NovelToon NovelToon
Jika Cinta Tidak Cukup

Jika Cinta Tidak Cukup

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: LilacPink

Enam belas tahun lalu, ia menyimpan rasa pada seorang perempuan yang tak pernah ia temui secara nyata.

Waktu berlalu, hidup menuntutnya dewasa,
namun perasaan itu tak pernah benar-benar pergi.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali,
perempuan itu telah menjadi ibu dari tiga anak,
dan ia dihadapkan pada cinta yang tak lagi sederhana.

Di antara keyakinan, tanggung jawab, dan logika,
ia harus menjawab satu pertanyaan paling berat dalam hidupnya:

apakah cinta cukup untuk memulai segalanya dari awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LilacPink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta orang Dewasa

...****************...

Tak terasa, hubungan kami sudah berjalan lima bulan. Linda makin sering datang ke kosanku saat hari libur. Kamar sempit ini perlahan berubah menjadi ruang yang penuh tawa, sentuhan, dan keheningan yang canggung tapi hangat.

Sore itu hujan turun pelan. Kami duduk di tepi ranjang, bahu kami bersentuhan. Tidak ada rencana. Tidak ada kata-kata besar. Hanya detak jantung yang terasa semakin jelas.

Tatapannya membuatku gugup. Tanganku gemetar saat menyentuhnya aku sadar, ini pertama kalinya aku sedekat ini dengan seorang perempuan. Linda tersenyum, seolah tahu segalanya, lalu menarikku pelan ke dalam pelukannya.

Waktu seakan berhenti. Aku menutup mata dan membiarkan perasaan itu mengambil alih. Ia terus agresif menciumi bibirku dan membiarkan tanganku menyentuh dadanya. Aku sangat terangsang. Hingga akhirnya malam itu ku lepaskan keperjakaanku untuk Linda.

...----------------...

Aku terbangun dengan dada yang masih naik turun. Linda terbaring di sampingku, rambutnya berantakan, wajahnya tenang.

Ada perasaan aneh di dadaku campuran bahagia, bingung, dan sesuatu yang mengganjal.

Aku menatap langit-langit kamar cukup lama sebelum akhirnya bertanya pelan, nyaris berbisik.

“Lin…”

Dia menoleh.

“Kamu… sebelumnya pernah, ya?”

Linda diam sesaat. Tidak kaget. Tidak marah.

Hanya menarik selimut sedikit lebih tinggi.

“Iya,” jawabnya jujur.

“Sebelum kamu.”

Aku menelan ludah.

“Sama siapa?” tanyaku lirih.

Linda menatapku lama.

Entah kenangan apa yang lewat di kepalanya.

"Mantanku.."

Jawaban Linda terdengar tenang. Terlalu tenang.

Dadaku terasa berat. Aku menatap langit-langit kamar kosku yang catnya mulai mengelupas. Rasanya seperti ada sesuatu yang ikut terkelupas dari dalam diriku.

Ini pertama kaliku. Pertama kalinya aku memberikan diriku sepenuhnya.

Dan aku… bukan yang pertama baginya.

“Aku kira…” suaraku menggantung.

“Kira apa?” tanya Linda pelan.

Aku menggeleng. Sulit menjelaskan perasaan yang bahkan aku sendiri belum paham.

Bukan soal masa lalunya. Bukan juga soal hak atau tidak. Tapi aku membayangkan momen tadi sebagai sesuatu yang sakral. Spesial. Eksklusif.

Dan tiba-tiba aku merasa sendirian dalam makna itu.

“Kamu masih sayang sama dia?” tanyaku akhirnya.

Linda mengernyit. “Nggak. Itu udah lama.”

“Kenapa putus?”

Dia terdiam sesaat.

“Dia nggak serius.”

Jawaban itu justru membuatku semakin diam.

Kalau dia bisa memberikan dirinya pada orang yang tidak serius… apa jaminannya aku berbeda?

Aku bangkit dari ranjang dan duduk di tepi kasur. Punggungku membelakanginya.

Linda memelukku dari belakang.

“Ka…”

Aku tidak menepisnya. Tapi juga tidak membalas.

“Aku nggak pernah nyesel sama kamu,” katanya pelan. “Justru aku milih kamu sekarang. Aku di sini.”

Aku tahu dia benar.Tapi kecewa itu tidak langsung hilang hanya karena penjelasan. Sebagian dari diriku ingin terlihat dewasa. Sebagian lagi merasa kecil.

Aku selalu membayangkan akan memberikan semuanya pada seseorang yang juga memberiku yang pertama. Ternyata hidup tidak sesederhana itu.

“Harusnya kamu bilang dari awal,” ucapku pelan.

Linda terdiam.

Untuk pertama kalinya sejak lima bulan bersama, ada jarak yang tidak terlihat di antara kami.

Aku mencintainya. Tapi malam itu, aku belajar bahwa cinta juga bisa membawa rasa perih.

Dan aku tidak tahu… apakah rasa kecewa ini akan memudar, atau justru tumbuh diam-diam.

Aku berdiri dari tempat tidur terlalu cepat sampai kursi di samping ranjang hampir terjatuh.

“Kamu tahu nggak sih?” suaraku meninggi tanpa bisa kutahan. “Ini pertama kalinya buat aku!”

Linda terdiam. Ia tidak pernah melihatku seperti ini.

“Aku bukan anak kecil. Umurku sudah matang. Aku punya kesempatan berkali-kali kalau cuma mau main-main,” kataku sambil mengacak rambutku sendiri. “Tapi aku nahan. Aku jaga.”

Napas ku terasa berat.

“Dan semalam…” aku menatapnya tajam, “kita malah ngelakuin itu.”

Linda bangkit duduk. “Ka, jangan seolah-olah aku maksa kamu.”

“Aku nggak bilang kamu maksa!” potongku cepat. “Aku juga salah. Aku yang nggak bisa kontrol.”

Ada jeda. Tapi amarah itu belum reda.

“Aku kira semuanya bakal… spesial. Bersih. Punya makna yang sama buat kita berdua,” ucapku dengan suara yang mulai serak. “Ternyata aku sendirian di makna itu.”

Linda mengernyit. “Maksud kamu apa?”

Aku tertawa pendek, pahit.

“Aku baru tahu itu bukan pertama kalinya buat kamu.”

Ruangan terasa sesak.

Linda memalingkan wajahnya.

“Itu masa lalu,” jawabnya pelan.

“Tapi buat aku ini bukan masa lalu!” suaraku pecah. “Ini pertama kaliku, Lin! Aku nggak pernah… aku nggak pernah sejauh ini sama siapa pun!”

Tanganku mengepal. Bukan ingin menyakiti siapa pun. Hanya menahan sesuatu yang rasanya menghantam harga diriku.

“Aku ngerasa bodoh,” lanjutku lirih tapi penuh tekanan. “Kayak cuma aku yang menganggap ini sakral.”

Linda berdiri sekarang. “Jadi kamu marah karena aku punya masa lalu?”

“Aku marah karena aku nggak tahu!” balasku cepat. “Aku marah karena aku pikir kita sama.”

Keheningan jatuh di antara kami.

Aku mencintainya. Itu tidak berubah.

Tapi malam itu, ada sesuatu yang retak bukan karena tubuh, melainkan karena harapan yang tidak pernah kami bicarakan.

Aku menatapnya lagi, kali ini dengan campuran kecewa dan bingung.

“Apa yang kita lakukan semalam… mungkin itu cinta buat kamu,” kataku pelan.

“Tapi buat aku… itu keputusan yang nggak bisa aku ulang.”

Dan untuk pertama kalinya dalam lima bulan, aku tidak tahu harus memeluknya atau menjauh.

"maafkan aku ka..aku juga ga tau kalau kamu sebersih itu. aku salah"

Aku terdiam saat mendengar itu.

Kata-katanya sederhana, tapi justru itu yang membuat dadaku semakin sesak.

Bukan karena marahnya hilang tapi karena rasa bersalah mulai bercampur dengan kecewa.

Aku menghela napas panjang, lalu duduk di tepi ranjang. Tanganku gemetar, bukan ingin menyentuhnya, tapi menahan diriku sendiri.

“Bukan soal kamu tahu atau nggak tahu, Lin,” ucapku akhirnya, suaraku lebih rendah tapi berat.

“Ini soal… aku ngerasa kehilangan sesuatu yang selama ini aku jaga sendirian.”

Linda mendekat satu langkah, ragu.

“Aku nggak bermaksud ngerusak apa pun,” katanya pelan. “Aku cuma… sayang sama kamu.”

Aku tersenyum kecil, tapi pahit.

“Aku juga sayang kamu,” jawabku jujur. “Makanya aku marah. Kalau aku nggak peduli, aku nggak akan sesakit ini.”

Aku menatap lantai.

Ada hening yang panjang.

“Aku nggak menilai masa lalu kamu,” lanjutku. “Aku cuma belum siap menerima kenyataan ini secepat itu.”

Linda terisak pelan.

“Maafin aku, Ka…”

Aku memejamkan mata.

Bukan karena aku ingin pergi, tapi karena aku butuh menenangkan badai di kepalaku.

“Aku butuh waktu,” kataku akhirnya. “Bukan buat ninggalin kamu… tapi buat berdamai sama diriku sendiri.”

Linda mengangguk pelan. Tidak memelukku. Tidak memaksa. Dan justru sikap itu yang membuat hatiku semakin remuk.

Lalu Linda pergi meninggalkanku sendiri di kamar kost. Ia memutuskan untuk pulang.

1
Rara Purnama
q suka banget. kayak di dunia nyata. ceritanya reltade dan masuk akal ga dbuat2 gitu ga alay
LilacPink: makasih ya ka
total 1 replies
Rara Purnama
thor itu lagu Element ya. vokalisnya baru meningga tgl 25 tepat saat kamu mulai menulis ya thor. semangat thor💪
LilacPink: iya sedih banget lucky meninggal innailaihi wa innailaihi rojiun
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!