NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Konglomerat

Terpaksa Menikahi Tuan Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Cinta Terlarang / Beda Usia / Pengantin Pengganti Konglomerat / Mafia
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: F A N A

“Hhmmm… wangi,” lirih seorang pria tua usai menceruk leher gadis yang ada di depannya.

Menatap lamat. Diam-diam mengagumi iras cantik mempesona milik gadis ranum tersebut. Tersenyum miring, sembari membayangkan hal indah yang selanjutnya akan ia lakukan ketika sudah berhasil membuat gadis itu sadar.

Membelai rambut. Ujung helai lurus itu kemudian di pilin, memainkannya. Tak lupa juga ikut ia endus, menikmati sensasi aroma segar yang menguar. Cukup menguji adrenalin, mendegupkan detak jantung dua kali lipat dari biasanya.

“Kau sangat cantik, Naira. Sudah sejak dulu aku menunggu saat-saat seperti ini bisa bersamamu.” Lelaki tua itu kembali berujar, lirih dengan suara serak, akibat tekanan batin yang kian membuncah. Tak sabar ingin melahap habis makan malamnya yang kali ini sudah ditunggu sejak lama.


Apa yang selanjutnya akan terjadi pada Naira? Penasaran ingin tahu cerita selengkapnya? Kalau begitu yuk ikuti segera kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F A N A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TMTK - BAG 20

“Tidak akan tersentuh kau bilang?” Boy segera menimpali. “Ck, apa kau lupa dengan pernyataanku barusan?” picingnya kemudian. “Esok kami akan menikah. Dan kau tahu kenapa?” Boy mendekati  Lili, merapat tepat pada daun telinga. “Ini semua karena aku sudah menghamilinya. Benihku ada pada rahimnya, dan sebentar lagi pria yang kau cap gaay juga tidak bisa  memuaskan wanita ini akan segera memiliki keturunan. Dan itu menunjukkan jika aku bukan seorang pria yang gagal!”

Boy tersenyum smirk sembari memandangan ke arah Lili sekilas. Lalu menarik lengan Naira, membawa pergi darisana. Puas sudah berhasil mempermalukan sang mantan istri dengan segala cercaannya. Ingin menggandeng, serta mempertontonkan Naira di depan khalayak ramai sebagai miliknya.

Wanita cantik? Siapa yang tidak bangga. Keanggunan, kemolekan, paras rupawan bak bidadari yang dimiliki oleh gadis muda itu cukup membuat Boy bangga menggandengnya. Tepat  empat langkah ia beranjak. Tapi sepasag cagak bertulang itu kembali terhenti, ketika dihadapannya sudah berdiri seonggok badan yang begitu ia kenali.

“Yudistira… darimana saja kau? Kenapa kau tidak mendampingi ratumu pada saat acara penting seperti ini?” Boy menyapa. Tentu kalimatnya keluar dengan penuh cibiran. Terus menggenggam jemari Naira bahkan lebih erat, sembari menarik posisi Naira agar lebih dekat dengannya.

Yudis memicing. Sejenak memandang ke arah Naira yang sama sekali tak ia kenal. Dari ujung kaki, hingga kepala. Cukup membuat darah di sekujur tubuhnya berdesir akibat kecantikan Naira, serta kemolekan tubuh indahnya?

“Siapa gadis ini?” Bukannya menyapa Boy yang sudah cukup lama tak bersua. Atensi Yudis malah tercuri oleh gadis muda yang ada disampingnya.

“Apa kau tertarik?” pancing Boy membuat kerut di kening Naira tercetak jelas. “Tapi sayang… kau sudah menerima sumbangan bekasku. Jika yang ini, mahal. Barang langka, dan aku tidak akan mau berbagi denganmu,” decitnya kemudian.

Boy merangkul erat kedua bahu Naira. Sengaja semakin mendekatkan posisi gadis muda itu dengannya. Naira tak berkutik. Seperti tersihir. Hanya bisa pasrah atas segala tindakan sekaligus hinaan yang terlontar dari mulut lelaki maskulin yang ada disampingnya itu.

Yudistira memicing. Boy tersenyum puas. Berhasil membuat mantan sahabatnya itu kepanasan, sekaligus menunjukkan sikap belangnya—yang ternyata bukan hanya Lili saja, tapi juga Naira!

Dasar sifat perebut yang tak pernah dihilangkan—yang sebenarnya sudah tampak dari keduanya masih remaja. Tapi Boy yang terlalu naif juga denial selalu mengesampingkan hal tersebut, bahkan menganggapnya hanya sebuah kebetulan sampai akhirnya Yudis juga merebut Lili darinya!

“Sayang… kau sudah selesai?!” jerit Lili pelan sembari melangkah menghampiri sang calon suami yang baru kembali dari toilet.

Yudis mengembangkan senyumnya. Ia menyambut uluran tangan Lili melingkarkan pada lengannya. Pria itu menyapa,- “Ya, barusaja. Apa kau aku sudah terlalu lama?”

“Lumayan, dan aku hampir jenuh terlalu lama disini sendirian. Apalagi,—” Lili mengedarkan pandangannya ke arah Boy dan Naira. Sejenak, sebelum akhirnya maniknya kembali beradu pada sepasang netra sang tunangan. “Boy datang dengan memamerkan istrinya padaku. Mereka berdua sangat mesra, dan itu membuatku iri!” dengkusnya disertai gelagat manja.

Yudis mengerut. “Jadi ia dan gadis itu sudah menikah?” Lili mengangguk. “K- kapan?” lontarnya spontan. Seolah tidak percaya dengan apa yang barusan ia ketahui dari sang calon istri.

“Belum benar-benar resmi. Katanya besok mereka akan meresmikan hubungan mereka. Langsung menikah, tidak pakai acara tunangan. Lantas pesta akan digelar setelahnya.”

“Pokoknya aku juga mau seperti itu. Pertunangan kita tidak boleh terlalu lama. Satu bulan! Ya, satu bulan! Aku ingin pernikahan kita majukan menjadi satu bulan kemudian!” pintanya tak mau dibantah.

Mendengis kecil. Raut Yudis tampak tak senang dengan permintaan Lili. Terlebih atensinya yang sedari tadi tercuri oleh Naira membuat pria itu seperti tidak memedulikan apa yang dikatakan Lili.

Menikahi mantan istri sahabatnya? Mulanya memang itu tujuan Yudis. Tapi ketika kini ia bertemu dengan Naira, sepertinya keinginan itu berubah. Bukan hanya Lili—Yudistira yang selalu tidak mau kalah dengan Boy juga menginginkan Naira, tidak peduli apapun yang akan terjadi!

Pesta semakin meriah. Cincin di jari manis Lili sudah melingkar. Sepenuh hati, sepertinya tidak? Karena sedari tadi fokus sang mempelai pria terus tertuju pada wanita muda bergaun panjang semarak merah.

Sementara diposisi Naira—wanita muda itu semakin rikuh akan suasana. Merasa tidak nyaman. Sungguh. Meski pesta berlangsung dengan meriah dan megah.

Gelas sloki diberikan. Berisi air bewarna pekat berbau kurang sedap. Tentu bagi indera penciuman gadis itu. Tidak berlaku pada tamu lain, termasuk Boy yang saat ini terlihat meneguk nikmat setengah gelas air yang ia goyangkan.

“Kenapa, kau tidak suka?” tanya Boy dengan satu alis terangkat. Naira menggeleng. Boy tertawa. “Hahahahaha… bagaimana aku bisa lupa! Kau ini kan masih anak bau kencur. Rakyat jelata! Mana bisa mengonsumsi minuman mahal seperti ini,” cebiknya kemudian.

Lalu ia menjentikkan jarinya memanggil pelayan yang kebetulan tak seberapa jauh di depannya. Langsung menghampiri, lalu ia bisikkan. Entah apa itu, Naira sendiri tak dapat mendengar. Namun yang pasti tak lama kemudian pelayan itu kembali datang dengan membawa sebuah nampan berisikan beberapa gelas minuman lain bewarna merah.

“Minumlah… ini sirup. Jadi aku pastikan kau tidak akan mabuk,” lontar pria maskulin itu sembari menyodorkan gelas sloki berisikan air bewarna merah itu pada Naira.

Gelas sudah berpindah tangan. Sejenak Naira pun ikut menjaga jarak dari pria maskulin yang membawanya ke acara meriah nan megah itu. Boy mulai sibuk, dikerumuni oleh orang-orang yang Naira sendiri tidak kenal. Ia tebak, mungkin rekan bisnisnya?

Tidak mau mengganggu. Juga memang tidak mengerti tentang pembahasan dari orang-orang itu. Menjaga jarak menjadi  salah satu langkah jitu Naira untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang tersebut. Terlebih tentang kabar perusahaan sang Ayah yang memang kurang ia ketahui itu.

Ya, nama Andi Mayora memang cukup dikenal di kalangan para pebisnis yang hadir di sana. Namun, Naira yang tak mengerti apa-apa tidak bisa banyak berkata. Hanya bisa mengangguk, mengucapkan ya, ataupun tidak seperti yang Boy titahkan. Selebihnya, ia memilih mundur daripada semakin pusing dengan banyaknya pertanyaan lain yang memang tak mungkin ia jawab?

“Dessert?” seorang pelayan menawarkan. Orang yang sama saat tadi membawa minuman untuk Naira.

Naira tertegun. Tak langsung menjawab, diam mematung terkejut dengan sapaan pelayan wanita tersebut.

“Tuan itu yang meminta saya membawakan kue ini untuk anda, Nona. Mungkin anda mau mencicipinya?”lontar pelayan itu kemudian.

Lagi, tidak langsung menjawab. Manik Naira tampak menilik ke arah sajian penuh krim yang ada di depannya. Menarik, tampak lezat. Membuat gadis muda itu tak enggan langsung mengambilnya.

“Terimakasih,” katanya kepada sosok pelayan itu—yang lantas langsung disambut anggukan oleh pelayan wanita tersebut. Kemudian pamit dari hadapan Naira dengan sopan, bergerak seperti ingin melanjutkan pekerjaannya.

Lalu,-

Puukk!!

Tubuh Naira tiba-tiba saja terhuyung, hampir jatuh ke lantai. Ditangkap oleh seseorang yang lantas langsung membawanya pergi darisana!

Bersambung.

1
siran Sigit
gls
Eva Rosita 🇮🇩
bagus
mbak i
mulut tuan muda ini memang minta diobras ya
F A N A: Dijahit sekalian Mbak biar bungkam😅
total 1 replies
Aisyatul Munawaroh
mulutnya si tuan ya Alloh.... minta disunat
Aisyatul Munawaroh
lanjuuit tooooorrr
F A N A: Sudah kak
total 1 replies
Aisyatul Munawaroh
Sekali2 up nya double dong thoor
Rukayah Redmi
lanjut thooor
F A N A: Pasti, Kak. Ditunggu ya😉
total 1 replies
Farah
Tambah lagi tooooorrrrrr/Scream/
Farah
Up tor
F A N A: Sudah kak
total 1 replies
Rukayah Redmi
oh Naura cantik
F A N A: Naira, Mbak🗿
total 1 replies
kids maw
kok udah habis padahal naira belum bahagia
F A N A: Btw, jangan lupa subscribe ya, Kak. Klik tanda 🤍 yang ada di tengah. Nanti kalau udah update bab terbaru Kakak langsung dapat notif
total 2 replies
kids maw
bikin es moci😠😠😠
F A N A: Moci enak Kak🌝
total 1 replies
Susi Eka
mn episode 10 nya
Susi Eka
wah bru brp bab sdah ga lanjut pdhal msih seru tau
Susi Eka
kok blm bersambung .ayo geh lanjut cerita nya
F A N A: Done ya kak. Sudah aku lanjutin 2 bab. Selamat membaca👻
total 2 replies
Farah
Eeeeh... kok tiba2?🤔
F A N A: Gitu apa?
total 3 replies
Aisyatul Munawaroh
Lanjut tooooorrrr
muna aprilia
lnjut
F A N A: Pasti Kak. Terimakasih sudah berkenan mampir di cerita aku. Semoga suka ya!
total 1 replies
Aisyatul Munawaroh
Eddy... dasar aki2 ngk tw diri 🤬
Farah
Lanjut terus tor... jgn smpai setgah jalaaann
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!