NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Cinta

Tiba-Tiba Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:885k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rasti yulia

Pertemuan kembali dua sahabat lama yang kini telah sama-sama memiliki anak. Mereka berniat menjodohkan kedua anak mereka untuk lebih mempererat hubungan pertemanan yang telah lama terjalin.

Namun siapa sangka jika sebelum pertemuan dua sahabat lama itu, anak-anak mereka justru lebih dulu dipertemukan oleh takdir melalui kejadian-kejadian yang tidak pernah mereka duga sama sekali.

Arumi Nasha Razeta dan Arsyad Dzaki Mahendra, akan memulai kisah mereka di sini.

Apakah cinta dalam perjodohan itu benar adanya? Apakah pepatah Jawa yang mengatakan Witing Tresno Jalaran Soko Kulino itu akan berlaku di kehidupan keduanya? Dan akankah kehidupan mereka dipenuhi dengan kebahagiaan ataukah justru sebaliknya?

Jangan lupakan juga kehidupan kedua kakak mereka yang pastinya akan menambah bumbu sedap cerita ini..

WARNING:

Sisi lain cerita cinta dalam perjodohan. Tidak ada unsur penyiksaan maupun kekerasan terhadap pasangan. Cerita ringan dan semoga bisa menghibur para pembaca semua...

UPDATE

SELASA, KAMIS & SABTU


Happy reading semua, salam love, love, love😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasti yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 20. Berkunjung ke Kantor Calon Suami

Secangkir kopi panas terlihat masih mengepul di atas meja kerja Arsyad pagi hari ini. Sambil jemarinya bermain-main di atas keyboard laptopnya sesekali ia terlihat menyesap sedikit demi sedikit kopi panas itu.

Tok.. tok.. tok...

Terdengar pintu ruangan diketuk

"Masuk!", ucap Arsyad masih fokus dengan layar laptop nya.

Tak lama, Nina sang sekretaris pun masuk ke dalam ruang kerja Arsyad.

Nina tersenyum melihat Arsyad yang tengah sibuk itu. "Selamat pagi pak!".

"Ya, pagi!"

Nina tetap mengulas senyum meski pandangan Arsyad masih fokus pada layar laptop nya. "Pagi ini jam sepuluh bapak ada jadwal untuk bertemu dengan agen properti di restoran Nuansa Bening, pak".

"Baiklah. Tolong siapkan berkas-berkas yang harus aku bawa. Dan jangan lupa nanti kamu ikut sekalian".

"Baik pak, akan segera saya siapkan berkas-berkasnya".

Nina meninggalkan ruangan Arsyad dan kembali ke meja kerjanya. Sembari menyiapkan beberapa berkas yang harus dibawa, senyumnya tak henti-hentinya mengembang dari bibirnya.

"Akhirnya, aku bisa jalan berdua bareng pak Arsyad", ucapnya lirih.

Tepat jam sembilan Arsyad berdiri di depan meja Nina.

"Sudah siap semua?", tanya Arsyad sembari melihat-lihat layar ponsel di tangannya.

Nina berdiri mengambil tas yang ada di atas meja kerjanya sambil membawa beberapa berkas yang dibutuhkan. "Sudah pak, mari kita berangkat".

Nina berjalan di belakang Arsyad sambil sesekali menatap punggung bos nya itu. Hatinya terasa berbunga-bunga karena ia bisa pergi bersama sang bos yang sekaligus seorang laki-laki yang sudah berhasil mencuri perhatiannya.

Arsyad melangkahkan kaki menuju tempat parkir dan Nina masih mengikutinya di belakang punggung Arsyad.

Arsyad mengernyit. "Loh, ngapain kamu ikut ke sini?".

Nina tersenyum kikuk. "B-bukannya kita akan bertemu dengan relasi ya pak?".

"Iya, kita akan bertemu dengan relasi. Tapi kita ketemuan di sana saja".

Nina terperangah. "M-maksud bapak?".

Arsyad menghembuskan nafas kasar. "Kamu naik taxi online, lalu kita bertemu di sana".

Kedua bola mata Nina membulat. "J-jadi, saya tidak bareng satu mobil dengan bapak?".

Arsyad menggeleng. "Tidak, kita berangkat sendiri-sendiri saja". Arsyad membuka pintu mobil. "Oh iya, untuk ongkos taxi, nanti bisa di klaim ke kantor, oke?!".

Arsyad masuk ke dalam mobil kemudian menyalakan mesin. Perlahan ia menginjak pedal gas nya kemudian meninggalkan area kantor.

Nina masih berdiri terpaku menatap mobil Arsyad yang semakin lama hilang dari pandangannya.

"Aaarrrggghhhhh sial!!, aku kira ini kesempatan bisa jalan berdua sama Arsyad, taunya malah kayak gini", umpat Nina.

Nina tersenyum sinis sambil memesan taxi online melalui aplikasi di ponselnya. "Lihat saja kamu Syad, aku pasti bisa merebut hatimu", sambungnya pula.

***

Arumi terlihat duduk di kursi kecil dengan dikelilingi murid-murid kecilnya. Kali ini ia bersama murid-murid nya bermain leggo yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sensorimotor mereka, serta melatih koordinasi mata dan tangan.

"Bu guru bikin apa?", tanya Rafa saat melihat Arumi sibuk membuat sesuatu dengan leggo nya.

Arumi tersenyum. "Coba tebak, ibu guru sedang bikin apa?".

Murid-murid kecilnya terlihat antusias memperhatikan Arumi.

"Kereta api ya bu?!", celetuk Ais tiba-tiba.

Arumi tersenyum ke arah Ais. "Pinter, ibu guru sedang membuat kereta api".

"Waahh kereta apinya panjang sekali bu guru", celetuk Bintang.

"Iya sayang. Coba, Bintang dan yang lainnya bikin apa?".

"Bintang bikin bus, bu guru!"

"Ais bikin rumah bu guru!"

"Rafa bikin dinosaurus bu guru!"

Celetuk mereka satu persatu. Arum tersenyum lebar melihat kepintaran murid-murid kecilnya yang menggemaskan itu.

"Mashaallah, anak-anak ibu ini pintar-pintar sekali. Dilanjutkan lagi ya sayang", ucap Arumi dengan mata yang berbinar.

"Siap bu guru!", jawab mereka bersamaan.

"Mbak Arumi?!", panggil ibu Ziah di belakang punggung Arumi.

Arumi meletakkan leggo yang ada di tangannya kemudian mengarahkan pandangannya ke ibu Ziah. "Iya, bu?".

"Bisa bicara sebentar mbak?".

Arumi berdiri kemudian menghampiri ibu Ziah. "Iya bu, ada apa?".

"Mbak, kemarin saya bertemu seseorang dari dinas sosial. Mereka mengajak saya untuk bekerja sama mendirikan semacam rumah baca".

"Rumah baca?"

Ibu Ziah mengangguk. "Iya mbak. Jadi nantinya rumah baca ini akan digunakan untuk anak-anak jalanan yang tidak bersekolah".

"Lalu maksud bu Ziah bagaimana ya bu?", tanya Arum seolah belum mengerti.

Ibu Ziah tersenyum dan menghela nafas. "Semisal saya meminta mbak Arum untuk menjalankan rencana program rumah baca bersama dinas sosial, kira-kira mbak Arum bersedia atau tidak?".

Arum sedikit terkejut. "S-saya bu?".

Ibu Ziah mengangguk. "Iya, mbak Arumi".

"T-tapi mengapa tidak ibu sendiri saja bu?, atau mungkin guru-guru di sini yang lain, yang lebih banyak pengalamannya?".

Ibu Ziah terkekeh kecil. "Saya menunjuk mbak Arumi karena mbak Arumi masih muda, pasti lebih banyak memiliki ide-ide cemerlang untuk membangun rumah baca itu berbeda dari yang sudah pernah ada".

"T-tapi saya masih merasa belum mampu untuk menjalankan amanah itu bu".

Ibu Ziah kembali tersenyum tipis. "Tolong ya mbak. Sebenarnya saya ingin terjun langsung, tapi mengingat usia saya yang sudah tidak muda lagi ini, saya merasa tidak kuat secara fisik".

Arumi memindai wajah wanita yang ada di depannya itu. Ia berpikir sejenak. Ibu Ziah memang sudah tidak muda lagi usianya sudah memasuki kepala empat jadi secara fisik, ia memang tidak lagi kuat untuk menjalankan dua pekerjaan sekaligus (di play group dan juga rumah baca).

Arum pun akhirnya mengangguk. "Baiklah bu, inshaallah saya bantu untuk jalannya program rumah baca untuk anak-anak jalanan bersama dinas sosial".

Ibu Ziah berbinar. "Alhamdulillah, terima kasih banyak ya mbak".

Arum sedikit menyunggingkan senyumnya. "Iya bu, sama-sama"

Ibu Ziah kembali ke mejanya. Arumi merogoh saku gamisnya dan mengambil ponselnya. Ia melihat ada pesan masuk melalui aplikasi WhatsApp nya.

*Mama sayang**❤️: Sayang, jangan lupa nanti antar makan siang untuk calon menantu mama yah.. mama udah masakin menu istimewa untuknya. Sama nanti kalian bisa pergi ke butik langganan mama untuk fitting kebaya juga gaun pengantin. 😘*

Arum tersenyum sinis melihat betapa perhatiannya sang mama terhadap Arsyad. Bagaimana tidak perhatian, kalau dari awal bertemu dengan Arsyad sang mama begitu ingin menjadikannya menantu. Dan sebentar lagi keinginannya itu akan segera terealisasi, pasti makin perhatian lagi. Sampai-sampai beliau memasak makanan untuk Arsyad. Terkadang Arumi berpikir kenapa tidak mamanya saja yang menikahi Arsyad.

Me : Iyahh mamaku sayang. Nanti Arumi ke kantor mas Arsyad.

Arumi kembali meletakkan ponselnya ke dalam saku gamisnya kemudian ia menghambur ke arah murid-murid kecilnya yang masih sibuk dengan leggo nya.

***

Arumi memasuki kantor Arsyad dengan membawa tote bag yang isinya nasi gudeg dengan sambel goreng krecek spesial masakan sang mama untuk calon menantunya. Lihatlah, baru calon saja sang mama sudah begitu sayang terhadap Arsyad, apalagi nanti ketika sudah benar-benar menjadi menantunya.

Arum hanya tersenyum tipis sembari melangkahkan kaki menyusuri lorong-lorong yang ada di kantor Arsyad.

Arumi berhenti di depan ruangan Arsyad, dan terlihat ada Nina di sana. "Selamat siang mbak, mas Arsyad nya ada?", ucap Arumi.

Nina yang sedari tadi sibuk dengan laptop nya kemudian menautkan pandangannya ke arah Arumi. Ia melihat penampilan Arumi dari ujung kepala hingga ke ujung kaki dengan tatapan sedikit sinis.

"Mas Arsyad?"

Arumi mengangguk. "Iya mbak. Mas Arsyad".

Nina kembali menatap lekat Arumi.

Siapa wanita ini?, kenapa ia memanggil Arsyad dengan panggilan mas, bukan pak?

"Tunggu sebentar, saya kasih tahu pak Arsyad dulu", ucap Nina sambil melenggang masuk ke ruangan Arsyad.

Arumi hanya memandang wanita yang ada di depannya itu dengan tatapan penuh tanya. "Itu benar sekertaris mas Arsyad?, kok jutek banget", ucapnya lirih.

Tak lama Nina keluar dari ruangan Arsyad. "Maaf, nama anda siapa ya?, lalu ada keperluan apa anda ingin bertemu dengan pak Arsyad?"

Arumi hanya tersenyum tipis. Apakah di sini jabatan Arsyad begitu tinggi, sampai-sampai hanya untuk bertemu dengannya saja ribet seperti ini. "Bilang saja Arumi ingin bertemu dengannya mbak. Nanti mas Arsyad pasti sudah paham".

Nina hanya mengangguk kemudian masuk lagi ke ruangan Arsyad. Arumi hanya menggelengkan kepala dengan keribetan yang ada di depannya ini.

"Silakan masuk, pak Arsyad ada di dalam", ucap Nina untuk kedua kalinya keluar dari ruangan Arsyad.

Arumi mengangguk. "Terima kasih mbak".

Ia kemudian masuk ke ruangan Arsyad. Dan Nina masih berdiri di depan pintu dengan perasaan yang dipenuhi tanda tanya. Siapakah wanita berhijab yang bernama Arumi itu.

.

.

. bersambung

Hai-hai para pembaca tersayang. Terima kasih banyak yah sudah berkenan mampir ke novel keduaku ini.. jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like, dan komentar di tiap episodenya yah.. terima kasih..

happy reading kakak.. 😘

Salam love, love, love💗💗💗

1
ika
yg ini jg udah ak baca
bagus critanya
ika
Alya istri Afif?
ika
cafe moon light di cerita apa ya?
sprtinya prnh baca tp lupa
ika
bagus
Siti Setiyowati
ngakak
Yeni Nur aini
👍
Nunung R
salah sendiri bang gengsi di gedein...
Nunung R
angkuh nya kebangetan
Ummi Alfa
Hm ...kenapa ndak diungkapin depan Arum Syad,. kata2 cintanya.
Ummi Alfa
Pas Ilham mencuri pandang ke Arumi aku berpikir jangan sampai ada pebinor si rumah tangga Arsyad dan Arum rasanya Ndak rela.
Ummi Alfa
Hm....so sweet banget sih, bikin kita pada iri aja deh!
Iya lah anggap aja gang lain ngontrak.
Ummi Alfa
Hm.....keliatannya Arsyad dah mulai bucin nih!
Ummi Alfa
Akhirnya yang seharusnya terjadi, terjadi juga.
Sekarang Arumi sudah menjadi istri yang seutuhnya.
Smoga aja Arsyad sudah mantap hatinya dan mencintai Arumi.
Ummi Alfa
Lucu sama kelakuan si Arsyad ini, lagian Arumi kan udah halal ini dah hak.kamu juga mau ngapain jangan gengsi aja digedein, giliran orangnya tidur Ndak mau diem kamu.
Kalau minta baik2 pun pasti Arumi kasih koq karena dia juga mengharapkan lebih dari perbuatan kamu tadi.
Ummi Alfa
Aku berharap nanti kamu bucin abis sama Arum ya Syad..
Ummi Alfa
Dasar kamu ya Syad ...merindukan tapi gengsi.
Ummi Alfa
Smoga aja abis ini Arsyad tidak terpisah lagi tidurnya.
Ummi Alfa
Aneh kamu mah Syad, gimana bisa menyakinkan perasaan kamu kalau kamunya sendiri malah menjauh.
Emang sikap kamu manis sama Arum, tapi aku agak kecewa aja yang sepertinya kamu menghindari sesuatu.
Ummi Alfa
Smoga di tempat yang baru tidur mereka tidak terpisah lagi.
Aku pikir .mulai ada rasa di hati Arsyad tapi liat dia memilih tidur di lantai rasanya koq sedih ya......
Ummi Alfa
Smoga aja seiring berjalannya waktu segera tumbuh benih2 cinta di antara mereka berdua.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!