NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:149.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

Lilis tampak tergesa-gesa keluar masuk kamar. Setelah selesai memasak sarapan sederhana tadi, ia langsung berlari kecil untuk bersiap-siap. Hari ini adalah jadwalnya mengajar sebagai guru TK, dan ia tidak ingin datang terlambat.

Sementara itu, Arka sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Karena mendapat shift pagi di rumah sakit, Arka memang sudah siap lebih awal. Ia kini duduk tenang di tepi ranjang, memperhatikan istrinya yang tampak sibuk memakai jilbab sambil sesekali melirik jam dinding.

"Mas duluan aja sarapan, nanti aku nyusul," ucap Lilis.

Arka tidak menuruti perintah itu. Ia justru bangkit dari ranjang dan menghampiri meja rias tempat Lilis berada.

"Kamu mau pakai tas yang mana?" tanya Arka lembut, berniat membantu.

Lilis menoleh sebentar, merasa tertolong. "Yang tote bag warna silver, Mas," jawabnya cepat.

Arka mengambil tas tersebut, lalu membukanya. "Ini mau dimasukin apa aja?"

"Itu Mas, notebook yang di atas meja warna cokelat sama kotak pensilnya," tunjuk Lilis sambil mulai mengaitkan bros di bahunya.

Arka memasukkan barang-barang tersebut dengan rapi. "Ada lagi?"

"Dompet sama HP aku, Mas," sahut Lilis lagi, kali ini ia sudah mulai mengenakan cadarnya di depan cermin.

Arka memastikan semua barang sudah masuk ke dalam tas.

"Udah semua?" tanya Arka memastikan sekali lagi.

"Udah, Mas. Makasih banyak ya," ucap Lilis.

Arka hanya mengangguk kecil, namun tangannya tetap bergerak cekatan membantu Lilis membawa tasnya turun ke ruang makan. Di atas meja, dua piring nasi goreng dengan telur ceplok di atasnya sudah tersaji rapi, masih mengeluarkan uap hangat yang menggugah selera.

"Maaf ya, Mas... aku cuma bisa masak ini. Terlambat tadi bangunnya," ucap Lilis pelan.

Arka menarik piringnya, lalu menyuap satu sendok nasi goreng itu ke mulutnya. Ia mengunyah pelan sebelum menatap Lilis.

"Nggak apa-apa. Ini udah enak banget kok. Malah pas rasanya," sahut Arka.

Suasana hening sejenak, hanya terdengar denting sendok yang beradu dengan piring. Arka melirik jam tangannya, lalu kembali menatap istrinya.

"Kamu nanti pulang jam berapa?" tanya Arka memecah kesunyian.

Lilis mendongak sebentar. "Paling nanti jam dua belas, Mas. Sebelum Dzuhur sudah di rumah. Kenapa, Mas?"

"Nggak apa-apa, biar Mas jemput nanti sekalian jam istirahat," tawar Arka.

Lilis sempat terdiam, ia memikirkan jarak rumah sakit yang lumayan jika Arka harus bolak-balik hanya untuk menjemputnya.

"Nggak usah, Mas. Nanti aku pulang sama temanku saja," tolaknya halus.

Mendengar itu, gerakan tangan Arka yang hendak menyuap nasi terhenti sejenak. Ia meletakkan sendoknya dan menatap Lilis dengan tatapan menyelidik yang sulit diartikan.

"Siapa? Laki-laki atau perempuan?" tanya Arka datar.

"Perempuan, Mas. Namanya Hana. Dia bawa motor ke sekolah, jadi aku bisa bareng. Aku mana berani boncengan sama laki-laki," jelas Lilis jujur.

Mendengar penjelasan itu, raut wajah Arka yang tadinya sempat menegang perlahan kembali rileks. Ada rasa lega yang tersirat di matanya, meski ia berusaha menyembunyikannya.

"Ya sudah kalau gitu. Tapi tetap hati-hati, jangan ngebut di jalan," pesan Arka kembali melanjutkan makannya.

Sesampainya di gerbang sekolah TK tempat Lilis mengajar, Arka menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang yang sudah mulai ramai oleh anak-anak kecil dan orang tua murid. Lilis segera merapikan tasnya, siap untuk turun.

"Aku berangkat dulu, Mas," ucap Lilis lembut. Ia kemudian mengarahkan tangan kanannya ke arah Arka, bermaksud untuk berpamitan.

Arka yang melihat tangan Lilis terulur, sempat tertegun sejenak. Dengan wajah yang sedikit bingung, ia justru merogoh saku jasnya, mengambil dompet, dan mengeluarkan sebuah kartu kredit. Ia meletakkan kartu itu di atas telapak tangan Lilis.

Lilis menatap kartu itu dengan heran, lalu mendongak menatap suaminya. "Buat apa ini, Mas?"

"Kamu minta uang, kan? Itu pakai saja. PIN-nya tanggal ulang tahun kamu," jawab Arka dengan nada yang sangat serius.

Lilis tak tahan untuk tidak tersenyum di balik cadarnya. Matanya menyipit manis. "Bukan itu, Mas... maksud aku, aku mau salim," jelas Lilis pelan sambil sedikit terkekeh.

Seketika, wajah Arka berubah kaku. Ia baru sadar bahwa istrinya sedang meminta tangan untuk dicium, bukan sedang meminta uang jajan. Rasa malu menjalar di wajah dokter muda itu, membuat telinganya sedikit memerah.

"Oh... salim," gumam Arka canggung.

Lilis kemudian meraih tangan Arka dan mencium punggung tangannya dengan takzim. Namun, entah karena terbawa suasana atau reflek Arka justru menarik lembut kepala Lilis dan mencium kening istrinya itu dengan hangat.

Suasana di dalam mobil mendadak sunyi. Keduanya terdiam. Lilis terpaku, merasakan hangatnya kecupan Arka yang pertama kali mendarat di keningnya. Jantungnya berdegup kencang tak karuan.

"Ini, Mas... aku balikin kartunya," ucap Lilis gugup.

Arka berdehem pelan. "Enggak apa-apa. Kamu pakai saja. Itu nafkah dari Mas. Simpan buat keperluan kamu atau barangkali ada kebutuhan mendadak"

Lilis ragu sejenak, namun melihat tatapan Arka yang tegas namun tulus, ia akhirnya memasukkan kartu itu ke dalam dompetnya. "Terima kasih, Mas. Aku masuk dulu ya. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," jawab Arka pelan.

Lilis turun dari mobil dengan langkah yang terasa ringan namun wajah yang masih terasa panas. Sementara Arka, ia tetap diam di kursinya, memerhatikan punggung istrinya yang menghilang di balik gerbang sekolah.

Lilis berjalan menyusuri koridor sekolah dengan langkah yang masih terasa sedikit melayang. Bayangan kecupan singkat Arka di keningnya tadi benar-benar merusak konsentrasinya. Begitu sampai di ruang guru, ia segera meletakkan tote bag silvernya di atas meja.

Belum sempat ia menarik napas panjang, Hana, rekan sesama guru yang memang paling akrab dengannya, sudah muncul dan bersandar di meja Lilis.

"Siapa tuh tadi yang nganter? Suami ya?" goda Hana sambil menyenggol bahu Lilis.

"Apaan sih, Han..." ucap Lilis malu, mencoba menyembunyikan wajahnya yang pasti sudah memerah di balik cadar.

"Yahh, ngapain juga malu-malu begitu? Kalian kan sudah nikah, sah-sah saja dong diantar suami," lanjut Hana, semakin semangat menggoda sahabatnya itu.

"Ya kamu tahu sendiri gimana kan pernikahan aku, Han..." sahut Lilis lirih.

"Nggak apa-apa sih, Lis. Justru bagus, kan? Kamu jadi terhindar dari pria nggak bertanggung jawab yang dulu itu. Tapi kalau boleh jujur nih, aku lihat-lihat yang ini jauh lebih ganteng deh!"

"Ihh, Hana! Nggak baik tahu muji suami orang di depan istrinya langsung begitu!" tegur Lilis, meski dalam hati ada desiran aneh yang muncul saat mendengar Arka dipuji.

Hana tertawa renyah melihat reaksi Lilis. "Loh, kan aku cuma bicara fakta! Tadi itu kelihatan banget aura dokternya, kaku-kaku tapi perhatian. Beruntung kamu, Lis."

1
Sri Supriatin
seneng ada kemajuan buat Hana 😍😍🙏🙏
Sri Supriatin
kayanya hamidun tapi g ngidam...janinnya sembunyi🤭🤭🤭
Sri Rahayu
Lilis gundah gulana siapa pr bernama Alia yg chat Arka....kok Arka ga jelasin ke Lilis siapa itu Alia 😇😇😇...lanjut Thorr 😘😘😘
Karmina Karmina
alhamdulilah
akhirnya Hana bisa memaafkan da menerima Ilham
bahagia selalu Hana dan Ilham
Sri Supriatin
Semoga cepat tumbuh janinnya lilis n arka 🙏🙏😍😍
Sri Rahayu
kok Arka jd MANJA bgt...jgn2 Lilis bener hamidun sprt kata Hana 🙃🙃🙃😇😇😇 lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
bagus Elham...kamu gentleman memilih pergi meninggalkan semua demi mempertahanksn kel kecil mu
Yati Susilawati
arka nggak ngasih tau tempat kerjanya?
Yati Susilawati
murid tk ada ujiannya?
Nice1808
jangan ada bibit pelakor ya thor, awas aja🤣🤣🤣
Nice1808
apa bibit pelakor thor🤣🤣
Sarinah Quinn
Hana gak usah keras kepala deh biar bagaimanapun elham Sd mau bertanggungjawab. gemas deh sama Hana jadi gak respect 😤
Aghitsna Agis
tjor jgn ada yg ganggu rumahtangga arka lah
Shabrina Darsih
good job elham benr2 tamggung jawab ke Hana berani melepaskan semua fasikitas dr ayah nua
Sri Supriatin
slmt Arka n Lilis semoga lancar menjalani ngidam😍😍
Aghitsna Agis
selamst srka lilis udah dapet titipan dari allah semiga dapat menjaga amanahnya
Sri Rahayu
aku jg bahagia mas Arka 🤩🤩🤩 atas kehamilan Lilis...semoga sehst trs sampe lahiran nanti...selamat ya Arka dan Lilis... lanjut Thort😘😘😘
Sri Rahayu
wah jgn badai lagi yg hrs dilalui Hana...dia uda bnyk melewati badai bekerja keras utk ibu dan adiknya...semoga dia akan bahagia bersama Elham...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
sebaiknya saling memaafkan...kan Elham uda menyadari kesalahan nya, meminta maaf dan mau bertanggung jaeab...damai ajalah...lanjut Thorr😘😘😘
Dar Pin
semoga bsdainya cepat berlalu beri kesempatan untuk Ilham menebus dosa nya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!