NovelToon NovelToon
Dewa Abadi

Dewa Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Misteri
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di dunia kultivasi yang kejam dan tak berbelas kasih, takdir mengikat dua jiwa dari dunia yang sepenuhnya berbeda: Zeng Niu, seorang pemuda berdarah dingin dari kelas bawah yang mewarisi Dao Bencana dan Petir Hukuman Langit, serta Zhao Ying, putri dari Tiran Ketiadaan Surga Atas yang jatuh ke dunia fana dengan kultivasi yang tersegel.

Terdampar di Benua Selatan yang dipenuhi kabut dan kutukan, keduanya harus bertahan hidup dari buruan ahli Nascent Soul dari Suku Li Kuno. Perjalanan berdarah melintasi Hutan Seratus Ribu Gunung Siluman hingga ke gelapnya Kota Reruntuhan Tanpa Tuan memaksa Zeng Niu untuk terus mendobrak batas fisiknya demi menjadi perisai bagi sang dewi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Penguasa Angin Merah

Tirai perak dimensi melemparkan tiga siluet manusia ke dalam sebuah gang sempit yang berbau arak bambu dan kayu pinus basah.

TAP.

Sepatu Zeng Niu menyentuh lantai batu yang kokoh. Udara di sekitarnya tidak lagi dipenuhi kabut busuk atau hawa kematian, melainkan energi spiritual murni dan segar khas aliran ortodoks. Mereka telah tiba di perbatasan Benua Utara.

Di sebelah Zeng Niu, Zhao Ying merapikan gaun sutranya, sementara Qian Fugui langsung sujud mencium tanah berbatu itu sambil menangis haru. "Oh, udara segar Benua Utara! Hidung Daoist ini akhirnya bebas dari bau mayat!"

Gang sempit itu ternyata berada tepat di samping sebuah kedai arak kayu yang tampak tua dan sepi. Papan namanya yang miring bertuliskan Kedai Angin Merah. Karena perjalanan melintasi ruang menguras banyak energi fana mereka, ketiganya memutuskan melangkah masuk ke dalam kedai tersebut untuk beristirahat.

Kedai itu sangat sepi. Hanya ada seorang pelayan yang sedang tertidur di meja kasir, dan di sudut ruangan yang remang-remang, duduk seorang pria tua berjubah abu-abu sederhana. Pria tua itu menuangkan arak ke cawannya sendiri dengan gerakan yang sangat lambat dan santai.

"Hei, Pelayan! Bawakan tiga kati daging sapi dan arak bambu terbaikmu!" seru Fugui, menggebrak meja kosong, lagaknya kembali menjadi kultivator arogan setelah merasa aman di benua asalnya.

Zeng Niu duduk di kursi kayu, menyandarkan Bilah Penebas Tulang ke meja. Ia memejamkan matanya, merasakan percikan gembira dari Lei Ling di Lautan Kesadarannya yang kembali bisa menyerap Qi murni dunia ini.

Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama.

"Sebuah Dantian yang dijahit paksa menggunakan racun, fisik fana yang menyembunyikan tulang berkarat, dan sebilah pedang peminum darah yang terbuat dari tulang dewa masa lalu..."

Suara yang berat dan tenang terdengar dari sudut kedai. Pria tua berjubah abu-abu itu tidak menoleh, namun kata-katanya menggema langsung ke dalam gendang telinga mereka bertiga.

Zeng Niu seketika membuka matanya. Niat Membunuhnya meledak seketika! Tangannya langsung mencengkeram gagang pedang besarnya.

Pria tua itu menghentikan gerakan cawannya, lalu tertawa pelan. "Oh? Dan ada seorang gadis roh petir kecil yang sangat pemarah di dalam Lautan Kesadaranmu. Sangat langka. Sayangnya dia terlalu cerewet."

Deg!

Zeng Niu merasa seolah disiram air es dari puncak kepalanya. Di dalam Lautan Kesadarannya, Lei Ling yang tadinya sedang menggerutu tiba-tiba menjerit ketakutan hingga suaranya serak!

"Zeng Niu!! Jangan bergerak! Jangan bernapas terlalu keras!" jerit Lei Ling panik, tubuh miniaturnya gemetar bersembunyi di balik teratai petir. "Orang tua ini... kultivasinya tidak ada batasnya! Aku merasa seperti telanjang bulat di bawah tatapannya! Dia hanya perlu menjentikkan debu untuk menghancurkan jiwa kita!"

Zeng Niu membeku. Ia menggunakan Persepsi Roh miliknya untuk menatap pria tua itu. Namun, yang ia rasakan hanyalah kekosongan. Pria itu terasa seperti manusia fana biasa tanpa kekuatan, namun instingnya berteriak bahwa jika ia menghunus pedangnya, ia akan mati sebelum tangannya bergeser satu inci.

Tingkat kultivasi pria tua ini sangat tinggi, begitu tingginya hingga telah Kembali ke Alam!

Pria tua itu mengangkat wajahnya, menatap lurus ke arah Zeng Niu. Matanya memancarkan kedalaman miliaran tahun cahaya. Ia lalu menatap Zhao Ying, mengangguk pelan penuh hormat. "Aroma Ketiadaan dari Semesta Lain. Sungguh tamu yang tak terduga datang ke kedai burukku."

Mendengar itu, Zhao Ying ikut tertegun. Di dunia fana ini, hampir tidak ada yang tahu tentang Surga Atas!

"Siapa Anda, Senior?" tanya Zeng Niu, menekan arogansinya dan berbicara dengan nada penuh kewaspadaan. Ia melepaskan cengkeramannya dari gagang pedang.

Pria tua itu tersenyum misterius. Ia mengibaskan tangannya, dan tiba-tiba saja, jarak ruang di antara meja mereka terlipat. Pria tua itu kini sudah duduk di meja yang sama dengan mereka, menuangkan setetes arak ke atas meja kayu.

"Aku hanyalah orang tua yang suka bercerita," ucapnya. Jari nya menyentuh tetesan arak itu, menarik garis air di atas meja yang mendadak bercahaya dan membentuk sebuah peta tiga dimensi yang luar biasa kompleks.

"Pemuda keras kepala, kau merasa dirimu kuat karena berhasil membunuh kultivator tingkat dasar? Atau kau bangga karena memegang pedang kematian?" Pria tua itu menatap Zeng Niu. "Kalian hanyalah katak di dasar sumur yang melihat sepotong langit."

Pria tua itu menunjuk pada bagian bawah peta air tersebut.

"Tempat kita berpijak ini, Benua Utara, Benua Selatan, dan benua lainnya... ini hanyalah ALAM BAWAH atau Alam Fana. Tempat kerajaan manusia, Akademi Jiannan, dan sekte-sekte berdebu kalian bertikai memperebutkan segelintir Qi. Kalian memulai dari Penempaan Tubuh (1-9), Pengumpulan Qi (1-9), Foundation Establishment, Golden Core, Nascent Soul, Soul Formation, dan memuncak di Soul Transformation."

Orang tua itu mendengus sinis. "Kalian memuja kultivator Soul Transformation sebagai dewa. Padahal, mereka hanyalah bayi yang baru belajar merangkak menuju keabadian."

Fugui menelan ludah, seluruh tubuhnya gemetar ketakutan mendengar kultivator tingkat puncak dunia mereka direndahkan seperti itu.

"Hanya setelah seseorang selamat dari Tribulasi Surgawi, ia bisa membelah kekosongan dan naik ke ALAM MENENGAH dikenal sebagai Alam Abadi (Immortal Realm)," lanjut pria tua itu, jarinya menarik air arak ke tingkat kedua peta.

"Di sana, umur manusia mencapai jutaan tahun. Langitnya dipenuhi pulau melayang dan sungai spiritual murni. Ada Benua Pedang Timur untuk para maniak pedang sepertimu, Laut Abadi Utara yang dipenuhi monster purba, Gurun Matahari Barat untuk ahli tubuh fisik, dan Langit Selatan pusat para alkemis. Tingkatannya? Ascendant, Nirvana, dan Kaisar Bumi. Di alam ini, artefak sejati memiliki roh, dan seorang Kaisar Bumi bisa menghancurkan seluruh Benua Utara ini hanya dengan satu hembusan napas."

Zeng Niu menahan napasnya. Hancur dengan satu hembusan napas? Biji Dao nya bergetar merespons informasi ini.

Pria tua itu melirik Zhao Ying yang mendengarkan dengan tatapan nanar. "Namun, Alam Abadi bukanlah puncaknya. Di atas sana, melampaui jutaan galaksi, terletak tempat asal gadis di sebelahmu ini. ALAM ATAS... Domain Surga."

Air di atas meja membentuk istana-istana megah dan sungai bintang.

"Itulah tempat para penguasa sejati. Tiga Puluh Tiga Langit, Istana Surga, Sungai Dao, dan Gunung Asal tempat hukum alam semesta tercipta. Tingkatannya adalah Kaisar Raja, Kaisar Langit, dan yang tertinggi... Dewa Abadi (Immortal God). Kultivator di tahap ini tidak lagi meminjam hukum alam mereka adalah hukum alam. Mereka bisa menciptakan dunia kecil dalam genggaman tangan dan memanipulasi waktu."

Zeng Niu menatap tangannya sendiri yang kasar. Tiba-tiba ia merasa sangat kecil. Semua pertumpahan darah dan kesombongannya di Benua Selatan terasa seperti pertengkaran dua ekor semut di atas debu.

"Tapi alam semesta bukanlah sekadar tangga ke atas, anak muda," pria tua itu mengetukkan jarinya, dan sisa arak menyebar ke sisi kiri dan kanan, membentuk wilayah-wilayah paralel yang kelam dan liar.

"Sejajar dengan Alam Abadi dan Alam Fana, berdirilah alam-alam lain yang mengincar dominasi. ALAM IBLIS (Jurang Abyss) yang memiliki langit merah darah. Tempat Laut Darah dan Istana Kaisar Iblis, di mana hukum yang berlaku hanya satu: yang lemah dimakan yang kuat, dari tahap Prajurit Iblis hingga Penguasa Abyss."

Pria tua itu kembali menggambar. "Lalu ada ALAM BEAST (Wilayah Beast Suci). Jangan samakan beast siluman di hutan belakang sekte kalian dengan mereka. Di sana, naga purba membelah galaksi, burung Phoenix membakar langit, dan Harimau Putih merobek ruang. Mereka memiliki hierarki darah dari Beast Roh hingga Beast Primordial."

Terakhir, tangan keriput pria itu menyentuh bagian paling bawah peta air, menciptakan ilusi sungai kelabu yang suram. "Dan yang terakhir, tempat yang semua jiwa fana dan dewa akan tuju... ALAM ARWAH (Dunia Nether). Tempat Kaisar Arwah dan Hakim Jiwa mengatur reinkarnasi di atas Sungai Kelupaan."

Peta air itu memudar, menguap menjadi aroma arak bambu yang wangi.

Kesunyian yang luar biasa pekat menyelimuti meja kayu itu. Qian Fugui bahkan lupa cara bernapas. Zhao Ying menundukkan kepalanya, mengingat kembali kampung halamannya di Domain Surga yang kini terasa begitu tak terjangkau.

Zeng Niu menatap pria misterius itu lekat-lekat. Matanya yang gelap gulita tidak memancarkan keputusasaan, melainkan sebuah nyala api baru yang sangat panas. Rasa angkuhnya memang hancur, namun digantikan oleh ambisi gila yang tak terbatas.

Jika langit setinggi itu, maka ia hanya perlu menebasnya tingkat demi tingkat!

"Mengapa Senior menceritakan rahasia kosmik ini pada seorang fana dengan Dantian cacat sepertiku?" tanya Zeng Niu, suaranya kembali datar dan kokoh, memancarkan Hati Dao yang tidak bisa dipatahkan.

Pria tua itu tersenyum lebar, senyum yang memancarkan persetujuan. Ia mengangkat cawan araknya.

"Karena aku telah duduk di kedai ini selama seribu tahun melihat katak yang melompat, namun baru kali ini aku melihat seekor katak yang memiliki rahang yang cukup gila untuk mencoba menelan langit," ucap pria tua itu dengan nada jenaka namun penuh misteri. "Rawat Biji Dao Ketiadaan di hatimu itu baik-baik, Anak Muda. Jalanmu masih sangat, sangat panjang. Dan jangan biarkan roh petir kecil di kepalamu itu mati kelaparan lagi."

Pria tua itu menenggak habis arak di cawannya.

Saat ia menurunkan cawan kayu itu ke meja, tubuhnya perlahan memudar layaknya debu yang tertiup angin, menyatu dengan udara. Tidak ada fluktuasi spasial, tidak ada jejak Qi. Ia menghilang begitu saja, seolah sosoknya telah dihapus dari hukum dunia.

Di atas meja, hanya tersisa satu kepingan daun bambu hijau yang berkilauan.

Fugui akhirnya bisa menghembuskan napas keras, merosot dari kursinya ke lantai kedai. "Leluhurku... Baru saja tiba di Benua Utara, kita sudah bertemu dengan monster dari Alam Menengah! Jantung Daoist ini tidak akan bertahan lama bersamamu, Niu-bro!"

Zeng Niu tidak mempedulikan keluhan Fugui. Ia menatap sisa air arak di meja, bayangan Sembilan Tingkat Langit masih terpatri kuat di benaknya.

Penempaan Tubuh, Pengumpulan Qi, Foundation Establishment, Golden Core... hingga Dewa Abadi. Zeng Niu mengepalkan tangan kanannya hingga berbunyi krak. "Alam Fana hanyalah awal," gumam Zeng Niu pelan. Ia menoleh ke arah Zhao Ying, matanya memancarkan sumpah yang tak terucapkan.

Untuk membawa bidadari ini pulang ke Singgasana Tiga Puluh Tiga Langit, Zeng Niu harus menjadi seseorang yang mampu menundukkan dewa, membantai iblis, dan memutus roda reinkarnasi.

......TINGKATAN KULTIVASI......

......1. Penempaan Tubuh Tahap 1-9......

...2. Pengumpulan Qi Tahap 1-9...

...3. Foundation Establishment...

...4. Gorden Core...

...5. Nascent Soul...

...6. Soul Formation...

...7. Soul Transformation...

...8. Ascendant...

...9. Nirvana...

...10. Kaisar Bumi...

...11. Kaisar Raja...

...12. Kaisar Langit...

...13. Dewa Abadi...

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Sang_Imajinasi: siap🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
gasddd polllll
Sang_Imajinasi: okehh🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
nahhh lohhhhh....
Arinto Ario Triharyanto
telan aja dulu pil nya, pengen tau efeknya gmn
Sang_Imajinasi: iyah 🤭🤭
total 2 replies
eka suci
pengumuman pengakuan 😥
Sang_Imajinasi: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣👍👍
eka suci
tenang ya niu sang putri menemani, walaupun perjalanan masih jauh untuk level fana udah out of the box🤭
🔴༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 6 gift ☕ Lanjut Crazy Up Thor 💪💪
Sang_Imajinasi: terimakasih mbah atta🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Sang_Imajinasi: siap🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
eka suci
waahhhhh langsung menyalakan suar💪
eka suci
aku suka keributan kata Lei Ling 🤭
Arinto Ario Triharyanto
masih jauh dr level mertua nya, cuman arogan nya doang kocak
Sang_Imajinasi: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikatttt sudahhhhh.....
Sang_Imajinasi: gaspol
total 1 replies
saniscara patriawuha.
cincang cincang sudahhhh....
saniscara patriawuha.
gasssss polllllll....
Simon Semprul
sanggat menarik
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!