NovelToon NovelToon
Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: JokyWong

Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reputasi dan Ketenaran

Sambil merapikan kembali lipatan jubah biru tuanya, ia melangkah menjauh sejauh setengah meter dari posisi berdirinya wanita tersebut dengan gerakan yang cepat dan tenang.

"Tuan Chen, nama dan reputasimu kini telah tersebar sangat cepat ke seluruh penjuru Kota Qingfeng setelah kejadian kemarin siang," ujar Ning Wushuang menarik kembali tangannya, ekspresi genit di wajahnya perlahan berubah menjadi lebih serius. "Kabar bahwa seorang alkemis muda misterius berhasil mendeteksi

dan menghentikan laju racun es terlarang di klan Lin kini menjadi buah bibir utama di kalangan klan-klan besar."

"Itu hanya kebetulan karena aku pernah membaca gejala fisik tersebut di dalam catatan medis kuno," sahut Luo Chen berjalan melangkah masuk melewati pintu kayu gerbang dalam paviliun. "Mari kita bicarakan perkembangan bisnis kita di dalam ruangan."

Langkah kaki mereka berdua bergerak perlahan memasuki area aula tengah paviliun obat yang tampak bersih dan sepi. Luo Chen mengambil posisi duduk di atas salah satu bangku kayu panjang yang terletak di sudut ruangan, Dari arah depan, tiga orang juri kehormatan paviliun—Tetua Ran, Tetua Gu, dan Tetua Mu Shan—segera melangkah maju mendekat secara serempak begitu melihat kedatangannya, dengan segera menuangkan teh terbaik mereka ke cangkir giok di meja Chen er sembari menyambut Luo Chen dengan bungkukan hormat yang sopan layaknya menyambut seorang tamu agung klan pusat.

"Selamat datang kembali di paviliun, Tuan Chen," sapa Tetua Gu meletakkan laporan transaksi obat di atas meja batu dengan gerakan lambat. "Kehadiran Anda selalu membawa perkembangan yang luar biasa bagi paviliun kami."

"Terima kasih atas sambutan Anda, para Tetua," jawab Luo Chen menganggukkan kepalanya pelan sebagai tanda penghormatan balik. "Nona Ning, bagaimana perkembangan penjualan dari pil pengumpul energi yang telah kita kembangkan bersama beberapa hari terakhir ini?"

"Sangat luar biasa, Tuan Chen," sahut Ning Wushuang duduk di kursi seberang meja, matanya berkilau tajam saat menyodorkan buku laporan keuangan paviliun. "Pil Pengondensasi Roh Kuno tingkat dua yang Anda racik laku keras tanpa sisa di pasar luar kota hanya dalam waktu tiga hari sejak peluncurannya.

Banyak praktisi independen dan perwakilan klan kecil berebut membelinya, membuat keuntungan bersih paviliun naik tajam hingga tiga puluh persen."

"Kualitas pemurnian dari pil yang Anda hasilkan memang sangat murni tanpa ada sisa ampas besi tungku sedikit pun, Tuan Chen," sela Tetua Ran mengelus janggut putih panjangnya dengan kagum. "Bahkan para alkemis senior di asosiasi kami harus mengakui bahwa sirkulasi energinya sangat stabil dan aman untuk dikonsumsi secara beruntun oleh praktisi muda."

Selain masalah penjualan pil, Luo Chen mengetuk permukaan meja batu dengan jari telunjuknya perlahan, mengalihkan topik pembicaraan ke arah rencana barunya.

"Bagaimana dengan informasi penting lainnya yang sedang beredar luas di sekitar wilayah kota akhir-akhir ini?"

"Tuan Chen, belakangan ini seluruh praktisi di klan-klan besar sedang sibuk membahas dan mempersiapkan keberangkatan menuju ke pembukaan dimensi Medan Perang Kuno," ujar Ning Wushuang mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap wajah Luo Chen dengan pandangan mata yang serius. "Dimensi terisolasi tersebut

dikabarkan akan terbuka sepenuhnya dalam kurun waktu tiga hari ke depan."

"Di mana tepatnya koordinat lokasi dari pembukaan pintu dimensi Medan Perang Kuno misterius itu?" tanya Luo Chen dengan nada suara yang datar tanpa emosi.

"Medan Perang Kuno ini terletak di dalam kawasan Hutan Seribu Jaring yang sangat lebat dan liar, tepat setelah Anda melangkah keluar melewati gerbang batas Kota

Bintang Jatuh," jawab Ning Wushuang menunjuk ke arah peta benua yang terbentang di atas permukaan meja batu.

"Aku berniat untuk pergi ke sana dan mencoba peruntunganku di dalam dimensi tersebut," ujar Luo Chen merapikan kembali lipatan lengan jubah jubah biru tuanya dengan gerakan konstan.

Satu tarikan napas pendek keluar dari mulut Tetua Ran mendengar keputusan mendadak tersebut, membuat tubuh tuanya mendadak melangkah maju satu langkah

dengan dahi yang berkerut sangat rapat.

"Tuan Chen, ini terlalu berbahaya bagi keselamatan Anda!" sela Tetua Ran dengan nada suara yang menekan cemas. "Medan Perang Kuno adalah tempat pembantaian liar yang diperebutkan oleh ribuan praktisi tangguh dan klan-klan kuat dari kota pusat perdagangan. Bahkan praktisi yang telah berada di ranah Kondensasi Qi atau

Fondasi Spiritual sekalipun sering kali gugur tanpa sisa di sana. Sementara basis kultivasi Anda saat ini masih berada di..."

"Kultivasiku telah berhasil menerobos masuk ke dalam Ranah Pemurnian Tubuh tahap ketujuh tadi malam," potong Luo Chen menunjukkan kepalan tangannya yang

bersih namun memancarkan riak getaran energi fisik yang sangat padat dan solid.

"Kepergianku ke sana adalah hal yang natural untuk melatih kekuatan dan mencari bahan herbal spiritual langka tingkat tinggi."

"Terobosan dalam waktu sesingkat ini dari tahap kelima langsung menuju ke tahap ketujuh?" batin Tetua Ran menatap tubuh Luo Chen dengan mata yang membelalak lebar, tangannya yang memegang janggut putihnya mendadak kaku seketika menahan rasa tidak percaya yang luar biasa berat. "Kecepatan kultivasi fisiknya benar-benar telah melampaui batas kewajaran manusia biasa di benua ini!"

"Meskipun kecepatan terobosan fisik Anda sangat menakjubkan, Tuan Chen, bahaya di dalam Hutan Seribu Jaring tetaplah sangat nyata," sela Tetua Mu Shan menggelengkan kepalanya perlahan dari balik jubah abu-abunya. "Banyak binatang spiritual liar tahap menengah yang berkeliaran bebas di sepanjang jalur

perbatasan tersebut."

"Keputusanku untuk pergi sudah bulat, para Tetua," sahut Luo Chen berdiri tegak dari kursi kayu panjangnya, menatap wajah mereka secara bergantian dengan

pandangan mata yang tajam tanpa ada keraguan sedikit pun. "Tidak ada rintangan yang bisa menghentikan langkahku hari ini."

Sambil menatap ketegasan mutlak di wajah pemuda tersebut, Ning Wushuang menarik napas panjang menyandarkan kembali tubuhnya ke sandaran kursi kayu. "Kami tahu kami tidak akan bisa mengubah keputusanmu jika kau sudah berbicara seserius ini, Tuan Chen."

"Aku memiliki satu permintaan sebelum aku melangkahkan kakiku keluar meninggalkan wilayah kota ini," ujar Luo Chen menatap wajah Ning Wushuang secara langsung. "Selama kurun waktu kepergianku, tolong bantu aku untuk menjaga dan mengawasi keselamatan seluruh anggota keluargaku yang tinggal di gubuk kaki Gunung Tiga Jari."

"Jangan khawatir tentang hal kecil itu, Tuan Chen," jawab Ning Wushuang tersenyum manis dengan kedipan mata tipis yang menggoda. "Aku secara pribadi akan mengutus beberapa orang pengawal kepercayaan terbaik dari paviliun untuk mengawasi dan menjaga keselamatan gubuk keluargamu secara diam-diam selama kepergian anda. Aku jamin tidak akan ada satu praktisi klan pun yang

berani menyentuh mereka."

"Terima kasih atas bantuan Anda, Nona Ning. Aku memercayakan keselamatan mereka kepadamu," sahut Luo Chen Gerakan kepala dia mengangguk pelan sebagai tanda pamit sebelum melangkah tegap keluar meninggalkan aula paviliun obat tersebut,

1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
sangatbagus isi ceritanya tapi sayang tidak di lanjutkan.
Joe Maggot Curvanord
bagus cuma terlalu sedikit bab oer hari nya
JokyWong: oke makasih ya masukkan nya, nanti di up ya 2 bab per hari 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!