[CH 01-145 END]
Apa yang akan kau lakukan jika kau terjebak di dalam tubuh Putri Mahkota yang sangat dibenci oleh Sang Pewaris Tahta?
****
"Dimana ini?" Pertanyaan itu terlontar bersamaan dengan kebingungan sang gadis menatap sekelilingnya, tempat itu begitu asing dan bisa ia bilang sedikit kuno.
"Nona sudah sadar?"
Gadis itu mengernyit kebingungan saat di depannya ada orang dengan pakaian kuno.
"Apakah kita sedang syuting drama kolosal?"
Gadis itu kebingungan, pasalnya hal terakhir yang ia ingat adalah terjun ke danau karena menghindari ibunya. Ia kira ia sudah mati tetapi jika mati tidak mungkin ia masih bisa bernafas dan bertemu dengan manusia juga bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Miss_Kha11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 20
Orang bilang istana adalah tempatnya kemegahan, tempatnya nikmat duniawi dan tempat ternyaman di seluruh penjuru negri tetapi Pernyataan itu sama sekali tidaklah benar. Jika kalian mengira istana adalah tempat paling aman kalian tidak lah benar istana adalah tempat yang paling tidak aman setiap sahabat, saudara dan orang kepercayaan bisa saja sekejab menjadi musuh. Bahkan benda mati seperti tembok pun memiliki telingga yang siap mendengarkan apa apa saja rahasia yang kalian bicarakan.
Pertumpahan darah? Jika selama ini kalian kira pertumpahan darah hanya terjadi di medan perang saja itu salah besar bahkan Pertumpahan darah bisa terjadi di dalam istana itu sendiri. Memporak porandakan harta benda dan juga menghilangkan nyawa, seperti yang tengah terjadi saat ini. Pemberontakan dilakukan oleh Lee Sun dan juga Perdana meneteri Yoon yang menginginkan tahkta di tangan mereka. Ah apakah hanya itu?
Bukankah membawa pasukan dan melakukan kospirasi seperti ini justru sama saja menyerahkan nyawa mereka untuk dihukum bahkan dibunuh. Mereka datang membawa pasukan berkedok untuk menegakan keadilan, mencari keadilan yang selama ini tidak di dapatkan. Keadilan bahwa Lee Sun adalah Putra dari Anak tertua Raja terdahulu yang seharusnya menjadi Raja. Ia melanjutkan kembali pemberontakan yang dilakukan oleh ayahnya dulu.
Sebenarnya Lee Sun sadar jika apa yang kini telah ia lakukan adalah kesalahan besar, bahkan amatlah sangat besar tetapi ia melakukan ini untuk orang yang ia anggap sebagai hidupnya siapa lagi kalau bukan Haerin kini ia akan memperjuangkan kebahagiaan Haerin dengan merebut tahkta yang kini dipegang Hwan. Sebenarnya ia sama sekali tidak tertarik untuk menjadi Raja tetapi akan ia lakukan untuk Haerin.
Apakah kalian Pikir Lee Sun adalah budak cinta? Bahkan Haerin tidak memintanya untuk melakukan kospirasi tetapi ia tetap saja nekat untuk melakukanya? Bukan, lebih tepatnya ia terlalu dibutakan oleh rasa cintanya hingga ia rela memberikan segalanya untuk Haerin, yang terpenting adalah Haerin.
Langkah kaki itu terhenti saat melihat lukisan besar di aula utama, ia tersenyum melihat seseorang dalam lukisan itu. Terlihat sangat gagah dengan pakaian Kekaisaran yang tengah ia kenakan. Ia tersenyum miring melihat Hwan di lukisan itu. Ia mengingat seperti apa kemurahan Hati Hwan kala mereka masih kecil. Lalu kini sekarang ia menghianati Hwan, menghianati orang yang telah menyelamatkan hidupnya, orang yang telah membiarkanya menghirup udara kebebasan setidaknya hingga hari ini.
〰️ Flasback On
Hari itu awan tengah menahan Hujan agar tidak jatuh sehingga langit terlihat mendung, Seorang anak kecil berusia 7 tahun terlihat menyelinap ke suatu tempat secara diam diam, lebih tepatnya ia tengah diam diam menyelinap ke ruangan penjara Bawah tanah yang ada di istana itu.
Setelah sampai di sana ia langsung pergi menuju ke Sel yang ia tuju, ternyata disini tiada seorang pun yang menjaga.
"Ui an, Ui an" panggilnya kepada anak kecil lain yang berada di balik Sel.
Kondisi anak kecil itu sangat berbeda dari biasanya padahal ia baru 3 hari di dalam Sel. Rambut kusut dan badan kotor itu sungguhlah berbeda dengan biasanya. Anak kecil di dalam Sel itu adalah Lee Sun, Putra dari pangeran besar Lee yong yang melakukan Pemberontakan tiga Hari lalu. Setelah ayahnya tewas dalam memberontakan itu, ia dan Ibunya yang sama sekali tidak tahu tentang pemberontakan tersebut di datangi oleh Pengawal lalu di bawa paksa ke Ke istana untuk dipenjarakan. Lee Sun dan ibunya berada di tempat yang berbeda.
"Ui an" panggilnya kembali.
Lee Sun terbangun dan mendekati sosok sahabat karib yang tengah memanggilnya itu.
"Apa yang kau lakukan disini Hwan ah?"
"Aku akan menyelamatkan mu"
Apa yang bisa dilakukan bocah berumur tujuh tahun?
"Bagaimana caranya?" tanya Lee Sun Kecil.
"Dengan Ini"
Hwan menunjukan Sebuah kunci kecil, yang tadi ia dapatkan susah payah dari Jenderal Jung. Lalu tangan kecilnya beranjak meraih gembok lalu membukanya. Lee Sun hanya bisa menganga lebar melihat sahabatnya itu. Dengan Cara apa lagi kini Hwan menipu Jenderal Jung untuk mendapatkan Kunci itu?
Lalu mereka berdua menyelinap keluar karena kebetulan ada diding yang berlubang tepat tidak jauh dari sana, lubang itu mungkin akan muat di lewati kedua anak itu.
"Jika paman tahu kau akan di hukum Hwan ah"
"Aboji tidak mungkin tahu, sekarang pergilah selamatkan dirimu. Mungkin kau bisa pergi ke rumah Kakek Chun"
Lee Sun mengangguk, lalu langkah Kaki kecilnya beranjak menjauh.
"UI AN BERJANJILAH UNTUK TETAP HIDUP" teriak Hwan yang tentu saja Masih di dengar oleh Lee Sun.
Mereka adalah sahabat yang sangat dekat, Ibu Suri sangat menyayangi kedua cucu laki laki nya sehingga Hwan dan Lee Sun sering sekali bertemu. Sedangkan Hwan lebih dekat dengan Lee Sun dari pada kakak kakak lelaki nya yang berbeda ibu karena memang hanya Lee Sun yang seumuran denganya. Lee Sun dan keluarganya yaitu Lee Yong Daegun tinggal di Gyeonggi, karena memang peraturan kerajaan yang mengharuskan para Gun ataupun daegun yang telah menikah tinggal di kediaman mereka yang berads di liar istana. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kospirasi dan perebutan kekuasaan tapi kenyataanya Kospirasi tetap terjadi walaupun peraturan itu telah diterapkan.
𖥨ํ∘̥⃟❍ིི۪۪⃕۫۫͜ TBC⸙۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪ࣤ ⃝༘⃕☬️
☬️Maaf klo masih banyak kesalahan,typo, kesalahan EYD,dsb. tolong bantu koreksi, mari kita belajar bersama:)
☬️Dont forget to coment and vote, hargai karya saya ditunggu juga kritik dan saranya.
☬️Dan mengingatkan lagi Cerita ini hanyalah fiktif belaka tidak menceritakan sejarah yang telah terjadi kapanpun dan dimanapun. tetapi murni fiksi dari pemikiran saya.