NovelToon NovelToon
Mas Galak Saranghae

Mas Galak Saranghae

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romantis / Cintamanis / Fantasi / Cintapertama / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mahlina

Siapa bilang niat balas dendam akan berakhir sesuai rencana?

Buktinya nih si Nisa!

Hatinya udah di buat jungkir balik sama Aziz. Tetap aja hatinya gak bisa berpaling dari pria galak yang acap kali berkata nyelekit di hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

...🥀🥀🥀🥀...

“Kita udah dewasa, Nis! Gak ada salahnya melakukan hubungan lebih dulu. Lu mau status, gua kasih. Kita nikah setelahnya!” bujuk Aziz, tangannya kembali bergerak memaksa Nisa.

Nisa memberontak, “Gak, le pas! Aziz!”

Ting nong ting nong.

Plak.

Brugh.

Bukan hanya tamparan yang mendarat di pipi Aziz. Tapi dengan beraninya Nisa mengayunkan lutut kanannya ke arah selang ka Aziz dengan sekuat tenaga.

Aziz langsung membungkuk kesakitan, memegangi asetnya, dengan wajah merah padam. Antara sakit dan marah yang mele bur jadi satu.

“Uuggghhhh ah sial! Kenapa lu ngelakuin ini ke terong gua, Nis! Ini aset gua, Nis! Masa depan gua sama lu! Enjiiir sakit gila!” umpat Aziz, menyesali perbuatan Nisa pada nya.

“Lu yang maksa gua ngelakuin itu, Ziz! Gua pikir lu pria baik! Tapi nyatanya gua salah, lu gak lebih dari pria breng sek yang gak bisa berkomitmen!

Seharusnya lu bisa tahan diri sampe kata sah itu menggema, tapi lu keterlaluan! Gua benci lu!” sentak Nisa dengan tatapan penuh kecewa, sebelum berlalu meninggalkan Aziz.

Brugh.

Nisa menutup pintu kamar, menguncinya diri dari dalam.

Seakan gak punya lagi kemampuan untuk berdiri, tubuh Nisa merosot, bersandar pada daun pintu dengan memeluk lututnya.

Nisa menangis dalam diam, tangis yang gak lagi bersuara, hanya tubuhnya yang bergetar.

‘Ya Tuhan, kali ini aku masih bisa selamat dari kekhilafan yang hampir membuat ku kehilangan kesu cian! Hal yang paling berharga, yang harusnya aku jaga untuk teman hidup ku.

Pria yang kelak aku panggil suami! Beri lah aku kekuatan untuk menjaganya sampai hari itu tiba, dengan siapa pun jodoh yang kau pilih kan untuk ku!’ jerit batin Nisa.

Sementara di luar kamar.

Aziz menoleh ke arah pintu kamar yang di tempati Nisa, “Nisa pasti sangat kecewa dengan sikap gua!”

Aziz mencengkram rambutnya, dengan wajah frustasi, sementara miliknya masih berdenyut sakit yang luar biasa.

“Astaga, apa yang sudah gua laku kan! Gua hampir aja ngerusak Nisa! Gua hampir merenggutnya! Kenapa gua bisa lepas kendali kaya gini sih eegghhh sialan!”

Ting nong ting nong.

“Astagaaa, siapa sih orang yang ada di luar!” sentak Aziz dengan nafas memburu kesal, menoleh ke arah pintu.

Aziz melangkah dengan perlahan, bak king kong untuk sampai ke pintu. Usai memastikan siapa yang menekan bel di pintu unit kamar hotelnya.

Aziz membola, mendapati Arif berdiri di depan unitnya, lewat celah lubang di daun pintunya. “Pak Arif? Apa mungkin… aku gak akan tau tujuan pak Arif ke unit ku kalo aku gak tanya kan langsung!”

Ceklek.

Arif melangkah masuk ke dalam unit begitu Aziz membuka pintu.

“Kenapa lama sekali kamu buka pintunya? Kaki saya lumutan nunggu kamu buka pintu, Ziz!” cerocos Arif dengan dingin, namun netranya mengeder, seakan mencari sesuatu.

Arif gak tau, jika Aziz mengekorinya dengan cara berjalan yang tampak aneh.

‘Sial, sekit sekali! Tahan Aziz! Jangan buat pak Arif curiga! Bisa gawat kalo sampai pak Arif mengadukan ku pada Tuan Alex!’ batin Aziz, menggigit bibir bawahnya.

“Sa- saya baru selesai makan malam dengan Nisa, pak! Kenapa malam malam begini bapak masih berkeliaran? Bukannya bapak yang minta kami untuk istirahat?” beo Aziz, mati matian bersikap biasa di depan Arif, menahan rasa sakitnya.

‘Di mana Nisa! Tapi kalo seandainya sudah terjadi hal yang salah dengan Aziz dan Nisa. Pasti Aziz gak mungkin bisa membukakan pintu untuk saya kan! Tapi rasanya gak mungkin, dengan apa yang saya lihat beberapa waktu lalu!’ pikir Arif.

“Kalian makan malam di mana? Apa Nisa menyukai hidangan hotel ini?”

“Di sana, pak!” Aziz menunjuk ke arah balkon.

Arif melangkah ke arah yang di tunjuk, “Cihs mau makan malam romantis? Gak mau kalah kamu dengan Tuan Muda? Jadi benar kalian ada hubungan?”

“Sepertinya akan ada hubungan, itu pun kalo Nisa masih mau menerima saya!” celetuk Aziz tanpa saringan.

“Gelas kamu yang mana, Ziz?” tanya Arif, saat berada di depan meja, dengan sisa makan malam yang baru beberapa saat lalu Aziz dan Nisa lalui.

“Itu, pak!” Aziz menunjuk gelas yang tadi ia gunakan.

‘Benar! Dasar Hans, bisa bisanya dia melaku kan yang di luar batas pada orang nya Nyonya! Tapi untungnya ini kadarnya rendah, terbukti dengan Aziz yang baik baik aja!’ pikir Arif, usai menghirup gelas yang tadi digunakan Aziz.

Aziz mengerdikkan dagunya, “Kenapa, pak? Apa ada yang salah?”

Bukannya menjawab, Arif justru mengajukan pertanyaan.

“Ada apa dengan wajah mu, Ziz?”

“Ah i- ini cu- cuma kejedot tembok, pak! I- iya benar! Gak sengaja! Tadi gak perhatiin jalan!” dusta Aziz kepalang gugup, menggaruk kepalanya yang gak gatal.

‘Pasti di tampar sama Nisa!’ tebak Arif.

“Di mana Nisa? Saya mau bicara dengannya!” kilah Arif, mengayunkan langkahnya ke arah ruang tamu, lalu duduk dengan santai di sana.

Aziz mengepalkan tangannya, netranya menatap ke arah pintu kamar, ‘Aduh jawab apa nih gua! Gak mungkin gua bilang Nisa ngambek, abis mu kul gua yang lepas kendali kan! Sama aja nyerahin nyawa gua sendiri itu mah!’

“Ziz! Panggil Nisa! Saya percaya kalo Nisa baik baik aja sama kamu, setelah saya melihatnya dengan mata kepala saya! Kamu tau kan! Saya bertindak atas perintah Nyonya!” jelas Arif dengan tegas.

Aziz menelan salivanya sulit, ia melangkah dengan susah payah ke depan pintu kamar yang di tempati Nisa. Dan tepat saat Arif melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.

‘Kenapa dengan cara jalannya Aziz ya?’ pikir Arif.

“Saya rasa Nisa sudah tidur, pak! Rasanya gak mungkin kalo saya bangunkan dia!” kilah Aziz.

Aziz melangkah menghampiri Arif, masih dengan cara jalannya yang terlihat aneh. Berusaha jalan biasa, namun nyatanya ia gagal.

‘Semoga pak Arif gak tanya jalan gua yang aneh gini!’ pikir Aziz.

“Ada apa dengan mu? Sakit? Cara jalan mu aneh sekali! Persis king kong!” celetuk Arif tanpa saringan.

Aziz menggeleng, “Ti- tidak, pak! Ini hanya kecelakaan kecil saja! Ta- tadi saya gak sengaja jatuh di kamar mandi!” lagi ia berdusta.

Aziz gak berani duduk, ia berdiri di depan Arif dengan jarak aman.

‘Mam pus kan gua, pake ada acara pak Arif nyadar! Alasan apa lagi nih gua!’ pikir Aziz.

Arif menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa, dengan kedua tangan menyilang di depan dada.

“Ziz! Lu cuma tinggal pilih, jujur apa gak lagi sayang nyawa!” sentak Arif.

“Jujur, pak! Sa- saya hampir melakukannya dengan Nisa. Tapi sayangnya Nisa menolak, meski saya sudah janjikan akan menikahinya.”

Arif mencondongkan tubuhnya ke depan, dengan kedua tangan di atas pahanya.

“Lalu apa yang terjadi? Kamu memaksanya? Kamu berhasil melakukannya?” cecar Arif dengan tatapan mengintimidasi.

“Gagal, pak! Nisa melumpuhkan saya, saya di tampar dan Nisa juga menendang aset saya dengan lututnya sangat keras, saat bapak menekan bel di depan unit saya.” beo Aziz apa adanya.

Arif beranjak dari duduknya, menghampiri Aziz, “Bagus lah kalo kamu gagal melakukannya! Saya yang akan menghabisi kamu kalo berani melakukannya dengan Nisa di luar pernikahan! Setidaknya nikahkan dulu dia! Ngerti kamu!” sentak Arif dengan tegas.

“Iya, pak! Saya akan temui ayahnya Nisa, saya akan memintanya untuk saya nikahi. Setelah acara pesta pernikahan Tuan selesai.”

Bugh, bugh.

Arif melayangkan kepalan tangannya di perut Aziz, namun hal itu gak membuat Aziz tumbang. Ia masih bisa berdiri dengan tegak.

“Ugghhhh!” Aziz mengerang kesakitan tanpa berani melawan.

“Jangan jadi brengsek, Ziz! Selama ini saya sangat bangga dengan prestasi mu! Tapi malam ini, kamu mencoreng kepercayaan saya! Tapi yah, saya harus maklum, kamu melakukanya di luar kendali mu!” celetuk Arif.

Aziz mengerutkan keningnya penuh tanya, “Maksud bapak? Apa ada yang mencam pur minuman saya dengan perang sang, kadar rendah? Atau ada hal lain yang saya gak tau?”

“Harusnya kamu gunakan otak! Pikir dengan jernih sebelum kamu bertindak, Ziz!”

Arif mengetuk pintu kamar yang di tempati Nisa, di susul seruan.

Tok tok tok.

“Nis! Buka pintunya, Nis! Ini saya pak Arif!”

“Tolong biarkan Nisa bersama dengan saya, pak! Saya janji gak akan mengulanginya! Lagi pula Nisa pasti sudah tidur!” seru Aziz dengan tatapan memohon.

“Keputusan ada di tangan Nisa! Dia memilih tetap tinggal, atau ikut dengan saya!” putus Arif dengan tegas.

Tok tok tok.

“Nisa!” seru Arif.

Ceklek.

Nisa membuka pintu kamar dengan mata sembab.

“Saya tau kamu pasti kecewa dengan perbuatan Aziz, makanya saya jemput kamu! Kamu mau kan malam ini tidur di kamar lain!” tawar Arif.

Gak langsung menjawab, Nisa melirik Aziz dan Arif bergantian.

‘Kesempatan gua buat ngejauh dari Aziz, tapi apa ini jalan yang benar?’ pikir Nisa.

Aziz bersuara dengan tatapan memohon, “Tolong Nis jangan pergi dari sini! Gua sumpah, tadi itu di luar kendali gua! Tapi sumpah, gua gak mau lu sama pria lain! Gua juga gak tau perasaan apa ini, Nis! Gua …”

Bugh.

Arif memukul keras punggung Aziz, membuat pria muda itu jatuh tersungkur di atas lantai.

“… uggghhh!” Aziz mengerang kesakitan.

“Keputusan ada ditangan Nisa, kamu ingat itu, Ziz!” sentak Arif tanpa berminat membantu Aziz beranjak.

Bersambung …

1
lina
Kasih tau gak y
partini
wah banyak Banggt yg pdkt
lina: Biar aziz ke bakar 😄
total 1 replies
lina
Marahnya awet amat
lina
Yaah beeet
partini
ngilu Banggt tuh terong 🍆🤣🤣
lain kamar aja lah nis bukan muhrim loh ,tadi kata mu ini itu macam tau itu salah kalau masih satu kamar ya pada Bae itu mah 🤣🤣🤣
lina: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
lina
polih mna y
lina
goroh
lina
tul itu
lina
udh penggel bae itu palanya pak
lina
kga syg nyawa 🤣🤣
lina
ulahnya s hans
lina
ora mati sekalian.
lina: aman itu🤭
total 2 replies
lina
sukirin
lina
minta d beri
lina
semprul
lina
nangis lah. u hila
lina
d dengar g y
lina
cuma tanya. d samain ngulur waktu. aitu ngelawak?
lina
harus pede ngadepin ajis
lina
kutu kupret klo nyeletuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!