NovelToon NovelToon
ELINA

ELINA

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:900.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Asni J Kasim

Mohon untuk tidak membaca novel ini saat di bulan puasa. Terutama disiang hari. Untuk malam hari, silahkan mampir jika berkenan.


"Aku tidak mau menikah dengan Pria tua itu, Ibu" kata Elina pada Ibu tirinya.

Elina di jual oleh Ibu tirinya pada seorang Pria yang tidak diketahui identitas aslinya. Sakit, jelas Elina merasa hatinya sangat sakit.

Apakah Elina bisa mendapatkan kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Elina merasa bosan saat ia hanya duduk diam di sofa. Ia ingin membantu suaminya namun Jonathan tidak mengizinkan Elina untuk beraktivitas. Untuk menghilangkan kejenuhannya, Elina mengambil ponsel miliknya lalu menghubungi Melisa. Ia berdecak kesal saat Melisa tak menjawab panggilan telepon darinya.

"Apa hari ini kamu tidak ke kampus atau ke Perusahaan?" tanya Elina berbasa basi.

"Aku tidak ke Kampus dan untuk pekerjaan yang di Perusahaan aku bisa bekerja di rumah" balas Jonathan tanpa menatap istrinya. "Elina, hari ini Antoni akan datang untuk mengganti perban di kepalamu" ujar Jonathan masih dengan pandangan yang sama.

"Oke, aku mau mandi dulu." Elina beranjak dari sofa menuju kamar mereka.

"Apa kamu butuh bantuanku...?" teriak Jonathan saat istrinya sudah berada di dalam kamar.

"Aku bisa sendiri..." sahut Elina dari dalam kamar.

Jonathan menghidupkan leptopnya, ia mulai fokus dengan pekerjaannya. Banyak file yang harus ia cek sebelum ia ke Munaco untuk melakukan perjalanan bisnis. Matanya mulai menatap layar leptop, membaca satu persatu file yang dikirimkan oleh asistennya.

Ponsel Jonathan bergetar. Jonathan menatap layar ponselnya, seketika senyum terukir diwajahnya. "Klara," gumam Jonathan.

"Halo sayang, bagaimana kabarmu sekarang?" tanya Jonathan pada Klara. Klara adalah adik kandung Jonathan.

"Aku baik-baik saja, Kak. Bagaimana keadaan Kakak di New York?" tanya Klara.

"Kakak baik-baik saja. Oh ya, kapan kalian kembali ke New York?" tanya Jonathan.

"Pekan depan aku dan Ibu serta Ayah akan kembali ke New York," balas Klara dengan girang.

"Pekan depan," batin Jonathan.

"Kak. Ibu mau bicara sama Kakak," kata Klara.

"Berikan ponselnya pada Ibu," titah Jonathan.

Klara pun memberikan ponselnya pada Nyonya Alira. "Halo Natan. Kamu di mana sekarang?" tanya Nyonya Alira, Ibu tiri Jonathan.

"Aku di rumah, Bu" jawab Jonathan sambil memijat keningnya.

"Ibu harap kamu tidak macam-macam di situ. Ingat! Tiga bulan lagi, keluarga besar Niza akan datang dan kamu akan menikah dengan Niza" ujar Nyonya Alira memberi peringatan pada putranya.

"Aku tidak ingin menikah dengannya, Bu" balas Jonathan. Ia terlihat sedang menahan emosi.

"Ibu tidak mau tahu, Jonathan! Tiga bulan lagi, kamu harus menikah dengan Niza!" seru Nyonya Alira.

Jonathan mengakhiri panggilan teleponnya. Ia berbalik ke belakang, ada Elina yang sedang berdiri mendengar semua percakapannya. "Apa kamu mendengarnya?" tanya Jonathan.

"Dengar apa? Aku baru saja datang." Elina pura-pura tidak mendengar.

"Apa kamu punya masalah?" tanya Elina, ia menghampiri suaminya. Sejujurnya Elina mendengar semua percakapan suami dan ibu mertunya. Namun, Elina diam karena ia ingin Jonathan jujur padanya.

"Tidak, aku tidak punya masalah" balas Jonathan tersenyum.

"Tunggu sebentar, aku hubungi Antoni dulu" kata Jonathan kemudian menggeser layar ponselnya mencari nama Antoni di kontak. Jonathan menghubungi Antoni, selang beberapa detik, Antoni pun menjawab panggilan dari sahabatnya.

"Aku di basement. Lantai berapa dan nomor berapa?" tanya Antoni.

"Lantai 13 nomor 5," balas Jonathan lalu memutuskan panggilannya.

"Dasar laki-laki tidak berperasaan! Suka sekali memutuskan panggilan tanpa pamit!" ketus Antoni. Antoni melangkah menuju lift, ia menekan angka 13 pada tombol yang berada disamping pintu lift. litf terbuka, Antoni pun masuk. Tak menunggu lama, Antoni telah sampai dilantai 13. Apartemen Jonathan berada tepat di depan lift, sehingga Antoni tidak perlu mencari lagi.

Di dalam Apartemen, Elina merasa ada seseorang di luar. "Natan, sepertinya ada yang datang" ucap Elina saat mendengar seseorang menekan tombol di luar pintu Apartemen.

"Biar aku melihatnya," ujar Jonathan. Jonathan berjalan menuju pintu, tangannya meraih gagang pintu kemudian membukanya.

"Kamu lama sekali!" ketus Antoni sambil menatap tajam Jonathan.

"Hahahaha" tawa Jonathan, "sejak kapan kamu jahat seperti ini!" ujarnya.

"Sejak hari ini! Saat kamu membuatku lama menunggu di luar!" ketus Antoni sambil berjalan menghampiri Elina yang sedang duduk di sofa.

Antoni tersenyum saat melihat Elina tersenyum padanya, "bagaimana keadaanmu sekarang, Elina?" tanya Antoni mengambil tempat disamping Elina.

"Aku merasa jauh lebih baik, Dok" balas Elina.

"Kamu boleh memanggilku dengan panggilan Kakak atau Antoni," ujar Antoni tersenyum. "Aku ganti perban di kepala mu dulu," ucap Antoni kemudian membuka perban yang di kepala Elina lalu menggantinya dengan perban baru.

"Lukamu sudah membaik tapi kamu harus berhati-hati," ujar Antoni.

"Siap, Dok!" balas Elina tersenyum.

"Tidak perlu tersenyum padanya!!" ujar Jonathan dengan datar.

"Apa aku harus meminta persetujuanmu dulu untuk tersenyum pada orang lain!!" ketus Elina.

"Kalian berdua seperti anak kecil," kata Antoni. "Aku harap perdebatan ini hanya di sini saja tidak dengan di dalam kamar," lanjutnya tersenyum kearah keduanya.

"Pikiranmu terlalu kotor!!" seru Jonathan.

"Hahahaha," tawa Antoni pecah. "Aku harus kembali ke Rumah sakit, hubungi aku jika kalian membutuhkanku" lanjutnya kemudian berdiri dan ke luar dari Apartemen. Di dalam apartemen, tinggalah Elina dan Jonathan.

"Apa yang kamu lakukan?" tanya Jonathan saat pendapati istrinya berbaring di sofa. Ditangannya ada pulpen dan buku.

"Aku mau kerjakan tugas darimu dan juga dari Prof Alnero," jelas Elina tanpa menatap suaminya.

"Letakan buku dan pulpen itu, kamu harus istrahat dan jangan banyak berpikir," titah Jonathan.

"Aku tidak mau nilaiku bermasalah," balas Elina memohon.

"Elina, serahkan semuanya padaku" ujar Jonathan menatap manik mata istrinya.

"Tapi aku bosan jika hanya berdiam diri tanpa melakukan apa-apa!" balad Elina cemberut.

"Jika itu bisa membuatmu bahagia maka lakukan apapun yang ingin kamu lakukan," ucap Jonathan kemudian kembali fokus dengan pekerjaannya. Sedangkan Elina masuk ke dalam kamar untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Hampir 1 Jonathan menatap layar leptopnya, membaca semua file yang dikirimkan oleh asistennya, yaitu Rainex Jonathan mengambil ponselnya untuk menghubungi Rainex.

"Hallo, aku sudah membacanya dan ada file yang harus kamu rombak. Aku rasa kamu tahu apa maksudku," ucap Jonathan saat panggilannya terhubung dengan Rainex.

"Baiklah, Natan. Kirimkan aku file yang harus aku rombak," kata Rainex.

"Oke baiklah," ujar Jonathan kemudian memutuskan panggilannya.

Itulah Jonathan, ia selalu memutuskan panggilan secara sepihak. Membuat lawan bicaranya kesal jika menelpon dengannya.

Drt... drt... drt... ponsel Jonathan kembali bergetar. Jonathan menatap layar ponselnya.

"Ibu. Ada apa lagi Ibu menelepon?" gumam Jonathan.

"Hallo, Bu" sapa Jonathan saat panggilan terhubung.

"Apa yang kamu lakukan pada Niza sampai dia masuk Rumah sakit!!" bentak Nyonya Alira.

"Maksud Ibu apa? Aku tidak mengerti" tanya Jonathan dengan bingung.

"Jangan berpura-pura, Jonathan!!" bentak Nyonya Alira. "Kamu berusaha untuk melenyapkan Niza kan! Ingat Jonathan! Sebenci apapun kamu pada Niza, kamu akan tetap menikah dengannya!!" hardik Nyonya Alira

"Jangan paksa aku, Bu. Aku tidak suka Ibu memaksaku seperti ini! Aku bukan anak kecil lagi!!" Jonathan meninggikan nada suaranya. Ia tidak bisa diam lagi, semakin hari Ibu tirinya semakin menjadi-jadi.

Jonathan memutuskan panggilan telepon dengan ibunya. Membuang benda yang ada di atas meja kerjanya. "Bedebah kau Niza... aku sudah memberimu kesempatan tapi kamu membuat masalah baru!!" terika Jonathan sambil mengepal tangannya.

Brakk... Jonathan memukul meja kerjanya, buku jari tangannya terlihat merah dan mengeluarkan darah.

"Apa Ibu memintamu untuk menikahi wanita itu?" Elina memberanikan diri untuk bertanya. Jonathan menoleh keasal suara.

"Tangan kamu kenapa?" tanya Elina. Ia begitu panik saat melihat tangan suaminya berdarah.

"Rasa sakit ini tak seberapa, Elina" ujar Jonathan sembari memeluk istrinya.

.

.

.

.

.

Bersambung.

Mohon Kritik dan Sarannya bila ada kata yang kurang huruf atau lebih atau mungkin salah. 😊

1
angel
musuhnya cm gt aj matinya ..gk seru
Irfan kurniawan
Lumayan
Riska Desi
biar cemburu si jonatan
Deistya Nur
keren 👍
Yeti Susanti
penasaran cpa sih prof stevin sbnr nya
Masmini Ketut
Tks Thor telah menyajikan cerita klh yg harmonis dg berbagai perbedaan nya. Lope U poll untkmu dn untuk karya mu
Asni J Kasim: Terima kasih banyak, Kak. Jika berkenan, silahkn mampir di Novel saya yang lain, yang ada tulisan Endnya. Yang belum ada, jangan dulu di Baca.

Yang sudah End, ada "Istri Nakal Dokter Aziz" "Wanita Pengganti" "Awal Tanpa Cinta"

😁😁
total 1 replies
Masmini Ketut
jd jengkel sm Tuan Javelis. Menyebalkan!! Tua tua keladi huhhh,,!!!
Masmini Ketut
Aq setuju semoga Elina dn Jonathan segera dikaruniai anak, jgn ada pelakor diantara mereka Thor
Masmini Ketut
Betul-betul, kecuali kondisi darurat atau bencana, barulah lelaki beristri boleh menggendong wanita lain selain istrinya. Setuju Thor eh Annie
Masmini Ketut
Ikut bahagia Thor Elina dn Jonathan bersatu dlm mahligai rumahtangga yg bahagia
Coretan Senja: Hai Ka, kalau berkenan mampir juga yuk di ceritaku judulnya MENIKAH DENGAN MAFIA ARROGANT hehehe 🥰
total 1 replies
Asni J Kasim
Kakak Paham? Karena kebanyakan pembaca bilangnya mereka sulit mengerti ini isi novel 🤣🤣
Masmini Ketut
akhirnya mereka sdh tdk salah paham lagi. Sdh tau isi hati masing-masing yg sesungguhnya. Tks Thor. Aq ikut bahagia, pengacau sdh tertbk
Masmini Ketut
Kasian Jonathan dn Elina thor. Jonathan sampe berlutu tpi jati Elina sdh sekeras batu tdk mau mendengar penjelasan Jonathan. Hadduh jgn pisahkn Elina dn Jonathan Thor. Tolong kasi buka kasi jln biar kesalah pahaman ini tdk berlanjut. Kasihani lah sy Thor, eh Elina dn Jonathan Thor
Masmini Ketut
aq jd nyesek bacanya thor. Jgn pisahkn Elina dn Jonathan thor. Luruskan kesalahan pahaman diantara mereka thor. Mereka saling mencintai mengapa harus saling menyakiti? Aq jd sedih baca ceritamu Thor
Masmini Ketut
mestinya kamu jujur Jonathan sebelum terlambat, sebelum rasa cinta berubah jd benci
Masmini Ketut
Kamu harus jujur sm suamimu kalau kamu tak ingin berpisah. kalau kamu ada rasa sm sama suamimu
Masmini Ketut
apa Jonathan itu Prof Steven ya?
Lisha Azza
lanjut
Ermelinda Marisa
semoga sja prof stevin adl jonatan....wkwkwkwk...maf ya thor...
Vinna_hot mommy
kok gak bikin part belah durennya Thor...
secara walopun udah nikah lama kan mrk selalu berantem n terpisah trus...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!