NovelToon NovelToon
Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Saat membuka mata kembali, Aruna mendapati dirinya hidup kembali, terbangun di masa lalu, tepat sebelum segala kehancuran dalam hidupnya dimulai.

‎Dengan ingatan yang masih utuh akan luka dan kematiannya, dia berjanji akan membuat Rafael dan semua orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan berkali lipat lebih berat.

Di tengah rencananya yang penuh dendam itu, Aruna mencari kembali Zeffrano - pria dingin, misterius, dan berkuasa yang di kehidupan sebelumnya pernah dia tolak lamarannya.

‎"Kali ini bukan lagi aku yang ada di bawah kakimu. Kali ini, akulah yang akan berdiri di puncak tertinggi bersama orang paling berkuasa di kota ini." ~ Aruna Kirana Dirgantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Aruna berjalan menuruni tangga, gaun merah anggur yang dikenakannya jatuh berlipat indah hingga menyentuh lantai, menonjolkan lekuk tubuhnya yang ramping dan anggun. Rambut panjangnya ditata sederhana, dibiarkan terurai jatuh lembut di bahu, dengan sedikit ikal di ujungnya. Riasan tipis menambah kesan matanya yang bersinar indah, seolah ada bintang yang tersembunyi di baliknya.

‎‎Zeffrano yang sedari tadi berdiri membelakangi ruangan berbalik perlahan. Tatapannya terkunci pada sosok wanita itu, napasnya tertahan sejenak. Dia menatap Aruna dari ujung kaki hingga ke ujung kepala, sorot matanya berubah lembut, hangat, dan penuh kekaguman yang tak disembunyikan. Pria itu berjalan mendekat, mengulurkan tangannya dengan gerakan pelan.

‎‎"Kamu sangat indah, Aruna," ucap Zeffrano lirih, suaranya terdengar serak seolah terpesona. "Lebih indah dari apapun yang pernah ada di bayanganku."

‎‎Aruna tersenyum malu, menerima uluran tangan itu. Jari-jarinya saling bertaut, merasakan genggaman hangat dan kokoh yang membuat rasa aman menjalar ke seluruh tubuhnya.

‎‎"Terima kasih, Zeff. Gaunnya sangat cantik. Dan terimakasih untuk kehadiranmu, untuk perlindunganmu," jawab Aruna pelan, matanya menatap lekat wajah tampan di hadapannya itu.

‎‎Zeffrano tersenyum, lalu mengusap punggung tangan Aruna dengan ibu jarinya lembut. "Tidak perlu berterimakasih. Apapun yang kulakukan, itu karena aku menginginkannya. Ayo kita berangkat."

‎‎Mereka pun berjalan keluar beriringan. Mobil mewah yang sudah terparkir di depan rumah melaju pelan membelah jalanan kota, menuju sebuah restoran mewah yang terletak di puncak gedung tinggi, dengan pemandangan seluruh kota yang berkilauan di bawah sana. Tempat itu dikenal sangat eksklusif, hanya bisa dimasuki oleh mereka yang memiliki nama besar atau kekayaan melimpah.

‎‎Sesampainya disana, mereka diantar ke meja paling sudut, meja dengan pemandangan terbaik, sedikit terpisah dari pengunjung lain demi menjaga privasi. Suasana di dalam restoran itu hangat, diterangi cahaya lilin dan diiringi alunan musik biola yang lembut.

‎‎Setelah pelayan pergi meninggalkan mereka berdua, Zeffrano menatap Aruna di seberang meja. Dia menyandarkan punggungnya santai, namun tatapannya tetap fokus pada wanita itu.

‎‎"Kamu suka tempatnya?" tanya Zeffrano lembut.

‎‎Aruna mengangguk antusias, matanya berbinar melihat sekeliling. "Sangat suka, Zeff. Tempatnya indah sekali. Suasananya damai. Rasanya seperti kita berada di dunia yang berbeda, jauh dari semua masalah di luar sana."

‎‎"Memang itu tujuanku," jawab Zeffrano pelan, tangannya menjangkau melewati meja besar itu untuk menggenggam jemari Aruna yang tergeletak di atas kain putih. "Melihatmu yang seperti ini, membuatku lupa jika kamu pernah menolakku, Aruna."

‎‎Aruna sedikit terkesiap mendengarnya, "Zeff... tapi aku sekarang benar-benar mencintaimu. Aku tidak---"

‎‎"Sudahlah," potong Zeffrano cepat, menarik tangannya kembali dan mengangkat gelas anggurnya. "Aku tidak ingin merusak momen malam ini dengan obrolan seperti ini. Jangan khawatir, aku selalu menepati janji. Aku akan tetap membantu dan melindungimu meskipun kamu tidak akan pernah mencintaiku."

‎‎Aruna tak menjawab, semua ini terlalu tiba-tiba hingga mungkin Zeffrano tidak akan semudah itu percaya dengan ungkapan cintanya. Dia akan lebih bersabar dan terus menunjukkan perasaannya sampai pria ini benar-benar percaya bahwa di kehidupan ini hanya Zeffrano yang dia inginkan untuk selalu berada disisinya.

‎‎-

‎-

‎‎Di meja yang sedikit jauh, namun masih dalam jangkauan pandangan, Rafael duduk dengan tubuh kaku. Di hadapannya, Tania terlihat cantik dengan gaun berwarna cream, sedang memotong steak di piringnya dengan tenang, sesekali tersenyum manis. Namun senyum itu lenyap begitu dia melihat perubahan raut wajah kekasihnya.

‎‎"Ada apa, Sayang? Kenapa wajahmu---"

‎‎"Lihatlah mereka berdua," desis Rafael dengan suara rendah dan penuh emosi, matanya menyala penuh api kebencian. "Aruna sekarang benar-benar berubah, dia bahkan berani keluar dan makan malam romantis dengan pria lain disaat aku ini masih menjadi kekasihnya,"

‎‎Tania menghentikan makannya sejenak. Dia mengikuti arah pandangan Rafael, lalu bibirnya melengkung membentuk senyum sinis yang dingin. Dia menaruh alat makannya perlahan, lalu mengelap bibirnya dengan tisu sebelum berbicara.

‎‎"Kamu jangan emosi begitu, Sayang. Ingat posisi kita disini," bisik Tania pelan, tangannya bergerak menyentuh lengan Rafael untuk menenangkan, padahal di dalam hatinya dia pun membara cemburu melihat Rafael begitu memperhatikan Aruna. "Akupun tidak mengerti, mengapa orang berkuasa seperti tuan Zeffrano bisa menyukai wanita polos dan tidak menarik seperti Aruna."

‎‎Rafael menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi, tangannya mengepal kuat di sisi tubuhnya. "Aku tidak terima. Aku benar-benar tidak terima! Aruna hanya milikku, dan hanya akan menjadi milikku!"

‎‎Dia kembali menatap tajam ke arah Aruna yang sedang tertawa, "Aku akan kesana untuk membuat perhitungan dengannya!"

‎‎"Jangan bodoh, Rafael." suara tegas Tania menghentikan pergerakan Rafael, "Kamu sendiri yang bilang jika papaku memintamu untuk membujuk tuan Zeffrano supaya mau bekerjasama dengan perusahaan kita. Jika kamu kesana dan membuat keributan sekarang, jangan harap tuan Zeffrano akan setuju untuk diajak bekerjasama. Dan kamu tahu betul apa konsekuensinya jika kali ini kamu sampai gagal lagi."

‎‎Tubuh Rafael seketika lemas, bayangan wajah Tuan Hendrawan melintas di benaknya. Suara berat dan ancaman pria tua itu siang tadi masih terdengar jelas di telinganya. Dia menelan ludah susah payah, napasnya masih terasa berat.

‎‎Tania yang melihat perubahan itu segera menangkap peluang. Dia mencondongkan badan sedikit mendekat ke arah Rafael, suaranya menjadi lebih lembut namun beracun.

‎‎"Kamu ingat sekarang, kan? Ingat apa yang papaku katakan siang tadi?" ucap Tania pelan, matanya berkilat jenaka. "Kamu tidak boleh marah, apalagi sampai bertindak sembarangan. Justru keberadaan Aruna disisi Zeffrano adalah kesempatan emas bagimu."

‎‎Rafael menoleh bingung, menatap kekasihnya itu. "Maksudmu?"

‎‎"Lihatlah bagaimana Aruna bisa sedekat itu dengan tuan Zeffrano. Itu artinya pintu kesempatan kita ada di depan mata," bisik Tania sambil tersenyum licik.

‎‎Mata Rafael sedikit membelalak, mulai mengerti arah pikiran wanita itu.

‎‎"Tugasmu sekarang adalah mendekatkan diri kembali pada Aruna, membujuk Aruna agar Zeffrano mau bekerjasama dengan kita. Anggap saja kesempatan emas ini jatuh begitu saja ke pangkuanmu," lanjut Tania antusias, matanya berkilat penuh rencana jahat.

‎‎Rafael menghela napas panjang, berusaha mengumpat amarahnya jauh ke dalam dada. Dia memijat pelipisnya yang berdenyut kencang.

‎‎"Kamu benar, Sayang." gumam Rafael getir. Dia menatap Tania dengan tatapan berat. "Besok aku akan pergi menemui Aruna dan coba membujuknya. Dia kekasihku, dan aku yakin dia masih sangat mencintaiku. Aruna pasti akan melakukan apapun yang aku perintahkan."

-

-

-

Bersambung...

1
〈⎳ FT. Zira
niatnya lain kyknya
〈⎳ FT. Zira
masih punya stok drama ternyata/Sweat/
〈⎳ FT. Zira
pingsan aja.. gak ada yg larang kok
〈⎳ FT. Zira
eaaa... rayuannya bang... meleleh hatiku
〈⎳ FT. Zira
zekarang minta maaf , yg kemarin percaya diri mana wajahnya/Drowsy/
〈⎳ FT. Zira
otak mereka mana nyampe.. tau nya kan cuma ngambil yg bukan hak nya doang🤧
W I 2 K
idihhhhhh nyebelin banget kamu tania... celamitan.... sok²an mau ngelakuin apa aja....
〈⎳ FT. Zira: giliran di suruh nuduh "kamu tega!" hwakkk/Sob/🤣🤣🤣
total 2 replies
W I 2 K
mimpi terindah... khayalan belaka....
bangun woyyyy... bangun Tania... udah siang..... mimpinya dilanjut si balik jeruji aja... 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Perlu diceburkan ke comberan sepertinya dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
secangkir kopi sm Sajen bunga sekebon meluncur.. biar authornya tambah cemangat....... 💃
🔥Violetta🔥: Wah... terimakasih banyak kakak /Grin//Pray/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
langsung ciut🤣
〈⎳ FT. Zira
siap siap bangun dari mimpi dengan seember air yak🤣
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
Faunai siapa??? apa itu panggilan?
〈⎳ FT. Zira
bicaramu sungguh manis bang/Hammer//Hammer//Hammer/
〈⎳ FT. Zira
tinggikan saja percaya dirimu.. semakin tinggi semakin sakit saat jatuh🤧
W I 2 K
slow Rafael.... baru juga disedot dasar bumi.... belum sedot dasar neraka kan... aman.. aman... aman..
🔥Violetta🔥: astaga 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
dateng zeff... siapa tau kejutannya bikin terkejot.. kejott.... 🤣
🔥Violetta🔥: Zeff langsung guling-guling di ranjang... ehhh 🤭🤭🤭
total 3 replies
W I 2 K
astaga drama apa lagi Rafael... mimpi mana lg yg km mau gapai... nanti jatuh sejatuhnya sakit loh🤭
🔥Violetta🔥: EEEE.... AAAAA 💃💃💃💃🕺🕺🕺🕺
total 7 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa..
kisah balas dendam yang ditulis dengan apik. definisi wanita bisa melakukan apa saja setelah disakiti, bisa bangikit dan kuat dari rasa dakit yang sudah diterima.
kisah ini memang reinkarnasi, tapi mengajarkan jika kesempatan itu bisa datang dua kali,
karyamu luar biasa Kak..
semangat berkarya😍😍😍
🔥Violetta🔥: Wah, terimakasih banyak kakak /Pray//Grin/ Semangat juga untuk kakak /Good/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mimpi Rafael ternyata belum berakhir🤧🤧
🔥Violetta🔥: Berakhirnya kalau sudah mau end 🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mokondonya kental dong ya Rafael ini🤧
〈⎳ FT. Zira: rujak biar asem, enak di makan. lah rafael di mana bagian enaknya../Silent//Silent/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!