Putra konglomerat Liu ChengYan atau yang memiliki nama panggung A Yan adalah Idola solo baru yang kini tengah naik daun di Shanghai. Dengan kharisma ,ketampanan serta bakat nya mampu memikat para penggemar dalam waktu 1 tahun debutnya. Selain daripada bakat dan ketampanan yang dia miliki, A Yan memiliki rahasia besar terlibat dengan seorang gadis bernama Zhou Xiarui yang merupakan pekerja di perusahaan milik keluarga nya itu.
Bagaimana kisah A Yan Dan Xiarui ? Kita akan melihat bersama keasyikan kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dk_Hiday, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#14 Perlindungan untuk Xiarui
Mereka terlelap semalaman karena kelelahan setelah olahraga sore yang panas dan bergairah.
" Sayang, Bangun kita mandi dan makan dulu. " A Yan membangunkan Xiarui dengan lembut.
Xiarui hanya menggerjap kan matanya. A Yan yang melihat wanitanya kelelahan akhirnya, dia beranjak ke kamar mandi membersihkan diri lalu pergi ke dapur untuk membuatkan sup panas untuk nya.
Bau harum masakan membangunkan Xiarui dari tidurnya.
" A Yan kau memasak? " Xiarui terbangun dengan hanya memakai selimut di tubuhnya.
" Mandilah , Aku siapkan makan untukmu. " Dengan senyum manisnya A Yan berhasil membuat Wajah Xiarui merah.
Setelah membersihkan diri Xiarui mengganti baju dengan kemeja milih A Yan yang nampak kebesaran di tubuh mungilnya.
" A Yan... lihat, " Xiarui berdiri di depan pria nya dengan baju serba besar.
A Yan tersenyum geli
" Sangat lucu , sayang. " kekeh A Yan.
Lalu mereka makan bersama di malam hari yang penuh dengan makna.
" Setelah makan Aku antar pulang , Aku mau ke kantor agensi ada meeting lagi sayang,Setelah pekerjaan ku selesai pasti ku jemput lagi sayang. " Ucap A Yan dengan senyum meyakinkan nya.
Xiarui hanya menyahut dengan nada lirih.
" Aku janji sayang, " A Yan tersenyum yakin.
Xiarui menganggukan kepala tanda dia mengerti atas resiko dari pekerjaan nya A Yan sebagai idola papan atas.
...----------------...
Malam hari nya Setelah mengantar Xiarui ke rumahnya, A Yan melanjutkan pekerjaan nya ke agensi untuk meeting.
" A Yan , CEO memanggil mu! " Bisik Minghao.
A Yan bergegas ke ruangan atasan sekaligus pendiri Agensi yang menaungi nya.
" Duduklah A Yan! "
Sang CEO ZB ENT. Liang Shenzhen , mendapatkan berita panas mengenai pertunangan keluarga Liu dan Wang Batal karena orang ketiga .
Tn. Liang memberikan berkas pengaduan dari salah satu media.
" Apakah benar semua ini? "
" Kakakmu telah membungkam media untuk tidak merilis tapi Media kepercayaan keluarga Wang mengadukan kepada pihak agensi. " Tn. Liang dengan tatapan serius meminta jawaban A Yan.
" Aku akan mengadakan konferensi pers secepatnya, atur saja jadwalnya. " turur A Yan
" Untuk urusan percintaan itu adalah privasi ku sebagai seorang Idol. Aku juga pria normal, mohon pihak agensi untuk menghargai keputusan ku kali ini, resiko apapun akan ku Terima kedepannya. " sambung nya.
" Baiklah aku akan mengatur jadwal nya segera, " Tn. Liang tersenyum melihat sikap dewasa A Yan kali ini.
Di malam menuju pagi A Yan pulang ke rumah Besar kediaman Liu untuk membicarakan beberapa masalah.
" Kak, ayah sudah tidur? " A Yan bertanya dengan lirih .
Cheng hao mendengus kesal tatkala dia sedang tidur nyenyak bersama istrinya, tetapi A Yan membangunkannya pagi pagi buta.
" Kau tidak ada waktu lain kah? bangunin orang jam 2 malam seperti ini! " Kesal Cheng hao.
" Ayolah kak, aku akan adakan pers untuk menyelesaikan berita pengaduan dari keluarga Nanzhe, tapi aku tidak ingin Xiarui khawatir di rumah nya sendiri . Kau punya cara? " A Yan bergumam lirih karena di ruang tamu hanya mereka berdua.
" Kau yang menghamili nya aku yang disuruh memikirkan wanita mu juga. " Kesal Chenghao
Ya! Chenghao adalah satu-satunya orang yang tau wanita yang di cintai A Yan adalah Xiarui mantan karyawan kepercayaan nya sendiri. Bahkan Chenghao tau tanpa di beri tahu jika anak yang sedang di kandung Xiarui adalah anak Chengyan.
" Setelah pers aku akan minta restu dengan ayah, itupun kalo mereka tidak mengusir ku nanti. Kalo mengusir ku ya sudah,! " Ungkap A Yan dengan Santai.
" Bukan hanya diusir, Kau pasti akan di pukul ayah oleh jika melihat perut Xiarui sudah hamil besar seperti itu . " Chenghao tertawa keras.
Bruggg ! A Yan menendang kaki Sang kakak.
" Dasar bocah ingusan! " Chenghao menggerutu kesal
" Tolong bicara dengan kak Ipar untuk menemani Xiarui sampai aku datang menjemput nya kesini. " Dengan wajah memelas A Yan memohon pada kakak satu-satunya itu.
" Dan juga sewakan villa sementara untuk Xiarui dan adiknya tinggal di tempat mereka tidak aman. " A Yan memohon sekali lagi.
" Kau itu banyak sekali permintaan, ya sudah nanti aku urus semuanya. Fokus selesaikan masalah saja , " Chenghao muak dengan adiknya yang banyak bicara.
...----------------...
Setelah selesai berbicara, jam 4 pagi A Yan kembali ke rumah Xiarui dengan perasaan tenang .
" Sayang.. buka pintu! " A Yan berteriak dan mengetuk pintu.
" Berisik A Yan kau membangunkan tetangga juga kalo begini! " dengan menahan kantuk Xiarui berjalan membuka pintu.
A Yan segera masuk dan mengunci pintu.
" Kau tidak tidur sampai sepagi ini hm? " Mata Xiarui rasanya berat sekali untuk melek sempurna.
" Ini aku mau tidur, bersamamu. " A Yan mengecup lembut bibir tipis di depannya.
Xiarui menyelimuti tubuh A Yan dan dirinya,, Kemudian A Yan mendekap tubuh mungilnya memberikan kehangatan.
...****************...
Keesokan hari nya A Yan sudah bangun pagi-pagi sekali membuatkan sarapan dan menunggu kakak-beradik itu bangun.
" Loh kak A Yan kapan sampai? " Xiawei bertanya kala melihat A Yan tengah membaca buku di sofa tamu.
" Tadi pagi Xiawei, Tolong kemasi pakaian mu dahulu kita akan pindah ke tempat baru sementara. Nanti kakak jelaskan kalo sudah disana. " ucap A Yan yang langsung mendapat anggukan serius dari sang adik ipar.
" Xiarui tidak bangun-bangun, " A Yan berdecak kesal
Lalu pergi ke kamar nya lagi.
" Sayang, bangun.. " sambil menepuk pelan pipi mulus nya.
" Emmmm, " Xiarui hanya menggeliat ringan.
A Yan membuang nafas pelan dan merapihkan beberapa baju baju Xiarui kedalam koper. Terdengar suara berisik benda-benda membuat Xiarui terbangun dan melihat A Yan tengah merapihkan koper.
" A Yan apa ini. " Dengan wajah khas bangun tidur Xiarui bertanya tanpa tau nyawa nya sudah terkumpul atau belum.
Koper sudah di rapih kan A Yan menjelaskan dengan pelan pada Sang wanita pujaan nya.
" Untuk sementara disini tidak aman, Kau bersama Xiawei akan tinggal di villa sementara. Sebentar lagi kak Chenghao dan kakak ipar akan datang menjemput mu. " Ungkap A Yan dengan nada lembut dan serius.
Xiarui masih mengumpulkan nyawa nya dan mulai menangkap apa yang A Yan bicarakan .
" Ada masalah ? " Raut wajah yang terlihat takut pun kini A Yan lihat.
" Tidak besar, tapi untuk keselamatan mu, Anak kita dan Xiawei lebih penting dari apapun. Nanti Kak huajin aka menemani kalian sampai aku datang menjemput. " A Yan memberi pengertian pada calon ibu dari anaknya itu.
" Tapi janji kau harus hati-hati, " ketakutan di wajah Xiarui tidak bisa bohong.
Xiarui bergegas mandi dan bersiap- siap dengan Xiawei. Sampai mobil yang di kendarai Chenghao dan Huajin tiba.
Chenghao dan Huajin mengetuk pintu. Lalu A Yan beranjak membuka pintu.
" Sebentar mereka sedang bersiap, " Ucap A Yan dengan pelan.
Xiarui dan Xiawei datang ke hadapan mereka dengan membawa koper seperti anak-anak sekolah.
Chenghao menahan ketawa nya melihat dia bocah di hadapannya yang memiliki tinggi sama, tapi yang satu perutnya membuncit.
" Kau benar-benar pedofil! " Chenghao meledek A Yan, dan mendapat pukulan kaki seperti tadi pagi.
" Kak Huajin, maaf merepotkan mu, " Xiarui membungkuk hormat.
" Jangan seperti itu, bagaimana pun kau akan bersama A Yan dan menjadi adikku. Ayo kita ke mobil, " Huajin mengajak kakak-beradik itu kedalam mobil. Chenghao dan A Yan membawakan koper ke bagasi.
A Yan melambaikan tangan pada Mereka berempat, karena mereka akan berpisah disini sampai nanti A Yan menjemput mereka kembali.
" Kembalilah cepat anakmu akan sangat rindu nanti, " Xiarui memonyongkan bibirnya mengundang tawa dari mereka bertiga yang ada di mobil.
" Pasti sayang, " A Yan melambaikan tangan ketika Chenghao mulai menjalankan mobilnya dengan pelan dan sedikit demi sedikit menjauh dari pandangan A Yan sampai tak terlihat.
A Yan kemudian masuk ke mobil nya sendiri dan pergi ke agensi tempat nya hidup selama ini.
BERSAMBUNG!