NovelToon NovelToon
Cloud And Sky

Cloud And Sky

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:157.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Angela Jasmine

Jika cinta tak harus memiliki, aku rela untuk melakukannya! Biarkan aku saja yang menanggung akibatnya karena telah menjatuhkan hatiku ke padamu..

Cinta itu seperti matahari yang menyinari bumi, selalu menerangi kegelapan dan tak meminta balasan...

Mungkinkah cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan ataukah mendapat balasan?

Inilah kisahku, ikuti aku dan cerita hidupku...

Hai Sky, aku menyukaimu.. By Cloud...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angela Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C & S 20

Tanpa terasa masa ospek sudah terselesaikan dengan baik. Claudya sudah bisa bernafas lega karena penderitaannya selama ospek membuatnya sedikit tertekan sudah berakhir. Apalagi kalau bukan karena diganggu Arjuna.

Claudya sudah bersiap untuk pulang, ia menyampirkan tas ransel di bahu dan berjalan santai menuju tempat biasa menunggu jemputan pak Gun. Ia menduduki bangku panjang tepat di bawah pohon, ia merasakan hembusan angin menerpa wajahnya.

Seseorang mendekat ke arahnya. Claudya hendak memasang headset namun ia urungkan begitu tahu tatapan serius tertuju padanya.

Siapa gadis ini?

Gadis yang dimaksud Claudya segera menghampiri kemudian menghempaskan tubuhnya, tepat di sebelah Claudya. Tatapan gadis itu fokus menatap jalanan yang lengang di depannya namun ia mengeluarkan pertanyaan pada Claudya tanpa melihat wajah lawan bicaranya.

"Bagaimana perasaanmu jika orang yang kamu cintai menyukai orang lain?" tanya gadis itu pada Claudya. Claudya menoleh ke samping penuh keheranan.

"Kakak tanya sama aku?" ganti Claudya balik bertanya.

"Bukankah cuma kamu yang ada disini bersamaku?"

"Oh..." jawab Claudya seraya tersenyum aneh.

" Apakah aku terlihat tua sehingga kamu memanggilku kakak?" tanya gadis itu sekali lagi, kali ini ia menatap wajah Claudya dengan senyum manis.

Claudya menggelengkan kepalanya.

"Aku menghargai lawan bicaraku, apalagi aku belum mengenalnya, pasti aku akan memakai panggilan itu untuk menghormatinya. Termasuk kakak, bagaimana pun juga, aku nggak kenal kakak. Lebih tepatnya belum..." jelas Claudya.

Gadis itu mengulurkan tangannya dengan ramah dan segera disambut Claudya.

"Kenalkan aku Mentari..."

"Aku Claudya..."

"Salam kenal ya, oh iya, kamu belum menjawab pertanyaanku tadi. Bisakah kamu menjawabnya?"

"Kamu serius bertanya padaku kak?"

"Kok kak lagi? Panggil saja namaku. Biar kita bisa lebih dekat, boleh kan?" tanya Mentari pada Claudya, senyum gadis itu tak juga sirna.

"Aku lebih nyaman memanggil kakak daripada nama, kalau boleh kutebak, kak Mentari pasti kakak senior aku?"

"Wah kamu hebat sekali, sekali lihat sudah bisa menebak dengan jitu!" puji Mentari.

"Hanya tebakan asal, kak. Kalau kakak seangkatanku pasti aku bisa mengenalimu,"

"Iya, aku anak fakultas sebelah. Aku anak Bisnis. Kamu pasti anak Komunikasi?"

"Iya, kak,"

"Bisakah kamu menjawab pertanyaanku tadi?" desak Mentari pada Claudya dengan nada lembut.

"Sepenting itukah jawabanku kak?"

"Oh, bukan seperti itu. Karena aku sedang mencari seseorang yang bisa diajak ngobrol. Aku bingung harus bertanya pada siapa. Sepertinya kamu orang yang bisa di percaya dan cocok untuk kujadikan sahabatku. Meskipun baru melihatmu sekilas, tapi aku bisa menebak bahwa kamu orang yang baik,"

" Jangan seperti itu kak, tanpa harus memujiku, aku pasti akan menjawab pertanyaan kakak,"

"Baiklah, tolong jawablah dengan jujur dan sekali lagi, jangan sungkan sama aku..." pinta Mentari.

Claudya menganggukkan kepalanya sebelum menjawab pertanyaan Mentari.

"Menurutku, sebaiknya kita lihat dulu bagaimana karakter orang tersebut. Pantas atau tidakkah kita mengharapkan cinta darinya? Kalau dia bukan orang yang pantas mendapatkan hati kita, untuk apa kita memiliki perasaan padanya meskipun nantinya ia lebih memilih orang lain. Hanya akan menambah luka di hati saja kak, dan aku nggak mau membuang waktuku untuk mengejar cinta yang tidak ditakdirkan untukku," jawab Claudya dari hati, tak ada kemunafikan dari jawaban yang ia ucapkan.

" Bagaimana kalau hati kita sudah mantap memilihnya? Meskipun kita hanya akan mendapat pil pahit karena tidak bisa memilikinya.." ucap Mentari dengan wajah sendu.

"Apakah orang yang kakak maksud adalah kak Mentari sendiri?"

"Sayangnya aku harus menjawab iya.. Itu lah perasaanku pada dia. Lelaki yang aku cintai seumur hidupku, dan dia lebih memilih pergi meninggalkan aku yang begitu mencintainya. Bahkan ia tetap memilih pergi meskipun tahu aku sakit, aku membutuhkannya tapi ia tak ada di sampingku... " isak Mentari tak dapat menutupi luka di hatinya. Ia mengambil tisu yang ada di dalam tasnya dan segera menyeka cairan bening yang telah membasahi pipi.

"Kak, tolong jangan menangis, kakak boleh menceritakan semua permasalahan kakak padaku. Tapi jangan sekarang, karena aku harus pergi. Supirku sudah datang menjemput, aku duluan ya kak. Oh iya ini nomorku, kakak bisa menghubungiku ke nomor ini, bye...."

Claudya menyerahkan kartu nama miliknya pada Mentari dan berlari ke mobil dengan cepat, ia harus memburu waktu karena sebentar lagi ia sudah harus menyapa para pendengar setia heart fm.

🌺 🌺 🌺 🌺

Mentari menatap kartu nama yang ada di genggaman tangannya. Gadis itu tersenyum melihat kepergian Claudya, ia melambaikan tangan seolah ia memang sudah dekat dengan Claudya.

Permainan kita baru dimulai...

Senyum Mentari surut bersamaan dengan hilangnya mobil yang membawa Claudya di dalamnya dari jangkauan kedua mata Mentari.

🌺 🌺 🌺 🌺

Claudya sudah menyelesaikan rutinitas hariannya sore ini. Sudah bercuap - cuap menyapa pendengar setianya, dan setiap hari selalu ada telepon dari pria berinisial L dan Dewa Cinta. Setiap hari tak pernah terlewat. Claudya penasaran siapa sebenarnya dua orang tersebut, namun ia tak mau ambil pusing untuk memikirkan sesuatu yang tak begitu penting.

Mami keluar dari ruangannya dan menyapa anak tunggalnya yang tengah melamun.

"Sedang memikirkan apa, Clau?" tanya Mami mendekati putrinya dan merangkul bahu Claudya.

"Oh, Mami. Nggak kok, Mi. Claudya lapar, bisakah kita pulang bersama? Sebenarnya Claudya ingin sekali mengajak Mami ke sebuah restoran yang baru saja buka. Kata Mega makanan disana recommended sekali, Mi. Mau ya?" pinta Claudya dengan mode puppy eyes.

Mami tak bisa menolak keinginan sang putri. Ia merasa selama ini kurang memperhatikan perkembangan Claudya hingga sebesar ini. Bagaimana pun juga semua jerih payahnya mendirikan stasiun radio dan beberapa bisnis lain adalah untuk masa depan Claudya. Ia harus merelakan waktunya demi memenuhi ambisinya. Maura merasa sangat bersalah pada Claudya. Akhirnya ia menuruti permintaan Claudya dan tak menunggu lama mereka sudah berada di restoran yang Claudya inginkan.

🌺 🌺 🌺 🌺

"Claudya, bagaimana menurut kamu tentang om Ricko?" tanya Mami usai menyelesaikan makan malamnya. Ia menggeser piring kosong menjauh dari hadapannya sambil menatap wajah sang putri.

"Baik," jawab Claudya tetap meneruskan makannya.

"Hanya itu?"

"Sebenarnya mau ke arah mana pertanyaan Mami kali ini? Bukankah jawaban Claudya sudah lebih dari cukup. Om Ricko baik kok. Sudah ya Mi, aku malas berdebat masalah ini. Claudya capek, untung saja hari ini malam ospek ditiadakan dan diganti Minggu akrab, jadi besok pagi Claudya akan ke kampus dan mengikuti darmawisata. Karena kita sudah selesai makan malam, kita pulang saja yuk, Mi," Claudya sengaja mengalihkan topik, namun semua yang ia ucapkan benar adanya.

Mami membersihkan sisa - sisa makanan yang menempel di mulutnya dengan tisu yang sudah disediakan. Claudya beranjak dari tempat duduknya diikuti oleh Mami.

Ibu dan anak itu berjalan berdampingan. Jika orang yang tak tahu pasti melihat mereka seperti kakak adik, nyatanya bukan.

"Kak Claudya!!" panggil seseorang yang tak asing di telinga Claudya. Claudya menoleh ke belakang dan benar saja, Raina tengah tersenyum setelah meneriakkan namanya hingga pandangan hampir seluruh pengunjung restoran menatap ke arahnya.

Raina berlari mendekatinya, ia langsung menarik ujung jaket yang dipakai Claudya.

"Kakak, aku kangen sama kak Claudya. Akhirnya kita ketemu lagi disini, hehehe," tawa renyah itu keluar dari bibir tipis Raina.

"Raina kenal sama kakak ini?" tanya Bunda pada anak bungsunya, Sky berjalan mendekati mereka yang berhenti tepat sebelum pintu keluar setelah membayar tagihan makannya.

"Kenal, Bunda. Dia ini pacar kak Sky!" jawab Raina serius meyakinkan Bunda. Bunda terkejut dengan pernyataan Raina, begitu juga Claudya dan Sky. Bahkan Sky sampai tersedak oleh salivanya sendiri.

Mami dan Bunda saling berpandangan melihat anak mereka masing - masing.

🌺 🌺 🌺 🌺

**Hai kakak semuanya, terimakasih yang sudah mengikuti cerita ini, maaf kalau nggak setiap hari updatenya, karena harus menyelesaikan novel sebelumnya yang belum tamat. Tenang aja, pas luang pasti aku usahakan nulis kelanjutan babang Sky dan dedek Cloud.

Dukung karya daku yang pertama juga yaaa

🌺🌺 Pemilik Hati Florence 🌺🌺

Terimakasih 🤗🤗🤗**

1
Qaisaa Nazarudin
# membuka penutup botol air
Qaisaa Nazarudin
Waahh ini pasti Dewa yg di kantin kampus,yg nolongin Claudya lenutup botol airnya tdi kan??!!👏🏻👏🏻😅😅
Khaida Siti Umairah
mampir
Ney Maniez
👍🤗🙏🙏
Ney Maniez
👍🙏
Ney Maniez
☹️
Ney Maniez
👍🙏
🎀ᵀᵗᵇ'ˢ Inka24#BTBM❤️
selesai juga like nya smpe episode terakhir 😁🙏 sukses slalu yaa
Intanksm98
(♡˙︶˙♡)
Intanksm98
Sky jangan nangis,
sini peluk (づ ̄ ³ ̄)づ
Intanksm98
Terhibur kok kak 😂
Intanksm98
Sumpah itu si Rey, sweet ya 😭 bertanggung jawab.

Salam dari Clarissa ❣️
Intanksm98
Semangat kakk 😊
Intanksm98
Usaha gak menghianati hasil ya Wa, walaupun dikasih waktu cuma 5menit 😂

Salam dari "CLARISSA"
Shinta Ratnasari
aq mampir kak, mudah2an seru ya 👍👍
Angela Jasmine: Terimakasih kakak sudah mampir ☺️☺️
total 1 replies
Sul@ti
Mohon Maaf Thor Saya izin save Beberapa foto Karena fotonya selera Saya banget dan pilihan author sangat cocok dan sesuai selera Saya 🙏😊
SEPTINA
Awal yang keren...
Machan
5 like semangat yang tertinggal kak jasmine.
Olan
aku like nih thor😊 mari saling ngedukung juga
Dian Anggraeni
makin sukaaaaa 😊👏👏👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!