NovelToon NovelToon
Kembali Dengamu

Kembali Dengamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:55.2k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Seandainya waktu bisa diulang kembali.

Penyesalan Mark Theodor dalam hidupnya, adalah mengabaikan istrinya demi keluarga kandungnya, hingga istrinya meninggal saat hamil muda.

Di saat ia sudah menua dan sakit-sakitan, keluarga kandung yang sangat ia sanjung, tidak satupun menaruh rasa kasihan pada keadaannya.

Mark hanya bisa menangisi dirinya yang malang, sampai akhirnya ia menutup mata untuk selamanya.

Tapi, tiba-tiba ia membuka matanya, dan terbangun dari tidurnya.

Ia mendapati dirinya kembali ke tahun 1973, di saat usianya masih dua puluh delapan tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 20.

Mark dan Berwyn tersenyum senang, setelah menghitung hasil bisnis restoran kaki lima mereka.

Mark tidak menyangka, baru saja ia merintis usaha bisnisnya, ia dapat mengembalikan modal yang ia pinjam dari Ivana.

"Seribu lima ratus perak! ha ha ha aaa... !!"

Mark tertawa begitu senangnya melihat uang hasil bisnis mereka.

"Tidak kusangka keuntungan kita malam ini dapat menutupi modal yang telah kita pakai!" kata Mark begitu senangnya.

Mark membayangkan Ivana tersenyum senang padanya, karena baru saja ia merintis bisnisnya, sudah dapat mengembalikan modal yang ia pinjam dari istrinya itu.

"Nah, ini untukmu!" Mark memberi lima ratus perak kepada Berwyn.

"Mark, ini terlalu banyak! apa kamu tidak salah memberi upah padaku?" tanya Berwyn melihat uang yang diberikan Mark ke dalam telapak tangannya.

"Tidak, aku tidak salah kasih! Ayo pulang!" kata Mark, lalu mendorong gerobak jualan mereka.

Berwyn tersenyum senang menggenggam upah yang diberikan Mark dengan erat, "Terimakasih, Mark!" ucapnya.

"Ya!" jawab Mark.

Ternyata membuka bisnis restoran kaki lima sangat menguntungkan.

Berwyn dengan semangat memasukkan uang tersebut ke dalam saku celananya, lalu mendorong gerobak barang, yang berisi meja dan kursi restoran mereka.

Setelah mereka sampai di kediaman Berwyn, mereka menyimpan gerobak mereka pada garasi buatan Mark.

"Sayang!!" panggil Mark membuka pintu rumah sementaranya bersama Ivana.

Mark tidak menemukan istrinya diruang utama rumah kecil mereka, membuatnya seketika menjadi panik.

"Sayang!!" panggilnya dengan cemas menghambur ke dalam rumah, dan membuka pintu kamar dengan kencang.

"Aaa... !!"

Ivana menjerit terkejut dengan mata terbelalak melihat ke arah pintu.

Ia nyaris melompat ditempatnya melihat Mark, yang tiba-tiba mendobrak pintu kamar dengan kencang.

Ivana yang baru saja hendak memakai pakaian tidurnya, dengan panik berusaha menutup area dadanya.

Wajah Mark seketika merona melihat penampilan Ivana, yang hanya memakai pakaian dalam saja.

Dulu ia mengagumi Ivana saat awal pernikahan mereka, dan itu hanya berlangsung sekitar lima bulan pernikahan mereka.

Setelah ia kenal dengan Danielle, ia tidak pernah merasa terpesona lagi dengan Ivana.

Walaupun Ivana nyaris tidak memakai pakaian seperti saat ini, ia sama sekali tidak pernah merasa tertarik melihat Ivana.

Sekarang matanya yang buta terbuka dengan jelas, kalau Danielle tidak sebanding dengan Ivana sedikit pun.

Istrinya terlihat lebih mempesona, dan memiliki tubuh yang sangat indah.

Mark tanpa sadar menelan ludahnya melihat tubuh Ivana, yang membuatnya seketika ingin menyentuh istrinya itu.

Sejak ia menyesal telah mengkhianati Ivana, dan kematian Ivana membuat hari-harinya sangat sengsara, ia sangat merindukan Ivana.

"Keluar! aku belum berpakaian!!" jerit Ivana membalikkan tubuhnya.

"Oh, eh! iya, maaf!" jawab Mark gelagapan.

Ia pun kembali menutup pintu kamar dengan pelan.

Sudut bibirnya menyunggingkan senyuman.

Ia merasa lucu dengan dirinya yang begitu panik saat tadi tidak melihat Ivana, sehingga ia seperti orang hilang akal memikirkan Ivana pergi meninggalkannya.

Ternyata Ivana sedang berganti pakaian, karena itu Ivana enggan menjawab panggilannya.

Ia tahu Ivana masih menjaga jarak padanya karena sikapnya sebelumnya, yang selalu bersikap kasar pada Ivana.

Trauma yang masih ada, membuat Ivana belum percaya padanya, walaupun ia telah memperlihatkan perubahan.

"Sayang, apakah kamu sudah makan malam?" tanya Mark dari luar pintu kamar.

Mark tidak mendengar jawaban Ivana.

Membuat ia mengerutkan kening, lalu menempelkan telinganya ke daun pintu, untuk mendengar pergerakan Ivana di dalam kamar.

"Eh?!!"

Mark terkejut, tiba-tiba Ivana membuka pintu, sehingga tubuhnya pun terhuyung menabrak tubuh Ivana.

"Aaa.. !!" Ivana ikut terkejut dengan mata membulat.

Tubuh Mark yang menempel di daun pintu terhuyung menabrak tubuhnya, sehingga tubuh mereka berdua seketika jatuh ke belakang.

Tangan Mark dengan cepat menyangga kepala Ivana, yang akan menyentuh tanah dengan kencang.

Cup!

Akibatnya, bibir Mark pun tanpa sengaja menempel pada bibir Ivana.

Mata Ivana yang membulat semakin Membulat merasakan bibirnya dikecup Mark.

Berbeda dengan Mark, ia yang sudah lama merindukan ingin mengungkapkan rasa rindunya pada istrinya, akhirnya dapat merasakan kembali lembutnya bibir Ivana.

Beberapa detik mereka saling membeku, tidak bergerak satu sama lain.

Ivana mengedipkan matanya, dan tersadar dengan apa yang terjadi pada mereka.

"Ka.. kamu! apa yang kamu lakukan?!!" katanya tersentak akan keadaan mereka saat ini.

"Ma.. maaf, a.. aku terjatuh!" jawab Mark perlahan bangun dari atas tubuh Ivana yang tertimpa tubuhnya.

"Kamu sengaja merapat di pintu, ya?!" tanya Ivana galak.

"Ti.. tidak sayang, aku hanya.. aku hanya.. memastikan kamu tidak kenapa-kenapa di dalam kamar!" jawab Mark gugup.

"Alasan! awas, menyingkir!!" kata Ivana berusaha untuk bangun dari terjatuhnya.

"Hati-hati!" kata Mark membantu Ivana untuk berdiri.

"Kamu tidak terluka, kan?" tanya Mark setelah Ivana berdiri, dan memeriksa tubuh Ivana.

Ivana yang belum terbiasa dengan perhatian Mark, merasa canggung dengan perhatian berlebihan Mark.

"I.. iya, aku tidak apa-apa!" jawab Ivana.

Mark tersenyum senang mendengar jawaban Ivana, "Kalau begitu aku memasak makan malam kita, ya? kamu pasti sudah lapar!" kata Mark.

Tanpa menunggu jawaban Ivana, langkah Mark bergegas menuju dapur.

"Aku sudah makan, itu.. makan malam kutinggal kan untuk mu!" jawab Ivana menghentikan langkah Mark.

Mark menoleh ke arah meja segi empat, yang tidak begitu besar di sudut rumah mereka.

Ia tadi tidak memperhatikan meja tersebut.

Mark membuka dua piring yang menutup dua wadah di atas meja.

Nasi yang masih hangat, dan sayur yang masih hangat juga.

"Makan lah!" kata Ivana meletakkan gelas ke atas meja, lalu menuangkan air minum ke dalam gelas.

Mark tersenyum mendengar nada perhatian Ivana yang lembut.

"Terimakasih, sayang!" ucapnya menarik kursi, lalu ia pun menikmati masakan Ivana.

Air matanya tanpa sadar menetes dari sudut matanya, saat masakan Ivana menyentuh lidahnya.

Ia merasa, masakan Ivana yang biasa-biasa saja terasa begitu sangat lezat.

Walau dulu ia sedikit pun tidak pernah perduli dengan keadaan Ivana, tapi istrinya itu masih memikirkannya.

Ivana selalu ingat untuk menyediakan makan malam padanya, kalau ia pulang malam selesai berjudi, dan bermabuk-mabukan.

Ia tidak pernah menghargai perhatian Ivana.

Biasanya ia melemparkan makanan itu ke lantai tanah dengan nada penuh amarah, dan alhasil ia tidak pernah mencicipi seperti apa rasa masakan istrinya itu.

Ternyata masakan Ivana sangat enak, dan lezat.

"Terimakasih, sayang!" ucap Mark lagi, dan diam-diam menyeka air matanya.

Ia kemudian tersenyum senang, dan dengan cepat menyantap habis masakan itu sampai piringnya mengkilap.

"Air hangat sudah kusiapkan di kamar mandi, mandilah kalau sudah selesai makan!" kata Ivana mengambil piring kotor Mark, dan wadah yang sudah kosong dari atas meja.

"Oh, terimakasih sayang!" ucap Mark lagi.

"Mm!" jawab Ivana menganggukkan kepalanya.

Mark melihat air hangat dalam baskom besar, saat ia membuka pintu kamar mandi.

Saat ia menyiram tubuhnya dengan segayung air hangat itu, tubuhnya terasa begitu segar sekali.

Bersambung.......

1
Cindy
lanjut
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkkk
Suherni 123
laa,,, gak kena sangsi enak bener

akhirnya up juga ya Thor,, sehat selalu ya
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
zahrahaifa
udeh ... gitu doang thor .... hukumannye cuman gitu aje.... dibikin gembel dong baru seru
Cindy
lanjut
Arieee
bagus, 👍👍👍👍👍👍👍👍
Suherni 123
lanjut
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkkk
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Suherni 123
wadaw... merinding disko nih😄

rasain Daniela
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Cindy
lanjut
Suherni 123
mendung mendung syahdu dikasih ah ih uh oh😅
rofik
masih ada teka tekinya?
Suherni 123
udah keterlaluan tuh Daniela kasih pelajaran atuh Mark tuman
zahrahaifa
masa cuma ditabok doang si jalang nye.... minimal dibikin cacat lah ato ga lumpuh permanen... ga seru
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Suherni 123
kapan hidup bahagia nya Mark
Cindy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!