Menjadi pewaris pertama perusahaan dan hotel membuat Kevin Pranadja memiliki sikap yang arogan dan pemilih. Ia adalah putra pertama dari Dion Pranadja dan Amora Marco.
Kevin suka mengambil keputusan sesuai hatinya tanpa memikirkan pendapat orang lain di sekitarnya, kedua orang tuanya bahkan sangat sulit mengatasi sikapnya itu. Dengan berat hati, Dion maupun Amora mengirimkan putra pertamanya ke Inggris untuk mengurus cabang Novotel disana.
Pendapatan Novotel di Inggris semakin meningkat, itu karena ada chef cantik yang bekerja disana. Ia adalah Veronica Jukler. Wanita cantik itu bekerja di Novotel sudah hampir 3 tahun. Wanita itu mirip seperti Amora yang memiliki daya tarik tersendiri.
Awal pertemuan Kevin dan Veronica kurang baik, keduanya terus saja bertengkar setiap kali keduanya bertemu. Sampai akhirnya Kevin baru mengetahui jika wanita yang menjadi musuhnya adalah chef di hotelnya. Akankah keduanya mengubah benci menjadi cinta???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Berubah
INDONESIA
Beberapa hari ini Dion Pranadja selalu terlihat murung di rumah, masalah bisnis memang sudah diserahkan kepada anak anaknya, ia sangat jarang turun langsung ke hotel. Tapi entah kenapa Amora merasa ada yang aneh dengan suaminya.
"Ada apa pi? Papi sakit, apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya Amora.
Dion menggeleng. "Aku baik baik saja sayang." jawabnya.
"Tapi aku merasa papi kurang sehat, kau sering sekali melamun dan mengabaikan aku." ujar Amora.
Dion menghela nafasnya. "Mi, apa putra kita akan baik baik saja?"
Amora mengerutkan keningnya. "Putra kita yang mana?" tanyanya.
"Siapa lagi yang harus dikhawatirkan sayang, tentu saja Kevin." jawab Dion.
"Ada apa pi, kau merindukannya atau ada yang terjadi padanya, katakan padaku apa kata pak Michael." kata Amora penasaran.
"Putra kita terluka sudah dua kali mi, tapi aku tak akan mengatakannya padamu. Itu akan membuatmu semakin khawatir padanya." pikir Dion.
"Pi, kau melamun lagi. Aku tahu ada yang salah." ujar Amora.
Dion tertawa, ia menutupi rasa khawatirnya di depan istrinya. "Tidak ada sayang, putra kita baik baik saja. Hanya saja ia belum berubah, ia masih mengambil keputusan sesuai keinginannya."
"Tidak secepat itu pi, putra kita belum sebulan berada di Inggris. Kau pikir merubah sikapnya akan cepat, kekerasan hatinya dan sikap arogannya sudah tertanam sejak ia kau ajari menangani bisnis di usianya yang masih remaja."
"Itu memang salahku." jawab Dion sedih.
Amora menggeleng. "Tidak ada yang salah, biarkan putra kita lebih banyak belajar disana. Bukankah aku bisa tenang karena kau mengatakan hal itu, mengapa kini kau yang ragu sayang."
Dion menggenggam tangan istrinya. "Karena aku mencintainya lebih dari apapun sayang."
"Aku tahu itu." jawab Amora.
"Aku juga semakin mencintaimu sejak ia lahir ke dunia ini. Itulah mengapa aku tak ingin putra kita terluka dan dibenci karyawannya. Aku ingin ia menjadi penerus Pranadja yang dihargai semua orang." sambung Dion.
Amora merebahkan kepalanya di bahu suaminya. "Aku juga tahu akan hal itu, kita harus yakin jika putra kita akan menjadi lebih baik."
Dion mencium kening istrinya dengan lembut.
"Ya Tuhan, kalian bermesraan disini." ujar Giana.
"Mereka masih seperti anak remaja yang mabuk cinta." goda Gioni.
Keduanya tertawa mendengar si kembar menggoda mereka.
"Kalian sudah pulang, kemarilah sayang." ujar Amora.
Gioni dan Giana menghampiri mereka. Keduanya duduk di antara orang tuanya.
"Bagaimana sekolah kalian hari ini?" tanya Dion.
"Makin hari semakin banyak tugas, ditambah lagi kami harus mengikuti salah satu ekstrakulikuler di sekolah. Kami masih bingung memutuskan untuk mengikuti kegiatan yang mana." jawab Giana sambil mengeluarkan selembar kertas dari dalam tasnya.
Amora dan Dion melihat kertas tersebut.
"Pilihlah yang kalian sukai, kalian tak harus satu ekskul." jawab Dion.
"Benar kata papi, sudah saatnya kalian mencari kegiatan yang sesuai dengan hati kalian." sambung Amora.
"Kak Gio mau ikut basket, tapi lihat tubuhnya sudah tinggi. Bagaimana jika ia nanti bertambah tinggi lagi dan menjadi raksasa." ujar Giana.
Mereka semua tertawa.
"Kau pikir tinggi orang Indonesia seperti apa, aku tak akan seperti raksasa Gia." jawab Gioni.
"Lalu bagaimana dengan cewek cewek di sekolah, mereka akan semakin mengejar kakak. Terus aku diabaikan saat di sekolah." kata Giana kesal.
Dion dan Amora terkekeh geli mendengarnya. "Apa kau cemburu pada kakakmu nona cantik?" goda Dion.
"Tentu saja tidak, tapi siapa yang akan melindungi aku saat cowok cowok memberi ini." jawab Giana seraya mengeluarkan beberapa coklat dan bunga dari tasnya lagi.
Mereka terbelalak saat putrinya menunjukkan begitu banyak coklat dan bunga.
"Mami dan papi lihatlah, bukankah yang di kejar kejar Gia bukannya aku." kata Gioni.
Giana merebut tas kakaknya lalu menunjukkan pada orang tuanya. "Lihat surat surat ini mi."
"Gia...kembalikan." kata Gioni.
Giana berlari sambil menjulurkan lidahnya. Gioni mengejarnya.
"Kami ganti pakaian dulu." teriak mereka pada orang tuanya sambil terus kejar kejaran menuju kamar mereka.
Amora dan Dion tersenyum, si kembar selalu menghibur mereka di rumah.
"Mereka banyak penggemar di sekolah." ujar Amora.
"Bagaimana tidak sayang, mereka putra putri Pranadja." jawab Dion sambil tertawa.
"Justru itu aku semakin mengkhawatirkan keduanya."
Dion menggeleng. "Aku menyewa guru untuk mengawasi mereka di sekolah, mami pikir aku tak memikirkannya."
"Kapan papi lakukan itu?" tanya Amora.
"Saat mereka baru masuk sekolah. Aku tahu si kembar akan menjadi idola disana." jawab Dion.
Amora terkekeh. "Papi terlalu percaya diri."
"Sudah ada buktinya kan."
"Lalu bagaimana dengan ekskul mereka?" tanya Amora.
"Gio sudah memilih, kita tunggu Gia. Anak itu selalu saja menggoda kakaknya."
"Aku senang mereka saling menjaga." ujar Amora.
"Anak kita harus seperti itu sayang. Oh ya, papi lupa sayang, Kai akan berangkat ke Kalimantan besok. Ia akan mengurus Sheraton disana." kata Dion.
"Mengapa papi baru bilang sekarang? Apa ada masalah?" tanya Amora.
Dion menggeleng. "Tak ada masalah sayang, hanya datang bertemu klien yang akan berinvestasi di Sheraton Kalimantan."
"Jika itu Kevin, ia akan membuat klien yang datang kemari."
Dion mengangguk. "Kau benar, Kevin selalu membuat klien yang datang bukan sebaliknya."
"Itulah mengapa Kevin berbeda, aku semakin merindukannya." kata Amora.
"Jangan mulai lagi sayang, putra kedua kita cukup baik menangani hotel Sheraton. Kai tidak memiliki sikap arogan seperti kakaknya."
"Berapa lama?" tanya Amora.
"Nanti malam ia akan kemari, aku belum tahu pasti." jawab Dion.
"Bagaimana dengan Amila? Ya Tuhan, aku semakin tak tahu apapun soal bisnis keluarga sejak melahirkan si kembar. Kau selalu melarangku untuk turun ke bisnis hotel lagi."
"Itu yang terbaik untukmu sayang, aku ingin kau menghabiskan masa tuamu bersamaku tanpa memikirkan hal lain selain keluarga."
"Cih, kau sendiri masih seorang Presdir di 3 hotel di usiamu sekarang."
"Aku kepala keluarga nona cantik." jawab Dion. "Hotel Kurnia juga sangat baik, Amila gesit seperti dirimu saat masih muda." sambungnya.
"Apa sekarang aku semakin lamban?" tanya Amora.
"Tidak ada yang berubah apalagi saat di ranjang." goda Dion.
"Pak tua gila." ejek Amora.
"Hei, aku belum tua. Apa kau ingin aku membuktikannya?"
"Jangan lagi, aku sudah tahu itu tuan mesum." jawab Amora.
Dion melepaskan tawanya, wajah istrinya masih merona saat ia goda.
"Aku akan menyiapkan makan siang untuk si kembar." ujar Amora seraya bangun.
Dion menarik istrinya hingga terjatuh ke pangkuannya.
"Dion, nanti anak anak melihat."
"Chef Amor, aku mencintaimu." ujar Dion seraya mencium bibir istrinya.
Amora menyerah dengan serangan itu, ia menikmati ciuman suaminya yang tak pernah berubah sejak mereka pacaran dulu. Keduanya saling memanggut dan melepaskan dengan enggan.
"Aku juga mencintaimu Dion." jawab Amora seraya meninggalkan suaminya menuju dapur.
Dion hanya tersenyum, ia melihat istrinya yang kabur ke dapur. Ia kembali menyenderkan punggungnya ke sofa, pikirannya kembali pada putra pertamanya Kevin Pranadja.
*****
Happy Reading All...😘😘😘
Bahagia selalu Dion dan Amora
Bilang aja sama Clinton kalo semalam tidur sama Kevin 😄😄😄🤭🤭🤣🤣
Peluk Kevin hehehe
Semoga Vero bisa jatuh cinta sama Kevin
Bucin deh kamu Vin
Cepet jadian ya Vero dan Kevin wkkwkq
Kalian pasangan serasi wkwkka
Kevin lama lama bucin sama Vero Hahhaha
Semoga Kevin cepat sadar
Kevin harus bisa berubah
Kevin harus bisa berubah
tapi lupa² ingat