NovelToon NovelToon
Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Action / Tamat
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Yvone Larasati, seorang desainer interior freelance yang keras kepala dan mandiri, terpaksa menelan harga dirinya dan menandatangani kontrak pernikahan satu tahun dengan Dylan Alexander Hartono, CEO Alexander Group yang dingin dan tak tersentuh. Pernikahan ini adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan ayah Yvone dari jerat penjara akibat jebakan korupsi politik. Di sisi lain, Dylan membutuhkan citra "pria beristri yang sempurna" untuk mengamankan mega-proyek infrastruktur dan pariwisata pemerintah senilai triliunan rupiah.

Berawal dari selembar kertas yang didasari kebencian dan pragmatisme, batasan antara sandiwara dan kenyataan mulai mengabur. Dikelilingi oleh intrik mematikan dari pejabat korup, ancaman masa lalu keluarga, dan empat rival cinta yang mematikan, Dylan dan Yvone menemukan tempat berlindung pada satu sama lain. Di bawah matahari Bali yang hangat, dinding es Dylan runtuh, dan ketakutan Yvone sirna, melahirkan gairah yang tak terbendung dan pengorbanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 34

Cahaya fajar di Uluwatu biasanya diiringi oleh kicauan burung dan suara damai ombak yang menyapu karang. Namun pagi itu, Yvone terbangun oleh suara lain. Suara berat dari baling-baling helikopter yang mendarat di kejauhan, disusul oleh derap langkah sepatu bot militer yang berbaris ritmis di atas paving blok halaman depan.

Yvone perlahan membuka matanya. Sisi ranjang di sebelahnya kosong dan sudah mendingin.

Dengan hati-hati menopang perut buncitnya, Yvone bangkit dan berjalan menuju jendela kaca raksasa di balkon. Ia menyingkap tirai sutra itu sedikit. Pemandangan di bawah sana membuat sisa-sisa kantuknya menguap seketika.

Villa Karang Putih tidak lagi terlihat seperti resor liburan. Halaman rumput yang luas kini dipenuhi oleh puluhan pria berpakaian taktis hitam-hitam dengan rompi antipeluru tebal dan senapan serbu laras panjang. Mobil-mobil SUV lapis baja membentuk barikade melingkar di sekitar gerbang utama. Bahkan di tebing karang di kejauhan, Yvone bisa melihat kilatan lensa teropong dari para penembak jitu (sniper) yang sedang mengambil posisi.

Surga tropisnya dalam semalam telah berubah menjadi pangkalan militer dengan keamanan tingkat tertinggi.

Pintu kamar terbuka dengan suara klik yang pelan. Dylan melangkah masuk. Pria itu masih mengenakan pakaian yang sama dengan semalam kemeja yang kerahnya terbuka dan tanpa jas namun wajahnya memancarkan aura dewa maut yang siap memicu pertumpahan darah. Ada kantung mata tipis yang menandakan pria itu tidak tidur sedetik pun.

Melihat Yvone berdiri di dekat jendela, Dylan segera melangkah menghampirinya.

"Udara pagi sedang tidak bagus. Menjauhlah dari kaca," ucap Dylan pelan, namun nadanya tidak menyisakan ruang untuk bantahan. Ia merengkuh bahu istrinya dan menutup tirai itu rapat-rapat.

Yvone menahan lengan Dylan, menatap suaminya dengan mata yang menuntut penjelasan.

"Dylan, jangan menutupi apa pun dariku. Kenapa rumah kita berubah menjadi zona perang? Apakah ini karena sidang Menteri Hadi?"

Rahang Dylan mengeras. Ia membuang napas panjang, menatap lurus ke dalam manik mata Yvone. Ia tahu ia tidak bisa berbohong pada istrinya. Wanita ini terlalu cerdas untuk dikelabui dengan alasan 'protokol keamanan rutin'.

"Hadi tewas semalam," jawab Dylan datar, suaranya berat dan dingin. "Dibunuh di dalam sel isolasinya dengan racun."

Yvone terkesiap, tubuhnya menegang. "Dibunuh? Tapi... dia dijaga sangat ketat! Siapa yang bisa menembus penjagaan KPK dan Polisi Militer?"

"Orang-orang yang berada jauh di atas rantai makanan elit Jakarta," Dylan menuntun Yvone untuk duduk di tepi ranjang, lalu berlutut di hadapannya dengan satu kaki. Ia menangkup kedua tangan istrinya yang mulai mendingin.

"Hadi hanyalah pion dari sebuah sindikat internasional yang menguasai rute penyelundupan pasar gelap dari Eropa Timur hingga Asia. Sindikat Vespera," jelas Dylan, matanya memancarkan keseriusan yang mematikan. "Dengan membongkar skandal pelabuhan itu, kita telah memotong jalur logistik triliunan rupiah milik mereka. Dan semalam, mereka mengirimkan pesan langsung padaku."

"Pesan apa?" bisik Yvone bergetar. Firasat buruk mencekik lehernya.

Dylan menelan ludah, ibu jarinya mengelus punggung tangan Yvone dengan protektif. "Kau mengambil pion kami, kini kami mengambil ratu-ratumu."

Darah Yvone seakan terkuras habis dari wajahnya. Ia secara refleks menarik tangannya dari genggaman Dylan dan memeluk perut buncitnya dengan protektif.

Ratu-ratumu. Sindikat itu tidak hanya mengincar Dylan. Mereka mengincar Yvone, dan tiga kehidupan yang baru saja mereka rayakan kehadirannya kemarin siang.

"Mereka... mereka mengincar bayi kita," isak Yvone tertahan, air mata kepanikan langsung merebak di pelupuk matanya. "Dua jagoan dan satu bidadari kita... Dylan, mereka mengincar anak-anak kita!"

"Tidak akan ada yang menyentuh mereka, Yvone! Aku bersumpah!" Dylan bangkit dan langsung merengkuh Yvone ke dalam pelukannya, menekankan wajah istrinya ke dadanya. Pria itu memeluk Yvone begitu erat seolah ia bisa menyembunyikan wanita itu di dalam tulang rusuknya sendiri.

"Aku telah menarik seluruh pasukan elit pribadiku dari seluruh dunia malam ini," geram Dylan di puncak kepala Yvone, suaranya bergetar oleh amarah dan keputusasaan seorang ayah. "Aku mengaktifkan Protokol Aegis. Vila ini sekarang adalah benteng yang tidak bisa ditembus oleh siapa pun, bahkan oleh militer negara sekalipun. Radarku mencakup radius lima puluh kilometer. Tidak ada lalat yang bisa masuk tanpa izin dariku."

Yvone menangis terisak di dada suaminya, meremas kemeja pria itu dengan putus asa. Ancaman kali ini terasa jauh lebih nyata dan mengerikan dibandingkan manipulasi murahan Nadia Pramudya. Ini adalah sindikat pembunuh internasional.

"Lucian Vance, pemimpin mereka, adalah iblis berdarah dingin, Yvone," lanjut Dylan, melepaskan pelukannya perlahan untuk menatap wajah istrinya. Ia menghapus air mata Yvone dengan kelembutan yang menyayat hati. "Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari kamar ini tanpa pengawalan. Kau harus percaya padaku. Aku akan membantai mereka semua sebelum bayangan mereka menyentuh kulitmu."

Yvone memejamkan mata, menarik napas panjang untuk meredakan histerianya. Ia mengingat janjinya di altar. Ia bukan lagi gadis lemah yang hanya bisa menangis saat ditekan. Ia adalah Nyonya Alexander Hartono. Ia adalah seorang ibu yang harus melindungi tiga nyawa di dalam rahimnya.

Yvone membuka matanya. Kepanikan itu perlahan memudar, digantikan oleh sorot mata yang tajam dan penuh tekad.

"Aku percaya padamu, Dylan," ucap Yvone mantap. Ia meletakkan tangannya di dada bidang suaminya. "Tapi ingat, kita adalah satu tim. Jika sindikat ini menyerang sistem operasional perusahanmu, kau butuh aku untuk menjaga stabilitas Alexander Group dari dalam sementara kau mengurus perangnya di luar."

Dylan menatap istrinya dengan takjub. Di tengah teror yang mengancam nyawanya, Ratu-nya justru bersiap untuk ikut bertarung di sisinya.

"Kau tidak perlu bekerja. Kau harus istirahat—"

"Aku tidak akan turun ke lapangan," potong Yvone tegas. "Aku akan menggunakan sistem satelit dari ruangan ini. Jika Vespera menyerang dari sisi finansial atau logistik konstruksi kita, aku yang akan memblokirnya. Biarkan aku membantumu, Dylan. Tolong. Duduk diam dalam ketakutan justru akan membunuhku secara mental."

Dylan mengertakkan rahangnya, namun akhirnya ia mengangguk pasrah. Ia tidak bisa meredupkan api di mata istrinya. "Hanya dari kamar ini. Jaringan komunikasimu akan dienkripsi ulang oleh tim siber."

Yvone tersenyum tipis, mengecup rahang suaminya. "Kita akan menghancurkan mereka, Sayang."

Tiga Hari Kemudian.

Tensi di Villa Karang Putih berada pada titik didih tertinggi.

Tiga hari berlalu tanpa ada serangan fisik dari Vespera. Namun, serangan psikologis mereka sangat brutal. Server Alexander Group di London mengalami serangan siber yang terkoordinasi setiap beberapa jam, menciptakan kekacauan di pasar saham Eropa. Marco bekerja nyaris tanpa tidur, memimpin tim hacker bayaran untuk mempertahankan dinding api perusahaan.

Sore itu, Yvone duduk di sofa kamarnya, baru saja selesai melakukan video call dengan dewan direksi untuk menenangkan para pemegang saham. Bayi-bayinya sedang sangat aktif, menendang-nendang kuat seolah ikut merasakan ketegangan ibunya.

Yvone mengelus perutnya perlahan, menyenandungkan lagu pengantar tidur yang pelan.

Tiba-tiba, suara ketukan pelan terdengar di pintu. Pak Joko melangkah masuk dengan wajah yang sangat pucat. Ia membawa sebuah nampan perak yang biasanya digunakan untuk mengantar makanan, namun nampan itu hanya berisi sebuah kotak kecil berbahan beludru hitam.

Di belakang Pak Joko, Dylan menyusul masuk dengan langkah cepat. Wajah suaminya tampak seperti baru saja melihat hantu.

"Ada apa, Dylan? Pak Joko?" tanya Yvone, berdiri perlahan.

Dylan tidak menjawab. Ia mengambil kotak beludru itu dari nampan Pak Joko dan membukanya dengan tangan yang sedikit bergetar.

Mata Yvone terbelalak lebar melihat isinya.

Di dalam kotak itu, terdapat sebuah mainan kerincingan bayi yang sangat indah, terbuat dari perak murni. Namun, di gagang kerincingan itu, terdapat ukiran lambang teratai hitam yang terbakar. Lambang Vespera Syndicate.

Yang lebih mengerikan, kotak itu dilapisi oleh potongan kecil dari kain sutra... kain sutra yang sangat familiar bagi Yvone.

"I-Itu..." Yvone menelan ludah, tubuhnya seketika merinding hebat. "Itu potongan dari sisa kain gaun pengantinku. Kain yang kusimpan di laci meja kerjaku di penthouse Jakarta."

Dylan menutup kotak itu dengan kasar, rahangnya mengetat hingga otot-ototnya menonjol. Pria itu membanting kotak tersebut ke lantai.

"Bagaimana paket ini bisa masuk ke dalam vila?!" raung Dylan, menatap Pak Joko dengan mata yang berkilat oleh amarah murni. "Aku sudah menyuruh tim taktis menyisir dan men- scan setiap barang, setiap makanan yang masuk dengan alat detektor sinar-X!"

"B-Bos..." suara Pak Joko bergetar. "Paket ini tidak dikirim melalui pos atau kurir. Kami menemukannya pagi ini... tergeletak begitu saja di atas meja makan di teras belakang."

Udara di kamar itu seolah tersedot habis.

Meja makan di teras belakang berada jauh di dalam perimeter pertahanan Villa Karang Putih. Area itu dijaga oleh tiga lapis penjagaan bersenjata dan terpantau oleh puluhan kamera pengawas bersensor panas.

Fakta bahwa seseorang berhasil menembus semua itu, meletakkan ancaman itu tepat di jantung rumah mereka tanpa memicu satu pun alarm, dan pergi tanpa terlihat... itu adalah deklarasi kekuatan yang mengerikan. Lucian Vance tidak sedang mengirimkan ancaman kosong. Iblis itu sedang mengatakan bahwa tidak ada satu pun benteng milik Dylan yang benar-benar aman.

Dylan menarik napas dengan kasar, memejamkan mata. Ia baru saja menyadari satu kenyataan pahit.

"Ada pengkhianat di antara orang-orangku sendiri," desis Dylan mematikan. Matanya terbuka, menatap Yvone dengan kepanikan yang berusaha ia sembunyikan namun gagal.

Sindikat Vespera telah berada di dalam sangkar mereka. Permainan kucing dan tikus ini telah berubah menjadi mimpi buruk yang paling nyata.

1
Tutik Winarsih
kereennn
eka suci
woke lah tamat lumayan , tingkat kan kwalitas karyamu thor💪
eka suci
jangan terlalu tegang Thor 😥
eka suci
hmmm lagi lagi perempuan jadi yg terlemaj🤔 tunjukkan kemampuan mu ratu💪
eka suci
ngga ngerti istilah cyber baca AE lah 🤭
eka suci
bagus akhirnya ratu bangkit 💪
eka suci
agak sesak nafas ya Ola horor 😥
eka suci
aduh Thor si Ola jangan di buat oon dong, 2 kakaknya udah keren masa dia cuma Barbie ngga punya otak 😥 jangan sampai aku skip ya🤭
eka suci
lanjut 💪
eka suci
pesta musim dingin di Indonesia 🤔
eka suci
betul, biarkan sang ratu bangkit 💪
eka suci
fokus Thor , mereka kembar Arthur anak tertua masa Leon 15 tahun menahan bocah 10 tahun yg merupakan kakak kembarnya 🤭 jangan bikin pusing thor💪
Sang_Imajinasi: eh iya typo
total 1 replies
eka suci
🔼
eka suci
5 THN perubahan watak karena situasi 😥
eka suci
Fin udah curiga tapi Arthur yg pegang komando masih amatir🤭
eka suci
ayo cepat bersatu LG bangun kan sang ratu
Fatma Yulia
rasa nonton film action
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Penatah Kabut
Hade___________________
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.
Author Punya Permintaan Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat meng update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️
eka suci
duuuhhh,ampe tahan nafas bacanya 😥 baca yg lain dulu deh🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!