NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Happy reading<<<<<<<<<

<

 

Imlie hanya menggeleng kemudian pamit untuk pergi.

"Pelayan aneh." gumam Viona.

Ting

Aryan>>>>>>

"Imlie."

Itulah pesan yang di kirimkan oleh Aryan tapi Imlie tidak membukanya dan menheningkan panggilan hpnya.

Dan setelah Imlie menaruh kembali hpnya ke dalam sakunya. Tanpa di ketahui banyak panggilan masuk dari Aryan.

"Ck, kemana gadis ini." batin Aryan.

.

.

.

"Kita berangkatnya malam kan, Pa?" tanya Lolita senang.

"Iya Sayang, Papa sengaja milih keberangkatan kita di malam hari biar damai aja gitu." ujar Pak Mahen.

"Asik banget deh, mau ke korea.." ujar Lolita.

"Semangat banget nih anak Mama." ujar Melani mencium pipi Putrinya.

"Iya dong Ma.. Senang banget loh, kan baru kali ini kita ke korea. Biasanya jalan tuh ke Eropa dan lain lainnya. Sekarang ke Korea tempat berkumpulnya para K-Pop Ma." jawab Lolita.

"Iya sayang, yang penting Kamu bahagia.

Mama, Papa dan Kakak akan memberi yang terbaik untuk Kamu Sayang." ujar Melani.

"Aaa.. Makacih semuanya. Loli di salting brutal deh. Hehehhe." ujar Lolita. Sedangkan Imlie yang baru pulang kerja jam 6 langsung mendengar perkataan mereka.

"Korea? Mereka mau jalan jalan ke korea? Kayanya asik nih. Semoga saja Gue di ajak." batin Imlie dan langsung masuk kemudian mengucapkan salam.

"Assalamualaikum." salam Imlie.

"Waalaikumsalam." jawab mereka yang keceriaan di wajah

mereka langsung menghilang.

"Eh, tadi Aku sempat dengar.. Mama, Papa, sama Kakak mau berlibur ke korea ya?" tanya Imlie.

"Ya." jawab mereka dingin kecuali Lolita yang memasang wajah sok manis.

"Dih, pasti dia mau pergi juga. Nggak akan bakal Gue bairin." batin Lolita.

"Bo-leh nggak Aku ikut?" tanya Imlie. Dan

mereka langsung menatapnya tajam.

"Mimpi sana, yang ada Kami bukan akan berlibur tapi bakal

dapat kesialan lagi." jawab Melani sambil tangannya sibuk mengusap kepalnya Lolita di pangkuannya.

"Ma, nggak papa kan. Masa Imlie nggak ikut. Dia juga ikut ya." ujar Lolita berpura pura.

"Nggak Sayang! Dia nggak usah ikut." jawab Pak Mahen sedangkan Alvian hanya menatap Imlie yang berdiri di samping kursinya. Dia dapat dengan jelas mendengar tarikan nafasnya Imlie.

"Baiklah." jawab Imlie sambil menunduk dan sesekalih melirik Lolita yang tidur di pangkuan Mamanya dan kepalnya juga di usap. Boleh kan Imlie iri karena

sudah bertahun lamanya dia tidak pernah merasakan hal itu lagi.

"Aku permisi." ujar Imlie.

"Tunggu, siapa bilang Kamu sudah bisa pergi, hah?" tanya Buk Melani yang berdiri setelah Lolita bangun.

"Ada apa Ma? Apa Mama udah berubah pikiran, dan.....

PLAK

"Jangan mimpi Kamu kalau Saya berubah pikiran buat ngajak anak pembawa sial kaya Kamu." bentak Buk Melani yang langsung menampar Imlie.

"Kenapa Ma?" tanya Imlie

meringis.

"Kamu masih tanya, KENAPA? Saya yang harusnya bertanya kenapa Kamu pulang sekolahnya jam segini, hah? Mau bikin malu Kamu di luar sana? Mau merusak nama baik keluarga ini dengan sikap jalang Kamu ini, hah?" bentak Buk Melani yang sudah kesekian kali menghina Imlie.

Degh

Lagi lagi hati Imlie perih serasa di cabik cabik kemudian di berikan pada hewan peliharaan.

"Ma,, jangan berkata seperti itu. Aku bukan jal.....

Plak

"Mau ngebantah Kamu, terus alasannya apa sampai Kamu pulangnya sampai jam segini hah?" teriak Buk Melani.

Lolita hanya menunduk sambil tersenyum kemenangan tadi dia sempat menghasut orang tuanya.

"Akuu Kerja Ma." jawab Imlie pelan dan dapat di dengar oleh mereka.

"Ck, nggak usah sok sibuk. Kerja apa Kamu. Memangnya ada yang mau nerima gafis seperti Kamu, hah! Bisa bisa usaha mereka bangkrut, jangan mempermalukan keluarga ini dengan Kamu bekerja

rendahan di luar sana." bentak Buk Melani sedangkan Pak Mahen hanya melihat sambil menatap tajam Imlie.

"Ma, pekerjaan Aku bukan pekerjaan murahan. Walaupun hanya sebagai pelayan di restoran tapi yang penting halal Ma. Dan lagian buat apa Mama malu? buat apa keluarga ini malu? lagian Aku kan nggak pake marga Candrawinata Ma. Mereka bahkan tidak tau Aku bagian keluarga dari Candrawinata. Aku masih pegang janji Aku Kok Ma untuk menutupi identitas Aku. Apalagi ini juga gampang kan Ma, karena nama Aku udah nggak ada Candrawinata lagi Ma. Jadi, kalau Aku buat malu di luar pun tidak ada yang tau Ma dan nama keluarga ini akan tetap terjaga Ma. Dan Aku udah janji Ma nggak bakal bocorin ke siapa pun kalau Aku juga Anak dari keluarga Candrawinata, Aku selalu pegang kata kata Aku Ma dari dulu sampai sekarang. Lagian Aku juga harus kerja Ma biar Aku bisa makan. Aku capek tahan lapar terus." jawab Imlie panjang lebar dengan suara pelan tidak membentak sama sekalih. Tetapi suara itu terdengar dingin..

"Aku Capeeeek." lanjut Imlie lebih pelan lagi dan hanya dapat di dengar oleh Alvian yang berada di

sampingnya.

Mereka semua terdiam mendengar perkataan Imlie yang baru kali ini sangat panjang.

"Yasudah, bagus kalau Kamu masih ingat.." hanya itulah respon dari Buk Melani. Imlie berharap mereka sedikit Iba kepadanya tapi nyatanya nihil.

Pak Mahen dan Alvian pun hanya diam.

"Ck, memalukan sekali. Berharap selesai curhat bakal di kasihani padahal hasilnya tetap Nol." bagin Lolita tersenyum licik.

Imlie mengangguk dan

kemudian berjalan pelan sambil meremas tangannya kuat kuat. Dan pergi dengan langkah tergesa gesa. Ya, Imlie juga mengalmi panik attack juga. Karena sudah selalu di marahin dan berujung di pukul maka gejala itu muncul jadi Imlie suka merasakan cemas, keringat dingin, tubuh sedikit bergetar, dan ketakutan yang besar. Ya, Imlie dari tadi menahan dirinya karena panik attack yang kambuh menimbulkan kecemasan tinggi karena mengira akan di pukulin oleh Papa atau Mamanya lagi dengan kuat.

"Tahan Li." batin Imlie menekan dadanya juga. Sungguh keluarganya sendiri yang sudah

menghancurkan mental gadis ini.

"Non." panggilan dari Bik Ajeng pun tidak di jawab.

Brak

Dengan cepat Imlie langsung menutupi pintu kamarnya tapi lupa di kunci. Imlie langsung bersimpuh dan seperti biasa memeluk lututnya sambil bergetar.

Kejadian kejadian dia selalu di pukuli dari kecil selalu tertanam di kepalanya sehingga membuat trauma yang luar biasa. Dan lebih sadisnya lagi menganggu mentalnya.

Bayangkan saja di pukuli dan di

marahin sejak kecil sampai sekarang tak ada sedikit pun kasih sayang atau perhatian yang di berikan.

Imlie terus bergetar.

"Jangan Pa, Ma.. Ampuun." racau Imlie yang air matanya sudah tumpah sambil meletakkan kepalanya di lututnya.

Dengan cepat Imlie langsung berjalan ke arah lemari kecilnya dan seperti biasa mengambil cuter dari lacinya. Imlie dengan cepat masuk ke kamar mandi dan melakukan rutinitasnya seperti biasa di saat dadanya sesak atau traumanya kembali dan serangan

panik attack menguasainya. Sehingga dia melukai diri sendiri.

Sreet sreet sree

Imlie tersenyum kecil melihat darah yang mengalir dari pergelangan tangannya.

"Hikss.... Hiks.. Hahahahaha..." Imlie mulai tertawa dan menangis meracau sembarangan.

"Kenapa, Kenapa Abang ... Kenapa bukan Lili yang mati saja Bang kenapa Abang bodoh banget.. Atau setidaknya jemput Lili Bang. Abang nggak kasihan ya sama Lili? Abang nggak kasihan ya. Hahahahahh,, Abang nggak Sayang lagi ya sama Lili.. Hiks

hiks.. Kata Abang Lili anak baik tapi kenapa Lili sial Bang. Sampai akhirnya Abang pergi dari Lili.. Hiks Abang...

Sreet sreet

Imlie meracau frustasi di kamar mandi dia kembali mensayat pergelangan tangannya. Kemudian membuang cuter itu sembarangan.

"Hahahah, Lili masih kuat Kok. Masiih, sampai Abang udah hiks benar benar datang buat Lili..maka hiks hari itu juga Lili bakal senang Abang." racau Imlie lagi.

Degh

Sedangkan Alvian yang masuk

ke kamar Imlie langsung terdiam dengan jatung yang berdegup kencang mendengar racauan Imlie.

Bugh

Dengan cepat Alvian langsung membuka pintu WC itu dengan keras dan langsung terbelalak melihat kondisi Imlie.

"LO SUDAH GILA HAH?" LO MAU BUNUH DIRI BIAR BUAT KELUARGA INI KESUSAHAN LAGI, HAH?" teriak Alvian emosi melihat kondisi Adiknya.

Alvian berniat mendekat.

"JANGAN, JANGAN MENDEKAT.. JANGAN SAKITIN

AKU.. AKU MOHON JANGAN SAKITIN AKU." ujar Imlie frustasi tubuhnya bergetar hebat. Dia sekarang sedang sangat takut.

"SIAL....." bentakan Alvian langsung terhenti. Karena perkataan Imlie.

"Pliss, cukup jangan sakiti Aku.. Aku capekk, plisss." lirih Imlie gemetar. Sorot matanya Alvian nampak senduh melihat kondisi kacaunya Imlie.

"Lo.....

"Plisss Aku mohon jangan sakiti Aku.." lirih Imlie kembali.. Alvian nggak bakal nyangka akibat ulah keluarga mereka. Sehingga

membuat gadis ini trauma seperti ini.

"Sini, Gue nggak bakal.....

"JANGAAAAANNN. JANGAN DEKATIN AKU." Imlie kembali histeris. Pikirannya sangat tidak berfungsi saat ini karena rasa trauma selalu menghantuinya.

Grep

"Gue cuman mau tenangin Lo. Jangan jadi orang gila." ujar Alvian sadis yang berhasil membawa tubuh rapuh Adiknya, mengusap tubuh itu membuat Alvian ikut basah pakainnya.

Imlie langsung terdiam bukannya tenang dengan pelukan Kakaknya tapi badannya tambah gemetar. lagian, siapa juga yang bakal tenang dalam pelukan orang yang juga ikut andil dalam kesakitan Imlie ini.

"Le-pa-sin."

"Ba-ng Zahenn Lili k-angen."

Brugh

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!