpan saja semua foto - foto ini, siapa tahu nanti bisa menyadarkan kembali pak Erlan dari pengaruh buruk wanita tidak tahu malu itu!" Guman Mbok Nah sambil menyusun semua gambar - gambar itu di dalam kamar nya.
"Semoga suatu hari bu Kania dan pak Erlan kembali bersatu, ku harap Pak Erlan segera menyadari bahwa Wina hanya memanfaatkan nya saja!" Guman Mbok Nah sambil memandangi satu persatu gambar itu.
Sementara itu di ruang tamu, Wina tersenyum puas. Dia melihat tidak ada satu pun lagi foto pernikahan Erlan dan Kania, dia lalu menyusuri ruangan lain untuk memastikan bahwa memang tidak ada lagi foto Kania di sana.
"Bagus, tidak ada pagi jejak wanita kampung itu di rumah ini. Rumah ini hanya pantas di isi oleh foto - foto ku dan Erlan saja!" Guman Wina sambil tersenyum puas.
Setelah itu dia langsung bergegas pergi ke kamar nya Erlan, saat ini Erlan sedang tidur pulas. Wina melihat foto pernikahan Erlan dan Kania yang berada di atas nakas, Wina langsung mengambil nya lalu membuang nya ke dalam kotak sampah.
"Ini yang terakhir, tidak akan ada lagi jejak wanita itu di rumah ini!" Ujar Wina pada diri nya sendiri.
Hari sudah siang, Wina langsung pulang ke rumah orang tua nya. Saat ini dia merasa sudah menang karena berhasil membuat Erlan membuang istri sah nya demi diri nya.
"Aku harus kasih kabar gembira ini sama Papa dan Mama, mereka pasti senang. Mas Erlan pasti akan memberikan suntikan dana untuk perusahaan Papa, dengan begitu aku yakin perusahaan Papa tidak akan bangkrut!" Wina bermonolog pada diri nya sendiri.
Erlan terbangun dari tidur nya saat Kania sudah pergi, dia merasa haus. Erlan lalu mengulurkan tangan nya ke atas nakas, meraih gelar berisi air putih yang biasa nya selalu tersedia di sana. Tapi kali ini tangan nya tidak berhasil meraih gelas itu, karena memang tidak ada gelas di atas nakas itu.
"Kania, aku haus Kania!" Panggil Erlan.
Hening, tidak ada jawaban sama sekali. Erlan baru sadar jika saat ini dia sudah mengusir Kania dari rumah ini, dan entah kenapa Erlan merasa ada sudut hati nya yang kosong karena kepergian Kania.
Erlan segera turun dari tempat tidur, dan dia melangkah kan kaki nya menuju ke lantai bawah. Tapi saat berada di ruang keluarga, Erlan merasa seperti ada sesuatu yang hilang di sana. Erlan mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut ruangan, dia baru sadar jika semua foto - foto pernikahan nya dan Kania sudah tidak ada lagi di sana.
"Mbok Nah,,,,!" panggil Erlan dengan suara lantang.
Mbok Nah yang saat ini sedang berada di dapur, bergegas menghampiri sang majikan.
"Iya pak, apa yang bisa mbok lakukan?" Tanya mbok Nah sambil membungkuk kan badan nya di hadapan Erlan.
"Di mana semua foto - foto yang ada di sini?" Tanya Erlan pada mbok Nah.
"Semua nya sudah di buang pak, sesuai dengan permintaan Non Wina!" Jawab Mbok Nah dengan jujur.
"Apa? Jadi Wina yang sudah membuang semua nya?" Tanya Erlan lagi
"Iya benar sekali pak!" Jawab Mbok Nah lagi.
Erlan ingin marah, tapi rasa cinta nya pada Wina terlalu besar. Sehingga dia tidak bisa menolak apapun yang di lakukan oleh wanita itu, tapi kenapa sekarang justru Erlan yang merasakan ada sesutu yang hilang dari dalam diri nya setelah kepergian Kania.
"Buat kan aku minuman dingin mbok!" Perintah Erlan pada mbok Nah.
"Baik pak!" Jawab mbok Nah.
Erlan segera menghempaskan tubuh nya di atas sofa, sedangkan mbok Nah langsung pergi ke dapur menyiapkan minuman untuk majikan nya.
"Silahkan pak!" Mbok Nah meletakkan segelas minuman dingin di meja tepat di hadapan Erlan.
Mbok Nah tidak ingin berlama - lama, dia ingin meneruskan pekerjaan nya di dapur. Tapi Erlan menghentikan langkah kaki nya, dengan menanyakan keberadaan Kania.
"Mbok, Kania bilang sama mbok mau pergi kemana?" Tanya Erlan.
"Bi Kania tidak bilang - bilang dia mau pergi kemana pak!" Jawab Mbok Nah dengan jujur.
"Apa dia pergi ke pondok tempat orang tua nya, mbok?" Kembali Erlan bertanya.
"Entah lah, mbok juga tidak tahu pak!" Jawab Mbok Nah sambil menunduk kan kepala nya.
"Ya sudah, mbok bisa lanjutkan pekerjaan mbok kembali!" Erlan berkata pada mbok Nah.
Mbok Nah langsung bergegas pergi dari hadapan Erlan, dia kembali ke belakang.
'Kemarin saja sok - sok an mau mengusir bu Kania, baru aja sehari udah di cariin. Kalau cinta mah mending ngaku aja!' Cibir mbok Nah di dalam hati.
Mbok Nah lalu meneruskan pekerjaan nya di dapur, tapi hati dan fikiran nya saat ini tertuju pada Kania.
'Semoga saja pak Erlan dan bu Kania batal berpisah, karena jika itu sampai mereka benar berpisah, maka aku juga akan pergi dari rumah ini. Aku tidak sudi punya majikan seperti Bu Wina!' Batin Mbok Nah di dalam hati.
Mbok Nah berniat untuk pulang kampung saja jika memang Erlan akan menikah dengan Wina, dia tidak mau punya majikan wanita jahat seperti Wina. Dia sudah melihat nya sendiri, bagai mana Erlan hampir kehilangan nyawa nya gara - gara wanita itu.
'Semoga saja bu Kania dan pak Erlan berjodoh hingga surga Nya, amit - amit aku punya majikan seperti bu Wina!' Mbok Nah bergidik ngeri di dalam hati.
Sementara Erlan saat ini tengah memikir kan Kania, entah kenapa baru saat ini dia mengkhawatirkan Kania.
'Semoga saja Kania baik - baik saja, tidak seharusnya aku mengusir nya dari rumah. Dia tidak punya siapa - siapa di kota ini. Bagai mana jika terjadi sesuatu pada nya, apa yang bisa ku katakan pada orang tua nya?' Batin Erlan di dalam hati.
Hari ini Erlan baru saja menyadari bahwa diri nya bersalah pada Kania, entah kenapa tiba - tiba di merindukan kehadiran Kania. Padahal selama ini dia selalu bersikap cuek dan dingin pada Kania, saat Kania sudah tidak ada baru lah dia menyadari kesalahan nya.
mudah2han rujuk lagi sama erlan
tapi erlan hrs berjuang dulu
Jangan lama-lama Up lagiii 😘😍
bikin ancur aja tuh mereka berdua pak Beni 👍😡