Cerita ini hanya fiktif belaka, cerita menggandung adegan +18
Lika-liku kehidupan Dita yang masih trauma akan perceraian orang tuanya, tanpa sengaja di jodohkan dengan Kai yang merupakan anak teman ibunya, ada perasaan berbeda ketika Dita dekat denga Kai.
Perasaan yang kuat antara Dita dan Kai membuat Celine begitu cemburu, dia bahkan tak yakin Kai dapat mencintai gadis yang baru beberapa hari di temui nya. Trauma yang masih melekat di ingatan Dita membuatnya bimbang dan takut dalam memutuskan jalan hidupnya, dia hanya tak ingin kejadian itu terulang kembali.
walau banyak kekurangan Kai begitu gigih menyakinkan Dita untuk menikah dengannya, Kai yang bersedia menutup semua kekurangan Dita, restu sudah pasti mereka dapat, entah apa yang selalu saja rasa tidak percaya diri menghampiri Dita.
Akankah Dita dapat meyakinkan hatinya untuk Kai dan dapatkah Dita dapat memaafkan ayahnya?
yuk mampir di karya ku, semoga bisa jadi daftar favorit kalian untuk membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Mencoba namun gagal
Pemerkosaan yang ku alami termasuk dalam kekerasan seksual yang terjadi tanpa ke ingin nan ku, berbagai konseling aku jalani, salah satunya PTSD atau post traumatic stress disorder. Hal ini yang menyebabkan rasa takut, cemas dan bersalah yang berlebihan, hampir 4 tahun konseling dengan piskiater yang dulunya adalah teman ibu di waktu kuliah.
Akhirnya aku bisa berbaur dengan normal namun tidak hati ku, aku masih takut untuk berdekatan dengan pria, bahkan aku cenderung cuek, sampai akhirnya aku bertemu Kai, aku merasa kami cocok, kami yang dibesarkan oleh orang tua tunggal membuat sebagian diri ku menyadari masa lalu bukan tujuan, namun menjadikan nya sebuah pelajaran.
Hampir 1 minggu setelah kami menikah, Aku tahu ini tidak baik untuk ku dan Kai, aku berterimakasih karena ia begitu sabar menghadapi ku.
“Jadi gimana?”
tanya Gina kepada ku dengan panggilan video call
“Apa nya?”
tanya ku pura-pura yang tak mengerti, Kai hanya lah lelaki biasa, tak mungkin terus menerus menahan hawa nafsu nyq, tak mungkin aku terus bilang padanya untuk bersabar.
“Haii sayang...”
kata Kai yang baru datang dari jogging sore dengan penuh keringat ia mencium pipi istrinya.
“Aah keringat nempel”
kata Dita mengusap bekas ciuman Kai
“Hai Gin..apa kabar?”
sapa Kai yang meminum sebotol air mineral
“Baik, ya udah aku mau lanjutin tugasnya pak Agus dulu, see you”
katanya Gina menutup telpon
“Bye...”
Dita yang melambaikan tangan ke arah kamera laptopnya.
“Aku mandi dulu ya...”
kata Kai yang berpamitan mandi
“Mau aku buatin nasi goreng?”
tanya ku menawarkan makan malam kepada Kai.
“Boleh...”
jawab Kai yang berjalan ke arah kamar tidur.
Menu sederhana malam ini yang di masak Dita telah selesai, nasi goreng ala-ala dilengkapi irisan ayam dan telur di lengkapi kerupuk, membuat yang melihat ingin segera melahap nya.
“Bau nya enak sih”
kata Kai yang keluar kamar dengan handuk kecil yang diletak kan di pundaknya,
“Sini aku bantu”
kata ku yang mengusap kepala Kai yang basah.
Sambil makan kami memutar beberapa film yang memenang menjadi daftar list kami, sampai ada film yang memuat adegan dewasa, malu pastinya, aku tidak pernah tahu ada adegan itu di film.
Ku lihat Kai terlihat santai dengan adegan tersebut, aku tahu pasti dia meng inginkan nya, tapi maafkan aku yang belum siap sayang.
“Kenapa?”
tanya Kai yang tiba-tiba menoleh ku
“Enggak apa-apa, mau soda lagi?”
tanya ku meng alihkan pembicaraan
“Boleh”
balas Kai yang kemudian melanjutkan nonton nya.
“Ini” kata ku yang menyerahkan sekaleng cola.
“Malam ini kita coba lagi boleh?”
tanya Kai yang tak menatap langsung ke wajah ku.
Aku hanya terdiam memegang leher ku, jantung ku mulai berdegub kencang lagi, aku menatap Kai sambil tersenyum, berat rasanya memberitahu bahwa aku belum siap.
“Kalau kamu belum siap aku akan tetap menunggu”
bisik Kai yang kemudia memeluk ku, melingkarkan tanganya di pinggang ku, Meyenderkan kepala nya di bahu ku.
“Aku mau mencoba...”
sahut ku yang membalik kan badan, aku tidak mau Kai kecewa terhadap ku.
Mendengar perkataan ku Kai langsung memeluk ku, belum usai film yang kami tonton Kai menggendong ku, membawa ku ke kamar kami.
Mata kami yang tidak pernah berhenti saling memandang, perlahan Kai meletakan tubuh ku di atas kasur bibirnya yang tipis mencumbu bibir ku, mencium pipi hingga leher ku, aku hanya menikmati rasa yang diberikan Kai, tanganya mulai merambat bagian dada masuk kedalam pakaian kaos, tangan nya yang begitu hafal letak pengait bra, bibirnya yang masih mencium ku dibuat tak berdaya, Kai mengarahkan tangan ku agar di kalungkan ke lehernya.
Hampir setengah terbuka pakaian kami, aku tersadar karena Kai membisikan sesuatu kepada ku.
“Dita kamu cantik”
Kata-kata yang sama Dery ucapkan.
Aku lagi-lagi mendorong tubuh Kai kali ini aku tidak dapat menahan air mata ku, aku langsung ingat wajah Dery, aku langsung ingat kejadian itu.
“Dit...sorry”
Kai yang menahan konaknya.
Dita yang penuh ketakutan berlari ke kamar mandi, menghidupkan shower dan menangis sejadinya.
“Dit...”
kata Kai mengetuk pintu.
Namun hanya suara tangisan yang di dengarnya, Kai pun hanya menunggu didepan pintu kamar mandi duduk di lantai.
“Dita kamu cantik”
“Dita kamu cantik”
“Dita kamu cantik”
“Dita kamu cantik”
Kata-kata yang selalu terdengar di kupingnya.
Dita kembali mengkonsumsi obat penenang nya sampai ia tertidur dengan kondisi shower masih menyala.
Pagi ini begitu berkabut, suara kicauan burung begitu jelas terdengar, Kai tersadar bahwa dirinya tertidur di depan pintu kamar mandi, dia pun menoleh ke arah kasur dilihatnya Dita tertidur pulas, rupanya dia memberikan selimut kepada Kai.
“Maafin aku ya”
kata Kai yang kemudian mengecup kening Dita.
Seperti biasnya Kai memulai aktivitas paginya dengan membuat sarapan kemudian di lanjut jogging sekitaran villa. Sementara ia membiarkan Dita beristirahat.
Di rumah Celine yang mendengar kabar Kai telah menikah dengan Dita membuat nya shock, emosinya jadi tak terkontrol semua barang di kamarnya di lempar dan di pecahkan, bahkan Rendi tak mengerti Celine dapat kabar dari mana, Rendi berusaha menggedor kamar celine yang dikunci nya. Celine terus berteriak seperti orang yang tak waras.
Dia tidak terima dengan pernikahan Dita dan Kai, Celine bahkan tidak merasa kaki dan tangan nya berdarah, menangis dan berteriak membuat semua orang dirumah nya khawatir, Rendi yang tidakk mau habis akal meminjam tangga dan mulai memanjat ke lantai 2 rumah Celine.
“Celine...tenang sayang”
kata ibunya Celine dari depan kamar
“Diam...” teriak Celine sambil melempar handphone yang terpasang foto pernikahan Dita dan Kai, ternyata yang dibagikan Gina dan Bayu di media sosial.
Rendi dengan perlahan membuka pintu dari luar balkon kamar Celine.
Dengan sigap Rendi memeluk Celine dari belakang dan menenangkan Celine walau Celine penuh dengan perlawanan.
“Lepas, brengsek lu....fr***”
teriak Celine,
Rendi yang sigap mengambil kotak di laci meja rias Celine yang berisi suntikan obat penenang. Bukan tidak sayang, namun Rendi tidak kuat melihat Celine seperti ini. Rendi langsung menusuk kan jarum suntik di tangan Celine berharap Celine bisa tenang.
Benar saja tidak sampai 5 menit obat bekerja, Celine yang terdiam lemas kemudian tertidur, segera Rendi pindahkan ke kamar sebelah agar kamar nya di bereskan.
Rendi bingung sampai kapan ini akan berlangsung, satu hal yang dia tahu, dia tak bisa meninggalkan Celine, selalu setia berada di sisi Celine walau di hati Celine bukan dirinya.
Rendi yang sabar membersihkan badan Celine yang terkena pecahan beberapa benda di kamarnya.
Setiap orang memang di beri masalah berbeda oleh Tuhan, hidup tidak pernah sempurna kadang di atas lusa bisa bertukar posisi, sesuai dengan pepatah apa yang kita tanam kita yang akan mendapatkan hasil nya.
----* kita bakal lanjut season 2 ya * ----
7in1
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
7in1
💕💕💕💕💕💕
Like 👍👍👍👍👍
Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️
Rate ⭐⭐⭐⭐