Pernikahan adalah ikatan suci diantara dua orang yang saling mencintai , namun berbeda untuk Rania Kirana Bramantyo . Yang harus terpaksa menikah dengan Azka hito wijaya , adik dari tunangannya sendiri .
Tiba-tiba cinta pertama kirana datang.
Bayangan masa lalu , menghantui hidupnya . Sedangkan sang suami memiliki kekasih tanpa sepengetahuanya.
Apakah Kirana tetap mempertahankan pernikahannya ?
Atau memilih cinta pertamanya ?
Dan Apakah pernikahan bisa berjalan tanpa di dasari cinta ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah nurul aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Azka membagikan undang ulang tahun sang pacar kepada semua mahasiswa yang berlalu lalang di koridor ditemani Jesen, Thio, Zafran. Clara tersenyum bangga ia terus merangkul Azka.
"Setelah acara ulang tahun Clara, aku akan jujur,"batin Azka
"Terimakasih sayang,"
"Iya apa sih yang enggak buat kamu,"Azka mencubit gemas hidung mungil itu sedangkan Jesen membuang muka melihat pemandangan yang menyayat hatinya.
"Kenapa loe?"tanya Thio.
"Enggak papa,"
"Clara!,"panggil Thio
"Kenapa?"
"Nanti diacara ulang tahun elo banyak cewek cantik kan,"
"Dasar genit,"tadas Zafran
"Mending kayak gue, dari pada kayak loe jombol akut,"sindir Thio, sedangkan Jesen malas meladeni kedua temannya padahal kalau menyangkut bully Thio ia paling semangat.
"Tenang banyak kok, gue banyak kenalan model sama artis-artis kok,"jawab Clara.
"Wow enggak sabar gue ikut,"
"Mata keranjang,"canda Azka.
---
Tanggal 20 oktober adalah hari dimana seorang Clara lahir. Tak terasa Ulang tahun Clara tinggal hitungan jari Azka dan teman-temannya membantu David menyiapkan pesat ulang tahun Clara di umur 24 tahun. Wow gadis itu sudah tubuh dewasa tapi walaupun secara postur tubuh tiba berubah mungil dan imut.
Waktu acara, mobil-mobil dan montor terpakir di luar dan di dalam pelataran rumah Clara yang tak terlalu besar, semua undangan Clara datang. Clara tampil dengan mini dress lengan pendek bahan brukat furing pinggang karet belakang motif brukat mix, rambut di gelung keatas hingga terlihat lihat leher putih. Azka sangat antusias melihat Clara yang tampil sangat mempesona. Tiba- tiba David buru-buru keluar rumah sepertinya ada seseorang yang ia tunggu telah datang.
David menggandeng seorang perempuan tak kalah cantik dengan sang adik, dengan rambut gelombang yang bergoyang-goyang ketika ia berjalan. "Kak Rana,"Clara langsung memeluk seseorang yang sudah ia anggap sebagai kakak.
"Selamat ulang tahun adekku yang paling cantik,"tutur Kirana di telinga Kirana sambil melirik cowok didepannya.
Sorot mata Wanita itu seperti bekata,"Kata-kan sejujurannya,"
Tapi mungkin hanya Azka yang tau arti tatapan itu.
"Iya kak'" Clara melepas pelukannya,"Kakak Rana cantik deh,"
"Masih cantikan kamu, kamu kan yang ulang tahun,"
"Iya kan Bang, Kak Rana cantik," goda Clara sambil mengedip- ngedipkan mata. Sedangkan David tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Memang benar, malam ini Kirana terlihat cantik ditambah lipstik merah menggoda. Azka hanya terdiam manatap sang istri yang tampil mempesona didepan banyak orang. Bahkan bibir Kirana seperti mengoda Azka untuk di cium. Kirana asik mengobrol dengan David dan berberapa temannya.
"Loe kenapa?"tanya Thio yang melihat Azka tak bersuara.
"Sakit gigi mungkin,"cerca Jesen
Akhirnya acara dimulai oleh pemandu acara, di mulai dari menyayikan lagu ulang tahun sampai meniup lili dan memotong kue. David mendapatkan potongan pertama. Clara mengambil mix yang mulanya dipegang Pemandu acara.
"Halo semuanya, terimakasih kalian sudah hadir di acara ulang tahun saya. Saya sangat bersyukur mempunyai orang-orang selalu menyayangi. Salah satu-nya adalah Bang David, terimakasih telah menjaga adik kecilmu ini dan sekarang boleh kan aku memberikan kebahagian untuk Abangku, Kak Rana!"Panggil Clara membuat Kirana terteguk, tiba-tiba Clara menggandeng tanggan Kirana dan David.
"Perhatian semuannya, Abang saya akan menyampaikan sesuatu pada gadis yang ia cintai,"
David mendelik, ia sama sekali tidak tau rencana sang adik, Clara menyerahkan kota kecil berwarna merah,"Lamar kak Rana "bisik Clara.
Clara menjauh dari dua pasangan yang ia anggap cocok, Ia tau David hanya mencintai Kirana dan sebaliknya Kirana hanya mencintai David. Kirana bingung dengan suasana ini disisi lain Azka melihat itu marah besar. Bagaimana tidak, seorang suami yang melihat istrinya di lamar oleh lelaki lain.
"Ayo kita saksikan moment bersejarah ini,"ucap pemandu acara.
Thio malah sibuk pedekate dengan cewek cantik yang lagi duduk seorang diri sambil menikmati minuman, dan tidak memperdulikan seluruh tamu undangan bersorak-sorak dan sangat bissing.
David jongkok dan memegang ujung jemari Kirana,"Cinta kita pernah tertunda, tapi rasa cintaku pada-mu tetap sama Rana, Maukah engkau menjadi istri dan belahan jiwa-ku,"
"Terima! Terima!"teriak semua orang di iringi dengan tepuk tanggan. Azka yang geram melihat itu berusaha menenangkan diri ingin sekali ia menendang wajah Abang kekasihnya itu.
"Dev berdirilah," David berdiri, wajah Kirana pucat pasih. Ia bingung jawaban apa yang harus ia berikan, apa ia harus bilang dirinya sudah menikah dan suaminya adalah pacar Clara sendiri.
"Maaf aku mau ketoilet,"alasan Kirana Ia menitipkan tas pada teman David. Ia harus menenaangkan dirinya dan memikirkan jawaban yang semestinya, ia sudah capek dengan kebohongan ini. Ia tak ingin orang lain sakit sama sepertinya, cukup dia.
Tiba-tiba tanggan lelaki menarik gadis itu keluar dari rumah Clara,"Siapa kamu? lepasin aku,"
"Apa loe masih ingat dengan suamimu,"
"Azka,"
"Aw sakit kak, kita mau kemana?"
"Aku akan membawa-mu jauh dari tempat ini, agar kau sadar kau siapa,"
"Maksudnya, acara belum selesai,"
Azka berhenti disalah satu parkiran montor, dan membawa santri keluar,"Naik,"
"Enggak, acara belum selesai,"
"NAIK!"bentak Azka, sepertinya lelaki itu benar-benar marah
Terpaksa Kirana menaiki montor besar Azka, ia sekarang sudah terbiasa dengan kuda besi itu. Rasa ketakutannya hilang seketika.
Azka menancap gas cukup kencang, tetesan hujan membasahi punggung Kirana walaupun tak lebat,"Ka, hujan,"Lelaki itu tak mengidakan ucapan Kirana dan malah mempercepat laju montor. Hampir satu jam lebih Kirana berada diatas montor, hujan semakin deras mengguyur tubuh mereka.
"Ka, loe gila-ya, ini hujan kita mau kemana?"Kirana kesusahan omong berberapa kali air hujan masuk di mulutnya. Karna hujan semakin deras.
Dengan menggunakan pakaian itu Kirana pasti mudah masuk air, rambut basah bahkan badanya mengigil tapi Azka tak mengentikan mesin montor, tiba-tibah jalanan yang penuh mobil dan montor menjadi sepi bahkan tak ada rumah atau penerang yang menerangi disepanjang jalan yang ada pohon-pohon yang berjajar disepanjang sisi jalan. Azka tak menyadari bahwa dirinya pergi terlalu jauh. Mungkin karna emosi ia tak bisa berpikir panjang.
"Ka! berhenti, liet kita udah di hutan ini,"tutur Kirana pada Azka sambil merapatkan badan pada sang suami.
Dt...dtt..
Suara montor Azka, Azka tiba-tiba berhenti bahkan lampu yang berada didepan montor tiba-tiba mati."Kanapa kak,"Perasaan Kirana tak enak pasti ada sesuatu yang tak beres terjadi.
"Loe turun dulu,"Kirana menurut Azka untuk turun dari atas body montor.
Azka mengotak- nagtik montornya, sedangkan hujan deras masih mengguyur mereka berdua. Kirana memeluk badan sentil-nya dengan kedua tanggan. Mata Kirana menyapu keadaan sekitar yang sangat gelap sepi dan menyeramkan, Kirana tak ingin jauh-jauh dari Azka, ia tak tau disana ada hewan buas atau sejenisnya yang sedang menunggu mangsa.
"Kenapa ka?,"tanya Kirana tak tenang, tidak mungkin ia terjebak ditempat menyeramkan ini.
"Bensin abis,"jawab Azka datar.
"Apa?"teriak Kirana, Kirana menarik baju Azka,"Enggak usah bencanda, enggak lucu,"tutur Kirana.
"Beneran gue enggak bo'ong"tutur Azka menyakinkan Kirana sedangkan mulutnyaa bergetar karna kedinginan.
Bersambung...
KLO GK KSI HRAPAN KE CLARA, CLARA TKKN TERLUKA, HRSNY JUJUR, BAIK KE TMAN2 LO ATAUPN CLARA..
BAGUS BUNDA LUSY, BAWA AJA SI RANA, BIAR MMPUS TU SI AZKA ANJING..
DAN AZKA KNP BILANG KLO MNCINTAI CLARA, MNIKAH KRN DIJODOHKN...
DASAR AZKA ANJING YG GK PUNYA PNDIRIAN..
DASAR GK PNY HATI & OTAK LOO