Mika Sanjaya gadis penguasa yang untuk beberapa saat rela meninggalkan semua harta kekayaan dan kekuasaan untuk bisa bersama seseorang yang pernah menolongnya, suatu saat dirinya adalah seorang gadis cantik dengan banyak talenta dan tak pernah kekurangan apapun, tapi di saat lain dirinya harus merubah pribadi dan penampilannya menjadi gadis kampungan dan kumal yang siap di bully hanya untuk seorang pemuda yang pernah menyelamatkan hidupnya, ada intrik juga cinta di daiamnya, ingin tahu bagaimana cerita selanjutnya? ikuti setiap bab yang outhor up ya🤗😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nawangsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*"Melepas Kangen Twins"
Saatnya jam pulang kerja, Mika pulang dengan mengendarai mobilnya sendiri, awalnya Korie berniat untuk mengajak Mika pulang bareng, tapi urung karena pastinya seorang Mika tak mungkin berpergian tanpa kendaraan itu.
Mereka berjalan beriringan saat keluar kantor, begitu sampai di parkiran Korie mengantarkan Mika sampai di dekat sebuah mobil berwarna violet seri terbaru Mercedes Benz EQE.
"Hati hati, langsung pulang jangan mampir mampir."
Pesan Korie sambil menundukkan sedikit kepalanya di dekat jendela mobil Mika.
"Hmmm... udah mirip suami protective aja, sana elo juga pulang bye."
Kata Mika menjawab Korie lalu menutup kaca jendela mobilnya setelah Korie mundur selangkah dari posisinya, dan mobil yang dikendarai Mika mulai bergerak pergi.
Setelah itu barulah Korie mengendarai mobilnya sendiri, berniat untuk pulang ke apartemennya, sejak dirinya mengambil alih kembali semua aset miliknya, Korie tak pernah lagi pulang kerumah besarnya.
Dia sengaja tak ingin pulang ke rumah besarnya karena menghindari drama dari keluarga Ibu tirinya yang masih bertahan di rumah itu.
Jika tak ingat di rumah itu ada kenangannya bersama kedua orangtuanya, mungkin Korie lebih memilih menjualnya dan mengusir keluarga Ibu tirinya itu.
Mika mengendarai mobilnya pulang tapi tidak kerumah ayah Willy-nya, dia memilih pulang kerumah peninggalan orangtua kandungnya yang sekarang ditempati oleh Miko seorang diri.
Rumah dengan halaman yang sangat luas dengan sebuah rumah sederhana yang tidak terlalu besar tapi tampak nyaman di tengah tengahnya. Rumah peninggalan milik Sanjaya dan Rani kedua orangtua kandung dari Mika dan Miko.
Setelah memasuki halaman rumah sederhana itu, Mika tak langsung masuk ke dalam rumah, dirinya lebih dulu memandangnya sambil bersandar disamping mobilnya.
Rasa rindu juga haru melintas dikalbunya, setetes cairan bening mengalir tanpa diperintah, setelah menghapusnya barulah Mika berjalan menuju pintu rumah peninggalan orangtuanya itu.
"Assalamu'alaikum... Mama Papa, Mika pulang Mika rindu kalian."
Ucap Mika lirih begitu memutar kunci pintu rumahnya.
Sepi itu yang menyambutnya saat dia mulai masuk ke dalam rumah, karena Miko juga belum pulang dari kantornya.
Mika berkeliling rumah, semua masih sama tak ada yang berubah, mulai dari letak perabot rumah dan foto foto kedua orangtuanya masih ditempat yang sama, yang berubah hanya ada beberapa barang baru yang mungkin di beli oleh Miko.
"Lapar, Mito ada nyimpen makanan apa ya?"
Untuk menghilangkan sepi, Mika berucap sendiri sambil membuka lemari dapur tempat biasanya Miko menyimpan bahan makanan.
"Cuma ada mie instan dan makanan kaleng, coba lihat di kulkas."
Mika mulai membuka kulkas yang ternyata penuh cemilan kesukaannya.
"Wowwww sepertinya Mito sudah menyiapkan sejak Mika pulang, maaf ya Mito Mika baru sempet pulang kesini."
Ucap Mika sambil mengambil beberapa cemilannya.
"Hayo baru pulang juga sudah main curi isi kulkas ya, bagus.... bagus.... prokkk.... prokkk... prokkk..."
Ucap Miko sambil bertepuk tangan, yang tak tahu kapan pulangnya tiba-tiba sudah nongol begitu saja sambil.
"Oppps.... prakkk.... kan kececer semua, Mito kenapa sih pake ngagetin Mika? sebel ihh... bantuin pungutin."
Semua jajanan yang dibawa Mika jatuh tercecer karena kaget saat tiba-tiba ada suara Miko yang ngagetin.
Bayangin aja awalnya sepi tiba-tiba ada suara orang pasti kagetkan.
"Pungutin sendiri, gue mau mandi."
Jawab Miko yang masih dengan tas kerjanya berlalu ke depan masuk ke kamarnya.
"Jahara punya twins kayak lo, saudara pulang bukannya di baik baikin biar betah, di buatin minum kek! ini malah di kagetin, untung gak jantungan."
Kata Mika yang mengomel sambil memungut cemilan yang diambilnya dari kulkas tadi.
"Btw makasih ya Mito jajanannya, lo masih inget aja makanan kesukaan Mika, tapi nih jajanan kapan lo belinya? kadaluarsa gak nih?"
"Baca dululah ekspirednya, masa iya gue ngeracunin twins gue pake makanan kadaluarsa."
"He... he... he.... iyakan siapa tau Mito gak suka punya kembaran kayak Mika yang cantik ini."
"Najis, selain dingin ternyata lo juga narsis ya! gue baru tau hahaha...., mandi dulu sono biar gak kucel."
"Biarin wekkk....( menjulurkan lidahnya meleweki Miko) emang gue cantik dari dulu."
Kata Mika yang masih enggan beringgut dari duduknya untuk segera mandi, dia masih asyik memakan cemilannya.
"Mandi dulu gih,ntar kita cari makan keluar."
Kata Miko yang sudah tampak lebih segar setelah mandi.
Tiba-tiba Mika langsung memeluknya,
"Mito gue kangen, peluk dulu."
Katanya manja sambil memeluk Miko.
"Sudah gede juga masih manja, sudah ah peluknya mandi dulu sono, badan kamu bau acem tau!"
Kata Miko bercanda sambil mengusap rambut kepala twinsnya itu.
"Bentar lagi, masih mau manja masih kangen tau...."
Kata Mika yang masih enggan melepas pelukannya.
"Sudah gede tauuuu.. manjanya salah tempat, manja ke Korie sana atau ke pacar lo yang disono tuh siapa Al siapa lupa gue."
"Baji ngan si Al itu jangan di sebut sebut lagi, kalo membunuh itu bukan kriminal sudah gue bunuh berkali-kali dia."
"Ya udah mandi dulu sana, keburu habis waktu asharnya."
Miko kembali mengingatkan Mika.
Dengan enggan Mika beranjak pergi masuk kedalam kamar yang sudah lama dia tinggalkan.
Sementara Miko mengabari Ayah Willy-nya jika Mika saat ini pulang ke rumahnya, agar Ayah mereka tidak khawatir karenanya.
"Assalamu'alaikum, Yah... Mika sedang ada disini jangan khawatir, Miko pasti menjaganya."
Pesan singkat Miko untuk Willy melalu aplikasi WhatsApp-nya.
Willy yang menerima pesan dari Miko langsung membalasnya,
"Ok boy jagain sicantiknya Ayah, awas kalo sampe ada yang lecet."
Setelah membaca balasan chat dari Ayahnya, Miko langsung menanggapinya dengan mengirimkan stiker.
"Chatingan sama siapa?"
Tanya Mika yang sudah tampil santai dan tetap cantik.
"Ayah Willy, ngabarin kalo lo sedang disini."
Jawab Miko.
"Mito kenal gak sama Tuan Farhan dari H&G Group?"
"Gak kenal tapi tahu, pacar gue kerja disana kenapa?"
"Tadi siang saat janji makan siang bisnis dia malah ahh uhh ohhh sama pegawainya di private room yang seharusnya jadi tempat untuk membicarakan bisnis."
Kata Mika bercerita tentang kejadian tadi siang.
"Yang seperti itu sering terjadi jadi jangan kaget, tapi jangan ditiru juga."
"Untuk pekerjaan H&G Group itu sendiri gimana? apakah mereka cukup recommended dalam mengerjakan sebuah proyek kerjasama?"
"Gue juga gak tahu, Sanjaya Group gak pernah kerjasama dengan perusahaan abal abal jadi gak tahu, tapi biar nanti gue coba cari tahu ke pacar gue, kalo gak salah dia sekretaris disana."
Mendengar Miko bilang pacarnya sekretaris di H&G Group, membuat Mika menggelengkan kepalanya berharap itu bukan wanita yang sama yang dikenalnya yang ber-ahh uhh ohhh dengan Tuan Farhan tadi siang.
*Sudah baca jangan lupa untuk LIKE KOMENT RATE BINTANG LIMA DAN FAVORITKAN JUGA SECANGKIR KOPI ATAU BUKET MAWAR BUKTI TANDA CINTA UNTUK OUTHOR. LOVE YOU ALL 🤗😘😘😘*
harusnya si Rini lempar ke Pluto aja
ini area anu ya
wkwkkwk
sepuasnya lho.. 🤭😅😅
otw nyari maksudnya.. 🤭