NovelToon NovelToon
THE 13TH FLOOR

THE 13TH FLOOR

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:221
Nilai: 5
Nama Author: Putri CS

1. "THE 13TH FLOOR"

Genre: Horror • Mystery • Psychological • Plot Twist

Sinopsis: Sekelompok siswa mengikuti study tour ke sebuah hotel tua. Hotel itu hanya memiliki 12 lantai... tapi setiap jam 00.13, lift selalu berhenti di lantai 13.

Anehya, lantai itu tidak ada di denah hotel.

Satu per satu siswa yang turun ke lantai itu mulai menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri CS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13 lorong yang terbakar

Api perlahan menjalar di sepanjang lorong perpustakaan.

Namun anehnya, panasnya tidak terasa.

Yang ada justru hawa dingin menusuk hingga ke tulang.

Enam bayangan yang muncul dari balik kobaran api berjalan perlahan. Semakin dekat, wajah mereka mulai terlihat.

Maya, Doni,Sinta,Arga,Niko,Dan...Rio.Raka membeku.

Wajah Rio benar-benar sama dengannya. Bedanya, seragam Rio hangus di beberapa bagian, dan terdapat luka bakar di sisi kiri wajahnya.

Rio menatap Raka tanpa berkedip.

"Akhirnya..."

"...kamu datang."

"Aku bukan kamu," jawab Raka lirih.

Rio tersenyum sedih.

"Aku tahu."

"Tapi darah kita sama."

Ucapan itu membuat Alea dan teman-temannya saling berpandangan.

"Darah?" tanya Keanu.

Rio mengangguk.

"Sebelum aku sempat menjelaskan semuanya..."

Suara langkah kaki berat menggema dari ujung lorong.

Resepsionis tua berjalan perlahan memasuki perpustakaan.

Setiap langkahnya meninggalkan bekas hangus di lantai kayu.

"Rio..."

katanya sambil tersenyum.

"Kamu masih keras kepala seperti dulu."

Rio langsung berdiri di depan teman-temannya, seolah melindungi mereka.

"Jangan sentuh mereka!"

Resepsionis itu tertawa pelan.

"Sudah dua puluh tahun..."

"...dan kamu masih berpikir bisa menghentikan ku?"

Tiba-tiba seluruh perpustakaan bergetar.

Rak-rak buku bergeser sendiri Buku-buku berjatuhan ke lantai.

Sebuah lemari tua roboh tepat di belakang Alea.

Brak!

Di balik lemari itu ternyata tersembunyi sebuah pintu besi kecil yang dipenuhi rantai.

Di tengah pintu terdapat lubang kunci berbentuk angka 13.

Alea langsung teringat kunci emas yang diberikan Aditya.

"Ini pasti ruang kontrol!" bisiknya.

Resepsionis menyadari hal itu.

Wajahnya langsung berubah marah.

"JANGAN BUKA PINTU ITU!"

Suaranya menggema hingga membuat kaca-kaca jendela pecah.

Rio menoleh kepada Alea.

"Alea!"

"Sekarang!"

Tanpa berpikir panjang, Alea berlari menuju pintu besi.

Tangannya gemetar saat memasukkan kunci emas ke lubang kunci.

Klik...

Kuncinya pas.

Namun sebelum sempat diputar, resepsionis mengangkat tangannya.

Bayangan hitam keluar dari balik tubuhnya, melesat cepat menuju Alea.

"Lea!" teriak Naya.

Keanu dan Dimas langsung menarik Alea menjauh.

Bayangan itu menghantam pintu besi hingga seluruh ruangan berguncang.

Rio memanfaatkan kesempatan itu untuk menghadang resepsionis.

"Pergi!" teriak Rio.

"Aku akan menahannya!"

"Rio!" seru Raka.

Rio menoleh untuk terakhir kalinya.

Matanya tidak lagi dipenuhi kesedihan.

Melainkan harapan.

"Kalau ingin menghentikan semua ini..."

"...carilah Buku Hitam."

"Buku apa?" tanya Alea.

Rio tersenyum tipis.

"Buku yang mencatat..."

"...nama orang yang seharusnya sudah mati."

Belum sempat mereka bertanya lagi, lantai perpustakaan retak.

Retakan itu membelah ruangan hingga tepat di depan pintu besi.

Dari dalam celah yang menganga...

Terdengar suara mesin lift yang bergerak.

Perlahan...

Sebuah lift tua muncul dari bawah tanah.

Di atas pintunya hanya tertulis satu angka 13

Suara mesin lift tua itu bergemuruh dari dalam retakan lantai.

Grrrr...

Pintu besinya berkarat. Kabel-kabel tua menjuntai dari langit-langit kabin. Lampu di dalamnya berkedip pelan, memancarkan cahaya kekuningan yang redup.

Di atas pintu hanya ada satu angka 13.Tak ada tombol lain, Tak ada penunjuk lantai.Hanya angka itu Semua berdiri terpaku.

"Apa... kita harus masuk?" bisik Naya.

Belum ada yang menjawab.

Rio masih berusaha menahan resepsionis yang terus mencoba mendekat. Setiap kali mereka saling bertabrakan, percikan api hitam memenuhi ruangan.

"ALEA!" teriak Rio.

"Kalau kalian ingin tahu kebenarannya... masuk sekarang!"

Resepsionis langsung menggeleng kuat.

"Jangan dengarkan dia!"

"Di balik lift itu..."

"...tidak ada jalan pulang!"

Tiba-tiba, buku harian Maya yang berada di tas Alea bergetar sendiri.

Halamannya terbuka dengan cepat.

Di halaman kosong perlahan muncul tulisan baru.

«"Pilih sekarang."»

Di bawahnya muncul dua kalimat.

«"Masuk ke lift, dan temukan kebenaran."»

«"Tetap di sini, dan lupakan semua yang pernah terjadi."»

Tulisan itu menghilang secepat kemunculannya.

Keanu menatap teman-temannya.

"Kita nggak mungkin mundur sekarang."

Dimas mengangguk pelan.

"Kalau kita berhenti di sini, kita nggak akan pernah tahu kenapa semua ini terjadi."

Liora menggenggam kalung angka 13 yang diberikan Maya kepada Alea.

"Mungkin... memang ini alasan kita dipanggil ke hotel ini."

Alea memandang Raka.

"Kamu siap?"

Raka menarik napas panjang.

"Aku takut."

"Tapi aku lebih takut hidup tanpa tahu siapa Rio sebenarnya."

Alea tersenyum tipis.

"Kita hadapi sama-sama."

Mereka berenam berlari menuju lift.

Satu per satu masuk ke dalam kabin.

Begitu Alea menjadi orang terakhir yang melangkah masuk...

BRAK!

Pintu lift tertutup sendiri.

Di luar, Rio masih menahan resepsionis.

Sebelum pintu benar-benar rapat, Rio berteriak,

"JANGAN PERCAYA APA PUN YANG KALIAN LIHAT DI LANTAI 13!"

Lalu pintu menutup sepenuhnya.

Lift mulai bergerak Namun bukan naik Melainkan...Turun.

Panel angka tetap menunjukkan 13, tetapi waktu di jam tangan mereka mulai berubah dengan sendirinya.

00.13...

23.58...

18.45...

03.13...

Jarumnya bergerak mundur.

Dinding lift bergetar semakin keras.

Lampunya berkedip tanpa henti.

Tiba-tiba terdengar suara seorang anak kecil.

"Boleh aku ikut?"

Semua menoleh bersamaan.

Di sudut lift...

Duduk gadis kecil bergaun putih yang selama ini terus muncul.

Ia memeluk boneka hangusnya sambil tersenyum tipis.

"Aku sudah menunggu kalian..."

Ia mengangkat wajahnya perlahan.

"Namaku..."

"...Mira."

Sebelum Alea sempat menjawab, lift berhenti mendadak.

Ding...

Pintunya terbuka perlahan.

Namun yang terlihat di baliknya bukanlah sebuah lantai hotel.

Melainkan...

Sebuah sekolah yang terbakar, dipenuhi asap hitam dan suara sirene yang menggema dari kejauhan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!