Kisah cinta Kapten John Christo Nagasaki Lantang seorang perwira angkatan laut yang berjanji menjadi pengawal bagi seorang perempuan yang dia temui di sebuah club malam. Ternyata perempuan itu adalah seorang dokter bedah bernama Pamela Christine Giardini.
Bagaimana Cinta bisa hadir diantara dua orang yang memiliki kepribadian keras dan cenderung introvert ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjaga Cinta
Karena hari ini, Ella ada dinas pagi. Selesai memesan makan buatnya dengan mama. Ella langsung bersiap - siap ke rumah sakit daerah. Karena ada dua pasien yang harus dia operasi bersama dokter seniornya. Ella sudah pesan makan siang kepada mamanya sebelum dia masuk ruang operasi. Untuk kedua kalinya. Hampir satu jam lebih, Ella dan tim melakukan operasi. Selesai keluar dari sana, Ella mendapat telepon dari kekasih hatinya.
"Sayang mas sedikit lagi boarding."
"Hati - hati sayang, besok pagi adek jemput."
Ella sudah memberi tahukan kepada mama dan papanya bahwa John, lagi liburan cuti dan dia mau ke Biak.
"Kamu sayang sama John?"
"Sayang ma."
"Maaf ya kak, mama lihat ada cincin di jari manismu???"
"Oooo ini cincin, John melamar kaka, buat jadi pacarnya. Kami komitmen menjalani hubungan ini."
"Itu tanda dia melamar kamu sayang??"
"Jadi pacarnya ma. Kalau lamaran, dia akan datang bersama orangtuanya melamar."
"Jakarta ke Biak???? Ngak kejauhan." Ella hanya tersenyum.
"Sekarang Ella fokus kuliah spesialis dulu. Kerja. Baru mikir menikah. Besok pagi John tiba ma, Ella akan jemput."
"Nginap di rumah saja kak??"
"Apa tidak masalah papa??"
"Ya tidaklah. Toh dia akan jadi anak mantu papa."
Pembicaraan Ella bersama dengan kedua orangtuanya secara tidak sengaja di dengar oleh dokter Esau yang datang melihat kondisi pasien.
"Selamat sore?"
"Eeeee dokter, silahkan dok mau periksa suami saya ya."
"Iya ibu. Saya permisi ya."
Dokter Esau pun memeriksa kondisi kesehatan papanya Ella papa sore hari setelah terjadi pertukaran dokter jaga. Selesai pemeriksaan, dokter Esau menyampaikan bahwa kondisi perkembangan kesehatan papanya Ella kepada anaknya yang juga seorang dokter.
"Terima kasih dokter. "
"Iya sama - sama dokter. Tetapi masih hatus di rawat." Ella hanya tersenyum. Dia kembali ke ruangan papanya.
"Gimana keadaan papa kak??"
"Papa masih harus di rawat. Papa pikir apa sih??" Ella langsung tidur disamping papanya di ranjang pasien. Dan langsung memeluk papanya.
"Tidak ada sayang."
"Ayo pa, semangat sehat yuk." Melihat itu mamanya hanya tersenyum. Jarang sekali melihat papa dan anak ini bersatu seperti itu. Tidak lam Ella tertidur disamping papanya sambil memeluk papanya.
"Ma, papa bahagia sekali, lihat anak gadisku tidur memeluk ku."
"Iya ya pa, delapan tahun dia merantau. Lihat dia tidur dalam pelukanmu, mama juga bahagia."
"Anak kita ini terlalu mandiri."
"Tetapi tidak masalah kah pa, John tinggal di rumah kita??"
"Iyalah !!! memang ada masalah apa. Rumah!! Punya kita. Dia!! Calon anak mantu kita."
"Tetapi, papa tidak melihat gerakan dan pembawaan dokter Esau kepada kita terlebih kepada papa."
"Dia kan dokter ma. Papa kan pasiennya."
"Mana ada dokter perhatiannya segitu kepada pasien. Sepertinya dia suka sama Ella deh. Mama lihat dari tatapannya kepada Ella."
"Ma, stop jadi paranormal deh."
"Eeeee kenapa sudah bangun, papa mau kaka bobo begini sampai pagi."
"Ngak sempit pa??"
"Ngak. Bobo disamping papa ya???
"Oke."
Jam lima lewat tiga puluh menit, Ella sudah keluar ke bandara untuk menjemput Mayor John Christo Nagasaki Lantang kekasihnya, uang mau menghabiskan libur cutinya bersama Dokter Pamella Christine Giardini kekasihnya.
Sampai di bandara bertepatan dengan pesawat yang baru mendarat. Tidak beberapa lama setelah pesawat terparkir sempurna, para penumpang mulai berdatangan. Dari jauh dia melihat kekasihnya berjalan dan tersenyum ke arahnya. Tentu banyak penumpang yang terkesima dengan kegantengan dari John. Setelah kopernya dia peroleh, langsung keluarlah John, dia sudah sangat merindukan kekasihnya empat bulan tidak bertemu, setelah kapal perang tempat dia bekerja berangkat dari pelabuhan Biak. John langsung memeluk Ella, dan mencium kepalanya.
"Sayang bau ngak kepalanya, aku belum keramas."
"Bau lah sayang." Ella langsung menyubit pinggang pacarnya. Mereka berjalan menuju parkiran mobil. Setelah memasukan barangnya ke bagasi mobil.
"Sesuai argo ya mas. Silahkan."
"Mbak, bisa ngak bayarnya menggunakan ciuman."
"Wah mas nya sedikit hot ya. Kalau ciuman aku ngak bakalan kaya mas. Mana semua mahal."
"Bagaimana kalau hidup mbaknya aku bayar??"
"Wah masnya semakin menjadi - jadi ya." Mereka berdua pun tertawa bersama.
"Dek beli sarapan dulu, sekalian buat mama k8ta makan di rumah sakit aja."
"Mas ngak istirahat di rumah aja."
"Aku kesini mau temani kamu dan mama di rumah sakit sambil menjaga papa."
"Oke. Sepertinya mas curi star menjadi anak mantu ya." John melirik kekasihnya dengan senyuman. Pengen dicium bibirnya, namun John tak bisa, karena Ella sedang konsentrasi membawa mobil. Akhirnya pipi Ella menjadi korban. Mereka membeli nasi kuning, di tempat langganan Ella, John juga perna rasa dan dia suka. Mampir membeli kopi dan susu serta teh buat minum di rumah sakit.
"Sayang lewat pos depan, mas harus lapor menunjukan surat jalan mas."
"Ini jam kerja sayang, kita lewat pos samping saja mas."
"Ngak masalah dek. Kamu berhenti di depan pagar. Mas turun lapor."
Ella pun berhenti, Mayor John Christo Nagasaki Lantang berjalan ke arah pos dan menghadap perwira saja. Begitu melihat surat jalannya, tidak lama Ella di minta masuk oleh anggota yang berjaga.
"Mbak, boleh masuk silahkan." Sangat ramah.
Ella pun memajukan mobilnya menuju depan kantor pos. Waktu John keluar semua anggota berdiri tegak dan memberi hormat kepaa kekasihnya. Ella tahu bahwa itu aturan, mengingat pangkat John adalah Mayor mungkin lebih tinggi dari perwira jaga di pos masuk. Mereka langsung menuju rumah sakit.
"Selamat pagi pa, ma."
"Selamat pagi nak." Mama langsung memeluk John. Sementara papa sedang di periksa oleh Dokter Esau.
"Bagaimana keadaan orang tua saya dokter??"
"Sudah membaik. Mungkin besok pak John sudah bisa pulang. " John tersenyum.
"Terima kasih dokter."
"Sama - sama komandan." John langsung mendekati papanya dan memberi pelukan.
"Harus sehat ya pa."
"Iya nak." Ella tersenyum melihat dua Johnnya saling berpelukan.
Dokter Esau sudah pamit. Setelah memeriksa pasien - pasiennya. Dia merenung di ruang dokter. Apa aku harus maju??? Apa perasaanku harus aku sampaikan??? Apa pepatah selama janur kuning belum terpasang masih ada kesempatan bagiku?? Semua pertanyaan ini membuat hatinya galau se galau - galaunya. Namun kembali dia sadar dan harus melanjutkan tanggung jawabnya sebagai dokter.
Dokter Esau ini, sama - sama satu kampung dengan papanya Ella, namun di sini, papa John Johanes tidak perna aktif dalam arisan keluarga. Esau yang baru dua bulan dikota ini saja sudah dikenal oleh seluruh keluarga sekampungnya.
Malam ini John, tidur di rumah sakit. Kopernya sudah dia keluarkan dari bagasi mobil. Dia membawa ole - ole buat kekasihnya dan mertuanya. Ini pertama kalinya mama mempunyai tas mahal. Tas ini di beli John waktu tugas ke Australia. Jam tujuh malam, keluarga dari mamanya Ella datang mengunjungi papa John. Di situ mereka baru kenal dengan John kekasihnya Ella. Dan tante - tantenya serta om - omnya Ella senang dengan John. Kekasih Ella ini pintar menyesuaikan diri dengan keluarga besarnya.