NovelToon NovelToon
SANDIWARA BERUJUNG CINTA

SANDIWARA BERUJUNG CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Keluarga / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:46
Nilai: 5
Nama Author: marwa18

Demi uang, Keysa setuju berpura-pura menjadi kekasih pria kaya raya. Namun, jebakan ini seharusnya untuk sahabatnya. Kini, ia terperangkap di bawah kendali pria itu. Keysa harus memainkan peran yang bukan miliknya, sebelum rahasia pertukaran identitas ini menghancurkan mereka semua..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon marwa18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20. TANGISAN DI KANTIN

Keesokan harinya, Kesya memasuki lobi kantor dengan perasaan campur aduk. dia tahu, hari ini adalah hari terakhirnya. Di depan pintu masuk, dia berhenti sebentar,menarik napas panjang, mempersiapkan diri untuk menghadapi takdir.

kesya masuk ke ruang kerjanya dan duduk di mejanya yang dingin. Segelas kopi instan diseduh, Kesya meminumnya cepat, berharap kopi itu bisa meredakan ketegangan yang membuatnya panik.

Tepat pukul sebelas siang, panggilan yang ditunggu dan ditakuti itu datang.

Sekretaris pribadi Aksa menghampirinya. "Nona Kesya, pak Aksa meminta kamu segera ke ruangannya. Ada hal penting yang harus dibicarakan"

Kesya mengangguk, jantungnya berdegup gak karuan. dia bangkit, memasang senyum termanis, senyum perpisahan yang dia latih dari semalaman, seolah dia udah siap menerima kekalahan. kesya mengetuk pintunya dan masuk dan melihat Aksa yang lagi duduk di balik meja besarnya.

Aksa menyuruhnya duduk. Mereka saling bertatap-tatapan Aksa dingin dan seolah tatapan itu menusuk, sementara Kesya memaksakan senyum selama lima detik yang terasa seperti lama .

Aksa membuka suara, nadanya datar.

"Kamu tahu kenapa aku panggil kamu ke ruangan ini?"

Kesya menunduk, gak berani melihat wajahnya, bibirnya rapat terkunci. Tepat pada saat Aksa mau melanjutkan ucapannya, Kesya langsung memotong.

dia gak mau mendengar kata "dipecat"

BRUKKKK!

Kesya menjatuhkan diri, berlutut di karpet mahal ruangan pak aksa itu.

"Pak Aksa, aku mohon! aku minta maaf! aku tahu aku salah, tapi tolong beri aku kesempatan untuk memperbaikinya" Kesya memohon dengan suara bergetar.

Hening...

Karena gak ada jawaban dari pak Aksa

Kesya mendongak. Reaksi Aksa gak seperti yang kesya bayangkan. Pria itu cuma melihatnya dengan keanehan yang terlihat di wajahnya.

"Kenapa kamu minta maaf? Kenapa kamu berlutut kaya gitu?" tanya Aksa, suaranya dipenuhi keheranan. "aku bahkan belum ngomong apa-apa, tapi kamu udah bersikap kaya gini"

Sontak, Kesya langsung kebingungan dan merasakan rasa malu yang luar biasa.

"Loh Bukannya pak aksa memanggil aku ke ruangan karena mau memecat aku?" tanyanya lesu.

Aksa menyandarkan punggung ke kursi, napasnya terdengar berat. "Memecat? Siapa yang mau memecat kamu?"

Kesya terdiam, Matanya cuma berkedip-kedip, otaknya berputar mencari jawaban.

"aku panggil kamu ke ruangan aku" lanjut Aksa dengan tersenyum

"karena aku mau mengucapkan selamat ulang tahun" dia menunjuk bingkisan kecil di sudut meja.

"aku dengar dari laporan kantor, kamu ulang tahun kemarin"kata aksa.

"Hah? ulang tahun, Pak?" Kesya kaget, wajahnya langsung memucat karena panik. dia langsung bangkit. "Oh iya, Pak! Iya, terima kasih banyak untuk ucapannya!" Kesya berusaha keras menutup kebohongan itu.

"Jadi aku gak jadi dipecat, Pak?" tanyanya, sedikit harap.

Aksa menarik napas panjang, dan senyum tipis terukir di bibirnya. Nadanya sekarang jadi rendah dan hangat "enggak" katanya.

"aku masih membutuhkan kamu di sini. gak ada alasan bagi aku untuk memecat karyawan yang lagi berulang tahun, bukan?"

Aksa mencondongkan tubuhnya ke depan, tatapan hangatnya terasa sangat tajam, seolah lagi menguji

"Jadi?" tanyanya, nadanya tenang, tapi penuh keanehan

"apa kamu sangat berharap aku akan memecat kamu? Padahal, setahu aku, Kesya, kamu gak melakukan kesalahan apa pun selama ini di kantor, bukan?"

Kesya kaget, rasa lega dan panik bercampur aduk melihat senyum Aksa. dia langsung menegakkan posisi, senyumnya dipaksakan "tentu saja enggak, Pak!" jawabnya dengan cepat. "aku sangat berharap masih bisa bekerja dan mengabdi di perusahaan ini"

Kesya langsung tersenyum lebar.

"Terima kasih banyak pak!"

Aksa mengangguk ramah, dengan gestur lembut mempersilakan Kesya untuk kembali ke ruang kerjanya.

Kesya berbalik, berjalan menuju pintu, tapi pikirannya langsung kacau.

"Jadi ,selama ini? Dia gak tahu kalau aku adalah Dila kumuh itu? Wajahnya memerah karena malu. Wah, ya Tuhan! Kesya bodohnya kamu!

Begitu Kesya berada di luar, dia langsung menangis. dia menangis karena terharu bahwa dia gak dipecat hari itu.

tapi, dia juga menangis karena putus asa dia baru ingat uang tabungannya udah ludes gak tersisa demi membeli tiga ratus paket makanan untuk acara perpisahan palsunya kemarin.

Risa menemukan Kesya di sudut kantin. Bahunya bergetar, air mata Kesya menetes membasahi wajahnya. Raya duduk di depannya, merasa kebingungan.

"Ya ampun, Kesya! Ada apa lagi, sih?" tanya Risa, nadanya penuh kepanikan.

"Kemarin kamu mendadak bijak, merayakan ulang tahun, hari ini kamu menangis? Tolong, Keysa.aku bingung setengah mati! Atau Jangan-jangan Pak Aksa marah besar setelah memanggil kamu tadi?"

Kesya menggelengkan kepala, mengusap air mata dengan punggung tangannya. dia ngmong dengan terbata-bata. "Bukan itu, Ris. bukan karena dimarahi. Aku cuma terharu aja. Tadi Pak Aksa memanggil aku ke ruangannya, kamu tahu dia bilang apa?"

Risa menggelengkan kepalanya, semakin penasaran.

Kesya mengambil napas dalam-dalam.

"Dia mengucapkan selamat ulang tahun sama aku"

"Hah? Serius? Dia mengucapkan selamat ulang tahun sama kamu?!" Risa kaget, menggebrak meja kecil saking kagetnya.

Risa kaget, menggelengkan kepalanya gak percaya.

"Wah, aku gak percaya, Kesya!" katanya. "Selama ini, gak pernah ada satu pun karyawan yang diucapkan selamat ulang tahun olehnya! Ini baru pertama kali, Keysa, cuma sama kamu! Seharusnya kamu senang setengah mati, kan? Tapi, tapi kenapa kamu masih aja menangis?" tanya Risa, benar-benar bingung dengan emosi Kesya itu.

Kesya sempat menghentikan tangisnya sesaat, terkejut mendengar fakta itu, tapi detik berikutnya, dia kembali terisak.

"Loh? Kenapa kamu lanjutkan lagi tangisnya?" tanya Risa, bingung "apa ada masalah lain, Kesya?"

Kesya mencoba menahan isakan tangisnya. dia menggigit bibir, mengumpulkan keberanian. "Aku senang karena gak jadi pisah sama kamu, Risa. Serius. tapi"

Kesya menunduk, suaranya kembali lemah, mengingat rasa bersalah.

"Jujur aja, Risa, kemarin itu aku bohong. Aku gak lagi berulang tahun. Ulang tahun aku masih lama banget. Mungkin sekitar tiga bulan lagi"

Risa terdiam, mulutnya sedikit terbuka karena gak percaya "Apa? Terus kemarin kamu rayakan apa, Keysa? Dan kenapa kamu rela bohong tentang hal kaya gitu?"

"Aku cuma mau berbagi aja sama rekan-rekan " Kesya menjawab

"biar mereka bisa semangat bekerja dan makan dengan senang" Air mata Kesya kembali tumpah, dia gak sanggup lagi menahan rasa pedihnya.

"tapi, ternyata sekarang aku yang gak bisa makan, Risa"

Risa mencondongkan tubuhnya, melihat Kesya dengan cemas

"gak bisa makan kenapa, Keysa? Apa kamu sakit? Atau sariawan parah?" tanya Risa polos, masih belum paham arah obrolan itu.

"Uang aku habis untuk acara bagi-bagi kemarin" Kesya mengakui. dia mencoba tersenyum, tapi yang muncul hanyalah senyum yang sangat menyedihkan.

Kemudian, tawa Risa pecah. dia tertawa terbahak-bahak, gak peduli sama orang lain di kantin, melihat tingkah laku Kesya yang terlalu aneh dan sangat konyol.

Tawa Risa akhirnya mereda, tapi senyum geli masih terlihat di wajahnya.

"Baiklah, Kesya, Kesya" katanya, menggelengkan kepala "gak masalah kalau kamu gak punya uang, aku bisa beri kamu!"

Risa mencolek lengan Kesya, dengan nada menggoda. "Jangan khawatir, kamu akan tetap makan, Keysa. anggap aja ini reward karena kamu udah melakukan hal konyol itu!"

Kesya mengangguk, air mata masih tersisa di pipinya. "Terima kasih, Risa. Aku benar-benar gak tahu harus berbuat apa tanpa kamu" katanya, tertawa kecil karena malu.

Risa mengangguk, nada bicaranya penuh kepastian. "iya keysa sama-sama .udah jangan cengeng! Kamu aman.Tenang saja, aku yang akan menjamin perut kamu kenyang sampai gajian berikutnya!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!