NovelToon NovelToon
TIDUR DOANG TIBA-TIBA JADI MILIARDER

TIDUR DOANG TIBA-TIBA JADI MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arrofy

Kalian pasti pernah kan, seenggaknya sekali seumur hidup, rebahan di kamar sambil menatap langit-langit terus ngehayal: "Coba aja tidur doang bisa dapet duit, pasti gue udah jadi orang terkaya di dunia." Nah, hayalan konyol yang sering kita impikan pas lagi capek-capeknya hidup itu, mendadak jadi kenyataan buat Abdul. Pemuda miskin korban PHK ini doanya dikabulkan secara ajaib. Sekali merem, saldo banknya bertambah 10 juta. Makin nyenyak dia ngorok, makin triliunan uang yang masuk ke rekeningnya secara legal! Tapi ternyata, dapet duit cuma modal tidur itu gak sesantai kedengarannya. Karena gak pernah keluar rumah tapi mendadak kaya raya, Abdul langsung dicurigai satu kampung pelihara babi ngepet, digerebek warga pas lagi enak tidur, dikejar-kejar orang pajak, sampai didatangi mantan pacar yang dulu ninggalin pas lagi sayang-sayangnya, Ups!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrofy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 UPGRADE

Abdul kembali tertidur dengan sangat pulas.

Ia sama sekali tidak menyadari bahwa di dalam saku celananya, layar handphone jadulnya kembali menyala di dalam kegelapan. Namun kali ini, polanya berbeda. 

Tidak ada bunyi ting! SMS masuk dari Bank Suka seperti biasanya. Di atas layar LCD buram bergaris hijau itu, deretan teks keemasan baru muncul, bergerak lambat membelah kegelapan kamar seiring dengan akumulasi saldo Abdul yang diam-diam telah resmi melewati angka seratus juta rupiah dari hasil transaksi-transaksi sebelumnya.

[PUNCAK AKTIVASI SISTEM...]

[Total Saldo Rekening: Melewati Rp100.000.000]

[Status: Pembaruan Sistem Berhasil 100%]

[Sistem Mode Upgrade: Sistem Keberuntungan Kaum Rebahan]

[Fitur Baru Terbuka: Mengubah Mimpi Menjadi Nyata]

[Aturan: Mimpi alami dari alam bawah sadar yang termasuk dalam kategori finasial/uang, akan di konversikan menjadi uang, dan di kirim ke rekening target. Jika pengguna sengaja tidur atau memaksa diri tidur demi uang, hasil akan Zonk (Kosong).]

Matahari subuh belum sepenuhnya menyembul di ufuk timur Gang Seng, namun Abdul sudah terduduk tegak di atas kasur lantainya yang tipis. Napasnya agak memburu, bukan karena mimpi buruk, melainkan karena sisa-sisa ingatan dari mimpi yang baru saja dialaminya terasa begitu nyata. 

Dalam tidurnya tadi, Abdul merasa berjalan di sebuah lorong sempit lalu berpapasan dengan seorang pria paruh baya berpakaian rapi yang tiba-tiba menyodorkan sebuah amplop cokelat tebal ke tangannya. Di atas amplop itu, tertulis angka yang cukup mencolok menggunakan spidol hitam: Rp22.500.000,00.

"Cuma mimpi," gumam Abdul sambil mengusap wajahnya yang masih terasa lengket.

Ia meregangkan otot-otot lehernya yang kaku, lalu secara refleks meraba kolong bantal untuk mengambil handphone jadul miliknya. Kebiasaan barunya sejak beberapa hari terakhir adalah langsung memeriksa mutasi rekening, memastikan apakah keajaiban salah transfer dari Bank Suka itu masih ada atau sudah lenyap.

---

Sementara itu, di dunia nyata, jarum jam dinding di kamar Abdul baru saja menunjukkan pukul 04:45 subuh. Kamar itu masih gelap gulita, dan Abdul masih terlelap dalam tidur pulasnya yang tenang tanpa menyadari apa pun. Namun, di kolong bantal tepat di samping kepalanya, layar handphone jadul milik Abdul tiba-tiba menyala dengan sendirinya. 

Bukan notifikasi SMS biasa yang muncul, melainkan sebuah fenomena gaib yang hanya bisa disaksikan oleh kita dan para pembaca cerita ini. Layar ponsel jadul beresolusi rendah itu memancarkan cahaya keemasan yang redup namun magis. 

Di atas permukaan layarnya yang retak seribu, deretan teks sistem berwarna putih bercahaya mulai mengetik secara otomatis dengan kecepatan tinggi, membeberkan mekanisme rahasia yang tidak pernah diketahui oleh Abdul seumur hidupnya:

[Sistem Keberuntungan Kaum Rebahan Berhasil Memindai Gelombang Otak Subjek.]

[Membayar Biaya Upgrade Fungsi Otomatis: Rp150.000.000,00 Berhasil Dipotong.]

[Fungsi Baru Aktif: Konversi Mimpi Alami Berunsur Finansial.]

[Mimpi Alami Berunsur Finansial Terdeteksi: Amplop Cokelat Tunai.]

[Nominal Akumulasi Visual dalam Mimpi: Rp22.500.000,00.]

[Melakukan Konversi Energi Astral Mimpi Menjadi Saldo Rekening Nyata...]

[Proses Konversi Selesai. Mengirimkan Dana ke Rekening Target...]

Setelah tulisan rahasia itu selesai berkedip tiga kali di atas layar, cahaya keemasan itu lenyap seketika. Sedetik kemudian, layar ponsel tersebut kembali ke mode normal dan langsung menampilkan dua buah notifikasi SMS perbankan berturut-turut.

---

Begitu layar handphone berkedip menampilkan kotak masuk SMS perbankan, jantung Abdul serasa berhenti berdetak. Matanya membelalak lebar menatap deretan angka yang tertera di sana. 

[Bank Suka: Transaksi Debet Koreksi Anonim Rp150.000.000,00. Saldo Akhir Anda: Rp2.150.000,00.]

Abdul mengucek matanya berkali-kali sampai memerah. Angka seratus lima puluh juta rupiah lenyap begitu saja dari rekeningnya. Detik itu juga, rasa panik langsung menyerang kepalanya. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya. 

"Astaga! Ditarik lagi sama bank!" seru Abdul setengah berbisik, takut suaranya membangunkan ibunya di kamar sebelah.

Ia meremas rambutnya dengan frustrasi. 

"Tuh kan, bener dugaan aku selama ini. Itu emang murni kesalahan sistem perbankan. Mereka akhirnya sadar dan langsung ngambil balik uang itu lewat sistem koreksi otomatis. Mampus aku, untung kemaren gak aku jorjoran belanjanya."

Abdul menghela napas berat, mencoba berdamai dengan kenyataan bahwa uang ratusan juta yang sempat mampir di rekeningnya itu kini sudah kembali ke pemilik aslinya. Ia merasa agak lemas, namun di sisi lain ada rasa lega karena beban moral memiliki uang misterius itu sedikit berkurang. Tapi, belum sempat Abdul meletakkan kembali handphonenya, sebuah getaran panjang kembali terasa di telapak tangannya. Satu SMS baru masuk.

[Bank Suka: Transaksi Kredit Otomatis Rp22.500.000,00. Saldo Akhir Anda: Rp24.650.000,00.]

Abdul tertegun. Ia membaca pesan itu berulang kali dengan dahi berkerut dalam. Kepalanya yang tadi sudah mulai tenang kini kembali berputar memikirkan logika perbankan yang terasa sangat kacau ini. Dana sebesar dua puluh hai juta lima ratus ribu rupiah baru saja masuk ke rekeningnya, tepat lima belas menit setelah penarikan massal tadi.

Namun, bukan hanya kedatangan uang itu yang membuat Abdul merinding, melainkan nominalnya. Angka dua puluh dua juta lima ratus ribu rupiah itu sama persis dengan angka yang tertulis di amplop cokelat dalam mimpinya beberapa menit yang lalu.

"Gila... kok angkanya sama persis begini?" bisik Abdul dengan suara yang bergetar.

Ia menatap langit-langit kamarnya yang mulai diterangi cahaya pagi dengan tatapan kosong. 

"Kebetulan macam apa ini? Apa aku udah mulai gila karena kebanyakan mikirin duit? Kok bisa nominal di mimpi aku pas banget sama duit yang masuk dari bank? Kayanya emang sama deh kayak di mimpi tadi."

Abdul mencoba merasionalisasi keadaan. Ia berpikir bahwa mungkin otaknya secara tidak sengaja mengingat angka-angka acak yang pernah ia lihat di TV atau spanduk jalanan, lalu terbawa ke dalam mimpi, dan secara kebetulan bank kembali melakukan salah transfer dengan nominal tersebut karena kesalahan data entry perbankan. Bagi Abdul, tidak ada penjelasan lain yang lebih masuk akal selain sistem Bank Suka yang memang sedang mengalami kerusakan parah bulan ini.

Di tengah kebingungannya, terdengar suara ketukan pintu depan yang cukup tergesa-gesa. Abdul segera bangkit, merapikan sarungnya, lalu melangkah ke ruang tamu untuk membuka pintu. Begitu daun pintu kayu itu terbuka, sosok Rian, sahabat karibnya sejak zaman SMK, sudah berdiri di sana dengan mata sembab dan wajah yang sangat kacau. Baju kausnya tampak kusut, dan sebuah tas ransel besar tergeletak di lantai teras.

"Dul... Tolongin aku, Dul..." suara Rian bergetar, menahan tangis yang tampaknya sudah membendung sejak semalam.

Abdul terkejut melihat kondisi sahabatnya. 

"Eh, Rian? Kamu kenapa, Yan? Pagi-pagi begini udah bawa tas gede begini? Masuk dulu, masuk."

Rian menggeleng lemah, ia duduk di kursi plastik yang ada di teras dengan menyembunyikan wajahnya di kedua telapak tangan. 

"Aku dipecat dari konveksi tempat aku kerja semalem, Dul. Bos aku bangkrut karena pesanan sepi. Tragisnya lagi, pemilik kontrakan langsung ngusir aku tadi subuh karena aku udah nunggak dua bulan. Aku gak tahu harus ke mana lagi sekarang. Keluarga aku di kampung lagi kesusahan, gak mungkin aku pulang bawa masalah."

Mendengar cerita Rian, hati Abdul langsung terenyuh. Ia tahu betul bagaimana rasanya berada di posisi paling bawah, tidak punya uang dan tidak punya arah tujuan. Ditambah lagi, Rian adalah salah satu teman yang paling setia kawan saat Abdul dulu kesusahan. 

Abdul menepuk pundak Rian dengan mantap. 

"Yan, dengerin aku. Kamu gak usah bingung. Mulai hari ini, kamu gak bakal telantar di jalanan."

Rian mendongak, menatap Abdul dengan sisa air mata di pipinya. 

"Maksud kamu gimana, Dul? Kamu sendiri kan baru di-PHK bulan lalu?"

Abdul tersenyum tipis, matanya melirik ke arah mesin jahit tua milik ibunya yang teronggok di sudut teras. Alibi yang sudah ia rancang beberapa hari lalu kini menemukan momentum paling sempurna untuk dieksekusi. 

"Aku emang di-PHK, tapi aku diam-diam dapet modal dari kenalan lama buat buka usaha jahit kecil-kecilian di sini," bohong Abdul dengan wajah meyakinkan. "Nah, kebetulan banget teras rumah aku nganggur, dan aku butuh orang profesional buat jalanin ini. Kamu kan punya keahlian jahit yang bagus selama kerja di konveksi lama. Jadi, mulai hari ini, kamu kerja sama aku. Kelola teras ini jadi tempat usaha kita."

Rian terbelalak, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. 

"Kamu... kamu serius, Dul? Tapi aku gak punya modal apa-apa buat bantu kamu."

"Gak perlu modal uang, modal tenaga sama keahlian kamu aja," potong Abdul sambil tersenyum lebar. "Urusan tempat tinggal, kamu bisa sewa kamar kos di depan gang itu, nanti aku yang bayar setahun penuh di muka. Urusan gaji, aku kasih kamu tiga juta setengah per bulan di awal, gimana?"

Mendengar tawaran yang begitu luar biasa di tengah keterpurukannya, Rian langsung berdiri dan memeluk Abdul dengan erat. Tangisnya pecah lagi, kali ini karena rasa syukur yang teramat sangat. 

"Makasih banyak, Dul! Makasih! Aku janji bakal kerja keras buat majuin usaha jahit kamu ini!"

Abdul membalas pelukan sahabatnya sambil menepuk-nepuk punggung Rian. Di dalam hatinya, Abdul merasa sangat puas. Dengan menyerahkan pengelolaan teras sepenuhnya kepada Rian, alibi usahanya kini menjadi seratus persen nyata di mata warga Gang Seng. 

Siapa pun yang melihat ke rumahnya nanti hanya akan tahu bahwa Abdul adalah juragan jahit yang mempekerjakan temannya, sementara Abdul sendiri bisa tetap tenang berada di dalam rumah tanpa perlu menjelaskan dari mana asal-usul uang puluhan juta yang tersisa di rekening Bank Suka miliknya.

1
Ahmadi 241215
udah tau nama nya rizki.masih nanya dasar tolol,di cari di kampus nama rizki.kan udah tau wajahnya.klo bikin cerita pakai otak,kalo gak punya otak,ke rumah sakit jiwa aja anjing
irawan muhdi
lanjut Thor
Farhat Syahada
mantapp up truss
BaekTae Byun
buset gw kira ini tentang sistem santai atau sesuai dengan judul ternyata ngga
Arrofy: ini baru awal perjalanan, ikutin terus perjalanan Abdul, akan banyak kejutan di bab2 selanjutnya😍
total 1 replies
Gege
bilang begene biar argo rumah sakit jalan terus.. kalo cepet sembuh rumah sakit kehilangan ATM berjalannya...🤣
Arrofy: hehehe🤣🤣🤣
total 1 replies
Pur Yono
bagus Dull sudah punya uang tetapp baik hati sama teman yang kesulitan👍
Pur Yono
cerdas kamu thor lanjut kembangkan kreatifitasmu
Pur Yono
upterus👍
Pur Yono
author pintar menyesuaikan cerita dengan situasi dan kondisi jaman sekarang upterus💪
Pur Yono
alur ceritanya santai mudah diikuti lanjut👍
Junior Ian
insprative novel 👍👍
Arrofy: terimakasih ya😍
total 1 replies
irawan muhdi
lanjut Thor
Arrofy: di tunggu ya/Chuckle/
total 1 replies
Gege
naaaah novel tema system yang ringan, enak dibaca modelan begene yang bikin hiburan lengkap... Yoo gass thor 10k kata tiap update..💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!