seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Sore harinya Raisa datang ke rumah Aluna, dia datang dengan raya
Raya teman Aluna juga , tapi tidak sedekat Raisa
Mereka kenal saat masuk universitas
tapi karna jurusan dan fakultas yang berbeda mereka jarang bertemu
Raisa memencet bel
Pintu terbuka, pelayan menyambut mereka lalu mempersilahkan mereka untuk masuk
pelayan mempersilahkan Mereka duduk dan memberitahu sebentar lagi Aluna akan turun
Bibi mengantar minuman dan cemilan
" silahkan non" ucapnya
"terimakasih bi" jawab Raisa
Bibi berlalu kembali ke dapur
Terdengar langkah pelan dari arah tangga
Raisa menoleh dan tersenyum
"hai lun" sapanya
"hai sa, ray" sapanya
"hai lun apa kabar" jawab raya berdiri lalu memeluk Aluna
"maaf kemarin pas wisuda aku gak hadir ,terus pas kamu tunangan aku juga lg di rumah nenekku di bandung" lanjutnya lagi
Aluna tersenyum " tidak apa-apa ray, "
Aluna menatap Raisa" lalu kamu kemana sa ,kenapa tidak datang ke acara tunangan ku"
Raisa nyengir kuda" sorry lu , gue gak enak badan waktu itu, gak sempet ngabarin juga"
"oh begitu" kata Aluna
Raisa mengangguk sebagai jawaban.
Mereka mengobrol ringan sambil makan cemilan
Dari arah pintu terdengar langkah berat memasuki rumah
Darren melangkah masuk kedalam rumah
Langkahnya tegap, mata tajam, rahang tegas
Lengan bajunya tergulung hingga siku, dasi sudah longgar, kelelahan tergambar jelas di wajahnya
Dia melangkah melewati ruang tamu, tanpa menoleh dan menyapa
Tapi suara Aluna menghentikan langkahnya, di berbalik
"ada apa" tanyanya
Aluna menggelang dan tersenyum jahil,
Darren yang melihat itu menghela nafas panjang, lalu mengalihkan pandangan ke arah teman2 Aluna
Hanya sebentar lalu berbalik menaiki tangga menuju kamar
di tempatnya Raisa bengong menatap Darren tanpa berkedip
Raya yang melihat itu lalu menyenggol lengan nya
"tutup tu mulut " ucap raya dengan nada mengejek
Raisa nyengir tanpa dosa
Aluna hanya menggeleng melihat kelakuan sahabatnya
"oh iya lun ,ini ada hadiah sedikit buat lo" ucap Raya ,
Menyerahkan paperbag
Aluna menerima dengan senang
" wah terimakasih raya, kenapa repot2"
"tidak repot ko ,hanya merepotkan" jawabnya Lalu tertawa kecil
di sambung tawa ke 2 nya..
lalu Raisa pun menyerahkan paperbag juga
Aluna berterimakasih kepada teman2 nya itu karna sudah membawakan nya hadiah.
Sera menuruni tangga
melangkah ke ruang tamu
Menghampiri Aluna dan teman2 nya
Dia menyapa sebentar lalu melangkah ke dapur .
Setelah satu jam Raisa dan raya pamit pulang
Tapi di tahan oleh Sera. Katanya mereka harus makan dulu baru boleh pulang
Raisa dan raya saling pandang lalu tersenyum lebar
'lumayan, makan gratis di rumah mewah" batin mereka
Mereka makan dengan Aluna
Sera tidak ikut makan katanya belum lapar nanti saja pas makan malam
Setelah selesai maka. Mereka pun pulang kerumah masing2 .
......................
Di kamar Darren
Pintu kamar mandi terbuka Darren keluar
Hanya mengenakan handuk sebatas pinggang
Memperlihatkan otot-otot di perut nya
Dia melangkah mengambil baju kaos oblong dan celana Jogger selutut
mengenakan nya, melangkah ke meja mengambil hairdryer
Mengeringkan rambut lalu menyisirnya.
dia melangkah menuju sopa duduk di sana membuka ponsel
Mengscroll media sosialnya
menggulir layar ,
Tangan nya berhenti di akun seseorang
@san_niawijaya
Akun itu memposting Poto seseorang berlatar pantai dan sunset
Orang itu membelakangi kamera
Darren tersenyum tipis
Menglike postingan itu
Lalu menggulir lagi layar
Karna tidak ada yang menarik dia meletakan ponselnya di nakas samping sopa.
membuka laptop memeriksa email yang masuk
Ada satu email yang di krim oleh sekertaris nya
Dia mengklik lalu terbuka deretan file
Darren memeriksanya dengan teliti
Setelah selesai dia menutup laptop.
Menaruhnya di meja
Lalu menyandarkan punggung ke sopa
Rasanya lelah sekali hari ini
dia memejamkan mata
Tersenyum tipis
"dasar ceroboh" ucapnya pelan lalu menggelengkan kepala
Darren melangkah keluar dari kamar
Menuruni tangga menuju dapur
Rasanya perut sudah minta di isi
"ada makanan apa bi" tanya Darren
Pelayan yang sedang memasak terkejut sebab mereka tidak mendengar langkah kaki
"ayam kecap, sambar ,lalapan dan goreng tempe den" jawab bibi
"baiklah, "ucapnya lalu duduk
Pelayan menyiapkan piring dan air putih
Karna semua masakan sudah terhidang di meja
Darren mengambil nasi , ayam, sambal dan lalapan
Setelah berdoa dia makan dengan tenang
Rasanya nikmat sekali setelah seharian berkutat dengan tumpukan berkas2 yang tiada habisnya..
...****************...
Diruang kerja Ammar
Alfian duduk tenang , lalu menghela nafas panjang
"seperti nya dia sudah bergerak pa" ucapnya
"apa kamu menyelidiki nya" tanya Ammar
"tidak, itu hanya feeling ku saja" jawabnya
"karna beberapa hari ini kami bertemu, lebih tepatnya saat aku jalan dengan Aluna pa"
lanjutnya
Ammar menatap Alfian tajam
" kenapa kamu tidak bilang" tanyanya
"aku lupa pah, maaf" jawabnya
"baiklah, lalu apa rencanamu" tanya Ammar
"aku sudah menempatkan 2 orang kita di sekitar Aluna pa," jawabnya
"ya bagus "ucapnya
Belum sempat Alfian bicara suara notif pesan masuk
Dia membuka ponsel
Ada pesan dari Aluna, tapi pesan gambar
Alisnya sedikit menukik heran.
Lalu membukanya
Betapa terkejutnya Alfian, di Poto itu
dirinya dan Susan tertidur di satu ranjang yang sama tanpa busana hanya selimut tipis menutupi tubuh mereka
Dadanya berdebar, dia takut Aluna salah paham
Alfian tiba-tiba berdiri
Ammar terkejut melihat perubahan putranya
"ada apa" tanyanya
Alfian mengusap wajah kasar lalu menyerahkan ponselnya ke arah Ammar
"papa lihat sendiri" jawabnya
Ammar menerima ponsel itu
Matanya melotot tajam
Lalu bibirnya terangkat membentuk seringai tajam
"dasar wanita ular"desis nya
"pergilah temui Aluna, dan jelaskan, disini papa akan hubungi seseorang untuk mengurus ini" perintah nya
Alfian mengangguk lalu melangkah keluar rumah
Masuk kemobil
dan melesat begitu saja
Dia mengemudi mobil sedikit ngebut
Satpam saja sampai terkejut melihat nya karna tidak biasanya Alfian seperti itu.
......................
aluna yang ada di kamar menoleh saat ada yang mengetuk pintu kamar nya
Dia membuka pintu
"ada apa bi" tanyanya
"ini ada paket non" jawab pelayan
aluna menerima paket itu
menutup pintu setelah pelayan pamit
"perasaan aku gak pesen paket" gumamnya
Karna penasaran dia membuka nya
Paket itu sebuah amplop coklat
Di dalamnya terdapat 2 lembar foto dan 1 ketas berisi surat
Saat mebalikan foto itu Aluna terkejut matanya melebar
Dadanya serasa di remas, sakit sekali
Pikiran nya sudak melayang kemana2,
Tapi dia menggelangkan kepala berusaha berpikir positif
"tidak, jangan percaya Aluna, kamu harus tanya mas Fian dulu" ucapnya lirih
Dia mengatur napas agar lebih tenang
Setelahnya memfoto gambar dan mengirimkan nya ke Alfian
Setelah terkirim Aluna meletakan ponsel di kasur
Dia melangkah ke arah sopa dan duduk menyandarkan kepala memejamkan mata
Mencari ketenangan
Setelah tenang Aluna kembali melihat foto itu
dia amati foto nya,
Mata Aluna menyipit ada yang janggal dengan foto itu, seperti editan .
Jika yang melihatnya hanya sekilas itu seperti nyata
Tapi jika di perhatikan dengan teliti akan terlihat
Aluna tersenyum miring " kau ingin mencoba menghancurkan hubunganku dan mas Fian" gumamnya lebih ke diri sendiri
'Itu tidak akan terjadi susan' batin Aluna
Aluna bertekad ,mulai saat ini apapun kabar tentang Alfian dia tidak akan menelan nya mentah2..
Dia akan bertanya dan memastikan terlebih dahulu
Sebab mungkin diluaran sana banyak juga yang tidak suka dengan dia dan Alfian.
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤