Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 20
Saat itu, di waktu yang sama, di kantin Hotel Bulan Purnama Teratai. Yan Jian terdiam sembari menatap langit lewat celah jendela, dia memikirkan tentang konsekuensi jika semua anggota perwakilan Provinsi Chang Yuan, meneruskan pertarungan di babak kedua mendatang.
Tidak tahu lawan seperti apa di gerbang-gerbang api lainnya, tetapi dengan sepengetahuan Yan Jian di gerbang api kedua, bahkan tidak ada satu orang pun perwakilan Chang Yuan, yang mampu menghadapi Zhang Feng, Luo Xiang'er, bahkan yang paling mengerikan adalah Wu Hao, praktisi Aula Darah yang memiliki api aneh, bahkan hampir mirip dengan Api Abadi.
Yan Jian tidak terlalu menghawatirkan Chang Ge. Biar bagaimanapun, Chang Ge adalah seorang Praktisi Ranah Nirvana bintang dua, dia cukup memiliki kemampuan untuk bersaing di kelas menengah di dalam kompetisi ini. Tetapi bagi ketiga rekannya yang lain, mereka tidak lain hanyalah menjadi pelengkap dalam kompetisi ini.
Peri Yun Xi yang masih berada pada tingkatan Ranah Kaisar Tempur bintang sembilan, Nangong Yuxin yang masih berada pada tingkatan ranah Kaisar Tempur bintang delapan, bahkan Xiao Yu'er hanyalah seorang Praktisi Kaisar Tempur bintang dua.
Memasuki arena pertarungan yang sangat mematikan, itu sama saja dengan tindakan bunuh diri. Dan di sisi lain, Yan Jian berpikir untuk membawa keempat rekannya memasuki Ruang Ajaib di dalam cincin ruang penyimpanan miliknya. Namun, selain Xiao Yu'er, ketiga rekannya itu tidak tahu menahu tentang Ruang Ajaib yang dimiliki Yan Jian, bahkan Peri Yun Xi sebagai kekasihnya pun tidak mengetahui cincin ruang ajaib yang Yan Jian miliki.
Namun, Yan Jian belum begitu mengenal Chang Ge dan juga Nangong Yuxin, dia belum sepenuh percaya, apakah mereka dapat merahasiakan tentang keberadaan Cincin Ruang Ajaib itu atau tidak?
Namun, ini bukan lagi sesuatu yang harus Yan Jian merasa bimbang. Dia tentu harus mengambil langkah itu, masih ada dua hari tersisa yang setara dengan dua tahun di dalam Dunia Terpisah di dalam Cincin Ruang Ajaib. Mereka bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk berkultivasi dan meningkatkan kemampuan mereka masing-masing.
Lalu, Yan Jian pun memutuskan untuk menaruh kepercayaan kepada Chang Ge dan juga Nangong Yuxin, ia pun berbicara, "Kak Yu, bawa semua orang masuk ke kamarku!" ucap Yan Jian.
"Hah? Adik... apa yang ingin kau lakukan?" tanya Xiao Yu'er, merasa bingung dengan Yan Jian yang tiba-tiba berbicara seperti itu.
Namun, Yan Jian mengusap hidungnya menggunakan cincin ruang itu yang melingkar di jari tengahnya. Seketika membuat Xiao Yu'er mengerti apa yang dimaksud Yan Jian.
Dia tahu bahwa Yan Jian ingin membawa mereka ke dunia terpisah itu, tetapi kantin ini... terlalu banyak orang.
Namun, Nangong Yuxin tiba-tiba berbicara, "Apa maksud anda, saudara Yan?" tanya Nangong Yuxin, "Kau... bersama Peri Yun merupakan sepasang kekasih, dan dengan Xiao Yu'er adalah kakak dan adik. Itu tidak masalah jika kalian berada di kamar yang sama, tapi aku... aku tidak akan ikut." kata Nangong Yuxin lagi.
Yan Jian tidak berbicara apapun, dia hanya tersenyum lalu membalikkan tubuhnya, dan berjalan sembari menarik pelan tangan Peri Yun Xi.
Xiao Yu'er pun menarik tangan Nangong Yuxin yang saat itu masih duduk.
"Ah, Yuxin! Ikut saja! Kami tidak akan menyesal!" ucap Xiao Yu'er, sikapnya selalu ceria dan penuh energik.
"Karna Junior Yan sudah berbicara seperti itu... maka aku yang tua ini akan menurutinya." ucap Chang Ge, sembari menggambar segaris senyuman di bibirnya. Dia pun berjalan mengikuti Yan Jian, menuju kamarnya yang berada di lantai dua Hotel Bulan Purnama Teratai.
Melihat Chang Ge yang juga mengikuti Yan Jian, membuat Nangong Yuxin tidak mempunyai pilihan lain, ia pun bangkit berdiri, berjalan di pimpin oleh Xiao Yu'er.
Sesaat kemudian, semuanya pun telah berada di dalam ruangan kamar Yan Jian.
Chang Ge dan Nangong Yuxin berdiri di depan pintu, memandang Yan Jian. Namun dengan cepat Yan Jian pun menggambar tanda tangan, membentuk segel tangan khusus untuk membuat formasi khusus di dalam ruangan kamar itu: agar tidak ada seorang pun yang bisa memasuki kamar itu tanpa menghancurkan formasi yang dibuat oleh Yan Jian.
Lingkaran spiritual melebar di lantai, meluas hingga ke dinding kamar, dan setelah formasi itu selesai di buat, Nangong Yuxin sangat begitu waspada terhadap Yan Jian, begitu juga dengan Chang Ge. Namun, Chang Ge tetap tenang. Walaupun dia tahu bahwa Yan Jian memiliki kekuatan yang tidak bisa ia remehkan, tetapi dalam segi tingkatan ranah, Chang Ge memang jauh berada di atasnya.
"Tenang saja." kata Yan Jian, dengan nada yang tenang.
Yan Jian pun menghentikan jarinya, seketika sesuatu yang membuat mual menyedot tubuh mereka, memasuki Dunia Terpisah di dalam Cincin Ruang Ajaib.
Dalam beberapa waktu, mereka seolah-olah menjelajahi ruang kehampaan tanpa sedikitpun oksigen, membuat mereka pusing, mual, bahkan Nangong Yuxin memuntahkan makanan-makanan yang telah ia makan di kantin tadi.
"Di mana ini?" gumam Peri Yun Xi, pandangannya berkeliling, melihat seluruh pemandangan yang memanjakan mata yang terbentang di dunia terpisah itu.
"Selamat datang di duniaku!" ucap Yan Jian.
Bang!
Ledakan besar tiba-tiba terjadi di saat Yan Jian berbicara seperti itu, membuat semua orang terkejut.