namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22
Gus Hanif bangun dengan badan yang terasa lebih ringan dari sebelumnya.
Seira berjalan kearahnya dengan nampang berisi bubur ditangannya.
Gus Hanif tidak pernah bisa menolak wajah cantik seira,matanya tidak bisa berkedip sedikitpun.
" Masya Allah,indahnya ciptaanmu."
" Gus,bangun setelah itu sarapan!"
Seira mendekat hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti,seira kembali memeriksa suhu badan Gus Hanif.
" Sudah ngak Demam lagi."
" Itu semua berkat kamu seir."
" Aku tidak berbuat apa apa."
" Sekarang Gus Hanif makan!"
" Suapin."
" Tidak"
" suapin."
" Makan sendiri."
" Suapin."
Seira melotot.
" Baiklah aku akan memakannya sendiri."
Seira duduk dimeja rias mengabaikan Gus Hanif yang memakan buburnya.
Seira memandangi wajahnya dicermin.dengan lembut ia mulai mengerakan kuas kuas ditangannya ke wajahnya.
" Kamu Sangat cantik seira "
Seira menatap kearah Gus Hanif,lalu tersenyum lebar hingga memperlihatkan gigi putihnya.
" Terimakasih aku sangat tahu itu " ucapnya
Gus Hanif kembali terkekeh geli.
ia kembali memakan buburnya,dulu saat sakit begini ummi akan menyuapinya.
" Seira saya kangen ummi.kangen nahla, kangen pesantren."
" Terus."
" Saya mau mengunjungi mereka."
" Silahkan tidak ada yang melarang."
" Saya mau kamu ikut."
"Whatttt.jangan aneh aneh Gus.akhir akhir ini saya sedang sibuk."
" Saya mohon seira,kita di pesantren hanya beberapa hari."
"Gus pergilah sendiri,saya sedang sibuk."
" Seira kalau ada yang lihat saya ke pesantren sendiri,apa kamu tidak tak takut akan ada rumor lagi yang menimpa rumah tangga kita.kita ini baru saja menikah.kamu tidak mau kan ada isu isu negatif tentang hubungan kita."
dengan berat seira mengikuti keinginan Gus Hanif.seperti kata Hana ia harus berpura pura terlihat menjalani rumah tangga yang baik baik saja didepan media.
" Baiklah saya akan ikut."ucapnya pada akhirnya.
Gus Hanif tersenyum senang.
" Terimakasih seira.sekarang saya akan siap siap."
" Lo kita perginya sekarang."
" Ia,saya sudah rindu sekali dengan ummi."
" Kan Gus baru saja sembuh."
. Gus Hanif memicingkan mata.
" Kamu khawatirin saya."
" Idih ngak usah ge,er."
Reflek Gus Hanif memeluk seira.
" Wajah kamu lucu."
Dengan cepat seira menyikut perut Gus Hanif, hingga Gus Hanif mendesah sakit.
" Sakit seir, makanya jangan peluk peluk."
<
Selesai berkemas,Gus Hanif pamit kepada Risma.
" Titip salam sama ummi dan adek kamu ya nif."
" Ia Bu nanti saya sampaikan."
" Kok Bu sih.panggil mami dong."
" Hehe ia mi."
Risma kembali menoleh kearah seira.
" Ingat lo seir,disana kamu jangan bikin ulah ingat kamu itu istri dari Gus Hanif anak dari pemilik pesantren jadi jaga kehormatan suami kamu."
" Ia mi." Jawab seira singkat yang membuat helaian nafas Risma semakin dalam.
" Hanif mami titip seira,hukum dia seberat mungkin jika dia membuat ulah."
" Ia mi,saya akan menghukum seira jika dia disana berbuat macam macam."
Jempol tangan Risma terangkat.
" Bagus "
Dengan naik taksi online mereka berangkat.
" Kenapa ngak pake mobil saya saja sih Gus."
" Naik kereta itu lebih menyenangkan seir."
" Saya tidak pernah naik kereta."
" Saya yakin kamu bakal suka "
Taksi online yang mereka tumpangi sampai disebuah terminal.
" Seira biar saya saja yang bawa tas. Dan koper kamu."
" Memang Gus bisa bawah semuanya."
" Saya bisain seir demi kamu."
Seira memutar bola matanya.
Dengan tega ia memberikan semua barang bawaannya pada Gus Hanif tidak peduli Gus Hanif kerepotan dengan itu.
" Seira Aurora kan."
Seira tersenyum canggung.
" Boleh minta foto ngak."
" Boleh."
Seira mulai capek meladenin fans fansnya yang dari tadi meminta foto.
" Sudah tahu saya artis masih saja diajak naik transportasi umum seperti ini."
Seira duduk menyadarkan punggungnya keasandaran kursi.
Ia kembali memikirkan tentang masa lalu.andai dia menikah dengan Kevin.mungkin sekarang dia sudah naik jet pribadi sekarang.
Dengan cepat seira mengeleng.
" Berhenti memikirkan hal yang tidak akan pernah terjadi seira."
" Seira,kereta berangkat setengah jam lagi.saya sudah memesan tiketnya."
"Gus saya haus"
" Baik lah tuan putri saya akan kembali dalam lima menit."
Seira menatap punggung Gus Hanif,ide jail kini menyeliputi fikirannya.
Gus Hanif kembali dengan botol mineral ditangannya.
"Lo kok air putih sih Gus.saya maunya kopi capucino."
" Baiklah saya akan ganti."
Gus Hanif kembali dengan kopi capucino ditangannya.
" Cuma kopi."
" Kamu tadi kan mintanya kopi seir."
" Maksud saya beliin kek roti atau apa gitu."
" Oh kamu mau roti juga."
Gus Hanif kembali melangkah pergi.
Sebenarnya seira tidak ingin minum kopi atau pun makan roti.
Ia sengaja meminta itu itung itung membalas rasa kesalnya pada Gus Hanif karna mengajaknya naik kereta.
Gus Hanif kembali dengan kantong kresek yang tidak hanya