Devina Stefani Germanotta, wanita yang tengah hamil tua berusia 25 tahun berjalan masuk ke dalam rumah setelah memeriksa kandungannya ke rumah sakit Sejahtera Harapan Bunda.
Wanita itu menyeret dirinya ke rumah sakit, karena suaminya tidak punya waktu untuk mengantar dirinya dengan alasan sibuk mengurus perusahan yang sedang berkembang pesat.
Devina berjalan menuju kamar, karena tubuhnya terasa pegal sekali. Dan ia ingin segera mandi, agar tubuh pegalnya bisa kembali segar.
Baru separuh pintu di buka, Devina malah mendengar suara des*h*n seorang wanita tepat di dalam kamarnya. Ketika ia menghidupkan lampu kamarnya, sontak saja matanya menangkap dua orang berlawanan jenis, sedang bergumul di atas tempat tidur yang biasa ia gunakan untuk berhubungan dengan suaminya.
Namun, kini suaminya menggunakan tempat tidur itu untuk bergumul dengan wanita yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri, yaitu Vindy Bernadette Claudia.
Tapi... untuk mengetahui lebih lanjut, ikutin terus dong alur cer
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20.
Sinopsis–20.
"Kenapa, udah bisa percaya kamu sekarang? Atau kamu perlu dengar lagi kata-kata kotor, lebih dari itu" kesal Verlyn sambil berbisik dan pada akhirnya melontarkan kata-kata kotornya untuk membuat perempuan itu percaya dengan dirinya.
"Udah-udah, jangan-jangan. Nanti aku malah terjerumus lagi, gini-gini aku masih perempuan—"
"Jangan banyak bacot! Buruan jemput aku sekarang? Sekalian... bayarin, biaya rumah sakit aku juga?!" perintah Verlyn tanpa ingin di bantah dengan nada kesalnya.
"Dimana?" tanya perempuan itu.
"Rumah sakit Medistra Jakarta Selatan?" jawab Verlyn langsung ke inti bicaranya.
"OTW, tunggu aku dalam 40 menit lagi?" ucapnya langsung berlari meraih kunci mobilnya di atas meja. Mempercepat langkahnya masuk mobil, dan melaju sangat kencang setelah menghidupkan mesin mobil sportnya.
"Oke, jangan lama?!" dehem Verlyn sambil memutuskan sambungan teleponnya.
Empat puluh menit kemudian, perempuan itu akhirnya sampai di rumah sakit dimana temannya berada. Perempuan itu berjalan masuk, setelah memarkirkan mobilnya.
Ia berjalan sambil mencari seseorang yang meneleponnya barusan di sekeliling ruangan rumah sakit.
"Aku di sini!!" ucap Verlyn sedikit berteriak sambil memegangi bekas jahitannya yang ada di perutnya.
"Ini... beneran kamu Verl, tapi kok—" dengan sedikit ragu-ragu, perempuan itupun berjalan mendekati temannya.
"Iya... beneran, ini aku Alexa?!" teriak Verlyn memberitahu.
"Pembohong! Kamu bukan Verl–"
PLAK!
"Kamu yang bodoh! Udah dipanggil juga masih aja gak percaya?!" Wanita itu langsung menampar wajah temannya lantaran masih tidak percaya dengan dirinya.
"Ya ma–"
"Udah... buruan bayar, tagihan rumah sakitnya! Setelah itu antar aku balik, udah gak betah tinggal disini lama-lama?!" potong Verlyn, membuat Alexa hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oh... iya, sekalian balikin juga tuh uang pulsa suster itu, ponselnya habis tadi aku pake buat nelepon kamu?!" sambung Verlyn sambil berjalan masuk ke ruang rawatnya.
"Iya...??" ucap Alexa dengan wajah memelas karna sudah kehabisan kata-kata di buat oleh temannya.
"Sus... ini uangnya, dan maafin kelakuan teman saya barusan ya Sus?" Ucap Alexa memberi uang 50 ribuan pada suster itu, lalu pergi menuju kasir untuk membayar tagihan rumah sakit temannya setelah meminta maaf.
"Ada yang bisa kami bantu?" ucap salah satu suster itu akhirnya bertanya, saat Alexa tiba di depan meja resepsionis.
"Aku mau bayar tagihan rumah sakit teman saya Sus, totalnya berapa ya kira-kira?" ucap Alexa kemudian balik bertanya.
"atas nama siapa?" tanya suster itu lagi.
"aduh! Aku tadi lupa nanya lagi atas nama siapa? Kalau atas nama Verlyn Germanotta Violetta, takutnya nanti suster gak tahu lagi?" umpat Alexa dalam hati sambil memikirkan sesuatu.
"Hmmm... Sus, tadi saya habis dari situ? Dan... kalau gak salah, teman saya dirawat di ruangan itu deh?!" ucap Alexa sambil bergelayut dengan pikirannya sendiri.
"Oh... kamar itu atas nama Nona Devina Stefani Germanotta, mbak? Dia... habis operasi, dan sempat koma beberapa hari?!" ucap salah satu suster itu membenarkan.
"Oh... ya itu, Sus? Teman... saya namanya Devina, ya Devina Stefani Germanotta?" timpal Alexa mengiyakan sambil tertawa cengengesan gak jelas karna merasa seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.
"Semua totalnya sebesar 54 juta mbak?" ucap suster itu memberitahu setelah menjumlahkan totalnya.
"Kalau... bayar pake kartu kredit boleh gak Sus, aku soalnya gak bawa uang cash?" tanya Alexa sambil mengeluarkan kartu kreditnya dari dalam tas, kemudian menyodorkan kartu tersebut ke suster untuk membayar.
"Ya boleh mbak?" ucap suster sambil menerima kartu kredit perempuan itu.
Bersambung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Nah... loh, penasaran kan dengan ceritanya dan sebelum lanjut, jangan lupa ya tinggalkan jejak terlebih dahulu supaya author tetap semangat dalam berkarya. Oke 👍👍
See you again thanks for watching 🙏🙏🙏