NovelToon NovelToon
Dicintai Psikopat Gila

Dicintai Psikopat Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Cinta Paksa
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: ririn dewi88

Laura benar-benar tak menyangka akan bertemu lagi dengan Kakak angkatnya Haidar. Ini benar-benar petaka untuknya, kenapa bisa dia muncul lagi dalam hidupnya.

Ini sudah 5 tahun berlalu, kenapa dia harus kembali saat Laura akan menjalani kisah hidup yang lebih panjang lagi dengan Arkan. Ya Laura akan menikah dengan Arkan, tapi kemunculan Haidar mengacaukan segalanya. Semua yang sudah Laura dan Arkan rencanakan berantakan.

"Aku benci padamu Kak, kenapa kamu tak mati saja" teriak Laura yang sudah frustasi.

"Kalau aku mati siapa yang akan mencintaimu dengan sangat dalam sayang" jawab Haidar dengan tatapan dinginnya tak lupa dengan seringai jahatnya.

Bagaimana kah kisa selanjutnya, ayo baca. Ini terusan dari Novel Berpindah kedalam tubuh gadis menyedihkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn dewi88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Habisi saja

Dion malam-malam tiba-tiba saja merasa lapar, dengan langkah yang malas diam masuk kedalam dapur dan segera menyeduh mie. Menunggunya sambil menguap.

Krusuk, krusuk , Dion membalikan tubuhnya tak ada siapa-siapa, dengan tak peduli Dion kembali fokus pada mienya ini yang sebentar lagi akan matang.

Brak, mienya tumpah dan Dion kalah cepat wajahnya di tempelkan ke kompor yang masih menyala, sebelah pipi kirinya dengan cepat melepuh, Dion berteriak histeris kembali saat kepalanya diangkat dan kulitnya sudah menempel dengan api itu. Matanya hampir copot.

Tubuh Dion dibanting dan piring berhamburan, tubuhnya sudah sekarat dengan luka yang cukup parah. Namun orang yang melakukan penyiksaan pada Dion masih tak puas menginjak dada Dion lalu menusukan sebuah pisau ke tenggorokan Dion darah langsung mencuat dan mengenai wajah pembunuh itu.

Bukannya jijik dia malah tertawa dan membiarkan tubuh itu kejang-kejang menunggu ajalnya menjemput. Sedangkan Sela dan juga Laura yang ada dikamar masing-masing terbangun.

Sela yang keluar terlebih dahulu saat tahu suaminya tak ada disampingnya. Sela memeluk tubuhnya dengan erat, mengusir dingin yang menusuk kulitnya.

"Dion kamu dimana, jangan buat aku khawatir" cicit Sela.

Tak ada yang menyahut, Sela melangkah kembali dengan perlahan kearah dapur, ya dia mendengar keributan itu ada di dapur.

Saat pintu dibuka Sela menjerit dan tubuhnya langsung ambruk saking lemas nya melihat keadaan suaminya.

"Akh tolong siapa saja tolong" teriak Sela masih duduk dengan lemas, dadanya begitu sesak melihat belahan jiwa nya yang sudah meninggalkan dirinya.

"Dion, kenapa kamu bisa seperti ini" gumam Sela yang masih tak percaya suaminya akan dihabisi seperti ini.

Siapa orang yang telah melakukan ini, wajah Sela langsung panik ketakutan. Dengan liar matanya menatap kesana kemari takut kalau pembunuh itu ada disekitarnya.

Cleb, tanya Sela sadari sudah tertancap sebuah panah di dada kanannya. Sela memegang anak panah itu, meringis dan kembali menangis, mau dicabut pun sakit tapi kalau tidak makin sakit juga.

Sela dengan langkah yang tertatih-tatih segera pergi dari sana, melihat kebelakang lagi tapi tak ada siapa-siapa. Sela bergegas ke kamar Laura yang cukup jauh.

Duk duk duk "Laura buka pintunya" kembali Sela menggedor pintu kamar itu.

Tak butuh waktu lama Laura muncul dan kaget melihat anak panah tertancap di dada Sela "Apa yang terjadi, kenapa bisa seperti ini"

Sela tak menjawab dan langsung masuk, lalu kembali menutup pintu tak lupa menguncinya dengan rapat. Sebenarnya Laura tadi ingin keluar, tapi karena kepalanya pusing makannya Laura masih diam dan menunggu kepalanya untuk sedikit pulih.

Tapi ternyata malah Sela yang datang dengan keadaan seperti ini, Laura segera mencabut panah itu tanpa aba-aba, membuat teriakan Sela makin melengking saja. Laura juga segera menekan lukanya dengan sebuah kain agar tak makin banyak darah yang bercucuran.

"Kita harus pergi Laura, suamiku sudah dihabisi, kita harus pergi dari sini" ucap Sela dengan panik.

"Apakah ada mobil atau kendaraan untuk kita pergi dari sini" tanya Laura dengan tenang tak mau ikut panik juga.

"Ada, suamiku baru saja meminjam mobil untuk mengantar kan kamu. mobilnya ada dibelakang rumah"

"Baiklah ayo kita keluar sekarang" sambil mengambil jaketnya.

Namun Sela menahan tangan Laura "Aku takut untuk keluar, bagaimana kalau dia kembali menyerang, orangnya tak terlihat dan tak tahu sembunyi dimana. Aku tak mati Laura, aku tak mau seperti suamiku, dia meninggal dengan mengenaskan" tubuh Sela bergetar ketakutan, apalagi saat melihat keadaan suaminya yang begitu mengenaskan sekali.

Padahal mereka pindah dari kota ke hutan ini untuk menikmati hidup yang tenang dan sunyi, tapi malah pembunuh yang datang kerumahnya bukan ketenangan yang mereka inginkan.

"Tapi kalau kita diam saja disini sama saja kita menyetor nyawa padannya. Mau bagaimana pun kita harus pergi dari sini"

"Aku takut Laura, dadaku juga sangat sakit sekali"

"Bertahanlah sebenar, kita akan pergi dari sini dan selamat"

Sela menatap mata Laura, mencoba untuk percaya dan segera bangkit mengikuti langkah Laura keluar dari kamar. Laura yang pertama keluar dan di ikuti oleh Sela.

"Apakah akan baik-baik saja Laura"

"Diam lah, aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Kita hanya perlu waspada saja"

"Baiklah" Sela memegang tangan Laura dengan erat, jangan sampai mereka berdua berpisah, tangan sebelah nya menahan dadanya yang terus mengeluarkan darah segar.

Saat mereka mencapai pintu belakang begitu sunyi sekali, tenang dan hanya ada beberapa suara hewan. Membuat keadaan makin mencekam saja.

Saat membuka pintu mobil mereka melakukannya dengan pelan, dan masuk dengan tergesa-gesa Laura yang ada di kursi kemudi. Kunci mobil ada di sana menggantung memudahkan mereka pergi dengan cepat.

Baru juga menyalakan mobilnya, sebuah tembakan melesat masuk kedalam mobil dan menghantam kaca mobil depan dan menembus ke kepala Sela.

Laura memejamkan matanya saat terciprat darah Sela, dengan perlahan Laura mengalihkan pandangannya dan kepala Sela sudah hancur, tangis Laura tak bisa dibendung lagi, kenapa bisa seperti ini orang yang menolongnya malah dihabisi.

Dengan masih syok Laura menjalan kan mobilnya bersama jasad Sela, sesekali juga Laura menghapus air matanya yang terus mengalir, emosinya benar-benar di permainkan disini.

"Sialan, sialan kenapa malah jadi seperti ini" kesal Laura sambil memukul-mukul setir mobilnya.

Bruk, mobilnya ditabrak dari Sebelah kiri, yang diduduki Sela. Mobilnya terdorong dan Laura tak bisa maju hanya bisa pasrah saat mobilnya mulai berguling-guling.

"Akhh, aku benar-benar gila" histeris Laura sambil menendang-nendang mobil yang sudah berhenti berguling.

Darah juga mengucur dari kepalanya, tapi itu tak membuat Laura kesakitan. Dengan kesal Laura memecahkan kaca pintu. Untungnya tak ada yang terjepit tubuhnya ini.

Saat sudah keluar Laura menatap sekitar yang kembali hening, mobil itu sudah tak ada dan tanggung jawab. Gila dasar, ingin rasanya Laura mencekik orang itu dan mengirimnya ke alam kubur.

Tanpa di duga-duga tubuhnya melayang dan diangkut seperti karung beras "Lepaskan, sialan kamu siapa hah" teriak Laura.

Tak ada jawaban, namun Laura tahu ini wangi tubuh siapa. Ini Haidar ya Laura tak salah tebak "Lepaskan aku"

"Lihat saat dirimu melarikan diri maka orang yang menolong mu akan aku habisi. Tak akan ada yang aku biarkan hidup. Sekali melarikan diri maka ada nyawa yang harus melayang dan menebus dosa mu itu yang sudah berkhianat padamu"

Laura tentu saja tak terima, makin meronta-ronta kakinya terus bergerak tak tentu arah tangannya terkepal dan memukul dengan membabi buta.

"Sialan kau, biadab"

Malah suara tawa yang terdengar, begitu menggema sampai membuat penghuni hutan yang bangun dan datang.

1
Reka Cantika
lanjut Thor
Reka Cantika
lanjut
Reka Cantika
lanjut lagi Thor
Reka Cantika
lanjut Thor
Reka Cantika
lanjut
Reka Cantika
up yg banyak Thor
Reka Cantika
lanjut
merry
si dadar klo korban blm koit mngkin bklnn nyerang lgg tuu,, tp ksh Laura jdi di bnci orgg
Reka Cantika
lanjut
Nureliya Yajid
lanjut thor
Reka Cantika
lanjut
merry
knp dadar gk berhnti ajj bunuhh org apa lgh anya dhh tobat bgtuu jgg arkan
merry
arkan dhh tobat lohh bg tuu jg anyaa
merry
apa arka akan menyusul tmn tmnnya ygg udd dihbsinn sm si dadar itu ya
merry
gilee sdiss si Haidar in
Reka Cantika
lanjut
Tini 89
kasihan sekali sama arkan klo ujung2 nya laura sama haidar
Reka Cantika
lanjut Thor
panty sari
arkan bucin
Syaquilla Mbull
kok suka aku sama tokoh Haidar y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!